“..As Long As I Live ..” [miniFict GeunღShin] session 2


Title : “..As Long As I Live ..”

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Genre : Angst, Romance

Rate : PG

Scene : 1/16

 

Akhirnya pun mau tak mau sang gadis menerima tawaran baik dari sang pria muda. Lagipula kalau dilihat – lihat sepertinya tak ada niatan buruk atau modus – modus kejahatan dari sang pria. Dengan senyuman yang timbul di sudut bibirnya akhirnya sang gadis pun melangkah beriringan dengan sang pria muda. Meski sedikit menahan risih karena selama ini dirinya tak pernah sedekat ini dengan orang lain kecuali sepupu dan kakak perempuannya. Namun mau apa lagi. Inilah yang harus dihadapinya.

 

“Eh. Omong – omong bolehkah aku tahu kenapa nona menangis tadi ?”

“Ehm.. biasalah. Selaku bukan orang yang tua kau pasti tahu.” Katanya sambil berusaha keras menelan ludahnya yang terasa tercekat akibat terlalu lama menangis.

“Oh. Asmara ya rupanya. Memangnya ada apa ? apa kekasih nona memutuskan nona ?”

“Tidak tidak akan melakukannya. Hanya saja aku yang sedang memergokinya sedang bersama gadis lain melakukan hal yang tak seharusnya. Sudahlah aku sudah melupakannya juga.” katanya sambil menunjukkan ekspresi yang tampak begitu melegakan bagi sang pria muda.

“Jadi kau.. eh, maksudku nona mulai bisa melupakannya. Itu bagus.” Katanya seketika.

“Maksudu ?”

“Ah,.. ah. Tidak.. lupakan.” Kata sang pria muda menggaruk – garuk tengkuk kepalanya yang tak terasa gatal bahkan.

 

Setelah berjalan lama akhirnya mereka pun sampai di depan sebuah studio yang lebih mirip se[erti sebuah gedung tua yang tampak seperti tak pernah terurus bahkan dihuni. Tempat apa ini ? bahkan sang gadis pun  hanya bisa meraba – raba dan menerawang di pikirannya tanpa berani menanyakan hal ini kepada sang pria muda. Sebab dirinya yang mulai merasa tak enak hati sebab hari ini dirinya telah lumayan lama merepotkan sang pria muda.

“Ini Studioku.. biasanya setiap hari aku menghabiskan hari – hariku di sini selain ke kuliah. Ayo masuk dulu. Sembari menungg hujannya mereda aku buatkan kau coklat panas sambil menedengarkan latihan asal – asalanku.

“Tapi aku…”

“Kenapa ?”

“Oh.. Tidak.” Amdai saja sang pria muda tahu  bahwa sang gadis itu sebenarnya sangat benci dengan musik elektrik rock.

“Ayo. Masuk.”

“Oh. Ya. aku akan segera menyusul.”

 

“Hei. Kenapa masih di bawah ? ayo naik. Jangan melamun saja. apa kau tak tahu di sini banyak hantu. Nanti kau bisa kerasukan.”

“A.. A PA ?”

“Jangan takut, aku ada di sini..”

“Kau bercanda kan ?”

“Tidak, apa aku tampak bercanda ?”

 

“Hahahaha.. lihat wajah nona.. buruk sekali.. “

“Apa maksudmu menertawaiku.. aku benar – benar ketakutan.”

“tak apa. Hanya saja nona benar – benar lucu menurutku. Itu cukup bagus untuk dilihat dibandingkan nona sedang menangis.”

“Apa kau sedang meledekku, ha ?”

“Tidak.”

“Kenapa kau selalu menolak argumenku, ha ? wajahmu itu yang bahkan seperti hantu apa kau tak menyadarinya. Ha ! teriak sang gadis ke telinga kiri sang pria muda. Membuat sang pria muda pun membayangkan kalau benar dirinya adalah seorang hantu.

 

“Ya. nona.. kenapa kau jadi bilang seperti itu ? Tidakkah nona tadi ini sudah malam ?”

Mendadak sang gadis pun melihat sebuah foto yang jatuh dari dalam dompet sang pria muda. Dirinya pun mengambil foto tersebut terpampang gambar sang pria muda yang tengah mengekspresikan cintanya kepada seorang wanita. Namun tak beberapa lama sang pria muda pun menyerobot foto itu dari tangannya.

 

 

ღღつづくღღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s