MEMORY


2itu2. Rush Hour

 

Istriku..

Apa,

Apa agendamu hari ini?

Aku hanya akan mengarahkan film dan pulang pukul 23:00 malam nanti. Ada apa?

Oh.. tidak hanya ingin memastikan saja. Kalau jadwalmu kosong ayo kita pergi menonton! Ini kan malam minggu. Kita perlu merefresh otak.”

Oh.. itu. Aku ada waktu sehabis pulang.”

Benarkah? Kalau begitu ayo kita lakukan. Aku akan antar kau ke lokasi syuting. Dimana tempatnya?

Jae Hyun Oppa pun mengantarku pergi dengan mobilnya. Mobil baru kami. Merah. Aku yang memilih warna untuk membelikannya sebagai hadiah. Aku rasa warna mencolok lebih pas untuknya.

Kalau ada apa – apa langsung kau hubungi aku.”

Mengecupku lalu membiarkanku membuka pintu dan melambaikan tangannya ke arahku lalu pergi lagi. Sepertinya jadwal kami sama – sama sedang padat hari ini. Aku sibuk menyiapkan film baru garapanku dan dia harus banyak ke luar negeri dengan project modelingnya. Setidaknya ini sampai 6 bulan ke depan.

Sudah 6 bulan berlalu. Dan kami belum mendapatkan seorang anggota keluarga baru. Eommaku dan appanya yang sudah sangat menginginkan kami untuk segera memiliki momongan. Tapi kami belum ada rencana untuk itu. Aku masih ingin menikmati masa berdua kami. Dan dia masih saja sangat sibuk setiap harinya. Pulang pagi datang pagi lagi. Kalau perlu ada saja acara menginap. Filmku selesai. Projectnya selesai. Dan sekarang aku sudah menandatangani untuk project galeri lukisanku yang baru akan dilaunching dua bulan mendatang. Galeriku kali ini bertajuk ‘Bright’ semuanya kurancang sangat brilliant. Banyak aksen cahaya bertebaran dimana – mana untukku menggantungkan harapan. Dan sepertinya malam ini aku harus menginap di studio. Malam ini aku harus menyiapkan banyak hal. “Kau mau pergi lagi?”

Ehm.

Bagaimana kalau aku temani?

Tidak perlu. Kau kan ada acara besok.

Aku bisa membatalkannya. Hanya meeting saja.

Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri.

Aku hanya tersenyum. Menatapnya dan meyakinkannya untuk tak perlu mengkhawatirkanku. Aku ini wanita tangguh. Aku ini cukup mandiri. Aku pun memeluknya manja. Tak ada yang terjadi. Hanya saja aku ingin memeluknya. Kadang kala aku sedang ingin manja dengannya. Dan seakan mengerti dia pun membalas pelukanku dengan hangat. Aku maklum meskipun dia bukan tipikal orang yang romantis.

Tak ada yang terjadi, kan? Kau tidak membuat masalah, kan?

Tidak, tetap begini saja untuk lima menit. Aku sangat merindukanmu.

Memangnya aku mau kemana?

Tidak. Hanya saja aku ingin berdua denganmu.” “Sudahlah. Aku sudah selesai berkemas. Kau akan lelah meladeniku sepulang kerja. Tidurlah.” Kataku menyerah.

Tidurlah di kamarku.”

Aku berhenti beranjak. Dia pun melanjutkan percakapannya.

Setidaknya untuk malam ini saja, aku bisa menjamin tak akan terjadi apa – apa.”

Untuk sesaat aku pun terdiam. Namun aku menuruti kata – katanya. Dia merapikan ranjangnya dan memposisikan diri di sampingku. Tangannya melambai ke arahku.

Kemarilah. Biarkan aku memelukmu.” Katanya sembari memelukku ketika aku sudah berbaring di sampingnya. Dekapannya sangat hangat.

Jae Hyun Oppa…

Ssst! Hari ini biarkan aku yang banyak bicara. Aku ingin berlama – lama denganmu.”

Ehm.” Kataku membalas pelukannya. Aku tahu dia terkejut. Sama terkejutnya ketika melihat wajahnya tepat di hadapanku. Wajahku pasti sudah memerah. Seperti saat pertama aku menyatakan cinta saja. Aku memalingkan wajahku.

Mengapa kau menutupinya?” Dia pun menyibakkan rambutku yang menutupi sebagian wajahku lalu mengecup di puncak mataku.

Aku harap aku bisa membahagiakanmu. Setidaknya bisa membuatmu tersenyum setiap hari.” Aku pun menyadarkan kepalaku di dada bidangnya. Aku tak pernah merasakan perasaan – perasaan setenang dan senyaman ini.

Oppa,

Ehm.

Apa kau sudah tidur?” Tanyaku penasaran saat dia berhenti membelai rambutku.

Tidak. Bagaimana aku bisa tidur saat aku sedang sebahagia ini?” Dia tersenyum. Meski mendongak, aku mampu melihat senyumnya dengan jelas.

Sudah berapa bulan kita bersama?” Tanyanya sembari melamun.

Enam. Mengapa?

Jadi sudah enam bulan kita hidup bersama?

Tidak terasa kau selalu membangunkanku di pagi hari dan menyeduhkanku kopi. Kita berbagi hari bersama. Apa kau bahagia?

Mengapa kau bertanya seperti itu? Tentu aku sangat bahagia.” Kataku tersenyum. “Aku menikahi cinta pertamaku. Dan kau kembali setelah kabur sekian lama pergi.” Mataku berkaca – kaca.

Maafkan aku.” Jawabnya kembali memelukku.

Jangan katakan itu!” Suaraku mulai serak.

Aku tidak bisa melihatmu menangis.” Katanya sambil menyeka air mataku yang jatuh. “Tersenyumlah.”

Aku juga tidak ingin menangis.” “Lagipula bersamamu seperti saat ini seperti khayalan.”

Aku juga berpikir seperti itu.” Dia pun membelai pipiku.

Aku masih merasa tak percaya bisa hidup denganmu. Aku pikir kau akan menolakku. Aku selalu bilang aku cinta padamu. Namun sekali pun kau tak pernah mengatakan hal itu. Dan itu membuatku pilu. Aku tak mengerti perasaanmu.

Kau orang pertama yang mengajarkanku untuk percaya dan setia. Sejak awal aku sudah sangat menyukaimu. Tapi kau selalu saja mengabaikanku. Aku sedih saat itu. Kau terlalu mempesona di mata semua pria. Dan aku bagai berada dalam lubang semut saat aku berada di kerumunannya. Aku merasa tak berharga.” Jae Hyun pun melingkarkan lengannya antara tempatku bersandar.

Aku bodoh sekali. Aku tak bias menafsirkan semuanya. Padahal aku selalu memandangimu. Maafkan aku. Untung saja kau sudah mengutarakannya. Kalau tidak aku bisa saja mati penasaran karena tak pernah mengetahuinya. Terima kasih untuk mencintaiku.” “Aku lega sekali.” Kataku lalu menutup mata.

Sayang, kau tak sedang berpikir untuk berlibur?

Kemana?

Ke-kemana saja. Tempat yang menarik untuk pergi dengan pasangan.

Aku hanya mendengus sembari melihatnya curiga dan membalikkan kepalaku membelakanginya.

Ayolah!” Katanya merangkulku.

Mengapa?

Tentu saja untuk bersenang – senang. Memangnya ada apa?” Katanya terlihat menutup – nutupi sesuatu.

Kalau aku tidak mau?

Argh! Wanita ini sangat menyebalkan,” Dia membopongku begitu saja di dadanya dan membawaku ke kolam renang di ruang tengah. Lalu menjatuhkan dirinya yang masih membawaku masuk ke dalam air. Aku yang tak siap sedikit tersedak gelagapan hingga muncul ke permukaan.

Apa kau sudah gila, ha?” Aku memukul – mukulkan kepalan tanganku ke dadanya. Namun dia justru terlihat senang – senang saja.

Menurut sajalah.

Tidak mau!” Aku pun beranjak ke tepi namun dengan cepat lengannya menarikku masuk ke dalam air dan menciumku seenaknya. Tak berselang kemudian dia membawaku ke tepi.

Aku ingin melakukan yang lain. Seperti para pasangan yang lainnya. Aku juga butuh menenangkan diri. Aku butuh kita berdua saja. Tanpa ada gangguan pekerjaan ataupun yang lainnya. Aku benar – benar ingin berdua denganmu. Kita kan sama – sama sudah dewasa. Jadi nantinya tak akan ada yang perlu kita khawatirkan. Aku akan menanggung semuanya. Lagipula aku ini, kan, kepala keluaraga,” Jae Hyun lantas memelukku.

Ckckck! Sebentar, Hye Sun-ah! Kau seksi sekali kalau begini.” Katanya sambil memandangiku lalu memicingkan mata setelah membantuku mengeringkan rambut dengan handuk yang dibawanya.

Memang biasanya tidak?

Ck! Kau itu narsis selali rupanya.

Bukankah sudah seharusnya begitu? Aku ini kan istri Ahn Jae Hyun supermodel!. Aku juga harus terlihat sempurna bila disandingkan denganmu!” Aku pun mencium pipinya kilat. Dia pun tersipu malu. Dan terpaksa aku buru – buru lari untuk menghindar dari kejarannya. Sebab wajahnya berubah garang saat itu juga. Tatapannya mematikan. Aku terus berlari hingga dia tak dapat mengejarku.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
Gallery | This entry was posted in book, NOVEL and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to MEMORY

  1. kainaya says:

    hadeeuhhh author..ff a mkin kren ajin hehehe..
    next bca a bsk ja ok😉
    udin mlm mw bobo dlu yeth..
    bye bye author trsayang..Saranghaeyo
    nice dream..
    -_- #loveAhnGooCouple❤ :-*

    Like

  2. Siap dear… Dilanjutkan kapan – kapan juga boleh. Sweet Dreams. Terimakasih juga kalau makin terhibur. Alhamdulillah. Semoga dapat menginspirasi ceritanya ya, Kainaya. ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s