God Gave Me You


CHAPTER 10

#Don’t Know How to Love#

May 23, ’12 2:17 AM
for everyone
Title : God Gave Me You

Genre : Romance and Comedy

Rate : PG

Author : Shiella Fiolly (io)

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Kim Jae Joong

Han Hyo Joo

 

Jae Joong pun sedang dalam perjalanan pulang menuju ke Seoul. Berulang kali dirinya menengok ke arah jendela dari dalam pesawat. Dirinya benar – benar merindukan ketiga orang yang begitu dekat dengannya. Tiga orang sahabat yang telah menanamkan bekas di hatinya. Cinta dan kasih sayang yang besar. terngiang – ngiang tawa Sukkie dan banyak komplainnya tentang semua yang selalu Jae Joong ributkan. Dari hal kecil seperti meminjam kamera hingga hal besar seperti meminta untuk dijomblangkan dengan gadis – gadis yang telah lama menjadi incaran Sukkie. Lalu rengekan manja dari seorang gadis yang telah setahun dipacarinya itu, Rae Ha. Tak satu pun permintaannya yang bisa ditunda. Begitu manjanya dirinya hingga – hingga membuat Jae Joong harus mau tak mau menuruti apa pun yang dipintanya, termasuk menjadi supir pribadinya untuk pergi shopping. Kemudian Shin Hye yang begitu dikaguminya. Gadis yang terkesan dingin, acuh, dan tak banyak bicara itu membuat hatinya galau dan gusar untuk segera menyatakan cintanya. Namun dirinya juga meragukan akan hal ini sebeba diketahuinya Shin Hye yang telah menantikan seorang pria yang bisa membawanya ke sebuah rumah musim panas. Lelaki yang selalu menjadi impiannya untuk dinikahi itu. Hmm.. semuanya bagaikan lantunan lagu yang diputar dalam sebuah kotak musik. Cepat dan teratur.

“Tuan, apa ada makanan dan minuman yang ingin tuan pesan ?” mendadak lamunannya buyar ketika seorang pramugari datang menawarinya bantuan.

“Oh, iya. Minuman isotonik saja.” jawab Jae Joong yang baru sadar.

“Hanya ini saja ?” tanya pramugari itu lagi sembari memberikannya minuman isotoniknya dalam sebuah botol.

“Eh, Iya. Ini cukup. Terima kasih.” Ucapnya kepada sang Pramugari.

“Kembali.” Jawab sang pramugari tersenyum.

Melihat sang pramugari itu berlalu dan tinggal mengamati punggungnya, membuatnya kembali mengingat Shin Hye. Kelopak matanya yang lebar, bibir mungil yang membuatnya selalu terpesona, serta bentuk tubuh yang tak berbeda jauh dengan yang Shin Hye miliki itu membuat Jae Joong tak bisa melupakan Shin Hye dari bayangannya ini.

“Hah ! sepertinya aku harus belajar untuk menahan semua keinginanku. Terutama, merindukannya. Bahkan memilikinya. Ini sedikit konyol.” Suara hatinya menyuruh Jae joong untuk tidak banyak berandai – andai. Namun mau diapakan lagi. Shin Hye selalu mengganggu pikirannya dan membuatnya seperti pria yang tidak waras.

 

ღ ღ ღ

 

“Kumohon jangan seperti ini, Sukkie. Lepaskan aku.” Ucap Shin Hye melepaskan ikatan tanagn Sukkie yang terus saja berusaha memeganginya.

“Kenapa Shin Hye ?” tanya Sukkie tidak mengerti.

“Bukan seperti ini yang kuharapkan. Aku ingin memiliki sebuah hubungan yang wajar. Yang berjalan secara alami. Bukan pelarian seperti ini.” ucapnya melepas paksa tangan Sukkie yang masih memegangnya.

“BAIKLAH KALAU ITU YANG KAU MAU, !” ucap Sukkie berteriak seiring Shin Hye yang melangkah pergi.

“KAU AKAN MEMBERIKU WAKTU, KAN ?” kata Sukkie menambahkan dan semakin meninggikan nadanya. Sedang Shin Hye pun hanya berhenti sejenak dan kembali melangkah pergi.

Semua tamu yang hadir pun mulai membicarakan mereka berbisik – bisik. Banyak yang mengira ini adalah hubungan gelap. Namun tak sedikit pula yang beranggapan ini adalah cinta yang sepihak. Bagaimana pun Sukkie tak peduli lagi dengan apa yang orang – orang pikirkan. Dirinya pun hanya bisa terdiam sembari ikut melangkah pergi menjauh dari keramaian.

Paman dan bibi yang melihat semua ini pun hanya mendesah tidak karuan. Bagi mereka suatu anugerah yang sangat luar biasa melihat keponakannya itu tidak begitu saja serta merta menerima pinangan Sukkie. Mungkin ada benarnya juga Shin Hye memiliki alasan untuk menunggu dan membuat hubungan itu mengalir apa adanya.

“Apa kubilang ? keponakanku mana mungkin berbuat hal yang akan mempermalukan nama baik keluarga kita ?” sanggah bibi dengan begitu sombongnya membusungkan dada di hadapan suaminya itu. Suaminya pun hanya bisa melongo memandangi kepergian Shin Hye dan Sukkie yang begitu cepat dan sudah tak tertangkap oleh matanya. Seperti hantu saja mereka.

“Ayo, kita pulang. Sudah tidak ada tontonan yang seru !” kata paman menarik tangan bibi Ban yang sedari tadi memperhatikan properti yang ada dalam pesta kebun yang gagal total ini.

“Kalau begini caranya ini semakin menghebohkan dibanding dengan pelarangan Lady Gaga datang ke Indonesia.” Jawab Bibi berdecak kagum.

 

ღ ღ ღ

 

“Apa lagi yang kau tunggu ?” keluh Chong Han dan Rae Ha yang menunggu Soo Ji terlalu lama berdandan.

“Kita kan hanya ke rumah Shin Hye. Tak perlu serapi ini seperti hendak melamar pekerjaan untuk pertama kali saja !” timpal Hyo Joo yang tak kalah lelahnya sudah menunggu Soo Ji yang telah hampir setengah jam belum juga keluar – keluar itu.

“Hey, mau berapa lama lagi ?” teriak mereka bertiga bersamaan dari arah luar kaca kamar Soo Ji. Akhirnya Soo Ji pun keluar.

“Tidak boleh tidak berdandan. Kita kan akan mendatangi calon pengantin. Kita haru berusaha berdandan secantik mungkin. Siapa tahu akan segera menjadi giliran kita untuk yang selanjutnya.” Celoteh Soo Ji panjang lebar yang sukses membuat ketiga sahabatnya menutup telinganya.

“Ayo, tunggu apa lagi !” mereka berempat pun berangkat dengan menaiki mobil Hyo Joo. Hyo Joo yang telah bekerja sebagai guru bantu di salah sebuah sekolah menengah di Nam Won itu pun sudah memapu membeli sebuah unit mobil. Membuat iri teman – teman yang lain tentunya. Mereka semua masih menggantungkan uang jajannya kepada orang tuanya. Berbeda dengan Hyo Joo dimana setelah satu tahun lalu orang tuanya yang terpaksa harus meninggalkannya kendati meneruskan pekerjaan di perusahaan perminyakan di Iran, membuatnya dengan sendirinya mampu mandiri.

“Kita akan mampir dulu ke mall tidak ? kita photobox untuk memberikanmnya kepada Shin He, sudah selama ini kita bersahabat namun dia belum memiliki satu pun foto kita.” Kata Hyo Joo menyarankan kepada ketiga temannya yang sedang duduk tenang di belakang.

“Itu bukan ide yang buruk. Tidak akan lama, bukan ?” tanya Chong Han.

“Akan lama bila kau melakukannya di Pyong Yang.” Canda Soo Ji. Hingga membuat Chong Han pun mengenggol bahu Soo Ji dan mmebuat Soo Ji berteriak kencang.

 

ღ ღ ღ

 

Sukkie pun menghampiri Shin Hye ke cafetarianya. Dirinya mendapatkan alamat itu dari rekan lamanya, Bong Gul yang juga sama bekerja dengan Shin Hye di club malam itu. Sukkie yang segera menemukan Shin Hye yang berada di tengah – tengah pria yang sedang mengerumuninya membentuk lingkaran melihat kelihaiannya dalam mengocok minuman dan mengajak berinteraksi kepada semua pengunjung membuat hati Sukkie sedikit panas. Dirinya pun hanya bisa mengawasi Shin Hye dari kejauhan sebab tak ingin mengganggu konsentrasi keraj Shin Hye dan berdampak membawa masalah terhadap dirinya.

Hingga tepat pukul 12 malam, Shin Hye pun membereskan semua peralatannya. Sukkie pun datang dan membantunya mengepel lantai namun Shin Hye berusaha menolaknya hingga dirinya pun hampir saja terpelanting jatuh ke depan apabila saja Sukkie tidak segera menangkapnya. Dan mereka pun bertengkar seperti biasa.

“Hei, aku tidak pernah melihatmu memarahiku sebelumnya.” Kata Sukkie tiba – tiba.

“Apa karena aku kemarin ?” tanya Sukkie mendesak mendekat ke arah Shin Hye yang memaling kan mukaknya membelakangi Sukkie.

“Apa kau juga memiliki perasaan yang sama terhadapku ?” tanya Sukkie lagi – lagi mengikuti Shin Hye yang terus berusaha menginggatinya saat berbicara.

“Apa kau tidak menyukaiku ? Akan kubuat kau menyukaiku.” Kata Sukkie begitu percaya diri.

Namun hingga Shin Hye pun pulang, dirinya pun tak mengucapkan sepatah katapun. Hingga Sukkie yang sabar hanya terus mengikuti langkah Shin Hye yag begitu tergesa – gesa. Berulang kali Sukkie ingin berbicara baik – baik dengan Shin Hye namun hasilnya nihil. Shin Hye hanya diam dan tak terkesan merespon sama sekali hingga dirinya pun tak sengaja memperhatikan seorang anak kecil perempuan yang sedang menangis. Sepertinya anak itu tertinggal oleh orang tuanya.

Mana ada hantu di sekitar stasiun ini. namun anak kecil itu pun hanya bergeming dan berkata hantu. Hantu yang telah membawa ayah dan ibuku. Aku jadi sendiri. Begitu katanya berulang – ulang yang tepat sekali ditangkap Sukkie. Melihatnya membuat Sukkie tak tega dan berinisiatif untuk menemukan orang tuanya. Sukkie pun mengajaknya untuk segera pergi dengan menggandenga tangannya. Shin Hye yang melihatnya melakukan hal itu pun terkesan masih acuh saja. hingga anak kecil itu semakin merengek karena merasa ngantuk dan Sukkie pun membelikannya es krim dan menggendongnya di atas bahunya. Anak kecil itu pun terlihat senang dan sesaat melupakan kisah orang tuanya yang pergi entah kemana.

Shin Hye yang mulai lelah pun sesekali memperlamba langkahnya. Diliriknya Sukkie yang masih menggendog anak gadis itu di bahunya sambil menjilati coklat itu terlihat begitu manis. Seperti seorang kakak yang berusaha mengajak bermain adiknya. Mungkin itu juga yang tengah dirasakan Sukkie. Shin Hye pun sekelebat mengingat foto – foot masa kecil Yeon Ji yang hampir miripp dengan anak itu. Dengan topi dan rambut yang diikat dua dalam kepangan empat rapi.

 

ღ ღ ღ

 

Jae Joong pun telah sampai ke rumah orang tuanya. Dengan semangat yang membara dirinya mengucap salam masuk kemudian membangunkan ayah ibunya yang masih tidur itu. Dirinya pun mengaget – ngageti mereka kalau dirinya telah datang dan begitu merindukan orang tuanya. Namun tak sedikit pun orang tuanya berniat untuk bangun. Ini membuat Jae Joong begitu marah dan membanting guling ayahnya hingga terlempar ke lantai. Mendengar akan hal itu pun sang ayah lekas bangun namun hanya sekedar untuk mengambil guling dan beranjak tidur lagi. Sungguh keterlaluan namun mau dibagaimanakan lagi. Hal ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan buruk dlaam keluarganya termasuk menurun kepada dirinya yang tidak bisa diganggu selama sedang tidur.

“Ayah !!!! Ibu !!! Aku sudah datang ! Bukannya menjemputku malah tidur – tiduran !” protesnya lalu menuju ke dapur membukan lemari esnya dan menuangkan syrup lemon dan menambahkan sedikit air dalam gelas lalu meneguknya kasar.

“Awas saja kalau kalian bangun. Aku tidak akan tinggal diam.” Sambil meletakkan minumannya lalu membuka phonecellnya dan segera menekan nomor dengan beberapa digit yag begitu dihafalnya lalu tersambung dengan Jin Goo.

“Hai, Jin Goo. Kau sudah tidur ?” tanya Jae Joong.

“Belum. Ada apa, kak ?” jawab Jin Goo dengan suara yang parau sebba dirinya sedang terserang flu.

“Aku ingin sekali main ke rumahmu. Pintunya masih terbuka bukan ?” tanya Jae Joong lagi.

“Langsung masuk saja, belum digembok.”

“Baiklah tunggu aku setengah jam lagi.” Kemudian Jae Joong pun menutup teleponnya dan bergegas mengemudikan motornya dan pergi ke tempat Jin Goo. Dirinya begitu suntuk hingga – hingga tak menghiraukan kondisi dan hari yang begitu malam hingga menuju pukul 2 pagi ini.

“Aku ingin bermain kartu.” Ucapnya pelan. Masih dalam posisi menyetir.

 

ღ ღ ღ

 

“Sepertinya dia sudah tertidur.” Gumam Sukkie perlahan melihat gadis kecil yang berada digendongannya tidak bergerak sama sekali. Ternyata benar dirinya sudah tertidur. Sukkie pun menurunkannya dan menggendongnya di punggungnya. Menghindari supaya dirinya tidak menjatuhkan anak kecil itu.

Shin Hye pun yang berada di sampingnya hany menoleh sesekali lalu diam – diam mengamati Sukkie yang terlihat senang telah menenangkan anak kecil dalam gendongannya itu. Hingga entah apa yang membuat hati Shin Hye sedikit terketuk untuk menolong Sukkie.

“Mana aku bawakan tasmu.” Meraih tas plastik yag dibawa Sukkie yang berisi kamera SLR.

“Shin Hye..” Sukkie pun hanya bergumam pelan tanpa terdengar oleh Shin Hye. Dirinya pun tersenyum dan tetap berjalan seperti biasa sambil sedikit membungkuk untuk membantunya mepermudah membawa gadis kecil itu.

Dari seberang  jalan pun mereka berpapasan dengan sepasang suami istri yang melambai –lambaikan tangannya. Sukkie pun tertarik untuk mendekat dan setelah tepat dihadapannya pun Sukkie masih tetap berusaha manis dan menanyai mereka mengapa menegurnya. Namun tak sepadan dengan apa yang didapat Sukkie. Salah seorang pria itu pun menarik gadis kecil yang dibawanya dan kemudian pergi membawanya sambil menggandeng istrinya itu. Melihat itu Sukkie pun hanya bisa tersenyum kecut. Dirinya tak habis pikir bahwa orang tua seperti itu yang menjadi ayah dan ibu dari gadis kecil yag masih begitu lugu tadi. Berbeda jauh personalitynya. Mungkin ini hanya menurutnya. Sebab mereka belum saling mengenal dan berbeda halnya mungkin apabila Sukkie sudah mengenalnya.

Sukkie pun berhenti di sebuah halte untuk menunggu bus datang. Shin Hye pun melakukan hal yang sama pula. Meski mereka duduk bersama namun terlihat sekali Shin Hye berusaha menjaga jarak terhadapnya. Hingga melihat bus yang baru saja datang Shin Hye pun terhenyak untuk berdiri hingga Sukkie yang juga baru saja berdiri mendadak kaget dan menjatuhkan tas plastiknya yang berisi kamera SLRnya itu sebab mendadak tanpa ada angin, tiada hujan Shin Hye mendekat ke arahnya dan mengecup pipi kirinya. Sukkie pun memegangi pipinya yang terasa hangat dan pastinya sudah memerah. Dirinya bahkan tak sadar kalau bus yang terakhir datang dan telah ditunggunya lama itu pun telah melaju. Dan kemudian meninggalkan Sukkie. Begitu sadar Sukkie pun meraih tas plastiknya dan berlari mengejar bus itu habis – habisan.

“Tunggu aku ! Hey, tunggu aku.. tunggu, aku, pak !” teriaknya yang telihat dari kaca spion dan sopir pun memberhentikan busnya kemudian menunggu Sukkie masuk dan duduk berada di kursi samping Shin Hye yang kosong.

Perlahan Sukkie pun mengelap keringatnya yang terlihat mulai menetes – netes itu kendati dirinya yang harus berlarian mengejar bus hingga hampir seperempat jalan. Dan menyeka keringatnya dengan sebuah sapu tangan yang telah dihadiahkan Shin Hye beberapa tahun yang lalu. Shin Hye pun masih terlihat sepertinya dingin dan acuh hingga tangan Sukki pun yang terdorong untuk menggenggamnya. Shin Hye pun tidak membalas namun tidak juga menolak. Sukkie melakukannya hingga bus turun dan menurunkan merekan di depan sebuah jalan lebar yang menghubungkan dengan perumahannya.

“Sudah sampai. Kau tidurlah. Mimpilah yang indah. Dan mimpikan aku.” Kata Sukkie sambil berlalu hendak pergi.

“Aku sepertinya mulai menyukaimu.” Kata Shin Hye yang begitu mendadak. Sukkie bahkan yang setengah di alam bawah sadarnya begitu berbahagia dan membalas tersenyum berbalik ke arah Shin Hye lalu berjalan lagi menuju ke depan rumahnya. Berbeda halnya dengan Shin Hye yang masih terdiam melihat punggung Sukkie yang mulai menjauh dari matanya. Meski tak dapat dipungkiri bahwa dirinya masih menyukai Jae Joong namun hatinya mulai sedikit dapat menerima perlakuan – perlakuan manis dari Sukkie.

Dirinya pun segera masuk ke dalam rumah.

 

ღ ღ ღ

 

Sukkie pun segera tertidur sesampainya masuk ke kamarnya. Dirinya yang tak bisa tidur tanpa menyalakan lampu meja itu pun sebelumnya telah menghidupkannya dan segera berdoa menghantarkan tidur terlelanya. Namun tak lama sebelumnya dirinya terus – terusan memandangi hasil jepretannya yang object gambarnya tak bukan tak lain adalah Shin Hye hingga tersenyum – senyum sendiri seperti orang gila. Ibunya bahkan harus mengetuk – ngetuk pintu dua kali untuk memastikan bahwa Sukkie tidak apa – apa sebab terdengar suara gurauan pria dari kamarnya. Padahal itu hanya rekaman video di kampus yang sedang menjahili kawannya.

Berbeda dengan Shin Hye yang masih membuat secangkir kopi dan menonton film dari dvd baru yag barusan dibelinya. Dirinya pun segera menyaksikannyaa dengan sedukan vanilla cream coffe yang berada di genggaman tangannya. Tak banyak yang dirinya dapat petik dari kisah itu, namun hanya keseruan  belakan yang membuatnya sedikit betah untuk terus menyelesaikan hingga akhir. Hanya dua jam, di pikiran Shin Hye dirinya pasti akan sempat melihatnya. Namun sepertinya di tengah perjalanan ada yang mengganggu matanya.

Ngantuk seklai hingga – hingga remote yang mulanya berada di genggaamannya kini telah jatuh ke lantai hingga membuka melepaskan dan memisahkan antara tiga buah baterainya dan bercecer menggelinding hingga ke depan pintu membentuk dan berhenti di situ. Pamannya yang menegtahui hal itu pun segera datang membenahi remote kontrolnya dan mematikan televisinya.

Dibangunkannya Shin Hye untuk segera pindah ke kamar. Namun Shin Hye enggan untuk bangun. Pamannya yang begitu khawatir kalau – kalau Shin Hye kesakitan di punggunggnya sebab begitu kerasnya sofa hingga mmebuatnya sedikit tidak nyaman itu.

Akhirnya paman Shin Hye pun menyelimuti tubuh Shin Hye. Dan terpaksa membiarkannya untuk tidur di sofa menghadap televisi.

 

ღ ღ ღ

 

“Paman, bibi, Shin Hye ada ?” tanya Jae Joong melihat paman dan bibi Shin Hye yang tengah bercengkrama di depan televisi. Paman dan bibi Ban yang melihat kedatangannya pun hanya bisa melongo dan berulang kali meyakinkan diri mereka bahwa ini tidak benar – benar terjadi.

Mengetahui benar bahwa keponakanny itu pernah jatuh hati kepada pria yang berada di hadapannya ini mmebuat paman dan bibi merasa ini adalah berita yang tidak akan menggembirakan. Bagaimana pun juga sekarang sudah berbeda ceritanya. Shin Hye yang sedang menjalani masa percobaan pacaran dan kini Jae Joong harus datang. Paman dan bibi pun tak akan bisa membantu apa – apa. Dirinya menyangka ini mungkin akan segera terjadi perang ketiga dunia di benaknya.

Jae Joong pun hanya terdiam setelah mendapati Sukkie dan Shin Hye yang tengah berpelukan itu di dalam kamarnya. Sebenarnya Sukkielah yang tengah memeluk tubuh Shin Hye namun sepertinya dilihat dari Angel yang bersebelahan seperti dimana tempat Jae Joong berdiri mmebuatnya harus menelam pil pahit setelah apa yang diangan – angankannya itu mengembang.

“Ini tidak mungkin terjadi, kan ?” tanyanya dalam hati sakit melihat sahabatnya itu menyukai wanita yang juga didambakannya.

“ Kak Jae Joong,”

 

ღ TO BE CONTINOUED ღ

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to God Gave Me You

  1. I just want to say I am new to blogging and site-building and actually loved you’re web blog. Very likely I’m likely to bookmark your blog post . You amazingly come with outstanding stories. Bless you for revealing your web page.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s