“..As Long As I Live ..” [miniFict GeunღShin] session 12


Title : “..As Long As I Live ..”

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Cameo :

Choi Minho

Choi Seolri

Genre : Angst, Romance

Rate : PG

Scene : 1/16

 

Sulli sedang melukis di kamarnya. Dirinya tak sedang memiliki imaginasi yang baik tentang alam pagi ini, jadi yang dilukisnya hanya sebuah padang stepa yang ditengahnya ditumbuhi oleh satu pohon yang besar dan rimbun dengan dedaunan yang mulai meranggas dengan tanda – tanda yang mulai berubah menjadi kekuning – kuningan di tengah hawa yang panas dan sinar mentari yang menusuk di tulang. Entahlah, maksud apa yang ingin ia sampaikan. Namun, agaknya sekali mata memandang hampir – hampir kita menerjemahkannya sebagai seseorang yang sedang kesepian berusaha untuk mempertahankan dirinya..

Minho, memang sesosok suami idamannya. Meski belum lama kenal, ya, saling mengenal satu sama lain, namun saat pertemuan pertama Sulli lamngsung saja merasakan memiliki chemistry dengannya.. berbeda halnya dengan Minho yang tampak luar begitu dingin dan tak mempedulikan keberadaan Sulli, namun jauh dalam ppikirannya dirinya juga begitu mengagumi wanita mandiri ini, yang sudah sejak 3 tahun terakhir kehilangan ibu kandungnya, dan hanya memiliki sibling yaitu Sukkie, kakak laki – lakinya yang sejak dulu selalu saja over protective terhadapnya.

Mungkin bagi Minho tidaklah hal yang sulit untuk menjaga Sulli, dari luar mungkin itu sangat okay. Tapi tanpa diketahuinya, Sulli tak mudah untuk dilindungi dari dalam. Hatinya sangat rapuh. Dirinya tak terbiasa menjalin hubungan dengan laki – laki manapun sebelumnya, terang saja, dirinya tak mudah menerima perlakuan Minho yang seringkali pulang ke rumahnya dengan membawa teman – teman wanitanya. Bagi Minho mungkin ini hal yang tak perlu diperdebatkan. Tapi bagi Sulli ini adalah hal yang sangat penting, dan menyangkut existancenya di mata suaminya.

          Pernah Minho bertanya, “Apa masalah bila aku sering – sering membawa teman kerjaku kemari ?”

“Tidak.” Hanya itu saja yang bisa dikatakan Sulli. Yang Minho tak tahu bahwa itu adalah sebuah dusta.

Mengingat kejadian itu semua membuat Sulli sungguh terpukul. Tanpa dirinya sadari dirinya memoleskan cat poster merah ke arah lukisannya yang nyaris jadi.. dengan tulisan Minho jahat. Dengan cat yang berlebihan tentu itu membuat kucuran dan tetesan – tetesan kecil di bagian ujungnya hingga terkesan lebih mirip darah..

“Nyonya..!! Apa yang nyonya lakukan ! kenapa nyonya rusak lukisan yang nyonya buat !” “Nyonya kenapa ? Nyonya terlihat begitu pucat ! Apa nyonya sakit !” mendadak suara – suara para pelayannya yang ulai terdengar sayup – sayup hingga tak terdengar sama sekali di telinganya. Sulli pun pingsan dan tubuhnya tersungkur di lantai yang berlapis marmer itu..

 

ღღღღ

 

“Apa aku harus ke sana ?” tanya Sukkie panik. Sudah seharian tak ada kabar tentang adik kesayangannya. Ini membuatnya begitu frustasi hingga mengacak – acak rambutnya.

“Kenapa lagi, sayang ?”

“Pasti bajingan itu menyusulnya ! aku barusan pergi ke rumahnya dan rumahnya telah ditinggalkan dalam keadaan kosong. Sepertinya dirinya telah mengepaki barang – barangnya ke Amerika !” tukas Sukkie begitu cepat hingga nyaris tak terdengar oleh Shin Hye.

“Sabar dulu. Kita tunggu hingga besok. Kalau memang masih belum ada kabar tentang Sulli dan Minho, kita berangkat ke sana, Okay !”

“Bagaimana kau bisa setenang itu, ha ? apa kau tak kuatir dengan keadaan adikku ?”

“Bukan begitu, sayang ! bila kita langsung begitu saja bertindak… bisa jadi kita diliputi emosi dan tidak bisa berpikir secara jernih.. kau paham maksudku ?” kata Shin Hye yang mendekap Sukkie yang sedang terduduk ddi dadanya.

“Terima kasih, kau telah mengerti.”

“Sudah seharusnya aku menemanimu dalam suka maupun duka, itu janji kita. Semuanya harus kita lalui bersama.”

“Aku tidak sia – sia memiliki istri sebaik dirimu !”

“Ck ! Bodoh ! jangan katakan lagi.”

 

ღღღღ

 

Minho baru saja sampai di pintu depan bandara. Dan bergegas untuk memsan sebuah taxi mengantarnya ke L.A. Tiba – tiba saja Phonecell di sakunya bergetar, dan Minho pun langsung memeriksanya. Ada 17 pesan tak terjawab yang barusan ia terima.

Ini banyak sekali, tapi satu nomor yang sama. Dan tidak juga dia menyimpannya di phonebooknya. Nomor siapakah ini. Ini benar – benar aneh. Semenjak 2  bulan dirinya mengganti phonecell juga nomornya, kendati dirinya sempat menjatuhkan dompetnya saat terakhir merayakan keberhasilan presentasinya dengan teman – teman kantornya  di Karaoke, dirinya bahkan belum menyimpan nomor lebih dari 10 di phonebeooknya.

“Ah, itu dia taxinya.” Katanya sumringah. “Excume, Sir. Please send me to LA Avenue !” dia pun langsung masuk begitu saj setelah dibantu oleh supir taxi itu untuk memasukkan hand bag dan tas kopernya ke bagasi.

Do you ever come here before, Sir ?” tanya supir taxi itu.

“Nope, but i have someone who must i met over here.”

“A lovers ?”

“How do you know ?”

“Oh, yeah, i can’t see that from your eyes. It sparklings when you look around like looking for someone.”

“Oh, yes.”

“She’s the lucky is your girlfriend ?”

“No, she’s my wife.”

“Is that so ? i thought you’re still single ? hahaha! So, sorry, sir !”

“no problem.”

“so, you married in very young age ! how lucky !”

 

ღღღღ

 

Shin Hye pun menyiapkan barang – barangnya yang akan dibawa pergi ke Amerika untuk beberapa hari. Sebab Sukkie akhir – akhir ini selalu pulang malam, maka segalanya disiapkan oleh Shin Hye dibantu para pelayannya.

“Hah ! kenapa akhir – akhir ini pekerjaan seringan ini jadi serasa berat, ya ? atau jangan – jangan memang aku saja yang kecapaian ? sehingga aku harus lebih banyak beristirahat ?” Shin Hye bergeming sendiri.

“Aku pulang.” Tiba – tiba Sukkie datang mengagetkannya.

“Eh ! Tumben jam segini kau sudah datang. Biasanya kau pulang larut malam.”

“Kenapa ? Kau tidak suka aku pulang jauh lebih awal ?”

“Tidak ! Bukannya begitu hanya saja ini sedkit aneh buatku.”

“Ehm.. tidak aku mau langsung siap – siap saja untuk keberangkatan kita ke LA.”

“ehm. Iya.”

 

ღღღღ

 

“Kenapa dia, bi ?” tanya Minho yang cemas buru – buru melepas sepatunya dan berlari mendekat ke arah Sulli berbaring.

“Kami kurang tahu, tuan. Mendadak Nyonya sudah kami temukan dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti ini.. “

“Sudah berapa lama kejadiannya ?”

“Kira – kira 3 jam yang lalu ?”

“Dan hingga sekarang dia belum sadarkan diri ?”

“Benar, tuan. Maafkan kami tuan kami teledor menjaga nyonya.”

“Ini bukan salah kalian. Ini salahku yang kurang cepat datang kemari jauh – jauh hari.” Renung Minho menyesal dan merasa bersalah merutuk tindakannya yang selalu menjadi pahlawan kesiangan.

“Jangan tinggalkan aku, Sulli.” Bisik lirih Minho sembari menggenggam tangan istrinya rapat di sampingnya. “Kali ini aku tak akan membuatmu kecewa untuk yang kedua kali.” Sumpahnya di hadapan tubuh Sulli yang belum siuman.

 

ღღつづくღღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s