FF GEUNSHIN “I LOVE MR. JANG & MR. JUNG” Part 6


if you can not be the best, at least be part of the best .. ~ jika kau tak bisa menjadi yang terbaik, setidaknya jadilah bagian dari yang terbaik..
 


Title : I Love Mr. Jang & Mr. Jung
Genre : Romance and Comedy
Author : LA (Lee Aniez) feat. Shiella Fiolly (io)
NB : Ini ff duet perdana, jadi mian kalau ceritanya gaje. Mohon bimbingannya.

Cast :
          Jang Geun Seok
          Park Shin Hye
          Jung Yong Hwa
NB : Annyeong.. Kami datang dengan membawa lanjutan ff yang gaje ini. Mianhae, nih ff baru muncul sekarang setelah seminggu lebih. Mian juga kalau ceritanya makin ngawur.. ya udah langsung aja dibaca. Happy reading all !

Part 6

        Shin Hye POV End

“Teman ?” Geun Seok kembali mengulurkan tangannya membuat yeoja cantik di depannya ini menatap bingung ke arahnya. Terlihat jelas dari wajah yeoja cantik itu kalau ia sedang bingung apakah ia harus menyambut uluran tangan namja itu atau tidak.
“Baiklah, teman.” Menyambut tangan Geun Seok seraya memaksakan senyumannya.
“Kembalilah ke kelas, Yong Hwa pasti mencarimu.” Melepaskan tangannya yang berjabat tangan dengan yeoja itu.
“Em, nae Kaeke.” Kembali tersenyum lalu berbalik dan pergi meninggalkan sosok namja yang sudah membuatnya sempat meninggalkan namjachingunya.
“Saranghae.” Bergumam pelan saat sosok yeoja yang berjalan menjauh darinya sudah pergi meninggalkannya yang masih terdiam di tempatnya. Namja tampan itu merebahkan tubuhnya di bawah pohon besar dengan menahan kedua tangannya di bawah kepalanya. Memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menyapu kulit wajahnya. Berharap hembusan angin bisa menyejukkan hatinya.


“Shin Hye~ah,” panggil    Eun Jung saat Shin Hye masuk ke dalam kelasnya. Bukannya menyahut, yeoja cantik itu terus berjalan mendekati Eun Jung lalu duduk di samping Eun Jung yang sedang mengerutkan alisnya saat melihat ekspresi sahabatnya yang berbeda dengan saat sebelum sahabatnya itu pergi menemui Geun Seok. Setelah duduk yeoja cantik itu langsung melipat kedua tangannya ke meja lalu merebahkan wajahnya di atas tangannya mengahadap Eun Jung.
“Kya, Wae geurae ?” tanya Eun Jung mengikuti apa yang dilakukan Shin Hye.
“Eun Jung~ah.”
“Arraseo.” Kata Eun Jung seolah mengerti bahwa sahabatnya itu sekarang sedang tidak ingin membahas masalah itu.
Huffth.. memejamkan matanya sejenak. Berharap apa yang barusan saja dialaminya adalah mimpi.
“Shin Hye~ah.”
“Hemm.” Membuka mata perlahan menatap sahabatnya yang tengah menatapnya seolah tatapannya mengatakan ada masalah besar.
“Sebaiknya sekarang kau temui Yong Hwa sunbae.. tadi Yong Hwa sunbae bolak – balik kemari mencarimu.”
“Emm.” Angguknya mengangkat wajahnya. Berdiri dari duduknya lalu mengambil tasnya. Saat yeoja itu hendak pergi tiba – tiba lengannya ditahan oleh sahabatnya sehingga membuat yeoja cantik itu berbalik menatap sahabatnya.
“Jangan sampai membuat Yong Hwa sunbae curiga, aku tahu kau bisa menentukan mana yang terbaik.” Pesan Eun Jung membuat yeoja cantik itu mengangguk seraya tersenyum.
“Karena hari ini tidak ada kelas jadi setelah menemui Yong Hwa oppa, aku akan langsung pulang. Kau masih di sini ?”tanya Shin Hye.
“Aku juga akan pulang.”
“Emm. Kalau begitu aku pergi dulu.” Ucap yeoja cantik itu lalu pergi setelah mendapat anggukan dari sahabatnya. Shin Hye terus berjalan lalu menaiki tangga menuju lantai 2 dimana kelas sang namjachingunya sesekali itu tersenyum saat ada orang yang menyapanya. Sesampainya di depan kelas sang namjachingu, Shin Hye langsung masuk ke dalammenghampiri sang namjachingu yang sedang duduk menyandarkan tubuhnya ke dinding yang ada di sampingnya. Menyilangkan kedua tangannya di dadanya seraya memejamkan matanya menikmati alunan musik yang sedang didengarnya. Yeoja cantik itu tersenyum ke arah 2 namja yang baru saja menyapanya. Jeremy dan Kibum. Perlahan Shin Hye duduk di samping sang namjachingu yang masih belum menyadari kehadirannya.
“Oppa.” Panggilnya memegang tangan sang namjachingu yang langsung membuat namja di depannya membuka matanya lalu mematikan musik yang didengarnya dari mp3nya. Menatap datar ke arah yeoja cantik itu tanpa tersenyum. Membuat yeoja cantik itu bingung dengan tatapan sang namjachingu yang berbeda.
“Tadi Oppa mencariku ?”tanya Shin Hye mengeratkan genggaman tangannya pada tangan sang namjachingu .
“Em.” Sahutnya sinis melepaskan genggaman tangan Shin Hye.
“Oppa mian. Tadi aku..”
“Oppa ada urusan penting jadi aku tak bisa mengantarmu pulang. Kau bisa pulang sendiri, bukan ?” ucapnya sinis memotong perkataan Shin Hye yang belum sempat diselesaikannya.
“Nde.” Angguk Shin Hye tersenyum menyembunyikan rasa penasarannya tentang apa yang sudah membuat namjachingunya terlihat begitu marah. Sebenarnya Shin Hye ingin sekali menanyakannya tapi ia urungkan karena Shin Hye tahu jelas yang ada dalam kelas itu bukan hanya ada ia dan namjachingunya tetapi masih ada 2 sosok namja yang sedang memperhatikan mereka. Yong Hwa pun beranjak dari duduknya lalu berjalan melewati sang yeojachingu menuju kelasnya.
“Oppa hati – ha..ti” belum selesai Shin Hye bicara, sang namjachingu sudah menghilang tanpa menoleh ke arahnya membuatnya hanya bisa menghela napas seraya menundukkan kepalanya.
HUFTH..
Menghela napas sebelum mengangkat kembali wajahnya berdiri dari duduknya lalu berjalan hendak keluar kelas. Menghentikan langkahnya lalu menatap 2 namja yang masih duduk diam di bangku masing – masing.
“Jeremy sunbae.. Kibum sunbae, kalian tidak pulang ?” tanya Shin Hye tersenyum.
“Seb-sebentar lagi.” Jawab Jeremy kikuk.
“Ehm, kalau begitu aku pulang duluan sunbae,” ucapnya tetap tersenyum.
“Ye.” Angguk Kibum. Shin Hye pun pergi.
“Kibum~ah, apa mereka sedang bertengkar ? tidak biasanya Yong Hwa bersikap seperti itu kepada Shin Hye,” tanya Jeremy yang hanya diawab Kibum dengan gelengan.
”Di saat seperti itu ia masih bisa tersenyum seolah – olah tidak terjadi apa  – apa seperti tidak ingin orang lain mengasihaninya. Benar – benar yeoja yang berbeda.” Gumam Kibum masih menatap ke ambang pintu seolah sosok Shin Hye masih terlihat.
“Nde ?” tanya Jeremy saat mendengar Kibum seperti berbicara.
“Anniya.” Jawab Kibum kembali sibuk dengan PSPnya.
“Shin Hye benar – benar berbeda dengan yeoja lainnya kebanyakan. Di saat seperti itu ia masih bisa tersenyum seolah – olah tidak terjadi apa  – apa seperti tidak ingin orang lain mengasihaninya. Geuraessoe ?” kata Jeremy menyikut Kibum dengan lengannya membuat Kibum terkekeh karena mendengar perkataan Jeremy yang sama persis dengan perkataan yang dikatakannya.
“Ah, aku semakin menyukai Shin Hye. Semoga Shin Hye meninggalkan Yong Hwa karena sudah membuatnya bersedih dengan begitu aku akan datang seperti seorang pangeran yang menghibur seorang putri yang sedang bersedih lalu memintanya menjadi yeojachinguku. Setelah itu kami menikah dan kami punya banyak anak yang cantik sepertinya dan tampan sepertiku, lalu kami..”
PLAKK
Sebuah buku yang dilempar Kibum ke kepala jeremy berhasil membuat sahabatnya itu berhenti bicara.
“Kya, Wae GEURAE ?” kesal Jeremy langsung berdiri memegang kepalanya.
“Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah menyadarkanmu dari mimpi bodohmu itu.” Ucap Kibum tetepa fokus pada PSP mengacuhkan tatapan kesal Jeremy karena Kibum sudah membuyarkan khayalannya.
“Assh !” gerutu Jeremy kembali duduk seraya mengerucutkan bibirnya.
“Eon, Geun Seok~ah, aku kira kau sudah pulang.” Kata Jeremy saat melihat Geun Seok berjalan mendekati mereka lalu duduk di bangkunya.
“Kalian belum pulang ?” Geun Seok balik bertanya.
“Sebentar lagi.” Jawab Kibum menatap Geun Seok sekilas lalu kembali sibuk dengan PSPnya.
“Lalu kau ?” mata Geun Seok beralih ke Jeremy .
“Aku akan pulang kalau dia pulang,” jawab Jeremy menunjuk Kibum.
“WAE ?”
“Mobilku masih di bengkel, jadi aku harus pulang menumpang mobilnya.”
“Hmm.”
“Ah, kalau saja mobilku tidak ada di bengkel mungkin sekarang aku sudah bisa menawarkan diri untuk mngantarnya pulang ?” kata Jeremy merebahkan wajahnya ke meja.
“Eoh ? Jeremy, barusan kau bilang apa ?” tanya Geun Seok.
“Tadi Shin Hye kemari menemui Yong Hwa. Sepertinya mereka sedang bertengkar, dan tadi Yong Hwa bilang kalau dirinya tak bisa mengantarkan Shin hye pulang. Yong Hwa menyuruh Shin Hye pulang sendiri.”
“Mwo ? Kapan Shin Hye pergi ?”
“Beberapa menit yang lalu.”
“Aku pergi dulu.” Ucap Geun Seok langsung berlari keluar.
“Kya, Geun Seok~ah, kau mau kemana ?”tanya Jeremy tapi yang ditanya sudah menghilang.
“Kya, Kibum~ah, kemana perginya anak itu ?”
“Cihh.”
“Aku bertanya kenapa kau malah terkekeh tidak jelas hah ? Kenapa Geun Seok tiba – tiba pergi ?” gumam Jeremy masih berpikir.
2 detik
5 detik
10 detik
“Kya Kibum~ah, jangan – jangan geun Seok pergi mencari Shin Hye lalu berniat mengantar Shin Hye pulang untuk mengambil hati Shin Hye,” jawab Jeremy baru sadar,
“Cihh,, bodoh.” Dasar bodoh. Kekeh sahabatnya karena Jeremy baru menyadari setelah berpikir beberapa detik.
“KYA.. GEUN SEOK JANGAN PERGI.. JANGAN BERANI – BERANI MENDEKATI SHIN HYE KARENA SHIN HYE AKAN MENJADI MILIKKU. AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAU MENCURI PERHATIAN SHIN HYE. ANDWAAEEEEE..” Teriak jeremy keluar.
“Cihh !” kekeh Kibum lagi melihat tingkah konyol sahabatnya.


Shin Hye memutuskan pergi ke taman di belakang kampus. Sesampainya di taman Shin Hye duduk di bawah pohon seraya menenggelamkan wajahnya di sela – sela tangannya yang diletakkan di kedua kakinya.
“Hiks.. hiks..” menangis. Hanya itu yang bisa dilakukannya saat mengingat kembali sikap Yong Hwa yang membuat hatinya sakit. Bagaimana tidak ? selama ini jangankan mempermalukan Shin Hye seperti tadi di depan Kibum dan Jeremy. Membentak Shin Hye pun Yong Hwa tidak pernah. Karena itu Shin Hye merasa hatinya sangat sakit. Shin Hye benar – benar tidak tahu kenapa Yong Hwa bisa bersikap seperti itu padanya. Padahal tadi pagi sewaktu Yong Hwa menjemputnya bersikap tidak seperti siang ini, shin Hye pun teringat kembali perkataan Eun Jung kalau Yong Hwa mencarinya kemana – mana. Apa jangan – jangan Yong Hwa mencari Shin Hye ke taman ini lalu Yong Hwa mendengar apa yang dibicarakannya dengan Geun Seok ?
“Ternyata kau di sini ?” ucap seseorang namja membuat Shin Hye mendongak menatap namja yang sedang berdiri di depannya.
“Aku hanya ingin sendirian sekarang.” Ucap Shin Hye kembali menundukkan kepalanya.
“Sepertinya akan hujan, pulanglah aku akan akan mengantarmu.” Kata Geun Seok menggenggan tangan Shin Hye yang membuat Shin Hye berdiri.
“AKU BILANG AKU INGIN SENDIRI APA KAU TIDAK DENGAR ? HAH.. bukankah kita hanya teman, jadi tolong kau tidak usah mempedulikanku.” Kata Shin Hye melepaskan tangan Geun Seok.
“Baiklah, aku tidak akan mempedulikanku.” Ucap geun Seok berbalik lalu meninggalkan Shin Hye, baru beberapa langkah Geun Seok pergi tiba – tiba Shin Hye berlari mengejar Geun Seok lalu.
GREP.
Shin Hye memeluk Geun Seok dari belakang.
“Hiks,, hiks,. Hiks..” Shin Hye menangis seraya memeluk Geun Seok dari belakang.
Geun Seok hanya diam membiarkan Shin Hye menangis. Setelah merasa tangisan Shin Hye sudah tidak terdengar, Geun Seok pun melepaskan tangan Shin Hye yang memeluknya lalu membalikkan tubuhnya menghadap Shin hye yang menundukkan wajahnya, Geun Seok pun mengangkat wajah Shin Hye dengan tangannya sehingga tatapan mata mereka bertemu.
“Uljima.” Ucap Geun Seok mengusap air mata di pipi Shin Hye dengan ibu jarinya lalu menggandeng tangan Shin Hye.
“Kau tunggu di sini, aku akan mengambil motorku.” Kata Geun Seok.


Saat Guen Seok sedang melajukan motornya tiba – tiba.
CITTT.
Geun Seok mendadak merem motornya saat seorang anak kecil yang tiba – tiba menyeberang. Anak kecil itu langsung terjatuh karena terkejut, setelah Geun Seok mematikan motornya dan memarkirkan motornya ke samping, Geun Seok dan Shin Hye pun langsung mendekati anak kecil itu.
“Gwaenchana ?” tanya Geun Seok membantu anak kecil itu berdiri.
“Nde, gwaenchana.” Sahutnya.
“Jinja gwaenchana ?” tanya Geun Seok memastikan.
“Nde.” Angguk anak kecil itu lagi.
“Lain kali hati – hati, ne. Jangan asal menyeberang.” Kata Shin Hye seraya mengusap pipi chubby anak kecil itu.
“Nde. Noona.” Angguknya.
“Memangnya kau mau kemana ?” tanya Shin Hye.
“Aku ingin membeli kue di toko itu, Noona.” Jawab anak kecil itu seraya mengacungkan toko kue yang berada di seberang. Shin Hye pun melihat ke arah toko kue yang ditunjuk oleh anak kecil itu yang bernama Yoogeun itu.
DEG
DEG
DEG
Tiba – tiba jantung Shin Hye terasa sakit saat melihat sosok namja yang dicintainya berada di dalam toko kue itu sembari duduk bersama seorang yeoja, dan Shin Hye pun menyeberang menuju ke toko kue itu.
“Shin Hye~ah.” Panggil Geun Seok saat Shin Hye sudah berada di depan toko kue. Tapi yang dipanggil tidak menyahut. Geun Seok pun menggendong Yoogeun untuk menyeberang ke toko kue itu juga.
Sesampainya di dalam, Geun Seok pun menurunkan Yoogeun ke toko itu. Dan mendekati Shin Hye. Yang sedang berada tepan di depan meja dimana Yong Hwa berada.
“Yong Hwa, oppa..”
“Shin Hye..” gumam Yong Hwa.
“Jadi ini alasannya kau ada urusan lain ?” kata Shin Hye pelan.
“Shin Hye~ah..”
PLAK.
Shin Hye mendaratkan sebuah tamparan di pipi Yong Hwa lalu Shin Hye menarik tangan Geun Seok keluar toko menuju motor Geun Seok.
“Cepat antarkan aku pulang.” Pinta Shin Hye menahan tangisnya.
Sesudah Shin Hye naik, Geun Seok pun menghidupkan mesin motornya dan melajukannya,
“Yong Hwa oppa bahkan tidak mengejarku.” Gumam Shin Hye melihat Yong Hwa yang masih duduk terdiam tanpa berinisiatif untuk mengejar Shin Hye.


*TO BE CONTINOUED ^^*

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s