God Gave Me You


 CHAPTER 8

#My Liife, My Rules#

May 19, ’12 8:21 PM
for everyone
Title : God Gave Me YouGenre : Romance and Comedy

Rate : PG

Author : Shiella Fiolly (io)

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Kim Jae Joong

Han Hyo Joo

Hyo Joo pun mnghampiri Shin Hye yang sedang berada di tempat duduknya. Dirinya menegur Shin Hye dan menanyakan perihal du hari yang lalu mengapa Shin Hye membatalkan kerja kelompoknya tanpa memberitahu sebelumnya. Namun Shin Hye tak banyak bicara, dirinya hanya bilang ‘maaf’ lalu kemudian terdiam kembali sambil menata beberapa lembar foto yang objek kesemuanya sama. Seoran gadis dengan kaca mata bulat dan berambut panjang. Hyo Joo yang heran dan penasaran pun ingin sekali tahu siapa perempuan di dalam foto yang digenggamnya itu. Mengapa membuatnya begitu terfokus bahkan – bahkan tak mengindahkan Hyo Joo yang berusaha bertanya kepadanya.

“Siapa ini, Shin Hye ? Saudaramukah ?” tanya Hyo Joo yang tenang tanpa banyak bergerak untuk tidak mengganggu Shin Hye yang sanagt konsen itu.

“Bukan, dia adik Sukkie. Namanya Jang Yeon Ji. Masih kecil ya ? barusan dirinya meninggal dunia kurang lebih satu tahun yang lalu menurut cerita Sukkie yang kusimak.

“Oh, kenapa bisa ada padamu ?”

“Sebab aku hendak membantu Sukkie mengumpulkan foto = foto Yeon Ji untuk koleksi pribadinya. Aku membuatkannya video.”

“oh, waw.. kau hebat ya ? bahkan ide sekecil itu kau bisa terpikirkan sedemikian rupa ?”

“Ah, tidak juga. Itu hanya kebetulan saja.” jawab Shin Hye merendah.

“Tidak mungkin, pasti kau sedang bercanda. Begini hebat kenapa tidak mau diakui ?” tanya Hyo Joo yakin.

“Ah, sudahlah, terima kasih kalau begitu. Hal seperti ini tak perlu diperdebatkan, bukan ?” tanya Shin Hye meyakinkan.

 

ღღღ

 

Jae Joong yang sedang membantu neneknya pun lekas – lekas menyelesaikan pekerjaannya. Dirinya ingin segera bermain game Play Station 3nya. Sudah lumayan lama dirinya tidak memainkan ini selama jauh dari Sukkie. Sekarang mungkin dirinya harus bermain sendiri untuk mengurangi rasa bosannya.

Nenek yang melihatnya pun hanya mencecap lidahnya, tak karuan melihat Jae Joong cucunya yang nampak malas itu. Belum – belum lama dirinya membantu untuk menyirami bunga – bungaan di halaman rumahnya itu. Sepertinya di rumah memang Jae Joong selalu dibiarkan untuk melakukan hal sesuai dengan keinginannya tanpa harus dibebankan untuk membantu pekerjaan orang tuanya.

“Sampai kapan kau akan terus bermain – main seperti anak kecil seperti itu ? kau ini sudah dewasa sekarang. Ingatlah akan hal itu.” Kata Nenek menegurnya yang berada di dalam kamarnya yang terlihat begitu berantakan. Bahkan selimut pun belum dilipatnya.

“Ah, biar saja, Nek. Yang penting aku tidak membuat masalah saja di sini.” Jawab Jae Joong santai.

“Tapi itu sama saja halnya dengan membuang – buang waktu. Besok kan kau sudah mulai masuk ke sekolah yang baru. Bukankah lebih baik kau merapikan peralatan belajarmu dan menyiapkan seragam yang akan kau gunakan ?”

“Ah, Nenek ! tak pernah bisa melihat orang senang saja !” keluh Jae Joong mengarkiri bermain PSnya dan segera menghampiri neneknya untuk merapikan peralatan sekolahnya besok.

 

ღღღ

 

Sukkie sedang mencaro angin di balkon atap rumahnya. Dirinya sedang merenungi banyak hal termasuk mengenang satu tahun kepergian adiknnya juga mengurangi kepenatan selama ayahnya masih saja merongrongnya untuk segera meresmikan hubungannya dengan gadis yang bernama Kim Byung ini. ini tentu saja tidak mungkin. Dirinya benar – benar sama sekali tak terpikir tentang keputusan untuk segera menikah muda. Dirinya ingin sekali menikmati masa mudanya dengan melakukan banyak hal yang berguna dan tentuny bisa digunakan untuk kecemerlangan masa depannya yang masih sangat jauh itu. Bagaimana pun juga langkah yang akan diambilnya sekarang ini tentu akan menentukan langkah selanjutnya ke depan.

“Sukkie sudahlah, lupakan saja. ikutilah jalan takdirmu.” Berulang kali dirinya bergumam sendiri dan mencoba untuk menyuruh dirinya sendiri untuk mengikuti perintah ayahnya dan mengikhlaskan segalanya. Namun nihil. Tetap saja dalam hati kecilnya dirinya tak bisa merelakan untuk dijodohkan oleh ayahnya itu.

“Bagaimana pun juga pasti ini akan sulit kulalaui.” Katanya kemudian hendak berbalik pergi dan masuk ke kamarnya. Namun mendadak terdengar suatu sejenis lemparan batu ke arahnya. Siapa yang melakukannya malam – malam begini. Sukkie pun membalikkan badannya dan mencari – cari siapa yang tengah melemparnya dengan batu.

“Siapa dia sana ?” tanya Sukkie dengan nada marah. Begitu dia tahu kalau Shin Hye yang melakukannya lewat balkon di rumah yang yang berhadapan dengan rumahnya. Dirinya pun tak jadi marah.

“Kau ?” kata Sukkie mengedip – ngedipkan matanya tak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.

“Hi, masih gusar ya ?” tanya Shin Hye menegurnya.

“Tidak. Jangan sok tahu !” kata Shin Hye.

“Jauh lebih baik daripada tak mau tahu !” kata Shin Hye spontan.

“Cihh ! kau ini ! kenapa belum tidur ?” tanya Sukkie setengah berteriak sebab jarak yang lumayan jauh.

“Menurutmu harus tidur sesore ini ?”

“Sore ? ini sudah malam.”

“Bagiku ini masih sore.” Jawab Shin Hye mengerucutkan bibirnya.

“Eh, bagaimana kalau kita membuatnya sekarang ?” tanya Shin Hye tiba – tiba.

“Apa ?” Sukkie kebingungan dengan maksud Shin Hye.

“Video untuk Yeon Ji.”

“Ahh ?”

 

ღღღ

 

Paman dan bibi Ban yang sedang menonton tv di ruang tamu pun sepertinya terlihat sedang asyik sekali. Shin Hye bahkan yang lewat di hadapannya tak digubrisnya sama sekali. Hingga Shin Hye pun yang tanpa pamit kembali mengulang hal yang sama. Dirinya pergi keluar begitu saja. mau bagaimana lagi. Dirinya tahu benar kalau sudah pasti paman bibinya tak akan mengijinkannya untuk keluar malam – malam begini meski Cuma sebentar.

“Maafkan aku, paman, bibi.” Kata Shin Hye dalam hati yang berjalan sambil membernarkan jaket bulunya yang menyampirkan penutup kepalanya hingga dirinya tak merasa kedingin di tengah malam di jalan menuju rumah Sukkie.

Belum – belum Shin Hye mengetuk pintu, Sukkie sudah membukakan pintu untuknya tepat saat dirinya baru saja sampai di teras rumahnya.

“Apa tidak apa – apa ?” tanya Sukkie ke arah Shin Hye.

“Tidak.” Jawab Shin Hye bohong,

“Kalau begitu ayo masuklah kita ke balkon saja, ya ?” ajak Sukkie sambil membawa senter menaiki tangga. Sebab di atas terdapat gudang tempat dirinya menyimpan kenangan – kenangan tentang Yeon Ji dan membawa keluar dua kardus yang penuh debu sekaligus dua kemoceng untuk membersihkannya bersama Shin Hye.

“Aku suka dengan foto yang ini. bagus. Aku ambil, ya ?” tanya Shin Hye mengarahkan sebuah foto saat Yeon Ji sedang berenang bersama dengan ayah Sukkie.

“terserah kau. Aku yakin seleramu tidak buruk.”

“Terima kasih.”

“Sama – sama.” Jawab Sukkie sambli memisahkan foto yang dipilih dan mulai merecordnya dengan handycam yang diselipkan penyangga di telapak tangannya dan tak lupa dirinya pun ikut mengambil gambar Shin Hye yang sedang merapikan kardus – kardusnya.

“Kenapa kau juga ambil gambarku tanpa seijinku, hah ?” tanay Shin Hye yang menyadari sedari tadi Sukkie berputar – putar di sekitar tubuhnya.

“Tak apa – apa. Manis.” Jawab Sukkie menggoda. Membuat Shin Hye menyeringai memperlihatkan mimik muka yang paling jelek. Membuat Sukkie tertawa. Hingga tanpa sadar Shin Hye yang kelelahan pun tertidur sambil memeluk kardus dan menyandarkan kepalanya di ujung sofa. Sukkie yang melihatnya pun hanya tersenyum dan banyak merasa tertolong oleh keberadaan Shin Hye hari ini.

“Kasihan dia. Apa aku harus membangunkannya ?” batin Sukkie dan segera mengambilkan selimut dan meutupinya ke badan Shin Hye.

 

ღღღ

 

Ji Min menelepon ke rumah Hyo Joo untuk urusan kelas. Dirinya yang baru saja mengetahui kalau besok ternyata adalah ulang tahun Sukkie itu pun berncana untuk membuatkan surprize party untuk sahabatnya yang diam – diam juga dirinya kagumi. Meski bukan seperti cinta monyet atau sejenisnya namun dirinya mengagumi pribadi Sukkie yang periang dan suka menolong orang.

Beruntung Hyo Joo yang menyetuji hal itu segera ingin memberitahu kepada Shin Hye juga. Namun dirinya belum mantap benar dengan rencana apa yang akan dirinya lakukan untuk menggelar surprize party untuk Sukkie besok. Dirinya pun segera memesan kue tart dan meminta salah seorang pelayan untuk memberikan jasa layanan antar besok di sekolahnya. Ji Min rasa itu bukan ide yang buruk.

“Baiklah. Bisa saja. apa kau juga akan memberitahukannya kepada Shin Hye juga ?” tanya Ji Min kepada Hyo Joo.

“Sebaiknya begitu.”

“Tetapi bukankah mereka dekat ? aku pikir Shin Hye sudah tahu tentang hal ini.”

“Entahlah. Antisipasti saja, kita juga memberitahukannya.”

“Baiklah. Aku percayakan kepadamu.”

“Baiklah. Aku yang akan menyiapkan kadonya.” Jawab Hyo Joo mantap.

“Baiklah.” Jawab Ji Min seraya menutup teleponnya.

 

ღღღ

 

Pagi – pagi benar Shin Hye sudah berangkat ke sekolah. Pukul 6 tepat dirinya sudah berada di dean gerbang sekolahnya dan segera masuk dengan menyapa security yang berada di sampingnya.

Punggung dan pundaknya rasanya mau copot. Serasa pegal sekali. Mungkin karena semalam posisi tidurnya yang tak benar – benar sempurnya dan bahkan hanya sebentar. Dirinya bahkan juga tak ingat benar bagaimana dia pulang. Apa Sukkie yang mengantarnya ? ah, entahlah. Yang penting tak mungkin juga dirinya berjalan sendiri pulang dengan mata yang tertutup.

“Kenapa Ji Min menyuruhku berangkat sepagi ini ? apa tak ada kerjaan lain ?” tanya Shin Hye berpikir melihat kalender yang tergantung di samping white board di dalam kelasnya.

“Ini kan tanggal 14. Ada apa ?”

“Nah, kau sudah datang baguslah.” Jawab Ji Min sambil membawa kotak kue besar yang jelas terlihat bahwa itu adalah sebuah kue tart.

“Kau untuk apa datang sepagi ini ?”

“Masa kau tak tahu ? Hyo Joo tak meneleponmu semalam ?” tanay Ji Min ke arah Shin Hye.

“Tidak.” Jawab Shin Hye yakin sambil melirik ke atas poni rambutnya.

“Hah ! Dia itu !” geram Ji Min.

 

ღღღ

 

Sukkie yang baru saja bangun pun sudah menemukan memo ucapan selamat di laci mejanya dengan sebuah jam tangan silver yang diberikan oleh ibunya. Dirinya yang bahkan tak ingta kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya itu, yang seharusnya kemarin malam sudah dirinya lewatkan. Berarti tanpa sengaja dirinya melewatkannya bersama dengan Shin Hye.

Sukkie pun segera turun ke bawah dan memriksa di meja makan. Ternyata ayahnya juga sudah menyiapak sebuah kado juga, setelan tuxedo yang baru. Tak salah lagi, paling –paling juga harus dipakainya untuk ke rumah Kim Byung ganti. Dengan malas Sukkie mengambil bungkusan itu.

Setelah kurang lebih tujuh menit, Sukkie pun sudah siap untuk berangkat ke sekolah, dirinya pun meminum susu putihnya dan mengambil sandwich yang sudah dibuat ibunya lalu mencium pipi ibunya dan berangkat ke sekolah. Pura – pura tak tahu apa – apa dirinya pun melajukan mobilnya dimana ayahnya sedang memasukki mobilnya juga.

“Kenapa sepi sekali di sini ?” sesampainya di sekolah dirinya bingung sebab taku satu pun sisswa – siswi di kelasnya yang sudah datang. Sebab tak dilihatnya ada sebuat tas atau pun jaket yang diselampirkan di bangku – bangku yang sudah terlihat rapi dan bersih ini.

“Hehm.. baguslah, berarti aku yang berangkat paling awal.” Katanya. Mana mungkin sudah pukul berapa ini. sudah pukul tujuh kurang lima belas menit. Tidak mungkin dirinya yang datang paling awal. Kendati dirinya yang memang sengaja dikerjai para kawan – kawannya yang sedang mengamatinya dari balik jendela, mereka pun segera datang untuk mengagetkan Sukkie.

Dan DOOR.. DOR.. DOOR… suara letusan tiga buah balon yang mengawali surprize party itu dan diikuti Tae Sung dan Jin Goo lalu Ji Min dan juga Hyo Joo dan kemudian Shin Hye yang terakhir setelah kedua puluh empat temannya yang keluar. Mereka pun segera menyanyikan lagu ‘selamat ulang tahun’ untuk Sukkie dan mempersilahkan Sukkie untuk meniup lilinnya. Dan Sukkie pun melakukannya dengan sekali tiup. Dan mendadak Jae Joong pun mengucapkan selamat ulang tahun lewat pesa singkat dan e-mailnya. Sukkie pun merrasa terharu dengan Jae Joong. Dirinya pun berterima kasih atas perhatian yang telah diberikan oleh teman – temannya selama ini.

Hahaha.. mereka semua pun tertawa bersama melihat Sukkie yang hampir menangis itu.

Dan sekarang giliran Shin Hye untuk memberikan rekaman video adik perempuannya yang telah selesai diedit olehnya. Dan seketika dirinya memberikan hasil rekaman itu kepada Sukkie, namun saat Shin Hye hendak melangkah mendekati Sukkie dan memberikan minicamnya sial, kaki Shin Hye tersandung anakan tangga yang memisahlan antara batas latar yang digunakan untuk menuis dengan bangku dan meja untuk belajar.  Hingga minicam yang dibawanya pun terlempar ke atas dan ditangkap oleh Jin Goo. Dan Shin Hye sendiri pun yang mulai kehilangan keseimbangan itu pun limbung dan menjatuhi tubuh Sukkie tepat di atas dadanya, bahkan bibir mereka pun bertautan.

Shin Hye yang menyadarinya pun segera bangkit dan mengurungkan niatnya untuk memberikan minicamnya kepada Sukkie kendati begitu malu. Diirnya pun buru – buru berlari ke toilet tanpa menghiraukan teman – temannya yang sedari tadi kaget melongo memandangi kejadian yang begitu cepat ini. bahkan teman – teman wanita Sukkie pun juga tak kalah kagetnya hingga menutup mulutnya dengan tangannya tanda tak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya. Meski ini murni kecelakaan namun sontak membuat kesemuanya tidak terkecuali Sukkie dan Hacci sendiri salah tingkah.

Sukkie pun yang mengejar Shin Hye tak mampu menemukannya, sedang Shin Hye yang berada di kamar mandi pun hanya bisa terisak menahan rasa malunya. Shin Hye menangis tanpa bersuara. Padahal Sukkie tak jauh berada di samping pintu kamar mandinya bahkan tak tahu kalau Shin Hye sedang berada di dalam.

“Shin Hye ! Shin Hye ! Shin Hye !” teriak Sukkie memanggil – manggil Shin Hye hingga kelelahan sebab bolak – balik berlari – lari ke sana – kemari.

Sukkie yang menyerah itu pun, akhirnya mendapati Shin Hye yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kedua bola mata yang sudah sembab bengkak dan masih berair. Sukkie pun bangkit dan mensejajarkan posisi tubuhnya dengan Shin Hye.

“Kau tak apa – apa ?” tanyanya.

 

 

ღ TO BE CONTOINOUED ღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to God Gave Me You

  1. Ellie Bacak says:

    I just want to say I am just very new to blogging and site-building and certainly liked your web page. Likely I’m going to bookmark your website . You definitely have perfect articles. Thanks a bunch for revealing your web site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s