MEMORY


depan copy

4. Joyful

Kepulangan kami ke Korea lima hari sebelum kami menandatangani kontrak kerja kami yang baru. Kali ini kami tak bekerja masing – masing, tapi kami akan bekerja sama dalam sebuah lebel. Dan ini pertama kalinya aku membintangi sebuah iklan dan itu bersama oppa sebagai lawan mainnya. Aku sudah katakan kepada pihak penyelenggara bahwa aku seorang seniman bukan bintang iklan namun kata mereka justru itu yang sedang mereka cari.

Dalam iklan ini aku adalah gadis bodoh yang hanya bisa melukis. Berlatar di sebuah rumah kecil yang juga disebut studio itu, aku melukis bermacam – macam bunga setiap harinya. Iklan ini berdurasi dua menit. Dan di tempat itu customer pertamaku adalah oppa. Dia adalah secret admirerku dalam cerita ini. Dikisahkan oppa itu selalu membuntutiku dan mengintip aktivitasku dari sebuah jendela kaca di café shop sebelah. Dan suatu hari oppa mengungkapkan perasaannya padaku lewat sketsa yang ia tuangkan dalam sebuah gulungan karton yang dibawanya. Terpampang wajahku di sana dan ada tulisan tepat di bawahnya “love me please” lalu ada dua pilihan yang bertuliskan yes dan no. Dan aku diperintahkan untuk melingkari jawabanku di sana. Dan aku melingkari yes. Terakhir oppa mengeluarkan kamera pocketnya dan mengajakku berfoto selfie dengan menyertakan lukisan itu. Dan iklan ini merupakan iklan baru sebuah brand kamera pocket, Brica. Aku rasa temanya unik, maka dari itu aku mau ambil.

Dan kau tahu, saat iklan mulai ditayangkan betapa banyak reality show yang menawari kami sebagai bintang tamu acaranya. Terutama untuk mengorek kehidupan rumah tangga kami yang beruntungnya jauh dari gosip. Langkah pertama aku dan Jae Hyun Oppa menerima salah satu tawaran baik itu. Dan Sabtu sore para crew datang ke rumah kami dan menyuruh kami mengenakan sepasang kaos couple yang bertulis ‘Love Transition AhnGoo’ lalu ada sebuah katikatur wajah kami bersepeda dengan oppa memboncengku membawa sekeranjang bunga.

Nyonya Hye Sun, apa yang membuat Anda tertarik dengan supermodel Ahn Jae Hyun?

Ah! Aku? Aku kurang tahu tepatnya, tapi saat dia memintaku untuk hidup bersamanya aku percaya dia adalah laki – laki yang tepat untuk bersamaku hingga kami sama – sama tua.” Senyum Goo Hye Sun begitu terlihat manis sampai sang host pun menyeletuk.

Senyum anda sangat menawan, aku rasa itu yang menjadi daya tarik anda dan Ahn Jae Hyun menyadarinya,”

Hye Sun menoleh ke arah suaminya yang sedari tadi menggenggam tangan kirinya. Kemudian tersenyum.

Istriku dia orang yang begitu pengertian dan bijaksana. Aku banyak belajar darinya. Meski umur kami selisih dua tahun aku lebih muda, tapi dia sama sekali tak pernah meremehkan kemampuanku.” Terang Ahn Jae Hyun serius.

Lalu apa tiga kata yang ada di benak Anda saat kami menyebutkan nama Goo Hye Sun,”

Penyayang yang luar biasa,

Hei. Kau itu berlebihan.” Jawab Hye Sun tersipu malu menutupi mulutnya.

Ini benar. Dia selalu mengambil tindakan atas keputusan bersama. Dia bukan orang yang gegabah,” Jelas Ahn Jae Hyun.

Oh… lalu benarkah kabar yang beredar bahwa istri anda sempat ingin menggugurkan kandungannya?

Itu memang benar, akan tetapi aku melarangnya sebab appa eommaku sangat mengharapkan kehadiran cucu dari kami. Lagipula lima bulan sebelumnya kami masih tinggal di rumah yang terpisah. Dia masih ingin mengejar karirnya.” Jae Hyun berkata panjang lebar.

Lalu apa nyonya Hye Sun akan rehat dari dunia melukis dan menjadi seorang ibu rumah tangga tulen?

Itu tidak benar. Bahkan selama hamil passionku tetap setia melukis. Aku dan lukisanku sudah seperti saudara kembar sendiri. Dan lagipula oppa sangat tahu betul bahwa aku tak bisa jauh – jauh dari melukis. Jadi dia tetap mengijinkanku untuk berkarya.

Kalau begitu, silahkan peluklah suami Anda,

Hye Sun pun merangkul Jae Hyun di sampingnya dan Jae Hyun mengelus perut Hye Sun yang belum nampak buncit.

Kalau boleh tahu sudah berapa bulan janin yang anda kandung?

Menuju tiga bulan aku rasa. Aku sudah mulai merasa mual di awal pagi.

Oh. Lalu apakah anda sudah mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk si buah hati kelak?

Belum sama sekali.”

Sebenarnya aku sedang menyiapkan kamar bayi tanpa sepengetahuan Hye Sun. Aku sudah berkonsultasi dengan designer interior untuk mendesign kamar bayi kami. Karena kami belum mengetahui jenis kelaminnya apa maka aku pilih saja warna netral, seperti cream,” Sela Jae Hyun.

Wah! Anda suami yang siaga juga, ya?

Awalnya Hye Sun belum terbiasa dengan kepadatan jadwal kerjaku. Namun sekarang dia sudah mulai bisa menerimanya.”

Itu karena oppa orang yang sangat terus terang. Bahkan problem di kantor dia selalu curhat padaku sepulang kerja.”

Oh! Itu bagus. Apa kami bisa melihat foto – foto dan ruangan di sini?

Oh, tentu saja.” Sang host pun diantarkan melihat – lihat kediaman pasanga Ahn Jae Hyun – Goo Hye Sun. Hingga acara pun selesai. Ahn Jae Hyun pun mengantarkan para crew hingga keluar dari halaman rumahnya. Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun pun membungkuk sampai melambaikan tangan mereka ke arah mobil van yang mengangkut para crew.

Pagi pukul tujuh aku mual – mual. Jae Hyun Oppa yang sudah siap berangkat ke studionya pun berhenti dan melihatku di lantai bawah yang masih merapikan alat – alat makan kami.

Sudah, jangan dipaksakan. Biar Yoon Ajjuma saja yang merapikannya. Kau istirahat saja dan berbaringlah sejenak.”

Aku tidak papa,” Jawab Hye Sun.

Jangan keras kepala.” Jae Hyun pun membopong Hye Sun.

Eh…. aku tidak papa. Turunkan aku.

Kalau tidak begini, kau tidak akan menurut. Sttth!

Oppaaaa…”

Sekarang tidurlah dan kabari aku kalau ada yang kau perlukan. Kau bisa meminta Yoon Ajjuma untuk menghubungiku di studio, okay,” Jae Hyun pun menaikkan selimut ke tubuh Hye Sun dan mengecup puncak kepala Hye Sun. Lalu menutup pintu.

Mengapa lama sekali?” Hye Sun gelisah melihat jam dinding menunjukkan pukul 00:00. Mungkinkah Jae Hyun Oppa pulang pagi?

Sayang, kau belum tidur?

Oh! Kau mengagetkanku saja, oppa. Aku kira kau tidak akan pulang.” Celoteh Hye Sun sebab sudah hampir – hampir terlelap.

Siapa bilang?” Jemari Jae Hyun meraih pipi Hye Sun dan membelaiya dan mengecup bibir istrinya singkat. “Jangan khawatirkan aku. Ada bayi kita di sini. Jangan terlalu banyak berpikir. Kau tidak boleh stress.”

Kau sudah makan?

Ehm.

Kalau begitu mandi dulu dan istirahatlah. Aku sudah menyiapkan air hangatnya.”

Jae Hyun Oppa pun membopongku ke kamar. Kehamilan Hye Sun tak membuat Jae Hyun berhenti memanjakannya. Justu dia memberi perhatian yang lebih.

Tidurlah. Lampunya akan aku matikan.” Jae Hyun pun mematikan lampu meja di samping tempat tidurnya dan meninggalkan Hye Sun yang masih mencoba tuk terlelap.

Jae Hyun pun mandi setelah mengambil satu setel piyama yang telah disiapkan Hye Sun di tepi ranjang. Setelah sebelumnya Jae Hyun meletakkan sebuah kalung berliontin cincin permata yang sengaja ia selipkan di kotak make up Hye Sun sebagai surprise kado Ulang tahun Hye Sun enam bulan lagi lantas meletakkan kunci mobilnya.

15 menit kemudian Jae Hyun pun menyusul sang istri tidur di sampingnya. Kiranya mandi sebelum tidur membuat pikirannya kembali segar.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
Gallery | This entry was posted in book, NOVEL and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s