God Gave Me You


CHAPTER 7

# Love Is Punishment#

May 18, ’12 11:50 PM
for everyone

Title : God Gave Me You

Genre : Romance and Comedy

Rate : PG

Author : Shiella Fiolly (io)

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Kim Jae Joong

Han Hyo Joo

Hyo Joo yang tengah berada di depan rumah Shin Hye pun segera mengetuk pintu depan rumah Shin Hye. Dirinya sudah siap untuk segera belajar bersama dengan Shin Hye seperti kencan mereka sore tadi. Berulang kali Hyo Jyo mengetuk pintu tapi tak ada respon dari sang pemilik rumah. Merasa khawatir, dirinya langsung menelepon Shin Hye. Tak tersambung juga. Kemana Shin Hye pikirnya. Kenapa tidak memberitahu sebelumnya kalau dirinya memang ingin membatalkan kerja kelompoknya. Aneh sekali. Namun tak berselang lama, datang seseorang wanita tua yang menghampirinya di teras rumah Shin Hye.

“Kau mencari siapa ? mereka pergi barusan.” Kata nenek itu.

“Maaf, maksud nenek semuanya yang tinggal di sini ?” tanya Hyo Joo sedikit menunduk.

“Iya. Sepertinya mereka mencari keponakannya yang pergi sejak tadi sore.” Kata nenek itu.

“Oh, begitu ya, Nek. Ya, sudah. Aku kembali saja besok. Terima kasih ya, Nek atas pemberitahuannya.” Ucap Hyo Joo lalu membungkukkan badan setelah itu pergi.

Dirinya tetap saja heran degan apa yang barusan didengarnya tadi.

“Shin Hye tidak pulang sejak sore ? apa mungkin begitu. Sepertinya tadi dia baik – baik saja saat aku menghubunginya. Sekarang ada apa ya ?” gumam Hyo Jyo di sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya.

Ji Min yang tanpa sengaja lewat bersama Megan sehabis membeli majalah di toko buku di samping rumah Shin Hye pun menegur Hyo Jyo yang terkihat baru saja keluar dari halaman rumah Shin Hye.

“Kau dari rumah Shin Hye ?” tanya Megan.

“benar. Tapi dia tidak ada di rumah. Rumahnya kosong.” Jawab Hyo Joo cepat.

“Kosong ?” tanya Ji Min seketika.

“Lalu ?” tanya Megan ganti sembari memperhatikan gerak bibir Hyo Joo.

“Ya kata nenek – nenek yang barusan bertemu denganku tadi katanya paman dan bibinya sedang mencarinya yang sedari sore sudah tidak terlihat.” Terang Hyo Joo memberitahu.

“Oh, ya, sudah. Kalau begitu ayo naik.” Kata Ji Min mengibaskan tangannya ke atas.

“Tapi, aku..” kata Hyo Joo yang berlum selesai bicara.

“Sudahlahm, tak apa. Ayo.” Ji Min pun mengayuh sepeda mininya dan diikuti Megan di belakangnya menyusuri jalanan yang rata itu.

 

ღღღ

 

Paman dan Bibi Ban pun telah sampai di rumah Bong Gul. Dirinya menghampiri seorang wanita paruh baya yang sedang menyirami bunga di halaman rumah Bong Gul. Sepertinya itu ibunya. Bibi Ban pun segera menanyakan apa ada anak gadis yang sedang bermain ke sini menemui Bong Gul. Namun jawabannya wanita itu tidak melihat anak gadis yang bermian di rumahnya. Bibi Ban pun berterima kasih dan segera melanjutkan untuk mencari Shin Hye ke rumah Soo Ji. Di sana pun bibi juga tidak menemukan Shin Hye. Begitu pula di rumah Chong Han dan Ji Min. Bibi dan paman hampir – hampir sudah ingin marah saja. Sebenarnya apa yang tengah dilakukan Shin Hye dan kenapa hingga begini malam dirinya belum juga pulang. Sudah pergi pun dirinya tidak juga berinisiatif untuk pulang.  Akhirnya paman dan bibi pun kembali tanpa berhasil membawa Shin Hye pulang.

Hingga paman dan bibi yang telah sampai di depan rumah pun melihat Shin Hye dan bersama dengan pemuda yang menabraknya tempo hari itu. Shin Hye yang berdiri di samping Sukkie yang memarkir sepeda motornya dan duduk di kursi panjang di halaman rumah Shin Hye itu untuk menemaninya selagi masih menunggu paman dan bibi. Dan tepat, paman dan bibi yang telah mencemaskan Shin Hye pun hingga sempat berpikir yang macam – macaam kendati keponakannya itu yang tidak biasa berbuat hal yang membuat mereka cemas sebelumnya.

“Kalian ?” tanya bibi Ban sambil mengarahkan jari telunjukkannya ke arah Shin Hye dan Sukkie.

“Selamat malam, paman, bibi, apa kabar ?” ucap Geun Seok berdiri dan langsung membungkukkan badannya di hadapan paman dan bibi Shin Hye.

“Kalian baru dari berkencan begitu ?” tanya bibi Ban lagi dengan raut wajah yang harap – harap cemas.

“Ah, tidak. Bukan begitu, bibi, paman. Tadi Shin Hye itu sedang menyusul Jae Joong yang pergi hari ini ke Pyong Yang di bandara, namun kami sudah terlambat.” Jawab Sukkie menjelaskan.

“Apa benar begitu, Shin Hye ?” selidik bibi Ban ke arah Shin Hye.

“Benar, Bi, maafkan aku belum sempat pamit kepada paman dan juga bibi.” Jawab Shin Hye takut dan sedikit menundukkan kepalanya tak berani melihat raut wajah bibinya yang sepertinya terlihat sedang menahan amarah itu.

“Ya, sudah. Sukkie. Kau pulang saja. aku biar yang menjelaskannya kepada bibi. Ini sudah malam. Aku takut ibumu yang justru mengkhawatirkanmu.” Kata Shin Hye menyuruh Sukkie untuk pulang. Dirinya benar – benar merasa tak enah terhadap paman dan bibinya.

“Ehm. Selamat malam. Aku pamit pulang, paman, bibi. Sampai jumpa.” Kata Sukkie membungkukkan badan dan segera menaikki motornya mengendarainya dan segera berlalu dengan cepat sudah tak terlihat. Bibi dan paman pun masuk ke dalam, begitu juga dengan Shin Hye yang mengikuti di belakangnya.

 

ღღღ

 

Sukkie yang baru saja sampai di rumah juga disambut dingin oleh ayahnya. Dengan berdeham keras ayahnya mengagetkan Sukkie yang hendak berjalan menuju ke kamarnya. Sepertinya dirinya telah sangka dengan kedatangan Shin Hye yang diketahui ayahnya sore tadi.

“Darimana saja kau bersama gadis tadi ?” mendadak ayah Sukkie pun sudah berada di belakang Sukkie tepat.

“Ayah melihatnya ?” tanya Sukkie ganti.

“Aku bertanya kepadamu. Jangan menjawab dengan berbalik bertanya.” Kata ayah Sukkie menegaskan.

“Kami hanya menyusul Jae Joong ayah. Dia mencari Jae Joong ke bandara.” Jawab Sukkie halus.

“Benarkah ? adakah buktinya ?” tanya ayah menyipitkan matanya yang sudah terlihat tajam.

“maaf. Tapi ayah bisa bertanya padanya bila ayah masih tidak percaya.” Kaya Sukkie menambahkan.

“Heh. Kau pikir ayah ini anak kecil. Mana mungkin kalian tidak bersekutu ?”

“Tapi aku tidak berbohong, ayah.” Kata Sukkie meyakinkan.

“Baiklah, lagi pula itu tidak penting juga. Yang tepenting kau tidak akan menggagalkan perjodohanmu hanya karena gadis itu.” Kaya ayah.

“Maksud ayah ?” tanya Sukkie yang tak kalah kerasnya.

Namun justru kalimat terakhir ayahnya ini yang membuatnya akan terpikir sesuatu ide gila. Apa mungkin ini bisa ? mengapa tak terpikirkan olehnya sama sekali. Ya, dirinya pasti bisa melewati ini dengan bantuan Shin Hye. Hahaha.

 

ღღღ

 

Seperti janji nyonya Sun kepada bibi Shin Hye dirinya akan mengundangnya untuk datang ke rumahnya. Namun entah apa yang akan dibicarakan olehnya mengenai sebuah perjanjian hitam di atas putih yang akan dirinya ajukan kepada bibi Ban itu. Bibi Ban yang tepat waktu datang itu pun segera dipersilahkan untuk masuk ke rumah Nyonya Sun. Dan Nyonya Sun pun menawarkannya minum Jus Lime dan menyuguhinya dengan kue – kue yang barusan nyonya Sun buat pagi hari tadi.

“Apa hari ini nyonya Ban tengah sibuk ?” tanya nyonya Sun terlebih dulu.

“Oh, tidak sama sekali.” Jawab Bibi Ban tersenyum.

“Baguslah. Berarti undanganku kemari tidak akan mengganggu jam nyonya Ban.”

“Tidak. Tidak Sama sekali. Ini jugga pertama kalinya aku datang kemari.” Jawab Bibi Ban.

“Iya, baiklah. Langsung saja, kedatanganku kemari sebenarnya ingin meminta bantuan anda, nyonya. Mendengar bahwa suami nyonya adalah kepala perusahaan kontraktor di sini kami agaknya ingin sekali menyerahkan kunci rumah kami sebab kira – kira apabila jadi kami sekeluarga ingin pindah ke Jepang dalam waktu dekat ini. mungkin kami akan menjualnya atau kalau tidak kami akan mempercayakannya kepada anda selama kurang lebih tiga tahun, dan setelah itu kami akan kembali lagi kemari. Putraku sudah hampir memasuki perguruan tinggi, itulah sebabny kami merencanakan hal ini.” terang Nyonya Sun kepada bibi Ban. Dan bibiBan pun tak keberatan dengan permintaan nyonya Sun ini. dirinya pun melanjutkan pembicaraannya hingga  dan mereka pun saling tukar pendapat satu sama lain.

 

ღღღ

 

Kim Byung pun datang ke sekolah Sukkie. Ini sungguh mengejutkan bagi Sukkie dan tentunya sangat membuat dirinya malu di hadapan banyak kawan – kawan sekolahnya. Berbeda dengan Shin Hye yang justru memberikan nice welcome kepada wanita yang tengah berada di depannya itu. Dari gaya berdadan dan bicaranya sepertinya dirinya lebih tua dari Shin Hye maka dari itu Shin Hye memanggilnya kakak. Sukkie lebih – lebih tak habis pikir kenapa Shin Hye harus bersikap sopan kepada wanita ini. hingga Sukkie pun membisikkan kata – kata yang membat Shin Hye mengerti bahwa wanita di hadapannya ini sebenarnya bermuka dua.

“Benarkah begitu Sukkie ? sepertinya dia tidak seperti itu. Dia baik sekali. Kau saja mungkin yang terlalu berprasangka buruk terhadapnya.” Balas Shin Hye berbisik pula di telinga Sukkie.

“HAH ! kau masih belum mengerti juga.” Jawab Sukkie kesal. Hingga tiba – tiba sebuah mobil melaju di samping mereka dan melewati sebuah kubangan yang berisi genangan air hingga menyemprotkan sebagian air keruh yang mirip air got itu ke pakaian mini dress milik Kim Byung dan membuat Kim Byung menjerit – jerit seperti seorang yang barus saja kehilangan hewan piaraan kesayangannya.

“Ah ! Gila ! bajuku.. bajuku yang mahal jadi rusak.. hih !” keluh Kim byung menjambak – jambak rambutnya yang terikat rapi dengan jepitan berkilauan yang terlihat mewah juga.

“Kau lihat, kan ?” kata Sukkie menyenggol bahu Shin Hye.

Shin Hye pun hanya memperhatikannya beberapa detik dan mengeluarkan tissue basah dari dalam saku kemeja seragamnya. Dan mendekati Kim Byung lalu membantunya mengelap rok Kim Byung yang kotor. Sukkie yang menyaksiakannya pun hanya bisa membelalak seakan – akan tak percaya. Benarkah Shin Hye sebaik yang dirinya kira, bahkan untuk ukuran wanita berdarah dingin yang sedang berada di hadapannya. Sepertinya dirinya harus segera membawanya pergi.

Sukkie pun bergerak mendekati Kim Byung dan menarik tangannya. Hingga beberapa langkah pertama pun mereka berlari lalu bersembunyi di belakang gedung musik dan mendorong tubuh Kim Byung ke dinding untuk memperingatkan kepadanya supya tidak lagi menampakkan dirinya di hadapan Sukkie.

Ah, tapi apa yang terjadi dirinya justru salah menarik tangan Shin Hye hingga – hingga Shin Hye yang bingung dengan ulah Sukkie pun hanya bisa mengatupkan mulutya saat – saat Sukkie terlihat tampak marah sekali dan mengangkat tangannya seperti hendak memukul wajahnya.

“Stop. Sukkie. Apa yang kau lakukan ?” Shin Hye yang memejamkan matanya tanpa bergerak dan diam di tempat ketakukan.

“Ek, K – A- U ?”

 

ღღღ

 

Jae Joong yang belum lama tiba di Pyong Yang pun masih tertidur di kamarnya. Neneknya yang berusaha membangunkannya sedari tadi pun tak digubrisnya sama sekali. Sungguh benar – benar sulit untuk diatur. Meski sudah tiga jam tertidur dirinya bahkan belum juga bangun dan segera membantu neneknya. Entah apalah, pergi ke kebun anggur untuk membnatu neneknya atau memandikan kuda milik neneknya di samping rumah. Kehidupan pegunungan yang membuat neneknya betah tinggal di sana adalah dua hal itu, anggur dan ladangnya. Tak ada yang lain. Berbeda dengan Jae Joong yang mungkin sellau hidup mewah di Seoul. Neneknya masih sangat menghargai yang namanya tradisi.

“Hei, bangun. Bangun, cucuku.” Jae joong tak bangun juga.

“Ada gadis yang mencarimu. Katanya kekasihmu.” Tiba – tiba Jae Joong pun bangun cepat – cepat dan buru – buru keluar kamar. Nenek yang melihatnya salah tingkah pun menertawainya keras – keras sambil memegangi perutnya yang terasa sakit sebab ulah cucunya itu. Ternyata sangat mudah sekali terpancing oleh wanita. Hahaha.

“jadi kau hanya memikirkan kekasihmu saja ?” tanya nenek yang menghampiri Jae Joong yang masih terbengong – bengong sebab tak ada satu pun orang yang berada di ruang tamu.

“Nenek bohong. Kau susah sekali dibangunkan. Jadi terpaksa nenek harus mencari cara agar membuatmu bangun.” Kata Nenek sambil membawakan ubi bakar ke arahnya.

“Apa ini, Nek ?”

“Jangan pura – pura tak mengerti. Ini makanan yang biasa dimakan ibumu, ubi bakar.”

“Kenapa bentuknya aneh sekali seperti itu. Jauhkan dariku.” cercaJae Joong.

“Tidak bisa kau harus rasakan dulu. Pasti kau senang.” Kata nenek lau menjejalkan sepotong ubi bakar ke mulut Jae Joong hingga membuat Jae Joong kesusahan untuk mengunyahnya.

“Nah, begitu. Itu baru pintar.” Ucap nenek gembira.

 

ღღღ

 

“Maafkan perbuatanku tadi, Shin Hye. Aku tidak mengira kalau yang aku tarik tadi adalah kau.” Kata Sukkie menjelaskan.

“Iya, tidak apa – apa. Hanya sedikit sakit saja di pergelangan tanganku ini.” kata Shin Hye sambil mengusap dan membalikkan lengan atas Shin Hye yang sedikit memerah.

“Pasti sakit sekali, sampai merah begini.” Balas Sukkie memegangi lengan atas Shin Hye.

“Lalu apa rencanamu sudah kau temukan untuk menggagalkan perjodohanmu ?”

“Belum. Aku kehilangan kepercayaan diri sekarang. Sepertinya aku harus rela untuk dinikahakn muda.” Jawab Sukkie sedih.

“Kau menyerah begitu saja ?”

“Memangnya apa yang aku bisa ?”

“Hem.. masih banyak kemungkinan bukan ? jangan menyerah. Kau harus memperjuangkannya bila kau tidak ingin menyesal di kemudian hari.”

Perkataan Shin Hye itu pun mengingatkan Sukkie akan ucapan Yeon Ji, adiknya sebelum dia meninggal dunia. Sukkie dalam sekejab tak berkedip melihat kemiripan Shin Hye dengan adiknya yang juga senang mendengarkan musik juga membaca.

“Sukkie.. Sukkie, kau melamun apa ?” tangan Shin Hye mengibas – ngibaskan ke arah wajah Sukkie.

“Oh, tadi hanya teringat Yeon Ji saja. kenapa kau begitu mirip dengannya ?”

“Kalau begitu aku harus menjauhimu ?” tanya Shin Hye.

“Ekh, bukan begitu maksudmu. Melihatmu membuatku semakin merindukan adikku. Banyak kesamaan di antara kalian.” Kata Sukkie.

“Aku punya ide tentang adikmu. Bagaimana kalau kita merapikan semua foto – fotonya dan membuat video tentangnya ?” Shin Hye memberi saran.

“Benarkah ?”

Shin Hye pun mengangguk riang.

 

 

ღ TO BE CONTINOUED ღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to God Gave Me You

  1. I simply want to mention I am just very new to blogs and definitely savored your web blog. Most likely I’m likely to bookmark your blog . You amazingly have awesome articles. Cheers for sharing your web page.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s