God Gave Me You


CHAPTER 13

#Wind and Slippery#

May 27, ’12 11:39 PM
for everyone

 Title : God Gave Me You

Genre : Romance and Comedy

Rate : PG

Author : Shiella Fiolly (io)

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Kim Jae Joong

Han Hyo Joo

Pagi hari ini Shin Hye pun mulai terbangun. Mengernyitkan permukaan dahinya dengan kedua alis yang hampir bertaut melihat seketika nuansa kamar yang begitu berbeda dibanding hari – hari biasanya. Matanya yang begitu berat seperti tak mau terbuka membuatnya enggan untuk segera beranjak dari tidurnya. Kecuali setelah melihat sesosok pria yang mengenakan bath towelnya yang serba putih dengan tubuh tegap yang menuju ke arahnya begitu dirinya tahu bahwa Shin Hye telah terbangun dari tidurnya.

“Kau sudah bangun ?” katanya bertanya sambil mengusap – usap rambutnya yang basah setelah keramas dengan handuk di tangan kirinya.

“Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Mandilah, di sana sudah aku siapkan peralatan mandi untukmu.” Katanya lagi sembari beranjak pergi entahlah kemana sepertinya dirinya keluar kamar.

Shin Hye yang melihat semua kamarnya pun serasa hangat. Nuansanya yang penuh warna coklat muda dengan wallpaper yang serba minimalis membuatnya seperti merasakan tinggal dalam kamar sendiri. Benarkah kalau pria memiliki kamar serapi ini ? dirinya pun segera melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.

Hingga beberapa menit kemudian dirinya yang keluar mengenakan bath towel berwarna merah muda pucat panjang yang menjuntai hingga ke bawah lututnya. Dirinya pun berkaca ke cermin besar yang berada dalam kamar tersebut. Hingga sang pemilik kamar pun masuk dan memberikan kaus putih panjang dengan lengan panjang berwarna merah. Dengan gambar icon yang membentuk sebuah senyuman di tengahnya. Lucu sekali. Namun setelah dicobanya ternyata sama dengan sang pria yang juga mengenakan kaus panjang tersebut hanya saja warna lengannya hijau. sedikit membuat Shin Hye terkekeh namun sang Pria tak merasa tersinggung sama sekali. Baginya justru bagus apabila gadis di hadapannya ini bisa tersenyum lebar.

“Kau suka ? Baguslah. Berarti aku tak salah pilih.” Kata sang pria yang kemudian hendak pergi sambil meraup kunci motornya yang berada di depan cermin.

“Sukkie,” pekik Shin Hye tiba – tiba.

“Kau mau kemana ?” tanya cemas takut – takut kalau dirinya ditinggalkan sendiri di dalam kamar itu.

“Aku mau pergi jalan – jalan. Tak mungkin juga berdiam diri di rumah. Ini kan hari libur.” Katanya beranjak pergi.

“Aku ikut.” Kata Shin Hye sambil berlari kecil mengikuti Sukkie di belakangnya.

“Untuk apa ikut ? Kau kan masih sakit ?”

“Kalau hanya di dalam aku malah makin sakit.” Kata Shin Hye menyentuh kepalanya yang tak terasa apa – apa.

“Benarkah ? kau harus tanggung sendiri bila terjadi apa – apa. Aku tidak ikut urusan.” Jawab Sukkie yang membuat Shin Hye cemberut sesaat. Namun melihat Sukkie yang sudah berjalan jauh di depannya membuatnya harus melebarkan jangka langkahnya.

“Baik.” Katanya menerima tantangan Sukkie. Lalu meraih Helm yang dibawa Sukkie dari dalam rumahnya. Menaiki motornya dan seketika motor dihidupkan membuatnya memeluk pinggang Sukkie dan terhenyak merapat sebab dirinya yang ketakutan dengan Sukkie yang mengendarai motornya dengan buas.

“Kau takut ngebut ?” tanya Sukkie sambil melirih Shin Hye yang dirasa semakin mencondong ke depan.

“Se-di-kit.” Jawab Shin Hye gengsi.

“Baguslah.” Jawab Sukkie semakin mengencangkan laju motornya. Dan semakin membuat Shin Hye mempererat pegangan tangannya yang melingkar di pinggang Sukkie lalu menempelkan kepalanya di punggung Sukkie.

 

ღღღ

 

Jae Joong pun mendapat kabar bahwa Shin Hye tidak pulang semalam ke rumah paman bibinya dari telepon bibi Ban. Jae Joong yang sudah mengira bahwa Shin Hye menginap di rumah Sukkie pun hanya menyuruh Bibi dan Paman Ban untuk tenang. Dirinya sudah mempercayakan segalanya mengenai Shin Hye kepada Sukkie. Mungkin hingga detik ini dirinya tak dapat mendapatkan cinta dari Shin Hye namun dirinya  setidaknya dapat melihat Shin Hye bahagia dengan lelaki yang memang pantas untuknya. Lagipula Jae Joong juga harus memperbaiki hubungannya dengan ayah ibunya yang telah lama memburuk semenjak ayah dan ibunya tidak tinggal satu rumah sebab sering bertengkar bahkan mengancam akan memisahkan Jae Joong dengan salah satu di antara mereka. Mengingat hal itu, semakin membuat Jae Joong tak bisa mengendalikan emosinya.

Belum lagi di Pyong Yang dirinya terlibat dengan teman – teman prianya yang sebagian ada yang memiliki kelainan seksual seperti menjalin hubungan dan bersenang hati mengakui mereka adalah bagian dari seorang gay. Jae Joong yang awalnya tak menyenangi hal itu, namun lambat laun dirinya mulai mengenal dengan salah satu dari anggota gang tersebut. Ini membuatnya semakin sulit menanggapi hal tersebut. Di lain sisi, dirinya begitu membutuhkan perhatian seperti orang tuannya yang tak pernah bisa mendengarkan apa kata hatinya. Dan di sisi lain gang inilah yang mampu memberikan perhatian yang bahkan seharusnya dia dapatkan dari seorang wanita yang kelak akan menyambung hidup dengannya.

“Jae Joong, kau ada di rumahmu sekarang ? Kapan kau pulang ? Apa kau tak ingin jalan – jalan, ha ? datanglah ke rumahku ?” tanya Jung Yun dari seberang.

“Maaf sepertinya aku tak bisa kembali dalam waktu dekat ini.” jawabnya datar sebab dirinya yang sedang dipenuhi dengan ingatan – ingatan buruknya tentang ayahnya yang sering kali diketahuinya melakukan kekerasan terhadap ibunya.

“Kenapa kau begitu jahat, ha ? aku kan sudah merindukanmu.”

“Terima kasih. Aku aku benar – benar tak bisa kembali sekarang. Setelah kerjaanku beres di sini, aku janji akan segera kembali secepatnya.” Jawabnya terpaksa berbohong demi membuat senang hati sahabat prianya di seberang yang tak lain adalah pengidap gay.

“Maafkan aku, Jung Yun.” Gumam Jae Joong seketika setelah tak beberapa lama dirinya mematikan saluran teleponnya.

Jae Joong pun segera mengemudikan mobilnya ke kampus Jong- Ang. Dirinya ingin berbincang – bincang dengan Hyo Joo setelah lama dirinya takk bertemu dengannya. Untuk melepaskan kerinduan terhadap adik – adik kelasnya itu tak ada salahnya dia yang main berkunjung. Lagi pula sekarang dirinya sedang menjalani masa skripsi. Sehingga tak banyak waktunya untuk ke kampus selain hanya untuk merevisi tugasnya saja.

“Apa kabar, Hyo Joo ?” lambainya tangan ke arah Hyo Joo yang baru saja hendak ke kantin.

“Kau kak Jae Joong ?” tanya Hyo Joo yang terheran – heran sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Jae Joong. Jae Joong pun hanya membalasnya dengan senyuman manisnya.

“Kau pikir aku siapa ?” tanyanya sumringah membuat hati Hyo Joo semakin berdetak kencang tidak karuan.

“Eh, aku pikir kakak tidak akan kembali ke Seoul.”

“Siapa bilang ?”

“Tidak ada ? Aku hanya menerka – nerka saja, kak. Eh, kakak tadi mau kemana ?” tanya Hyo Joo tiba – tiba setelah mereka berdua duduk bersama di ujung taman yang berhiaskan banyak bungan Anggrek yang menempel di seputar pepohonan yang digunakan mereka untuk bernanung dari panas.

“Tentu saja mencarimu. Siapa lagi ?” wajah Hyo Joo pun memerah semu. Membuatnya hanya bisa tersenyum – senyum seperti orang gila.

“Kenapa wajahmu merah begitu ?” tanya Jae Joong yang mendadak menyentuk pipi kanan Hyo Jyo sambil mengarahkan wajahnya menyeimbangkan dengan tingginya hingga harus sedikit menunduk.

“Ah, Tidak.” Jawab Hyo Joo yang salah tingkah dan segera memalingkan wajahnya dari Jae Joong.

“Bagaimana kalau kita jalan – jalan.” Kata Jae Joong menawari Hyo Joo masuk ke mobilnya lalu mereka pun pergi ke taman kota.

“Kalau melihat suasana yang seperti ini, kita berdua kemari seperti seorang pasangan saja?” ceramah Hyo Joo menengok – nengok ke sekeliling dimana kebanyak semua anak muda yang datang ke sana adalah pasangan kekasih. Terlihat dari cara mereka menggandengan tangan dan merangkut kadang mencubit pipi gadisnya, sambil minum es kris bersama. Atau mengenakan pakaian couple.

“Apa kau mau mencoba seperti itu ?” Jae Joong pun menarik tangan Hyo Joo dan masuk ke sebuah photo box lalu melakukan pose – pose yang terlihat konyol. Melihat hasil jadi cetakan fotonya pun membuat Hyo Joo harus tertawa terpingkal – pingkal sebab raut wajah Jae Joong yang sengaja dibuat – buat seperti orang bodoh.

“Ini. kakak lihatlah foto kakak, jelek sekali.”

“Daripada di sini kau terlihat lebih gemuk dari aslinya.” Balas Jae Joong mengoceh ke arah Hyo Joo.

“Benarkah ?” tanya Hyo Joo lalu memperdalam mengamati fotonya.

“Ah, sudah jangan dilihati terus. Nanti matamu bisa sakit. Ayo. Kita naik roller coaster.”

“APA !!!?” Kata Hyo Joo memekik telinga Jae Joong dimana dirinya yang sejak dulu tak suka sama sekali dengan yang namanya uji jantung. Bagaimana kalau dirinya terserang jantung tiba – tiba ?

 

ღღღ

 

Soo Ji pun mengikuti kelas musiknya. Dirinya yang tanpa sengaja seperti melihat Shin Hye dan Sukkie yang sedang berboncengan terlihat senang saling tertawa pada saat berpapasan denganna yang mengemudikan mobilnya menuju ke kampusnya.

“Apa benar tadi yang kulihat adalah Sukkie dengan Shin Hye ?” pikirnya sambil menyandarkan kepalanya ke meja pianonya.

“Kalau memang iya, kenapa Shin Hye tak pernah berceria kepadanya ? Ada apa dengan sahabatnya itu ?” tiba – tiba sanga dosen yang telah masuk kelas pun tak dirasanya yang oleh sebab masih memikirkan Shin Hye yang mendadak tanpa sengaja dilihatnya.

“Hari ini, pelajaran kita adalah memainkan musik untuk iringan sebuah karya musik seperti Opera.” Kata sang Dosen Wanita yang bernama Madoka Hanashasi.

“Hyo Joo. Coba jelaskan apa yang kau ketahui tentang alunan musik pengiring Opera ?” tanya Ibu Madoka ke arahnya. Namun lagi – lagi Soo Ji masih tertunduk lesu. Hingga sebuah ketukan dari stick panjang yang dibawa ibu Madoka yang dipukulkannya ke arah meja piano Soo Ji memuatnya harus tersentak kaget dan membuat tertawa lepas oleh teman – teman sesama mahasiswa.  Betapa malunya dirinya menjadi bahan olok – olok oleh para sahabatnya itu.

“Maafkan saya. madam.” Jawabnya menunduk malu akan kelalaiannya di dalam kelas musik yang diajarkan oleh Ibu Madoka yang terkenal begitu disiplin itu.

“Cepat sana cu’ci mukamu.” Teriaknya di hadapan Soo Ji.

“Baik, madam.”

“jangan banyak bicara, cepat laksanakan.” Kata Ibu Madoka yang memperingatkan Soo Ji.

“Terima kasih. Aku ijin ke toilet dulu.”

“Cepat. Tunggu apa lagi !” teriaknya ke seorang yang tengah berusaha terburu – buru meninggalkan kelasnya itu.

“Iya !” jawa Soo Ji ketakutan dan lekas berlari menuju ke toilet.

 

ღღღ

 

 

“Apa – apaan ini ?” tanya ibu Sukkie yang marah sebab hubungan Sukkie dengan Shin Hye yang mulai tersear ke harian pagi yang diterimanya membuatnya gemas dan harus memutar otak untuk memisahkan mereka berdua.

“Ayah, ayah, cepatlah lihat ini ?” panggil Nyonya Sun ke arah suaminya yang tengah mencicipi masakannya itu.

“Ada apa ? Kenapa harus berteriak – teriak, ha ?” tanya sang ayah Sukkie yang terburu – buru mewadahi sayurnya dalam sebuah mangkuk yang sedang diawanya.

“Kau belum baca berita hari ini ? Sukkie lagi –lagi dia masih berhubungan dengan gadis sialan itu.” Katanya sambil meremas koran yang dibawanya sebelum diaca oleh ayah Sukkie.

“bagaimana aku akan membacanya kalau kau sudah merusaknya seperti itu ? ada – ada saja.” jawabnya tanpa mengindahkan Istrinya yang tengah menahan marah besar kepada putranya yang diangkat telah mencoreng nama baik keluarga itu.

“Awas, kau, Sukkie kalau sampai kau pulang membawa gadis itu !” amuk sang nyonya Sun yang langsung pergi meninggalkan suaminya dan pergi ke rumah bibi dan paman Ban.

Berulang kali Nyonya Sun Ae Ni mengetuk pintu rumah bibi Ban kasar namun tak ada jawababan sama sekali. Hingga setelah dirinya menggedor pintu rumah itu dirinya tak juga mendapati sang tuan rumah ada hingga sesaat dia hendak pergi, Park Kyu Min, ibu Shin Hye yang keluar rumah menghampirinya.

“Anda mencari saipa, Nyonya ?” tanyanya halus ke arah ibu Sukkie.

“Dimana sang pemilik rumah ini ?” tanya Nyonya Sun tanpa berbasa – basi lagi.

“Oh, kakakku, dia sedang keluar sebentar untuk mencari Shin Hye. Ada yang bisa saya bantu ?”

“Ah, begini saja. tolong katakan kepada kakakmu itu untuk menjaga anak gadisnya itu supaya dia tidak lagi mengusik kehidupan putraku.”

“E, tunggu maksud anda Shin Hye membuat masalah dengan anak anda ?” tanya Kyu Min lagi.

“Dia telah berani menyukai putraku tanpa seijinku. Lebih baik bawa dia segera pergi dari sini. Dengan begitu anakku akan tenang begitu pun dengan kami.”

“Tapi sepertinya anda salah besar. putriku tak mungkin melakukan hal yang nekat hanya demi menaklukan putra anda. Tolong jaga putra anda juga. mungkin dia yang mengejar – ngejar Shin Hye. Aku tidak bisa terima anda menjelek – jelekkan putriku.”

“Oh, jadi kau ibunya. Pantas saja tingkahmu tak jauh berbeda dengannya ?”

“Tolong anda segera pergi dari sini, Nyonya. Sebelum saya bisa bertindak kasar terhadap anda.” Kata Kyu Min geram.

“Heh, tenang saja, aku tak akan kalah darimu.”

 

ღღღ

 

Shin Hye pun diantar pulang oleh Sukkie. Dirinya pun turun dari sepeda motornya dan diikuti dengan Sukkie yang mengikutinya hingga ke depan rumah.

“Jaga dirimu baik – baik. Jangan terlalu lelah. Dan kurangi berpikir yang dapat menyebabkan kau pusing dan tak terkontrol lagi. Mengerti ?”

“Terima Kasih.” Kata Shin Hye tersenyum.

“Lagi – lagi kau mengatakan hal itu. Harusnya kau diam dan tetap saja seperti biasa. Tingkahmu hari ini sudah cukup membuatku pusing. Kau seharusnya tidak banyak melakukan hal yang mencemaskanku.”

“Maafkan aku.”

“Masuklah. Udara di luar dingin. Dan sudah turun salju.”

“Aku suka  bulan Desember.” Kata Shin Hye tiba – tiba.

“Dan aku menyukai semua hari dimana aku bisa bertemu denganmu.” Kata Sukkie membalas perkataan Shin Hye membuat Shin Hye tak mengira dengan apa yang didengarnya barusan.

“Kenapa ?” tanya Sukkie yang melijhat Shin Hye menjadi sedikit aneh. Mematung sambil memandangi wajahnya seperti patung.

“Cepat masuk.” Sedikit mendorong tubuh Shin Hye hingga Shin Hye pun terdorong maju namun kemudian dirinya mendekati Sukkie dan mencium kening Sukkie membuat mata Sukkie membulat seketika.

“Hei. Apa yang kau lakukan ?” menarik tangan kiri Shin Hye hingga menahan langkah Shin Hye yang membuatnya harus kalah tertangkap oleh Sukkie.

“Masih kurang ?” APA ? Kata Sukkie mengarahkan pipi kanannya ke arah Shin Hye. Dan Shin Hye pun mencium pipinya di kedua sisi secara bergantian kemudian masuk ke dalam rumahnya.

“SELAMAT MALAM !”

“Malam !”

 

 

ღ TO BE CONTINOUED ღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s