CONTINOUE 1ST SESSION ~ Broken Angel Double Stage (ONESHOOT GEUNSHIN)


Broken Angel Double Stage (ONESHOOT GEUNSHIN)

Cast : Jang Geun  Seok

Park Shin Hye

Jung Yun Ho

Uee Kim Joo

Author : Shiell Fiolly Amanda

Rate : PG

Genre : Scary (Horror) and Balad Romance

Seorang wanita tengah berusaha menyamar menjadi seorang  apoteker di sebuah pabrik Pharmachy ternama di seberang rumah sakit Seoul. Tak banyak yang diubahnya dalam berdandan. Hanya sebuah kaca mata hitam besar dan topi coklat yang sudah lumayan usang dipakainya sembari mengenakan mantel yang di dalamnya bernuansakan baju kemeja jubah besar serba putih yang mengidentitaskan dirinya seorang tenaga medis. Dengan suara yang agak dibuat – buat menjadi sedikit parau hingga – hingga tak ada seorang pun yang mengenalinya bahwa dirinya awal mulanya adalah seorang detective intel dari sebuah agen pindahan Amerika. Hingga – hingga namanya pun bukan nama korea seperti kebanyakan gadis muda asing yang tinggal lama di Korea. Meski sudah menetap lama, namun tak banyak yang dirinya tahu tentang Korea itu. Kemana – mana dirinya juga masih membawa sebuah kamus kecil di kantong celana panjangnya yang penuh dengan saku – saku. Sebuah mata tajam yang runcing terlihat sekali sedang diarahkannya kepada seorang pria yang baru saja memasuki toko obatnya. Bisa dibilang pria ini adalah target pertamanya dalam menerawang pembunuhan seorang direktur muda yang memimpin sebuah perusahaan Obat ternama di Mokpo. Apa mungkin pria ini ? yang terlihat begitu modis dan masih nampak sekali muda belia. Tak segan – segan dirinya mengamati langkah pria itu. Matanya tak berkedip sedikit pun mengikuti kemana pria itu bergerak. Seperti senjata senapan jitu yang sedang diarahkan seperti selalu dipakainya dalam melumpuhkan musuh yang selalu mengincarnya, wanita ini pun tetap melakukan hal yang sama. Hah, namun sayangnya pria itu nampak sepertinya mengerti tentang apa yang dilakukannya. Sesekali sang pria yang merasa tak nyaman menggerak – gerakkan kakinya berusaha mengelabuhi wanita ini, namun wanita ini memang lebih cerdik dari yang dirinya bayangkan.

“Hemmm.. Hem.. “ sang pria berusaha berdeham sesekali. Namun tak kalah seramnya dengan wanita yang tengah mengarahkan lirikan matanya beberapa kali ke arah pria itu semakin membuat pria itu bergidik. Sebernarnya apa yang tengah dorencanakan wanta itu terhadapnya. Bak ingin membunuhnya hidup – hidup saja wanita tu terus melihat ke arahnya. Hingga mau tak mau sang pria pun tertarik untuk menghampirinya.

“Maaf, nona, sepertinya ada masalah ?” kata – katanya yang seketika itu menghentikan sang wanita mengamatinya dan terkesan sedang membereskan obat yang diramunya ke dalam laci. Buru – buru dirinya ingin menjauh mundur ke belakang. Namun sang pria kembali menanyai dengan banyak pertanyaan yang menderanya.

“Nona, apa kau mengenalku sebelumnya ?” tanyanya mendelik berusaha mendekatkan perhatiannya ke arah wanita yang terlihat sedang berakting itu.

“Nona, kau bisa carikan aku sebuah obat untuk asma ? aku sangat membutuhkannya. Tapi aku tak tahu dimana tempatnya ?”

Oh ! apa lagi ini ? begitu ditanya justru semakin membuatnya harus memutar otak. Yang benar saja, dia bukan seorang apoteker dan baru pertama kali ini harus melayani pembeli dengan ramah atas permintaan obat – obatannya. Mana mungkin dirinya bisa tahu dimana letak – letak pastinya. Astaga ! apa yang harus aku lakukan ? tidak mungkin wanita ini memberikan obat secara sembarang. Ini bahkan menyangkut dengan nyawa seseorang dan dirinya tahu benar bahwa dirinya akan bertanggung jawab dengan itu. Ah ! mencari tahunya lewat mesin lacak di komputer ini. lewat PC yang berada di dekatnya setidaknya dirinya bisa mencari tahu dimana letak obat tersebut berada di deretan mana. Ya. dirinya akan mencaritahunya sekarang. Dengan sekali tekan dirinya pun menekana beberapa digit huruf dan keluarkan nomer indek obat itu dan dirinya pun segera berjalan keluar dari area mejanya dan mengambilkan sejumlah sampel obat mana yang akan dipilih oleh sang pria itu.

“Ini. atau yang ini ?” tanya kepada sang pria yang terlihat sedang mengangkat teleponnya. Baru beberapa menit saja pria ini sudah terlihat sedang sibuk dengan phonecellnya. Apa dia orang yang penting, kalau memang begitu, wanita ini harus bisa mendapatkan data diri dari sanga pria untuk membantu penyelidikannya.

“Eh, maaf, iya, nona. Obat yang mana ?”

“Ini ?”

“Ah, tapi bukan obat macam itu yang aku cari. Nama peraciknya benar tapi bukan obat seperti ini. kurang lebih bentuknya pepat pil dan warnanya merah dan biru. Ada, kan ?” katanya memberitahukan ciri – ciri obat yang sedang dicarinya.

“Oh, kalau begitu tidak ada. Sebab semua obat ini yang berhasil aku dapatkan dengan label obat asma. Mungkin kau bisa mencoba mencarinya ke toko yang lain ?” katanya menawarkan cara terburuk sebab tak ada satu pun obat yang cocok dengan yang dicari pria itu.

“Oh. Ya sudah kalau begitu, misalkan ada tolong hubungi aku. Ini kartu namaku nona. Hubungi saja bila kau sudah menemukannya.” Katanya langsung pergi menarik pintu yang terbuat dari kaca itu dan segera melaju dengan mobil mewah yang sudah sedari tadi menunggunya di depan toko.

“HOH ! beruntung apa aku hari ini. tanpa harus bertanya tentang data dirinya. Dirinya sudah menyerahkan barang sepenting ini kepadaku. Terima kasih, Tuhan. Tinggal kita tunggu pengunjung lain.” Katanya menyelipkan kartu nama yang diperolehnya itu ke saku kemaja putihnya.

 

★★★

 

Sebuah taman kota seoran gadis yang tengah bermanja – manja dengan seorang pria yang nampaknya sedikit lebih tua dari umurnya. Berulang kali dirinya menyandarkan kepalanya ke bahuu pria itu yang nampaknya merasa tak nyaman dengan perlakuan yang diberikan wanita itu. Gadis yang dengan paras yang cantik dan tinggi semampai memperlihatkan sisi feminimnya dengan mengenakan mini dress berwarna hijau muda sama halnya dengan sang pria yang yang mengenakan kaos warna hujau dan celana panjang berwarna krem. Meski waktu tengah menginjak pukul 6 petang, agaknya sang wanita tetap ingin menikmati hari bersama dengan sang pria ini.

Sang pria pun berusaha melepaskan pegangan tangan dsang wanita yang sedari tadi melingkar di bahunya yang terasa mulai panas. Dirinya tak ingin berbasa – basi lagi. Dirinya akan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan sang wanita yang telah empat tahun dijalaninya. Meski awal mulanya dirinya yang tergila – gila dengan wanita ini, namun seiring dengan berjalannya waktu membuat sang pria muak dengan sikap sang wanita yang selalu minta ini dan itu, lalu belum lagi dirinya yang tak bisa dipercaya. Sering kali sang pria memergokinya sedang bersama dengan pria lain. Namun sang pria ini masih bisa menahannya. Tapi harus bagaimana lagi. Sekarang dirinya sudah banyak alasan untuk melepaskannya. Namun ini akan menjadi hal yang berat bagi wanita itu, namun sebaliknya bagi sang pria. Dirinya akan merasa sangat terselamatkan bisa menjauh dari kehidupan gadis di dekatnya itu.

“Uee, aku tak  bisa melanjutkan hubungan kita ini lagi. Kumohon kau lekas mengerti dengan kepiutusanku dan mampu menghargainya.” Kata Yunho menyampaikan perasaannya yang sudah tak bisa dibendungnya lagi.

“Kau pasti bercanda, kan ? ini sama sekali tidak lucu, Yunho.” Jawab Uee sembari melepas tertawaan ringan. Namun Yunho tetap bersikeras untuk membuatnya mengerti.

“Tidak aku serius. Kau lihat mataku ? Apa aku terkesan berpura – pura ?”

Akhirnya Uee mau tak mau memandangi ke arah bola matanya, sepertinya Yunho benar. Dirinya tak main – main. Sepersekian detik Uee masih bisa tertawa namun akhirnya dirinya menangis sekencang – kencangnya. Orang – orang yang berada di taman itu pun melihatinya sebab teriakannya yang membuat semua orang bahkan dari jarak radius 10 meter pun mendengarnya. Hingga Yunho yang merasa tak enak dengan orang – orang pun berusaha menutup – nutupi keadaan dengan mengatakan bahwa Uee baru saja menerima berita yang sangat mengejutkan hatinya. Orang – orang pun percaya saja dengan apa yang diomongkan Yunho. Hingga Uee pun menangis sedikit reda, dan Yunho harus segera membawanya pergi dari taman itu. Mencari tempat yang lebih privacy. Di sebuah rumah kosong yang berada di belakang taman, Yunho pun mulai mengatakan semuanya. Dari mengapa dirinya mengatakan ingin putus dan memaparkan alasan – alasannya termasuk saat Uee telah mengelabuhinya dan pergi bersama dengan pria lain. Dan Yunho juga sudah memiliki orang yang dicintainya lagi. Dan itu bukan Uee sekarang yang berada di hatinya.

Uee hanya bisa pasrah, bagaimana pun juga harga dirinya sebagai wanita tak bisa dielakkan. Dirinya hanya bisa menerima keputusan ini meski dalam lubuk hatinya hanya Yunholah kekasihnya yang paling mengerti dirinya apa apanya tanpa banyak menuntut banyak hal seperti para pria – pria lain yang juga menjalin hubungan dengannya. Dirinya pun langsung pergi begitu saja setelah Yunho telah menjelaskan semuanya. Dan tanpa membalikkan punggungnya dirinya pun meninggalkan tempat itu dan kenangan – kenangan manis selama bersama dengan pria ini. Jung Yunho.

 

★★★

 

“Oh, maafkan paman, sayang. Paman belum bisa menemukan obat gantinya. Paman yang dengan tidak sengaja membuangnya harusnya paman yang akan menggantinya. Tapi tenang saja paman akan segera mendapatkan obat yang sama dengan milik Marin. Marin, tenang, ya ?” kata Pria yang baru saja datang dan masuk lalu segera membelai rambut Marin, keponankan sekaligus satu – satunya keluarga yang dipunyainya.

“Ehm.. “ sambil melakukan gerakan – gerakan tangan yang mengisyaratkan bahwa dirinya telah memafkan kekhilafan pamannya itu. Pamannya pun semakin mempererat pelukannya.

“Sayang, andaikan ada obat atau cara untuk bisa membuatmu bisa bicara, paman pun akan bersedia melakukannya. Maafkan, paman.” Sesekali pria ini menyelipkan telapak tangannya di punggung gadis kecil yang berusia 9 tahun ini. mengingat kejadian yang membuat gadis kecil ini bisu membuatnya pilu. Pembunuhan kakak laki – lakinya dan juga kakak iparnya yang juga menyebabkan Marin kehilangan suaranya oleh karena pita suaranya yang sobek hingga – hingga dirinya harus sebatang kara menjaga Marin.

Tiba – tiba semburat bayangan hitam pun datang  di antara mereka, dua buah yang berpendar seperti cahaya yang hendak menyentuh tubuh Marin, namun tak satu pun dari mereka yang bisa melihatnya, perlambang kedua orang tua Marin yang lega sebab sudah menitipkan Marin kepada adik Mereka ini, namun masalah tak akan berhenti sampai di sini saja, untuk itu mereka hendak memperingatkan Sukkie, adik mereka untuk waspada dengan musibah – musibah yang akan menderanya dalam waktu dekat ini.

“Marin, jaga pamanmu juga, ya ?” suara dari bayangan itu pun sampai kepada Marin, demi tak membuat pamannya gusar dia tak menceritakan bahwa ayah ibunya telah melindungi mereka berdua.

 

★★★

 

 

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in ONESHOOT. Bookmark the permalink.

2 Responses to CONTINOUE 1ST SESSION ~ Broken Angel Double Stage (ONESHOOT GEUNSHIN)

  1. I just want to mention I’m beginner to blogging and seriously enjoyed your web blog. Very likely I’m likely to bookmark your blog . You certainly have superb articles. Kudos for sharing your blog site.

    Like

  2. Y says:

    wahh… jalan ceritanya makin keren author
    maaf baru kali ini saya dapat membaca cerita ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s