“..As Long As I Live ..” [miniFict GeunღShin] session 13


 

Title : “..As Long As I Live ..”

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Cameo :

Choi Minho

Choi Seolri

Genre : Angst, Romance

Rate : PG

Scene : 1/16

 

Pagi – pagi buta Sulli yang baru saja tersadar dari pingsannya pun meregangkan otot – otot lengan dan lehernya yang seolah – olah terasa begitu kaku. Betapa pilunya ia merasa bahwa dirinya sedang berhalusinasi di dunia euphorianya yang melihat sesosok familiar yang begitu dirindukannya tengah menggenggam tangannya dengan kepala bersandar ke tepi kasur dimana ia baru saja terjaga. Kalau memang benar itu suaminya, mana mungkin dia bisa mendadak datang. Karena dipikirnya itu sama sekali tidak masuk akal, maka Sulli pun segera melewatinya tanpa ragu. Segera ia masuk ke kamar mandi dan membasuh muka dan menyikat giginya. Kemudian ia pun memandangi pakaiannya yang telah mengenakan hem putih dengan corak bergaris biru yang ia kenakan. Ini sama sekali bukan pakaian yang teraakhir ia kenakan. Namun lagi – lagi ia tak ingin ambil pusing. Kepalanya yang terasa pening mungkin karena effect obat ia terka juga sebagai efek daari tensi darahnya yang biasa turun.

Baru beberapa menit dirinya mengganti pakaian, Sulli pun tak lantas diam saja. mengenakan pakaian serba krem dengan lengan setengah panjang yang ia singkap, dirinya tak tampak seperti orang yang baru saja mengalami drop atau jatuh sakit. Ditambah lagi dengan rambut yang diikat ke atas. Dan ia pun mulai membakar roti dan anehnya entah kenapa dirinya sedang ingin membuat banyak. 5-6 lembar. Dan seperti biasa dirinya pun mengoleskan selai kacang dan coklat ke dalamnya.

Dan betapa kagetnya Sulli ketika tiba – tiba Minho sudah berjalan ke arahnya yang terlihat menuruni tangga dari arah lantai 2. Apa ini nyata ? dalam imaginasinya dia ingin mengabaikan, namun dalam hatinya bergejolak dahsyat perasaan yang sama sekali tak bisa dirinya ekspresikan. Ini haru, marah, sedih, riang, cemburu dan masih banyak lainnya. seketika itu berlinanglah setetes air dari kelenjar mata sisi kanannya. Minho yang tak mengerti kenapa Sulli justru demikian terhadapnya pun berusaha untuk memancing pembicaraan ringan.

“Are you okay ?” Sulli masih tetap tertegun memandangi Minho dari ujung kaki hingga kepala. “Do you have been well ?” tanya Minho lagi.

“As you see,” jawabnya singkat tanpa berkedip.

Baru saja Sulli ingin melangkah membalikkan badannya, tangan Minho sudah menahannya. Desir yang sama masih dirasakan Sulli. Tak ada bedanya sama sekali. Minho yang kini memeluknya dari belakang pun sama, sama seperti suasana dimana mereka masih mulai membiasakan diri sebagai pasangan baru 4 tahun yang lalu. Hanya saja suasana saat ini sedikit lebih hening di hari tenang dimana semua pelayan Sulli sedang merefresh diri masing – masing untuk sekedar hang out.

“I’m so sorry..”

“Please like this for a while,” Minho mengabaikan ucapan Sulli dengan terus memeluknya.

 

 

ღღღღ

 

“Apa – apaan ini ? masa tak ada stupun orang suruhan untuk menjemput kita ?” gerutu Sukkie memasukkan koper – kopernya ke bagasi Taxi yang dipesannya.

“Sayang, jangan begitu. Mungkin saja Sulli dan Minho tengah sibuk sehingga mereka tidak bisa menerima pesan kita.” Kata Shin Hye berpikir positif.

“Ada apa denganmu ? kenapa kau selalu tampak tenang – tenang saja jikaadikku berada di samping bajingan tengik itu !”

“Bukan seperti itu sayang, tapi Minho menurutku tidak seburuk yang kau kira.” Kata Shin Hye menampik olokan Sukkie.

Mereka berdua pun terus beradu mulut sepanjang jalan, hingga sang sopir taxi pun yang sedikit mengerti dengan apa yang mereka bicarakan hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya tanda tak bisa mengabaikan mereka. Sampai kapan mereka akan bertahan dengan perasaan keras kepala masing – masing. Hingga samapai pada Shin Hye yang mulai muak dengan sikap possesive Sukkie pun akhirnya mengakhiri perdebatan dengan melengos ke samping jendela kaca Taxi di sebelah kirinya. Dan berusaha menutup matanya sembari memasang earphone yang disematkan di telinganya. Sukkie yang geram pun tidak bisa menerima begitu saja perlakuan Shin Hye dan membalas dengan hal yang sama terhadao Shin Hye. Hingga sampai di tempat tujuan di Mansion Sulli barulah mereka berdua saling membantu menurukan bawaan masing – masing meskipun masih dalam keadaan saling diam dan tanpa berkata apa pun. Sang sopir Taxi pun sesekali melirik heran ke arah keduanya hingga menghilang bersama taxi yang dibawanya.

 

ღღღღ

 

“Kenapa kembali lagi ?” tanya Minho yang mengaget – ngageti bagi Sulli dimana dirinya yang baru saja membuka pintu untuk segera beranjak tidur namun diurungkannya sebab ada Minho yang tengah beristirahat di kamarnya.

“Aku ingin pergi ke kamar sebelah.”

“Di sini tidak sempit untuk bahkan hanya 2 orang, ini justru terlalu luas. Kemarilah temani aku.”

Hingga beberapa detik kemudian Sulli pun melangkah mendekati Minho dan menyandarkan tubuhnya di ujung kasur  agak menjorok ke kanan.

“Jangan terlalu ke sana. Bagaimana kalau kau terjatuh ?” keluh Minho yang merasa tak nyaman dengan tingkah kaku Sulli. “Kita kan sudah menikah, kau tak perlu terlalu menjaga jarak denganku.” Kata Minho lalu mengalihkan pandangannya ke samping berbalik dengan Sulli hingga kepala mereka tidak saling bertemu.

Mereka pun melakukan hal serupa hingga 2 jam ke depan. Namun tak satu pun dari mereka yang bisa tertidur dengan pulas. Baik Sulli dan Minho hanya bisa menggeser – geser posisi tidurnya yang terasa tak nyaman dan sedikit mengganjal hingga Minho yang tak tahan lagi pun mendadak menghadap ke wajah Sulli hingga kedua pasang mata mereka pun bertemu. Dan terpaksa membuat keduanya saling beradu pandang. Sulli yang merasa tak enak pun berniat untuk pergi mengambil air minum. Namun sayang, kedua legan kekar Minho sudah mencengkeramnya dan menariknya ke dadanya. Hingga tubuh Sulli pun tertarik ke dada bidang Minho dan menyandarkan seluruh bagian kepalanya.

“Min-Ho.. kau –?”

“Kenapa ? begini lebih baik.” Sulli pun tak bisa menjawab apapun dan memang benar hal ini berada dalam dekapan Minho membuatnya merasa lebih baik.

“Apa kau masih sedih oleh kematian putra kita ?” Sulli seperti terkena lemparan bongkahan batu api panas dari letusan gunung berapi di sekujur tubuhnya. Hingga dirinya pun mendongakkan kepala menanggapi Minho. Bagaimana suaminya bisa mengetahui perihal berita itu. “Jangan memandangiku seperti itu. Ini semua bukan sepenuhnya kesalahanmu. Kenapa kau tak memberitahuku ? Aku ini ayahnya. Apa kau belum sepenuhnya bisa menerimaku di sisimu ?” kata Minho yang sedikit mengintrogasi. Namun Sulli masih saja tetap diam.

“Aku minta maaf.” Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.

“Jangan katakan itu.”

“Terima kasih kau telah datang.”

“Itu juga bukan kalimat yang ingin aku dengar.”

“Aku..”

“Apa kau masih menyimpan perasaan itu untukku ?”

“Min—“

“Apakah aku masih bisa tinggal lebih lama di sisimu ?”

“Apa yang kau katakan ?”

“Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan.”

“Tentu kau masih suamiku.”

“Apa kau masih menginginkanku lebih lama ?”

Kali ini Sulli benar – benar tak bisa menjawab pertanyaan Minho bahkan dirinya tak berani menatap dalam ke arah mata Minho. Minho yang seakan – akan tahu pun membalikkan posisinya untuk memandang Sulli.

 

ღღღღ

 

Pagi – pagi sekali Sukkie bangun. Tak seperti biasanya dirinya yang harus dibangunkan oleh Shin Hye sang istri yang selalu sabar melayani tytpical laki – laki emarah seperti dia. Semenjak menikah banyak hal baru yang juga dirasakan Shin Hye dari mulai Sukkie yang suka mengeluh dan mengoceh. Namun sebagai istrri yang baik Shin Hye tak pernah mengeluh balik.

“3 jam bahkan bukan waktu yang lama untukku tidur. Pasti ada yang salah dengan posisi tidurku hingga – hingga leherku seperti mau copot begini.” Sambil mengusap – usap tengkuk lehernya dirinya pun berusaha berjalan ke kamar di lantai atas tempat Sulli beristirahat.

Dengan berjingkat – jingkat seperti orang yang hendak mencuri dirinya terus saja berjalan tanpa mengindahkan sepasang mata yang sedang mengamatinya sedari dia bangun. Shin Hye pun mengejarnya.

“Kau mau kemana, Sukkie ?” menjewer telinga Sukkie sebelum dia suamninya itu bertindak gegabah.

“Aku baru saja mau ke kamar Sulli. Aku khawatir terjadi sesuatu terhadapnya.”

“Bagaimana pun biarkan mereka beristirahat lebih lama.”

“Apa maksudmu mereka ?”

“Tentu saja Sulli tidak sendiri. Ingatlah bahwa adikmu telah lama berkeluarga. Percayalah bahwa dia bisa menangani masalahnya sendiri. Dia anak yang dewasa. Maka aku pun percaya kepadanya. Tinggal kau sekarang. Ayo sekarang waktumu mandi. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu.” Kalau sudah begini Sukki tak bisa berkutik lagi. Akhirnya dirinya pun menurut saja dengan apa yang diperintah sang Istri.

 

 

ღღღღ

 

Sulli baru saja ingin menyambut kakak dan kakak iparnya di lantai bawah yang telah datang 6 jam yang lalu. Dirinya baru saja mendengar kedatangan kedua lewat pesan suara yang dikirimkan 15 menit yang lalu oleh kepala pelayannya.

Dengan terburu – buru dirinya menyemprotkan parfume ke bahu dan kerah pakaiannya. Tanpa mengindahkan Minho yang baru saja menyelesaikan mengenakan dasinya sebab dirinya hendak pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan sahabat – sahabat lama yang bekerja di sini.

“Temuilah kakak dulu kalau kau tidak sibuk.” Kata Sulli.

“Tentu. Ada dimana mereka  ?”

“Aku rasa di bawah.”

“Aku pikir juga kau lebih baik denga make-up natural.” Sulli pun tak kira – kita langsung melangkah meninggalkan kamar.

Keadaan lanati marmer yang baru saja dipel itu pun membuatnya semakin licin. Hingga kaki Sulli tergelincir dan hampir saja dia terjatuh ke tangga sebelum Minho memeganginya pinggangnya. Ini sedikit memalukan. Namun dengan ada Minho ini membuatnya sedikit merasa terselamatkan.

Dalam posisi mereka yang saling menopang. Tangan Minho yang berada di pinggang Sulli. Dan kedua lengan Sulli yang melingkar di tengkuk Minho telihat dari bawah mereka yang sedang bersandar untuk memulai adegan kissing. Padahal buka seperti demikian.

Sukkie yang kebetulan berada tepat di ujung tangga bawah pun hingga menganga menahan kesal dan terkejut dengan apa yang barusa mereka lihat..

“Sulli—MINHO—kalian—“

Sulli dan Minho yang sontak kaget pun melihat ke arah Sukkie dengan mata membelalak sama tercengangnya.

“Kakak—“

“Kakak…!”

 

 

ღღつづくღღ

 

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s