Blossom Violethe Chapter 3 “Cable Car”


vb

Malam ini Hye Sun benar-benar gusar. Bukannya dia bisa mimpi indah, malah-malah dirinya tak bisa menutup matanya untuk tidur bagi badannya yang sudah lelah di larut malam. Gelibakan Hye Sun berbalik ke sisi ranjangnya. Mengingat apa yang barusan Jae Hyun katakan. Menyukainya. Setengah dekade. Hye Sun-ah? Kenapa harus memanggilnya begitu. Seperti tak nyata namun meski sudah 3 kali mencubit pipinya kepala Hye Sun tak mementok ujung kasurnya. Ini memang bukan mimpi Hye Sun.

Beberapa pesan yang masuk ke handphonenya semua dari Jae Hyun. Tapi tak ada niatan sedikit pun untuk membukanya. Hye Sun takut dirinya semakin kesulitan untuk tidur. Namun Hye Sun tak tega membiarkannya tetap tertutup. Dan mulai membacanya runtut. Menjemputnya dan mengantarnya ke kantor? Undangan makan malam Eomma Jae Hyun? Apa ini sebuah kencan? Bukan. Bukan. Hye Sun mengibas-ngibaskan kepalanya tak percaya.

Bangun pagi-pagi tapi tubuh Hye Sun serasa remuk. Tanpa Hye Sun sadari Ga Young sudah masuk ke kamarnya tanpa permisi. Ga Young bilang dirinya sudah melihat semuanya dan dia pikir Dongsaengnya itu telah merebut pria idamannya darinya. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Hye Sun yang sedang buru-buru datang ke kantornya karena sudah terlambat. Di luar dugaannya juga Ahn Jae Hyun sudah mendengar semuanya. Jae Hyun bilang dirinya tak menyukai Ga Young.

“Maaf, Ga Young noona. Aku permisi dan pinjam Hye Sun.”

Jae Hyun pun meraup tangan kanan Hye Sun dan menggenggamnnya lalu lekas membawanya ke Myeongdong.

“Seperti apa biasanya orang yang berkencan?”

Jae Hyun mempersilahkan Hye Sun menangis di bahunya. Menepuk-nepuk pundak kirinya dan mencondongkan kepalanya ke arah sahabat karib sekaligus cinta pertamanya itu, Jae Hyun menyandarkan kepala Hye Sun yang sudah dilihatnya sudah berkaca-kaca itu. Hye Sun menangis di pelukan Jae Hyun tanpa bersuara. Tidak lama. Tapi Jae Hyun cukup meyakinkan Hye Sun bahwa Jae Hyun bukanlah anak laki-laki 10 tahun lalu yang cengeng saat kakinya terluka. Dia seorang namja sekarang.

“Saat semuanya menjauh aku harap aku adalah satu-satunya nama yang ada dalam ingatanmu.” Jae Hyun menitikkan air matanya pilu mengingat Hye Sun tak pernah mendapat perlakuan baik karena dirinya. Ini bukan kali pertama hal ini terjadi. Tapi ini langsung dengan kakak Hye Sun. Dulu Doo He di kampusnya.

“Maafkan aku.”

“Kau adalah sahabat karibku, dari dulu. Dan sekarang pun akan selalu begitu.” Jawab Hye Sun mengusap air matanya.

Jae Hyun berhenti dan menarik Hye Sun keluar dari pintu yang dilewatinya mengemudi. Jae Hyun berhenti di depan stasiun kereta yang menuju Namsan Tower hanya sekedar untuk menghibur Hye Sun. Maafkan Jae Hyun karena harus membuatnya membolos di hari ini.

Hye Sun ingin naik kereta gantung. Dan tanpa pikir panjang Hye Sun menarik lengan Jae Hyun untuk ikut naik bersamanya. Mengambil posisi duduk yang paling dekat dengan jendela Hye Sun membuka senyuman lebarnya. Jae Hyun yang berada tepat di samping Hye Sun membelai rambut panjang Hye Sun dan melepaskan ikatan rambutnya. Ia lebih suka melihat rambut Hye Sun terurai. Hingga dirinya terhenti saat matanya melihat sepasang bibir merah Hye Sun yang mulai kedinginan. Sontak Jae Hyun melepaskan sandaran kepala Hye Sun dan menoleh ke luar jendela dan meremas-remas jari tangannya untuk menutupi rasa gugupnya. Hye Sun yang mengetahui sikap aneh Jae Hyun pun mengelus punggung tangan Jae Hyun lembut.

“Apa kau kedinginan?” Melepaskan syal kuningnya lalu melingkarkannya ke leher panjang Jae Hyun. “Jangan berpikir ini hutang budi. Aku hanya berusaha meniru apa yang biasa kau lakukan padaku. Gomawoyo!” Mencium pipi kiri Jae Hyun lalu melangkah pergi ketika pintu cable car terbuka.

Membuyarkan lamunan Jae Hyun kembali ke dunia nyatanya.

Goo Hye Sun melangkah mundur mengetahui Jae Hyun bergerak cepat ke arahnya dan mengapit lengan kanan Jae Hyun seraya tersenyum penuh semangat.

“Terima kasih jalan-jalannya. Dimana kau parkirkan mobilnya?”

“Di Myeongdong?”

“Ya sudah sekarang kita naik bus saja. Supaya sampai malam. Aku ingin menikmati malam ini dengan tenang. Aku tak pernah menyadari sia-sia aku tak tahu bahwa Korea indah sekali.”

“Ayo naik!” Tarik Jae Hyun menuju ke pintu depan bus yang otomatis terbuka.

Namun sekali tarik tubuh kecil Hye Sun diarahkan ke dekapan dada bidangnya. Banyak orang yang berlalu-lalang memperhatikan mereka namun tak segan-segan membuah Jae Hyun melepaskan dekapannya. Terang saja di depan halte dan bus yang masih menunggu mereka Ahn Jae Hyun merasakan kehangatan tubuh Goo Hye Sun sahabatnya sendiri. Dirinya tak habis pikir sejak kapan rasa cinta itu tumbuh.

“Kumohon kau untuk mau belajar menyukaiku.” Merenggangkan pelukannya dan membiarkan Hye Sun menata poni yang menutupi matanya.

“Aku akan berusaha untuk terlihat seperti sepasang kekasih yang berbahagia.”

“Terima kasih.” Jae Hyun pun mulai mencondongkan kepalanya ke depan dan Hye Sun cepat-cepat menyentuk ujung bibir Jae Hyun dengan jemari telunjuknya. Menghentikan aksi Jae Hyun yang sedang menjadi sorotan orang-orang.

“Banyak orang.”

“Hmm.. Aku mengerti. Hehehe..” Tersenyum lebar lalu mengikuti Hye Sun berjalan dan berdiri menyandarkan tangannya di lubangan merah yang tergantung di tengah bus sambil saling berhadapan lalu mendekatinya menggenggam jemari Hye Sun dan menyelipkannya di saku mantel Hye Sun. Hye Sun yang berada di sampingnya terlihat sedang mengusap-usap matanya yang terasa gatal. Jae Hyun pun mendekatinya dan meraba mata Hye Sun yang memerah lalu meniup lembut di bawah kelopak mata Hye Sun.

Namun di seberang jalan yang jauh dari tempat keduanya berdiri, Jiro telah menyaksikan semua pemandangan itu yang terpampang jelas di mata kepalanya. Terlihat iba, dia buang karangan bunga Lily yang baru saja dia beli ke jalan raya lewat sisi kanan jendelanya yang terbuka sebelum dia temukan Hye Sun menangis di pelukan Jae Hyun yang dia pikir sahabatnya. Lalu melindasnya dan berlalu pergi meninggalkan halte.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s