God Gave Me You


 CHAPTER 11

#A Love to Complaint#

May 24, ’12 12:37 AM
for everyone

Title : God Gave Me You

Genre : Romance and Comedy

Rate : PG

Author : Shiella Fiolly (io)

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Kim Jae Joong

Han Hyo Joo

Jae Joong pun menghadap Shin Hye yang seakan tak tahu menahu mengenai apa yang baru saja dilihatnya.. dirinya begitu tertarik untuk menyapa Shin Hye yang telah lama tidak dijumpainya itu. Begitu pun dengan Shin Hye, dirinya pun lekas melepaskan pelukannya tanpa mengindahkan Sukkie yang berada di hadapannya masih terpaku menyaksikan Jae Joong yang kendati datang lebih awal. Sebenarnya Sukkie begitu merindukan sahabat lamanya itu, namun apalah daya, dirinya juga begitu pusing dengan langkah apa yang harus dilakukannya untuk membuat Shin Hye perhatian kepadanya. Sukkie pun segera menyambut kedatangan Jae Joong meski sedikit merasa bersalah sebab dirinya yang tak juga menyampaikan pesan dari Jae Joong mengenai perasaannya kepada Shin Hye, namun agaknya Sukkie merasa lebih baik bila Jae Joong sendiri yang mengatakannya kepada Shin Hye.

“Sejak kapan kau datang, sobat ? kenapa tak memberi kabar ?” tanya Sukkie memeluk Jae Joong lantas Jae Joong pun membalas perlakuannya.

“Maaf tidak mengatakan terlebih dahulu. Bagaimana kabarmu ? kau terlihat semakin dewasa.” Kata Jae Joong menanggapi sapaan Sukkie.

“Tak mungkin aku semakin mengecil, bukan ?” kata Sukkie memprotes. Mereka pun tertawa bersama. Terkecuali Shin Hye yang masih memandangi Jae Joong sedikit beberapa langkah di sampingnya. Sukkie yang melihat Shin Hye yang terdiam pun sontak menegurnya dan lekas mengajaknya untuk pergi bersama – sama ke danau.

“Cuaca di sini bagus bukan ?” tanya Sukkie menghirup udara segar pagi hari sesampainya di sebuah danau yang luas dimana di sekitarnya ditumbuhi dengan pepohonan besar yang rindang dan membuatnya nampak terlihat kecil dari kamera.

“Kalian siap. Satu dua tiga.” Kata Jae Joong menyiapkan kamera polaroidnya dan segera menempatkan dirinya untuk segera membaur dengan Sukkie dan Shin Hye yang sudah bersiap.

Dalam hitungan ke lima, kamera pun mengambil gambar mereka beberapa kali dengan jeda dua detik yang sama secara berkala. Mereka pun melihat hasilnya. Shin Hye yang merasa kecewa sebab beberapa dari hasil fotonya ada yang  tidak sempurna. Namun tak apa. Ini merupakann momen dan waktu yang tepat untuk mereka semua bercengkrama. Mereka bertiga pun memesan sebuah sepeda yang dapat mreka kayuh secara bertiga sekaligus. Dengan stang dan pedal yang tripel sedikit mempersulit mereka untuk mengendarainya sebab mereka harus mau tidak mau menyamakan gerakan mereka sehingga roda berjalan secara seirama. Dan tak lupa pula Jae Joong yang telah membawa sebuah bekal sandwich dalam sebuah kotak makannya. Entah sejak kapan dirinya membawa benda mungil tersebut namun itu sedikit membantu mereka bertiga untuk melewati pagi yang cerah ini secara bersama – sama. Ini lebih menyenangkan daripada yang mereka bayangkan.

 

ღღღ

 

Paman dan bibi Ban pun segera bersiap – siap pergi ke bandara. Mereka akan menjemput kedatangan adik perempuannya, Park Kyu Min, yang tidak lain adalah orang tua Shin Hye. Usahanya yang semakin melebar membuat dirinya harus kembali ke Korea untuk menata kembali bisnisnya yang berada di dalam negeri. Sebagai seorang pengusaha intan, dirinya memang berpenampilan sangat wah. Hingga dengan itu pula dirinya mampu memikat seorang Lee Man Seo, ayah Shin Hye yang berprofesi sebagai seorang pilot di sebuah penerbangan dalam negeri waktu itu. Namun sayang, dengan lika – liku yang panjang hingga menyebabkan rumah tangga mereka tak mampu dipertahankan hingga sekarang. Yang ada hanyalah Shin Hye yang harus tumbuh di tempat paman dan bibinya itu, sebab seperti apa pun juga orang tuanya tak bisa mengurusnya lagi mengingat ego  masing – masing yang tak pernah dapat dikorbankan.

“Kakak sudah dimana ? Aku sudah di depan floop.” Kata seorang wanita yang begitu di hafal bibi Ban yang mengangkat panggilan dari sebuah nomor yang tak dikenalnya di phonecelnya.

“Kyu Min ?”

“Iya, ini aku. Cepatlah, apa aku harus menunggu satu hari lagi sampai kau datang kemari ?” keluhnya keras hingga membuat bibi Ban harus menjauhkan phonecell dari telinganya.

“Kenapa kau tidak pesan taxi saja. kalau memang sudah tidak sabar ?” jawab Bibi Ban kesal sebab sikap adiknya yang sungguh tak tahu diri.

“Hash ! sudahlah ! lima menit !”

“Aish! Dia benar – benar membuatku gila !” kesal Bibi di hadapan suaminya yang terpakasa harus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang super tinggi.

“Suamiku ! kita lewat jalan tol saja. nanti sepertinya akan macet kalau kita lewat arus jalan di depan.” Kata Bibi Ban mengingatkan paman.

“Baiklah!” jawab  paman seraya memebelokkan kemudinya dan segera menembus ke jalan tol hingga sampai di depan bandara tepat. Begitu menginjakkan kaki di bandara mereka pun segera melebarkan pandangannya ke sekitar mencari sosok adik wanitanya itu. Tidak ditemuai sama sekali sosok wanita yang berambut ikal panjang hingga mereka pun merasa menyerah dan akhirnya kembali menelepon adiknya itu.

“Sebenarnya dimanakah kau itu ?” tanya Bibi Ban kesal.

“Jangan membuatku kesal !” tambahnya semakin tak bisa meredam emosinya.

“Aku ada di sini ! di depan floop.” Jawab Kyu Min.

“Di depan Floop yang mana ? semua penjuru sudah kami cari namun tak ada kau di sana.” Keluh bibi Ban semakin keras saja.

“Kakak saja yang tidak melihatku. Aku mengenakan jas biru dan rok merah jambu.” Kata Ky Min menjelaskan.

Setelah lama menunggu di loby akhirnya Kyu Min pun terlihat dan betapa dirinya membuat kesal bibi Ban dengan suaminya. Dengan dandanan yang jauh dari bayangan mereka. Dengan rambut pendek seperti laki – laki dengan kacamata hitam yang menutupi kedua matanya. Setelan kaus putih dengan rok mini pink dan dilapisi jas biru mura itu membuat mereka sulit berkata – kata. Pantas saja bibi tak menemukannya.

 

ღღღ

 

Soo Ji pun mengeluh sebab dirinya yang tak berhasil menemui Shin Hye kemarin di rumahnya. Tidak hanya dirinya ke empat sahabatnya pun juga tidak berhasil menemui Shin Hye. Apakah sesibuk itu hingga Shin Hye tak dapat dikunjungi. Membuat mereka harus sedikit memutar  otak, terutama Hyo Joo yang dulu begitu dekat dengan Shin Hye. Namun sekarang kendati kuliahnya yang berbeda membuat keduanya jarang sekali berkomunikasi. Shin Hye sudah dekat dengan teman lain, yaitu Rae Ha. Terlihat dari sebuah akun sosialnya di cyberworld.

“Apakah kita harus menyerah tanpa mencoba yang kedua kalinya ?” tanya Chong Han yang begitu penasaran dengan kabar Shin Hye yang hendak menikah dengan Sukkie.

“Entahlah. Namun sepertinya kita harus kembali kecewa setelah ini. mana mungkin Shin Hye mau bicara dengan kita lagi.” Kata Ji Min mengendus kesal.

“Ya ! apa yang kau katakan, ha ? tak seharusnya kau bilang seperti itu !” tepuk kepala Ji Min oleh Hyo Joo.

“Kenapa marah. Memang seperti itu kenyataanya !” jawabannya pasrah.

“Meskipun begitu kita tak berhak menghakimi Shin Hye. Aku yakin dia pasti punya alasan mengapa begitu sulit menemui kita ?” gumam Megan yang membuat keempat teman – temannya pun sukses melihat ke arahnya.

“Ya, kita juga berpikir begitu. Semoga kali ini Shin Hye ada di rumah. Ya.” harap Soo Ji.

“Emm.” Kata Chong Han ringan.

Mereka pun kembali mengendarainya mobil yang ditumpanginya segera melaju kencang ke rumah Shin Hye. Mereka begitu penasaran dengan kabar Shin Hye dan cerita akan akan mereka dapatkan setelah bertemu nanti.

“Shin Hye kau ada di rumah ?” tanya Soo Ji yang tengah meneleponnya dari dalam mobil.

“Iya. Aku sedang dalam perjalanan pulang menuju ke rumah. Kau mau main ?” tanya Shin Hye ganti.

“Tentu saja. kami semua merindukanmu.” Jawab keempat sahabatnya berteriak serentak hingga terdengar sampai ke phonecell Shin Hye.

“Baiklah. Mungkin sepuluh menit lagi aku sudah sampai.” Jawab Shin Hye lantas menutup teleponnya. Melihat Shin Hye yang turun dari mobilnya yang berada di samping Sukkie, mereka seketika itu berpikir bahwa kabar burung yang baru saja mereka benar mungkin ada benarnya juga.

“Shin Hye, jadi benar kau sedang berhubungan dengan Sukkie ?” tanya Chong Han yang berhasil embuat Shin Hye menjadi sedikit murung hingga tak mampu berbiacara apa pun. Shin Hye sendiri juga masih bimbang dengan perasaannya ini. di lain sisi dirinya mulai merasa nyaman di samping Sukkie. Namun begitu melihat kak Jae Joong yang telah jauh – jauh datang membuatnya harus nberpikir ulang kembali.

“Shin Hye, kenapa tidak menjawab ?”

“Atau jangan – jangan kau menyukai —“ kata Soo Ji seketika menutup mulutnya dengan bayangannya yang buruk mengenai Shin Hye.

“Kau menyukai senior ?” tanya Ji Min tak sopan. Hyo Joo yang melihat Shin Hye yang masih terdiam pun seakan mengerti dan mempersilahkan mereka semua untuk lekas masuk ke dalam.

“Sepertinya akan turun hujan. Lebih baik kita bicara di dalam saja.” ucap Hyo Joo sembari merangkul pundak Shin Hye dan membawanya masuk ke dalam.

“Terima kasih telah mengkhawatirkanku.” Jawab Shin Hye menunduk sembari menuangkan kopi panas ke empat gelas yang telah di tatanya di sebuah nampan satu per satu.

“Tak perlu seperti itu Shin Hye. Kita kan teman. Tak ada teman yang ingin melihat sahabatnya menderita, bukan ?” jawab Soo Ji tersenyum lalu menghampiri Shin Hye membawakan nampan yang berisi kopi tadi dan membiarkan Shin Hye membawa satu teh untuk Hyo Joo.

“Ini. minumlah.”kata Shin Hye menyerahkan minumannya ke hadapan Hyo Joo. Begitu juga dengan Soo Ji yang meletakkan nampannya dan meletakkannya dihadapan masing – masing teman yang datang bersamanya.

“kemana paman dan bibimu omong – omong ?” tanya mereka tak melihat keberadaan paman dan bibi Shin Hye.

“Sepertinya mereka keluar.” Jawab Shin Hye yang juga tidak tahu kemana perginya mereka.

“Oh,”

“Biasanya apa yang kau lakukan saat siang seperti ini ?”

“Biasanya kalau aku sedang tak kuliah aku pergi ke perpustakaan kota.” Jawab Shin Hye tersenyum.

“Bukankah kau tidak suka membaca ?” tanay Soo Ji menyanggah Shin Hye.

“Iya, itu.. itu sebelum aku mulai kesepian.” Jawab Shin Hye dengan maksud oleh sebab ditinggalkan oleh Jae joong.

“Oh. Begitu. Kenapa tak main ke rumah kami saja ?” tanyanya lagi.

“Aku mana tahu kalau kalian juga ada di rumah saat itu ?” tanya Shin Hye lagi.

“Ah. Ya sudah. Lain kali kalau kau butuh teman rumah kami selalu terbuka untukmu.” Jawab Ji Min tersenyum manis.

 

ღღღ

 

Nyonya Sun Ae Ni pun naik ke atas untuk memeriksa kamar Sukkie. Dirinya sedang mencari Sukkie yang nampaknya seharian ini tak berada di dalam rumah. Namun, aneh, sejak kapan Sukkie sudah tidur di kamarnya. Bahkan dirinya pun tak melihat sama sekali Sukkie datang.

Dilihatnya selimut yang terlihat berantakan itu mengerubuti tubuh Sukkie. Benarkan siang – siang bolong seperti ini putranyaaa itu tengah tidur. Ini sungguh tidak biasa. Mengingat Sukkie yang tak pernah tidur di siang hari dan lebih memilih untuk pergi sekedar untuk berenang atau bermain fly fox sepertoi kebiasaannya yang lain. Namun begitu melihat Sukkie yang terbangun oleh kedatangannya yang mengenakan sepatu hak tinggi itu pun sontak membuat Sukkie langsung terduduk sambil mengucek – ucek matanya.

“Sejak kapan ibu di situ  ?” tanyanya melihat ibunya sudah berada di sampingnya.

“Justru harusnya ibu yang bertanya kepadamu sejak kapan kau sudah berada di kamar ?” tanya ibunya menyelidik.

“Aku seperti biasanya bermain ke rumah teman.”

“Jangan bohong, semua temanmu mencari semalaman katanya kau tak menemui mereka.” Kata Ibu Sukkie dengan nada yang beringas.

“Ibu itu, tak percaya ya sudah.” Kata Sukkie tak kalah kasarnya.

“Jangan bilang kau pergi menemui gadis itu lagi !” jawab ibunya yang tak kalah membuat kaget Sukkie hingga dirinya pun terhenyak berdiri dan segera menengok keluar jendelanya. Namun sepertinya tak ada yang membuatnya khawatir.

“Sukkie ! Sukkie ! Ibu bicara padamu !” teriak ibu Sukkiey yang begiti melihat Sukkie pergi meninggalkannya tanpa memperdulikan keberadaannya dalam kamarnya itu. Sungguh tidak tahu diuntung.

Sukkie pun yang tak tahan dengan omelan ibunya yang selalu terlihat tak suka dengan Shin Hye. Namun berbeda dengan Sukkie yang tetap berusaha mempertahankan argumennya untuk tetap mengejar Shin Hye. Begitu pula dengan ayahnya yang juga tak kalah membenci Shin Hye. Entahlah punya masalah apa mereka hingga begitu membenci Shin Hye hingga – hingga seperti itu. Ini membuat Shin Hye jadi jauh terhadapnya.

Sukkie pun mandi di kamar mandi bawah dan bergegas pergi setelah itu. Namun sebelumnya dirinya pun pergi ke sebuh butik untuk membeli dua pasang pakaian dimana dirinya memilih sebuah mini dress dengan setelan baju yang akan dikenakannya yaitu pakaian panjang yang tak kalah keren untuk dipasangkan untuk mini dress yang dibelinya itu.

Tak lama kemudian Sukkie telah berada di depan rumah Shin Hye. Melihat Shin Hye yang hendak keluar pun membuatnya semakin bergegas untuk menghadapi Shin Hye.

“Kau tak akan kemana – mana, kan ?” tanya Sukkie kepada Shin Hye yang beru saja selesai memasak itu terlihat dari celemek yang masih menempe di pakaiannya itu membuat Sukkie berusaha memujinya.

“Kau selesai memasak ?” tanyanya kagum.

“Apa kau mau makan ?” tanya Shin Hye ganti yang menjawab seadanya.

“Apa kau tidak keberatan aku makan di sini ?”

“Kenapa tidak ? Untuk apa makanan kalau tidak untuk dimakan ?” tanyanya ke arah Sukkie yang terlihat sumringah itu.

“Sebenarnya aku ingin mengajakmu pergi namun sepertinya kau sedang ingin di rumah saja. baiklah aku teman, ya ?” tanya Sukkie. Lagipula dirinya sedang menjalani libur semester hingga – hingga dirinya bisa meluangkan banyak waktu untuk Shin Hye.

“Ayo, naiklah.”

“Ke Kamarmu ?” tanya Sukkie seperti orang bodoh. Sebab memang baru pertama kali ini Sukkie akan melihat kamar Shin Hye. Sebelum – sebelumnya dirinya hanya bisa melihat ruangan sampai di ruang tamu mengingat Shin Hye yang begitu dingin dan angkuh kepadanya.

“Iya, aku sudah membawa makanannya di sana.” Kata Shin Hye yang sudah berjalan menaiki tangganya terlebih dulu.

“masuklah !” kata Shin Hye mempersilahkan Sukkie masuk ke kamarnya. Terlihat sekali kamar wanita. Semua nuansanya terlihat merah jambu dengan banyak teddy bear yang menghiasi di sisi – sisi ruangan. Tak lupa lagi sebuah wallpaper rumah musim panas. Sukkie pun berdecak kagum melihatnya.

“Duduklah.” Kata Shin Hye menyuruh Sukkie duduk di kursi yang telah disediakannya.

“Kenapa ?” tanya Shin Hye yang melihat Sukkie justru berjalan mendekati pernak – perniknya yang menghiasi indah di sekitar kaca riasnya.

“Ini semua kau yang mendesignnya ?”

“Tentu saja.” jawab Shin Hye menuangkan pan cakenya ke piring Sukkie. Dan Sukkie pun segera menghampiri ke arahnya.

“Terima Kasih.”

“Maaf kalau rasanya tidak enak. Aku tidak pandai memasak.”

“Tenang saja. kau masih ada waktu untuk menjelang pernikahan kita.” Mendengar itu Shin Hye pun segera mengelap bibirnya dengan tissue yang berada di depannya.

“Kenapa ?” tanya Sukkie melihat Shin Hye yang seketika itu terdiam.

“Kalau aku memang berjodoh denganmu.” Katanya singkat.

“Sepertinya hanya akan ada masalah kecil dengan orang tuaku. Tapi tak apa aku bisa menyelesaikannya. Kalau tidak kita tinggal menikah diam – diam saja. toh, lelaki tak butuh wali bukan ?” kata Sukkie menambahkan.

“Jangan berpikir sejauh itu, aku masih ingin menyelesaikan kuliahku.”

“Aku akan sabar menunggu.” Jawab Sukkie semangat.

“Apa kau tidak akan keberatan jika aku harus menggantungkanmu begini lama ?”

“Tidak, bila tidak ada cara lain seperti menghamilimu ?”

PRANG. Shin Hye pun meletakkan sendoknya ke piring secara kasar untuk segera meninggalkan Sukkie.

“Aku bercanda. Aku tidak akan berbuat hal yang membuatmu bersedih.” Katanya tiba – tiba sembari membalikkan Shin Hye yang masih saja membelakanginya.

“Apa kau percaya padaku ?” tanya Sukkie meraih dagu Shin Hye dan mengecup bibirnya perlahan. Shin Hye pun tak bisa menghindarinya. Dan terjadilah ciuman itu untuk yang kedua kalinya. Shin Hye hanya bisa mengerahkan semua ingatannya lamat – lamat selama dirinya mulai berusaha melupakan Jae Joong dan berudasa untuk memulai semuanya dari awal kembali dengan Sukkie. Namun akankah dirinya akan menerima cinta Sukkie yang begitu tulus kepadanya. Shin Hye masih belum bisa sepenuhnya bersandar di pundak Sukkie. Meski diirnya yakin benar bahwa Sukkie adalah laki – laki yang baik. Dirinya justru takut untuk melukai hati Sukkie.berulang kali Shin Hye telah menyakiti hatinya.

Shin Hye pun hanya bisa menunduk tanpa berani melihat ke arah bola mata Sukkie. Sukkie yang melihatnya pun mengelus kepala Shin Hye sembari mengatakan kata – kata yang sepertinya konyol untuk didengarkan.

“Kau tidak suka diam, kan, tapi kenapa tak banyak bertingkah lagi di hadapanku ? Mungkinkah kau berubah secepat itu ?” tanya Sukkie yang mengingat bagaimana karakter Shin Hye yang begitu tercetak kuat di ingatannya yang penuh dengan ide dan selalu tampil riang selama dekat dengannya. Meski di dirinya yang terkesan begitu dingin dan tak acuh.

“Jangan bertanya lagi !”

 

ღ TO BE CONTINOUED ღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to God Gave Me You

  1. I just want to mention I am just all new to blogs and definitely savored this web page. More than likely I’m planning to bookmark your blog . You really come with excellent stories. Kudos for revealing your webpage.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s