MEMORY


AHSJQWDIUWQ copy

12. Formula

Yoo Mi benar – benar diundang untuk makan malam dengan Tae Il. Berkat Goo Hye Sun, Yoo Mi begitu senang dan mengirimkan tas baru limited editionnya untuk Goo Hye Sun. Lewat paket jas apengiriman barang. Tae Il bahkan meneleponnya semenjak memodifikasi mobil sport coklat miliknya, Ferrari. Bahkan Tae Il akan memasakan untuknya. Masakan special masakan India kesukaannya untuk Yoo Mi. Dan berencana untuk mengenalkannya dengan Gyo Rim, putrinya dan Gyo Sik, putranya. Yoo Mi sangat gembira mendengarnya.

Yoo Mi menelepon Dara dan Hye Sun. Lagi – lagi malah Nicole yang mengangkat panggilannya dan Jae Hyun. Hingga mereka harus menyampaikannya kepada Dara dan Hye Sun untuk menemaninya belanja dress dan make over.

Halo, Dara? Ini aku Yoo Mi. Kau bisakan datang ke rumahku siang ini juga?

Maaf, ini dengan Nicole, eonni. Apa ada yang ingin disampaikan kepada Dara Eonni?

Kenapa handphone Dara bisa ada di tanganmu? Mana Dara?” Tanya Yoo Mi selidik.

Maaf, eonni. Dara Eonni sedang pergi keluar dengan suaminya. Mungkin sekitar pukul sebelas siang akan datang.

Ck! Baiklah. Aku akan tunggu telepon darinya sebelum pukul dua belas siang. Jadi tolong sampaikanlah saja kepadanya untuk segera meneleponku segera sepulangnya ke rumah, mengerti?

Baik, eonni.”

Maaf mengganggu aktifitasmu, ya!

Tak apa – apa, eonni!

Hemm.” Dengan malas Yoo Mi pun menutup teleponnya lemas. “Heh! Lagi – lagi dengan Nicole si nenek sihir itu! Apa dunia memang sesempit ini? Kenapa selalu dia yang ada di sekitarku? Apa aku memiliki magnet untuk menarik keberadaannya dalam kehidupanku? Ini benar – benar hal gila yang paling membuatku gila. Pagi – pagi begini sudah merusak moodku!” Hela napas Yoo Mi berat. Dan tertunduk lesu di meja kerjanya dengan mulut ternganga dan masih memegangi gagang telepon di tangan kirinya.

Atas ajakannya Hye Sun datang diantar supir pribadinya, Sung Pyo tanpa Ahn Jae Hyun yang harus syuting tiga hari ke Okinawa untuk Promo Premier Filmnya, Wedding Bible dan sekaligus mengunjungi fansnya yang kami temui dahulu tanpa sengaja sewaktu aku akan pergi ke Hong Kong. Kami terus saling mengontak hingga saat ini. Dara juga ikut. Dia senang. Datang bersama suaminya, dan agaknya dia tengah berbadan dua sekarang setelah dua tahun menanti seorang momongan itu. Yoo Mi juga ikut senang. Suami Dara juga terlihat sangat anthusias. Bahkan, Kim Hong Joon ikut menggendong Dong Jhuku dan menginginkan memiliki putra yang lucu dan sehat seperti halnya Dong Jhu. Dong Jhu juga tak menangis dan bahkan bisa terlelap di dekapan Hong Joon.

Ada apa gerangan ini, tumben jadi Dara yang bersama suaminya dan Goo Hye Sun tidak lagi berangkat dengan bodyguardnya, Ahn Jae Hyun?” Sindir Yoo Mi sambil menertawakan Hye Sun yang kesulitan mengeluarkan kereta dorong untuk Dong Jhunya hingga harus dibantu Sung Pyo dan Hong Joon untuk mengeluarkannya terlebih dahulu dari bagasi mobil Hye Sun yang berwarna merah itu.

Dara, bisa tolong kau bawakan tasku sebentar. Aku lupa belum membawa susu formula yang sudah aku buat untuk Dong Jhu sebelum dia rewel.”

Bukankah sudah ada babysitternya?” Tanya Dara.

Dia baru hari ini bekerja. Dia belum banyak tahu kebiasaan Dong Jhu.”

Oh. Mana aku yang gendong saja Dong Jhu, kau yang ambil susunya di mobil.

Tenang saja ada Sung Pyo yang masih berjaga di mobil.”

Suruh saja dia masuk ke dalam dengan kita. Agaknya Yoo Mi akan lama. Kau tahu sendiri kan bagaimana kebiasaan Yoo Mi kalau sudah terlanjur senang?” Kerling mata Dara mengingatkan kebiasaan Yoo Mi yang cerewet dan senang berkumpul untuk sekedar hangout bahkan mengurusi pesta – pesta kecil milik teman – teman wanitanya.

Okaylah. Aku akan suruh dia untuk ikut denganku kalau begitu.

Untuk apa bawa itu juga?” Berteriak ke arah Hye Sun yang membawa air minum juga keluar.

Untuk minum Sung Pyo. Dia belum sarapan sejak pagi karena harus mengantarku ke yayasan Serin untuk menjemput Go Byul Mi.”

Ow.” Dara mengerucutkan mulutnya.

Ayo, masuk.”

Ayo.” Dara pun mengapit lengan Hye Sun sambil menggendong Dong Jhu di tangan kirinya lalu meninggalkan kereta dorong Dong Jhu agar dibawa Go Byul Mi yang mengikuti mereka di belakangnya serta Sung Pyo yang membawakan tas tenteng Goo Hye Sun yang sepertinya lumayan besar isinya yang sudah pasti ada beberapa pakaian Dong Jhu juga popoknya.

Hye Sun hampir lupa juga menyuruh Go Byul Mi untuk ikut makan bersamanya di meja bundar besar yang berada di restaurant di samping tempat Go Byul Mi duduk sekarang ini. Melihatinya duduk di Café, Goo Hye Sun memanggil Go Byul Mi untuk menjaga Ahn Dong Jhu lalu mengajak Go Byul Mi untuk merapat dan makan bersama di Italian Restaurant di sampingnya. Ahn Dong Jhu bahkan sudah terlihat dekat dengan Go Byul Mi. Ahn Dong Jhu jadi suka sekali tertawa. Padahal Go Byul Mi termasuk sedikit bicara namun tipikal gadis yang kinestetik. Sebentar – sebentar menggelitik ketiak Ahn Dong Jhu dan Ahn Dong jhu pun tertawa riang menampilkan giginya yang mulai rata.

Astaga, Go Byul Mi..” Hye Sun pun menepuk ujung dahinya.

Kenapa lagi, ha?” Dara hanya menengadah yang melihati Hye Sun yang berdiri dari tempat duduknya yang semulanya sudah akan makan bersama spaghettinya dalam porsi yang lumayan besar.

Go Byul Mi, aku lupa belum mempersilahkannya masuk kemari.”

Lalu?” Kata Yoo Mi dengan wajah penuh teka – teki.

Tentu dirinya tak akan makan siang sebab waktu siang sudah hampir habis.” Kata Hye Sun kelabakan. “Sebentar biar aku panggilkan Byul Mi dulu, ya?” “Kalau tidak sabar menungguku kalian makan lebih dulu saja.” Hye Sun pun kembali dan menambahkan.

Kami akan menunggumu tenang saja.”

Aku akan kembali.”

Goo Hye Sun menepuk pundak Go Byul Mi yang dikiranya tengah melamun, namun ternyata sedang asyik menimang Ahn Dong Jhu yang mengingatkannya dengan mendiang adik laki – lakinya yang telah meninggal empat bulan yang lalu sewaktu usianya juga empat bulan.

Iya. Nyonya. Ada yang perlu aku bantu?

Tidak, aku hanya kemari untuk mengajakmu makan bersama dengan kami di restaurant Italia di sebelah sini.” Sambil menunjuk ke arah kirinya lokasi restaurant Italia sebelah.

Tapi Nyonya bukankah Nyonya ingin ngobrol penting dengan sahabat nyonya?

Memangnya kenapa? Dia baru ingin kencan. Kalau sudah akan menikah baru aku utamakan.

Baiklah kalau nyonya ingin aku bergabung.”

Memangnya kenapa? Kau itu terlalu sungkan.”

Baiklah, Nyonya. Nyonya saja yang berjalan di depan biar saya yang mengikuti nyonya di belakang.” Sahut Go Byul Mi menurut akhirnya.

Lagipula yang terpenting itu kau. Kau harus menjaga Dong Jhu seharian penuh jadi jangan sampai kau sendiri kelelahan dan bahkan jatuh sakit.” Kata Hye Sun menasehati Go Byul Mi.

Di sebuah salon, Yoo Mi ingin menggendong Ahn Dong Jhu sayangnya Ahn Dong Jhu sudah ketakutan di pangkuannya yang sedang menggunakan roll rambut di atas kepalanya. Goo Hye Sun bilang Ahn Dong Jhu takut melihat wanita yang sedang menggunakan alat – alat rias. Kecuali bila dibawa ke acara – acara pengantin. Yoo Mi pun melepas roll rambutnya dan barulah Ahn Dong Jhu mau ikut dengan tantenya itu.

Kenapa tadi dia tak mau ikut denganku? Masa hanya dengan roll rambut saja dia tak mengenaliku?” Cerca Yoo Mi yang merapikan rambut dengan menyisirnya menggunakan ruas – ruas jarinya.

Dong Jhu awalnya juga tidak takut namun seiring waktu dia sering melihatku menggunakan masker dan roll rambut sepertinya dia sedikit ketakutan. Pernah aku berusaha membuatnya tertawa namun Dong Jhu justru melihatiku sambil berusaha menahan air matanya untuk tidak menjerit ketakutan. Setelah aku lepaskan roll rambut dan aku bersihkan wajahku dia baru mau aku gendong. Sama reaksinya seperti padamu ini.” Jelas Hye Sun panjang lebar. Tapi agaknya Yoo Mi mengerti.

Anehnya, usia Ahn Dong Jhu sudah hampir empat bulan. Namun badannya sudah terlihat seperti bayi yang sudah berusia satu tahun. Tumbuh besar dan sudah pandai berbicara meski belum sepenuhnya jelas terdengar. “ma..mam.. ma..” “gagagaga…”

Ayo, kemari, baby Dong Jhu. Ajjuma sudah melepas roll rambut ajjuma demi untuk menggendongmu, baby Dong Jhu. Ayo, sini.” Dan Dong Jhu sudah mau digendong oleh Yoo Mi yang tampak sudah lebih rapi sekarang.

Ahn Dong Jhu sudah mulai tertawa diciumi oleh Yoo Mi. Ahn Dong Jhu memang tipikal bayi yang tak mudah menangis sebetulnya. Apalagi dia mudah bila diajak dengan orang yang baru dikenalnya sekali pun. Tidak rewel dan tidak juga berteriak – teriak hingga harus membuat orang di sekitarnya harus repot – repot meladeninya.

Ouh. Dong Jhu. Kau berat juga ya rupanya! Berapa bobotmu ha? Ajjuma bahkan kualahan untuk sekedar memangkumu, sayang. Dong Jhu.. Ayo lihat Ajjuma. Kau mau jeruk? Kau suka jeruk, Dong Jhu?” Yoo Mi pun mengupas kulit jeruk di dekat Dong Jhu sembari menunggu penata riasnya menyelesaikan merapikan rambutnya. Yoo Mii berencana ingin merubah warna rambutnya menjadi burgundy dan dicurly bergelombang di bagian bawahnya.

Dengan lahap Dong Jhu pun meminum sari – sari jeruk tadi yang sudah dipisahkan biji – bijinya terlebih dahulu dan memberikannya ke tangan kanan Dong Jhu. Masih sulit untuknya mencerna sari jeruk itu hingga air jeruk pun harus menetes di sekitar kerah sweater baru hadiah dari halmeonni yang dipakainya hingga yang mulanya berwarna abu – abu menjadi sedikit berwara orange – orange kecoklatan sekarang.

Pelan – pelan, sayang.” Dara pun membantu untuk mengelap pakaian Dong Jhu juga tangan Dong Jhu yang belepotan air jeruk tadi dengan sapu tangan yang dikeluarkannya dari dalam saku celana jeansnya yang lumayan longgar.

Sejak kapan kau suka anak kecil, ha?” Sindir Hye Sun.

Sejak hari ini.”

Ck!

Kalau bayinya selucu ini sih mana mungkin aku akan menolaknya! Disuruh membelinya pun aku berani ambil!” Kata Dara asal – asalan sambil membantu memasukkan pelan – pelan jeruk kupasan ke mulut Dong Jhu. Dong Jhu pun beralih melihatinya.

Paling bawaan kehamilannya, Hye Sun. Jangan percaya. Dara itu moodian. Paling besok berbeda lagi.”

Tidak. Aku bisa pastikan anak yang aku kandung adalah perempuan. Aku begitu menyukai Dong Jhu soalnya.

Yakh! Apa hubungannya!” Pekik Hye Sun.

Tentu saja ada kalau kau mau berpikir.”

Kau itu ada – ada saja!

Ah! Biarkan aku nikmati bersenang – senang dengan Dong Jhumu! Kan aku pinjam tanpa kubawa pulang!” Jawab Dara beralasan.

Memang!

Sudah berulang kali Yoo Mi menggendong Dong Jhu Dan Dong Jhu agaknya Juga tidak bosan – bosan. Dari Yoo Minya yang masih polosan hingga sekarang sudah lengkap seluruh tatanan rambutnya yang dibuat sesuai dengan keinginannya, curly bergelombang di bagian bawah dan berwarna burgundy. Tinggal satu langkah touch up lagi make over untuk Yoo Mi, yaitu dress dan sepatu. Dress yang dibelinya minggu lalu sedikit bermasalah, di lengannya yang pendek agak sedikit sempit di bagian ketiaknya. Lalu dengan sigap dirinya memanfaatkan tiga puluh menit waktu terakhirnya untuk memilih dress yang telah disediakan di Salon Style yang sedang dikunjunginya ini. Ahn Dong Jhu berhenti menggoyang – goyangkan tangannya di bahu Yoo Mi. Sepertinya Dong Jhu mengerti kalau Yoo Mi sedang sibuk jadi tanpa diberikan lebih dulu kepada Hye Sun dirinya sudah merengek ingin didekatkan dengan ibunya, Goo Hye Sun yang sudah membuka lengannya lebar – lebar untuk memeluk Dong Jhunya yang tampak makin gendut saja. Begitu menggemaskan. Membuat banyak orang pengunjung di Salon pun ikut memperhatikannya. Banyak juga yang berbisik – bisik menunjuk Dong Jhu

Dia itu putranya Ahn Jae Hyun actor yang berperan sebagai dokter bedah itu, Park Ji Sang. Lucu sekali ya. Tampan mirip appanya.

Bukankah senyumannya semanis eommanya?” Salah seorang wanita customer di Salon yang sedang mengeringkan rambutnya sambil membawa sebuah majalah fashion di tangannya pun ikut angkat bicara.

Mereka memang pasangan yang serasi! Jauh dari gosip.” Bahkan salah seorang hair stylist pun ikut menimpali.

Benar! Benar! Iya, ya!

Sorenya mereka pun berpisah. Kecuali Dara yang ikut menemani ke rumah Tae Il karena Hye Sun harus mengunjungi mertuanya untuk upacara pemakaman nenek buyut Ahn Dong Jhu. Maka dengan cepat, mobil Hye Sun pun melaju kencang menuju ke kediamannya di Seoul. Harusnya kalau hitungannya tepat dan tidak ada masalah Jae Hun sudah kembali dari Okinawa. Tapi Hye Sun tak mempermasalahkannya. Justru Go Byul Mi yang sedang memenuhi pikiran Hye Sun sekarang.

Maaf, Nyonya ada panggilan masuk di handphone nyonya. Dilihat dari kode negaranya bukan dari Korea, Nyonya!” Belum sampai Hye Sun bicara, Byul Mi sudah menginterupnya.

Tidak tertulis di kontakku siapa nomornya?

Tidak nyonya.”

Haruskah aku angkat? Investor dan producerku tak ada yang sedang pergi keluar negeri,” Jawab Hye Sun menaikkan alis kirinya sedikit heran dan penasaran lalu mengambil alih handphonenya dari tangan Go Byul Mi. “Aku juga tidak kenal nomor ini?

Terima saja nyonya!” Kata Byul Mi dengan nada yang tak kalah khawatirnya.

Ommona! Ternyata video call! Sebentar.” Go Hye Sun pun memposisikan handphonenya agar sejajar dengan posisi duduknya di seat mobil dan mengenali wajah siapa yang akan muncul.

Tadaaaa!!! Saenghil Chukkahamnida! Saenghil Cukkahaamnida!…” Ternyata Ahn Jae Hyun yang mengagetkannya dengan menyanyikan lalu selamat ulang tahun kepada istrinya itu.

Untuk apa kau membeli kue tart? Sia – sia kan kalau aku tak bisa memakannya.!” Jawab Hye Sun mengeluh.

Siapa bilang sia – sia! Lihat kami di sini banyak kru jadi dalam hitungan detik sudah pasti akan habis. Kau mau lihat.” “Ehemmm.. Siapa yang ingin kue ini?” “Ayo kemari, sutradara.. kemarilah!” “Karena kau sutradaranya kau yang ambil pertama. Ini untuk Yoo In Na lawan mainku di film ini dan untuk semuanya silahkan ambil.” Tak berselang lama kue tart tersebut pun habis dalam satu kerumunan saja. Ahn Jae Hyun bahkan sangat terlihat excited. Dan semua orang di sana menghadap ke kamera yang dibawa Jae Hyun lalu mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.

Ya.. Kenapa kau tidak bisa ikut datang kemari. Hye Sun-ah! Acara di sini sangat meriah. Sayang sekali kau tidak bisa ikut hadir di sini.!” Keluh salah seorang kru lighting yang sudah cukup kenal Hye Sun lama dan bahkan teman satu SMUnya.

Mianhae. Aku harus menjaga Dong Jhu jadi aku tidak bisa ikut.”

Tapi Dong Jhu kita kan bisa ikut diajak. Itu itu sudah seperti Spiderman saja. Beritanya sudah dimana – mana. Baru empat bulan juga belum genap padahal.”

Terima kasih. Dong Jhu juga bisa begini berkat kalian.”

Karena Dong Jhu juga anak kami. Dia itu milik public. Ya, terang saja wajarlah banyak yang mencemburuimu.”

Eh, tapi siang ini aku harus menghadiri pameran lukis rekan kerjaku. Dia teman lamaku di kampus. Aku tutup dulu tidak apa – apa, kan? Terima kasih atas surprisenya ya!” “Jae Hyun-I, saranghae!” Lalu video call pun berhenti..

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
Gallery | This entry was posted in book, NASKAH, NOVEL and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s