MEMORY


belakang49. Orphans

 

Tiba di rumah, pagi itu rumah tampak sudah ramai dengan teman – teman media. Bukankah berlebihan kalau sudah dijawab sebagian pertanyaan mereka di rumah sakit tadi tapi sampai sekarang jumlah teman media masih ada saja yang berusaha mengorek keadaan Dong Jhunya? Sung Pyo yang supir baru kami berusaha mengatasinya dengan keluar dari mobil dan mengkonfirmasinya. Pihak media tetap tak ingin dikelabuhi. Merasa didepak kecolongan start dengan teman – teman media yang sudah mewawancarai kami di rumah sakit, rekan – rekan media di sini tampaknya lebih agresif. Mereka ingin langsung mendengarnya dari mulut Goo Hye Sun yang notabene baru saja melahirkan dan belum pulih sepenuhnya itu. Dan alhasil Ahn Jae Hyun harus turun tangan diikuti dengan Bong Man yang mengikuti di belakangnya. Ahn Jae Hyun pun berusaha berunding dengan pihak media, namun tak berhasil juga. Meski sudah dikatakannya akan mengundang media di press conference yang telah disediakan waktu dan tempat yang telah dibuat oleh Manager Bong Man.

Tapi tanpa disangka – sangka justru Goo Hye Sun yang keluar dan menyapa pihak media dengan Ahn Dong Jhu yang masih berada dalam gendongannya di lengan kiri. Mengijinkan beberapa rekan media untuk mengambil gambar wajah putra pertamanya itu di depan pintu gerbang kediamannya.

Ini di Seoul. Tak sopan bila kedatangan tamu tak dipersilahkan masuk.” Ucap Goo Hye Sun sumringah. Namun rekan – rekan media menolaknya halus dengan alasan hanya akan mengambil gambar saja dan tak akan lama.

Rencananya Goo Hye Sun akan menyelenggarakan peresmian comeback Gallerynya yang ke-4 di dua minggu mendatang sekaligus tasyakuran kelahiran Ahn Dong Jhu. Dirinya akan mengundang seribu anak yatim piatu dan beberapa anak jalanan untuk makan bersama dan memberi mereka santunan. Pihak – pihak media segera mencatat dengan cepat dan bergegas undur diri setelahnya. Satu per satu mobil mereka meninggalkan kediaman Goo Hye Sun begitu pun Goo Hye Sun yang masih menunggu di luar gerbang sampai pihak media kesemuanya meninggalkan tempat.

Silahkan. Terima kasih semuanya. Lain kali bisa kita sambung lagi!” Bungkuk Goo Hye Sun ke arah mobil media yang terakhir.

 

Di dalam rumah Ahn Jae Hyun, Sung Pyo yang ternyata diam – diam memiliki riwayat karir seorang koki di sebuah Wedding Organizer sedang sibuk memasak Salad Bangkok bersama majikannya. Itu artinya Ahn Jae Hyun memiliki partner memasak sekarang. Tak perlu harus pulang ke rumah mertuanya untuk mengajak Ban Ajjuma untuk duet memasak atau sekedar mengetest resep baru.

 

 

Dua minggu kemudian Gallery dibuka. Diberi judul ‘Evergreen‘. Undangan yang mulanya dibuat seribu bahkan lebih banyak daripada perkiraan. Hampir seribu lima ratus undangan memenuhi ruangan sudah termasuk belum termasuk tamu VVIP untuk Gallerynya. Masalah budget tak ada yang perlu dikhawatirkan. Beruntung sermuanya sudah diset sesuai prediksi awal. Goo Hye Sun menjelaskan alasan – alasan comebacknya yang dia buat empat bulan lebih cepat. Ada bingkisan yang diberikan sebagai penghargaan beserta trophy yang dibuat untuk pihak yayasan panti asuhan yang turut meramaikan pembukaan comebacknya. Ada tulisan di atas lapisan marmer tersebut bertuliskan ‘Puji Syukur atas Kelahiran Putra Pertama Kami Ahn Dong Jhu dan Launching Gallery ke-4 Goo Hye Sun’ terhitung pasca melahirkan. Ahn Jae Hyun lalu maju membawa sambutan kepada beberapa sutradaranya yang hadir, bahkan ada juga producer yang hadir. Meski tidak mewah sekali, namun juga tidak bisa dibilang kecil juga. Ahn Jae Hyun sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi terhadap acaranya ini sekaligus mewakili Goo Hye Sun atas pembukaan gallerynya.

Pembukaan Gallery Evergreen dimulai dari slide power point dari proyektor di Big Screen yang menampilakan beberapa lukisan pilihan Hye Sun yang bergaya Impressionisme. Pohon rindang sebagai Jantung Kota, lalu slide kedua sebuah pelangi di atas sungai, slide ketiga adalah imajinasi raut wajah mentari yang tersenyum, slide keempat sebuah keluarga yang saling bergandengan tangan sedang menatap ke arah padang rumput yang luas dimana matahari mulai terbenam, dan slide terakhir seorang ayah yang tengah memotret putranya yang sedang naik di atas punggung gajah.

Begitu slide yang terakhir berhenti santunan pun diberikan bersama nasi box yang telah diisi dengan souvenir tas ransel yang bergambar karikatur kepala bayi di tengahnya. Dan ada beberapa lukisan yang dibingkai dengan frame cat keemasan yang berurutan di sisi kiri aula dan mengadap ke utara, yang memang sengaja dipampang untuk barangsiapa yang berencana melelang atau membelinya secara langsung. Dan hasilnya yang terkumpul akan Goo Hye Sun sumbangkan kepada ribuan anak yang sedang kelaparan dan membutuhkan dana untuk membangun sekolah di Ethiopia. Dan menariknya kau tahu berapa jumlah uang yang terkumpul? Fantastic!

Meski tak satupun dari orangtuanya maupun mertua yang mampu hadir, namun sebab acara ini disiarkan oleh salah satu stasiun TV swasta Ahn Jae Hyun sangat berharap mereka di sana menonton tayangan ini. Bahkan Ahn Jae Hyun menggendong Dong Jhu yang diangkatnya lalu mengarahkannya ke posisi kamera dua di tengah yang merekam aksi mereka lalu mengarahkan tangan mungil Ahn Dong Jhu untuk melambaikan tangan ke arah kamera.

Yeorobeun, Harabojji, Halmeoni saranghae!

Diakhiri dengan tepuk tangan yang riuh Ahn Jae Hyun pun mengakhiri pidatonya lalu turun dari mimbar dan menuju ke arah Goo Hye Sun dan memberikan Ahn Dong Jhu yang terlihat ceria dengan tawanya yang belum memperlihat giginya yang tumbuh.

Aaaa.. Uri Saranganeun aegya..” “Ppoppo..” Lalu diciuminya Ahn Dong Jhu dengan gemas oleh Goo Hye Sun. Ahn Jae Hyun pun tak berhenti mencandainya. Mereka bertiga terlihat sangat klop dengan warna pakaian yang sama, merah.

Dan yang paling surprise lagi adalah kedatangan harabojji dan halmeonninya yang mendadak tanpa lebih dulu memberi kabar. Dan maju ke mimbar seraya langsung meraih Dong Jhunya ke gendongannya. Membuat Goo Hye Sun terharu akan semua perhatian eommadeul dan appadeulnya. Eomma pun menggoda Hye Sun. Tak boleh menangis di hadapan umum apalagi dirinya sudah berdandan special di acaranya sendiri. Make-upnya akan luntur kalau dia terus saja menangis. Lagipula masalah ini tak harus diperpanjang, tak sebesar seseorang yang kehilangan sertifikat rumahnya.

Tak lupa Bong Man dan Sung Pyo pun hadir membawa sebuah karangan bunga untuk kelahiran putra boss mereka yang sudah mereka anggap seperti keponakan mereka sendiri. Sung Pyo yang belum lama mengabdi untuk keluarga kecil Ahn Jae Hyun pun merasa ikut bahagia untuk tasyakuran dan pembukaan gallery ini. Dia juga bahagia menjadi salah satu bagian yang ikut membawa besar nama Ahn Dong Jhu yang agaknya mulai menjadi sorotan hangat sekarang ini. Mungkin Dong Jhu akan mengikuti jejak appanya.

Doa Goo Hye Sun untuk Ahn Dong Jhu ialah ingin melihat Ahn Dong Jhu kelak bisa membahagiakan orangtuanya, mampu menjadi putra yang berguna bagia agama, bangsa, dan negara. Goo Hye Sun berharap Ahn Dong Jhu tidak akan salah pilih dalam hidupnya, banyak belajar tentang arti hidup dan bisa menghargai orang lain. Dan mampu mewujudkan cita – citanya. Sedangkan sang appa sendiri, Ahn Jae Hyun berdoa supaya Ahn Dong Jhu tidak akan pernah meninggalkan kedua orangtuanya, tidak akan melupakan jasa – jasa orang – orang yang pernah membantunya, senantiasa ringan – tangan dan peduli kepada sesama, serta tidak menjadi beban dimana pun dirinya berada. Begitupun dengan harabojjinya, cukup dengan menjadi anak yang berbakti kepada orangruanya saja sudah menjadikan kehadirannya itu dinantikan oleh sang harabojjinya.

Halmeonni memotong kue tart yang didesign ada miniature eomma, appa dan aegya Dong Jhu di puncaknya. Dan kue tart pertama diberikan kepada Ban Ajjuma yang telah mendedikasikan hidupnya selama lima belas tahun untuk keluarga Goo Hye Sun serta manager Bong Man yang sudah bekerja untuk kurang lebih delapan tahun menemani karir Ahn jae Hyun jauh sebelum Ahn Jae Hyun tergabung dalam Model Esteem. Goo Hye Sun untuk terakhir memotong tali untuk gallerynya dan ditonton oleh seribu lebih anak yatim piatu dan anak jalanan yang diundangnya begitu pun dengan tamu VVIP Gallery Evergreennya. Tepuk tangan yang riuh pun sempat direkam oleh manager Bong Man untuk menggambarkan kebahagiaan para pengunjung gallery. Dan sekarang giliran untuk sesi acara dengan media pers yang telah lama mengantri dari dua jama yang lalu. Yang mana antriannya pun bisa dilihat memanjang hingga ke lobby gedung. Memadati ruangan.

Terima kasih Nyonya Goo Hye Sun sudah menyiapkan waktunya untuk kami. Perkenalkan saya Eun Ji reporter dari K-STAR News ingin bertanya sebelumnya di luar Dong Jhu terlebih dahulu menegenai konsep gallery ke-4 Anda. Sebenarnya apa pesan yang tersirat untuk pembuatan lukisan di Evergreen sendiri?

Oh, terima kasih juga untuk rekan Eun Ji. Sebenarnya pesan untuk pembuatan lukisan – lukisan kali ini lebih mudah untuk dipahami. Aku sendiri yang awalnya mendadak juga untuk mempersiapkannya di tengah acara deadline yang akan jatuh di tanggal pertengahan Desember 2015 ini. Namun karena secara kebetulan setelah melahirkan Dong Jhu aku mendapatkan inspirasi untuk mengangkat banyak tema keluarga kecil maka ini adalah langkah yang aku ambil. Ada beberapa paparan yang memperlihatkan kedekatan seorang ayah dengan putra mereka juga beberapa gambaran alam yang memperlihatkan sisi kemudaannya dalam hal ini. Aku ambil banyak foto landscape pegunungan yang aku suka lalu aku ubah gaya menggambarku sedikit untuk memperindahnya. Itu saja.”

Lalu ini mengenai Dong Jhu. Apa setelah ini Nyonya benar – benar vakum di dunia melukis dan merawat Dong Jhu hingga masa ASI Esklusifnya selesai? Apa benar begitu issue hangat yang sedang merebak atau malah Anda akan membimbing Dong Jhu ke jalan Anda seperti seni rupa sekarang ini?

Ehmm.. sebenarnya itu pertanyaan yang lebih prinsip bila aku jawab untuk Dong Jhu lebih dulu. Untuk sekarang masih terlalu dini untuk membimbingnya mengikuti jalanku. Tapi saat usianya mungkin sudah beranjak tiga sampai empat tahun aku ingin melihat apa dulu bakat terpendamnya maka aku akan memutuskan dia untuk latihan seperti apa yang dia butuhkan kira – kira. Dan untuk urusan vakum mungkin bisa jadi aku vakum untuk satu tahun setelah ini dan kembali lagi melukis bila memang Dong Jhu harus benar – benar butuh penanganan sendiri. Maka dari itu untuk mengantisipasi saat aku lembur di studio aku sudah berencana untuk mencari seorang wanita single untuk menjadi babysitternya. Dan mungkin seminggu ini akan ada banyak link yang menghubungiku untuk jasa babysitter.”

Oh ya, nyonya agaknya pembukaan gallery kali ini agak berbeda dari biasanya? Apa ini memang sengaja didedikasikan untuk Dong Jhu? Seperti menyediakan lebih banyak tempat untuk tamu regular dan acara santunan anak yatim piatu serta anak jalanan? Apa yang sebenarnya ingin Anda tuju, Nyonya? Apa nyonya ingin mendirikan sebuah sekolah lukis?

Hehehe.. darimana Eun Ji mendapatkan asumsi seperti itu? Sebenarnya tidak juga. Tapi berkat asumsimu tadi justru aku terpikir untuk mendirikan sekolah melukis untuk anak – anak usia sepuluh tahun. Selebihnya memang acara ini aku dedikasikan untuk putraku, Ahn Dong Jhu.” Goo Hye Sun menambahkan, “Apa ada yang ingin ditanyakan lagi?

Oh iya Nyonya. Saya mendengar kali ini Anda menggandeng investor dari Venice apa ini benar, Nyonya Hye Sun. Maaf aku lupa memperkenalkan namaku. Namaku Han Jun Su, aku reporter dari Arirang TV.”

Untuk galleryku yang ini memang benar aku menggandeng investor dari luar negeri. Dia Robert Alvons dari Venice. Saat dia datang pasti akan aku perkenalkan siapa – siapa saja team suksesku selama ini. Dan bisa kalian lihat juga beberapa lukisan yang aku buat memang dari sebuah foto pemandangan yang diambil dari Venice juga seperti lukisan sungai yang indah tadi salah satunya, ada foto awan juga kami ambil di senja di Venice. Aku sangat mengagumi kota ini. Menurutku banyak hal yang menarik yang harus aku pelajari selain di Korea sendiri.”

Lalu kapan Nyonya meluangkan waktu untuk pergi ke Venice sementara Nyonya sendiri sedang dalam masa nifas?” Tambah Jun Su menimpali pertanyaan lagi.

Itu tentu saja saat dua bulan pertama setelah aku melahirkan jadi baru seminggu kemarin aku kembali dan menyelesaikan empat lukisan ini hanya dalam waktu tujuh hari. bukankah itu terkesan luar biasa? Karena keinginanku kali ini memang sengaja ingin menampilkan sisi lain dari lukisanku yang belum pernah aku publikasikan dan aku hanya ingin mengekplorasi lebih kreasiku seperti apa bila aku gabungkan dengan gambar – gambar yang imajinatif? Itu saja. Aku sudah belajar lukis sejak aku masih seusiamu. Sejak umur delapan belas tahun diam – diam aku mulai suka dengan lukis meski sejak di taman kanak – kanak aku juga sudah mulai mengikuti berbagai lomba dan ada beberapa yang aku juarai.”

Sampai sepanjang itu perjalanan Anda di dunia lukis Nyonya. Baiklah. Kami rasa cukup data yang kami butuhkan untuk berita kali ini. Kami harap acara nyonya dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih Nyonya Goo Hye Sun telah mengijinkan kami untuk sesi wawancara ini.” Eun Ji dan Han Jun Su pun mewakili yang lain menutup sesi pertanyaan hari ini. Dan semua pun merapikan laptop dan microphone serta alat perekamnya juga kamera. Satu per satu pun keluar aula dan beberapa melanjutkan mengunjungi lukisan – lukisan Hye Sun di aula sebelah kiri yang memampang kurang lebih 150 lukisan baru. Dan ada empat foto special yang terpampang di kaca sebelah kanan gallery yaitu hasil fotografi dari suaminya, Ahn Jae Hyun.

 

Ternyata Yoo Mi datang juga ke acara yang dirinya tahu lewat siaran televisi dan mendekati Hye Sun tana membawa Dara. Dara yang sedang sibuk tengah mempersiapkan perniakan untuk sang adik terpaksa tak dapat datang mengunjungi gallery Hye Sun. Dara harus menemani adik laki – lakinya, Tunder fitting baju dan berfoto pre-wedding untuk sampul undangan nanti. Goo Hye Sun pun memakluminya dan memperkenalkan Yoo Mi dengan beberapa investor yang bisa hadir di acara kali ini, seperti Park Sung Bi, Son Tae Il, dan Go Seo Woo. Dan sepertinya Yoo Mi sedikit tertarik kepada Son Tae Il atau hanya perasaan Hye Sun saja. Entahlah.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
Gallery | This entry was posted in book, NOVEL and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s