Pengrajin Kerang Kenjeran



No

Video

Audio

1

  • EXT. Siang Hari Jalan Raya Kenjeran Lama
  • LS. Sebuah jalan raya menuju Kenjeran Lama
  • FS. Sebuah rumah dengan toko di depannya yaitu miliki Ibu Choiriyah

 

  • BCU Pan Left. Hasil karya kerajinan Kerang

 

  • CU. Ibu Choiriyah keluar dari dalam rumahnya dan membuka pintu tokonya

 

  • FS. Ibu Choiriyah mengeluarkan kerajinan kerangnya dan menatanya dalam almari kaca

 

  • Established Shot. CU Pan Right. Spanduk yang bertuliskan Iklan kerajinan Kerang yang berapa di depan rumah Ibu Choiriyah

 

 

 

  • INT. Siang Hari, Jalan Raya pantai Kenjeran Lama No. 23, Kenjeran Surabaya
  • MCU. Ibu Choiriyah menata kerajinan kerangnya dalam sebuah wadah kotak besar
  • FS. Ibu Choiriyah mengerjakan merangkai kerangnya sendirian (modus effect vignetting camera)
  • FS. Ibu Choiriyah mendatangi rumah tetangga kanan – kirinya untuk meminta bantuan merangkai kerang
  • LS. Tilt Down. Tetangga Ibu Choiriyah membersihkan kulit kerang

 

  • EXT. Pagi Hari. Jalan Raya pantai Kenjeran Lama No. 23, Kenjeran Surabaya
  • CU. Ibu Choiriyah yang membersihkan kulit kerang sendirian (modus effect vignetting camera)
  • BCU. Ibu Choiriyah mengangguk mengerti berbagai jenis kerang
  • KS. Ibu Choiriyah mencoba mempadu – padankan aneka jenis kulit kerang untuk kerajinannya.
  • MCU. Ibu Choiriyah mengulang – ulang menempelkan kulit kerangnya
  • CU. Tangan ibu Choiriyah mengambil bahan senar dan kayu secara bergantian

 

 

 

  • LS Pan Left. Aneka hasil kerajinan yang telah setengah jadi.
  • CU. Beraneka ragam hasil kerajinan kerang yang telah dihasilkan ibu Choiriyah yang dijajarkan secara rapi sesuai dengan jenis masig – masing
  • INT. Sore Hari, Pantai Kenjeran Surabaya
  • LS Pan Right. Ibu Choiriyah menata dagangannya di tempat kayu yang dijajar panjang
  • CU Tilt Down berbagai hiasan yang dijual dari hiasan dinding, hiasan kaca hingga gantungan kunci
  • BCU. Kerang simping untuk menghias lampu

 

  • BCU. Kerang hijau dan kerang darah untuk hidangan menu Seafood

 

 

 

  • INT. Siang Hari, Jalan Raya pantai Kenjeran Lama No. 23, Kenjeran Surabaya
  • FS. Ibu Choiriyah yang menelepon ke produsen bahan baku kerang untuk stok penjualannya

 

  • CU. Harga yang tertempel dalam kerajinan kerangnya berkisar antara Rp 2.000,00 sampai dengan Rp 200.000,00

 

 

 

 

 

  • LS. Ibu Hajah Choiriyahsedang melayani Pembeli
  • CU. Ibu Choiriyah yang sedang menjawab pertanyaan dari pengunjung tokonya

 

 

  • INT. Sore Hari, Jalan Raya pantai Kenjeran Lama No. 23, Kenjeran Surabaya
  • LS. Para tetangga sedang membantu Ibu Choiriyah di rumahnya
  • CU. Semuanya istri nelayan pantai Kenjeran yang sedang melaut
  • KS. Para tetangga Ibu Choiriyah mengerjakan menempel dan merangkai kulit kerangnya hingga terlihat berseni
  • MS. Mereka melakukannya sambil bercanda tawa

 

  • MLS. Ibu Choiriyah memberi upah kepada 20 orang tetangganya

 

  • CU. Ibu Choiriyah menata kembali hasil yang telah jadi dari kerja para tetangganya

 

  • MS. Ibu Choiriyah mendapatkan pemberli yang banyak dan mendapati usahanya semakin besar

 

  • CU. Ibu Choiriyah tersenyum senang melihat kerajinan kerangnya

 

  • KS. Ibu Choiriyah mulai membereskan dagangannya dan memasukkannya ke dalam mobil

 

  • CU. Ibu Choiriyah tersenym senang membawa dagangannya pulang

 

 

 

  • CU. Kulit kerang yang masih basah

 

 

  • BCU. Tangan memilah kerang sesui jenisnya dalam beberapa wadah

 

 

 

  • CU kulit kerang yang hitam dan kotor dicuci
  • CU. Kulit kerang dimasak dengan air dan campuran soda api.
  • CU. Rendam kulit kerang dalam larutan kaporit

 

 

 

 

  • CU. Kulit kerang digosok – gosok dengan pasir laut hingga benar – benar bersih
  • CU. Cuci kembali kulit kerang hingga ke sela – sela yag terkecil
  • CU. Jemur kulit kerang di bawah terik sinar matahri

 

 

 

 

 

  • LS. Jemur hingga kering benar.
  • CU. Kulit kerang yang sudah bersih dan kering diwadahi dan siap dirangkai

 

 

  • CU. Kulit kerang yang direkatkan dengan lem membentuk bros dan gantungan kunci
  • MS Pan Left. Cermin hias, hiasan dinding, tirai yang terbuat dari kulit kerang tadi siap dipasarkan
  • CU Tilt Up. Berbagai model bentuk kerajinan tangannya
  • CU. Ibu Choiriyah membentuk pola acuan

 

  • BCU. Lem kayu sebagai perekat

 

  • BCU. Papan kayu untuk media

 

  • BCU. Lidi untuk membantu menempelkan kulit kerang ke media

 

  • CU. Kulit kerang yang sudah kering sudah menjadi sebuh kalung yang cantik

 

  • BCU. Senar dan tali perangkai

 

  • BCU. Benang/Cat merah untuk garis bibir membuat miniatur binatang

 

  • CU Pan Left. Anting, Gelang, dan kalung

 

  • BCU. Kulit kerang yang bisa dipotong

 

  • LS. Karyawan ibu Choiriyah mengantar dagangannya ke distributor dan toko – toko yang ada di sekitar pantai kenjeran

 

  • CU. Harga yang dipatok sampai Rp 200.000,00

 

  • MLS. Pengunjung pantai kenjeran yang ramai sesak

 

 

  • Ibu Choiriyah bertransaksi jual beki dengan distributornya

 

 

 

 

  •  Closing

 

Fade in : ilustrasi musik yang sesuai

 

 

Bumper In : Pengrajin Kerang Kenjeran

Bumper Out

 

Narasi :

Mungkin bagi sebagian banyak orang, Kerang hanyalah sebuah hewan yang dapat dikonsumsi setelah itu tak ada apa – apanya. Namun, berbeda halnya dengan Ibu Haji Choiriyah. Beliau adalah salah satu contoh dari sekian banyak wirausahawan wanita yang memanfaatkan limbah kerang untuk aneka macam hiasan kerajinan tangan. Tempat usahanya berada di area pariwisata Pantai Kenjeran Surabaya. Jalan Raya pantai Kenjeran Lama No. 23, Kenjeran Surabaya. Dengan nomor telepon 031 381 0326.

Memulai usahanya sejak usia 30 tahun, awalnya ibu Choiriyah hanya mengerjakan kerajinan ini sendirian. Alasannya, kelebihan waktu dan energi. Ia mencari bahan baku, membersihkan, mengerjakan, memberi sentuhan akhir hingga menjual hasil kerajinannya dengan kemampuannya sendiri. Sejalan kemajuan usaha, ia mulai meminta bantuan para ibu yang berada di sekitar rumahnya untuk membantunya membuat kerajinan tangan usahanya. Proses pembersihan kulit kerang juga berkembang semakin baik. Begitu pula halnya dengan jenis kerang yang semakin bervariasi.

Ibu Choiriyah ingat sekali pada masa permualaan berusaha, ia terbiasa menggunakan kulit kerang yang besar yang berasal dari kerang nanas yang mudah diperoleh nelayan pantai Kenjeran. Setelah menggeluti bisnis ini, ia menjadi tahu bahwa jenis kerang yang berada di perairan luar biasa banyak jumlahnya.

Setiap menemukan jenis kerang yang baru, ibu Choiriyah langsung berinovasi. Mencoba – coba membuat bentuk barang kerajinan yang baru. Kalau merasa kurang mantap, ia membuat model lain. Begitu berulang – ulang. Ia tak merasa bosan, malah tertantang untuk menjodohkan setiap jenis kulit kerang dengan jenis lainnya atau dengan tambahan bahan baku seperti kayu dan senar.

Dengan sedikit kreativitas, rata – rata setiap jenis bisa pas dan cantik bila dijadikan benda fungsional tertentu. Kalau dihitung, ada lebih dari seribu. Ya ! seribu jenis barang yang dibuat oleh tangan dan kreativitas si Ibu. Luar biasa kreatif !

Kalau orang bilang pebisnis yang sukses  harus kreatif dan inovatif, Nah ! Ibu Choiriyah inilah buktinya. Seribu jenis karya berbeda yang mengalir dari tangannya. Antara lain hiasan dinding, hiasan kaca, pajangan, lampu hias hingga gantungan kunci. Semua dibuat dari sekitar seratus jenis kerang. Begitu luas variasinya. Kerang simping yang pipih umum digunakan rata – rata pengrajin sebagai penghias lampu. Ada lagi kerang hijau dan kerang darah yang sering jadi santapan di restoran seafood, kerang saat, kerang toreng, kerang kurkusan, dan masih banyak yang lain.

Selain rutin mendapat aneka kulit kerang dari nelayan di sekitar Kenjeran, sejalan dengan perkembangan perusahaan, dan tuntutan bahan baku yang semakin tinggi, Ibu Choiriyah juga harus memesan aneka kulit kerang dari luar Jawa, terutama dari Bali dan Kalimantan. Harga yang paling mahal berlaku pada keong emas yang jumlah dan kemunculannya tidak menentu dan berbagai jenis kerang yang diperoleh dari laut dalam karena proses pengambilan membutuhkan tenaga dan biaya yang besar.

Bu Hajah ini merasa kreativitasnya terasah karena kemudahan dalam membuat kerajinan kulit kerang ini. “Saya bisa membuat model baru sendiri.” Setelah itu akan dicontoh oleh ibu – ibu yang bekerja di sini,” ujarnya ringan.

Kapan pun butuh bantuan, Ibu Choiriyah mudah mendapatkannya. Banyak tersedia tenaga kerja di sini. Cukup dengan pelatihan yang singkat, pengrajin yang semuanya perempuan ini dapat membuat kerajinan kulit kerang dengan baik. Mereka adalah istri para nelayan yang memang tinggal di sekitar pantai, lokasi tempat usaha Ibu Choiriyah. Setelah menyelesaikan urusan rumah tangga, mereka memiliki banyak waktu kosong. Daripada berpangku tangan menunggu suami melaut, lebih baik menjawab tawaran Ibu Choiriyah untuk merangkai kulit kerang.

Sampai saat ini usaha kerajinan kerang ibu Choiriyah yang masih mengandalkan modal sendiri ini mampu mempekerjakan 20 kaum ibu nelayan. Melalui pelatihan sederhana dan membuka peluang kerja bagi kaum perempuan di sekitarnya, ibu Choiriyah mendapatkan balasan perusahaannya menjadi semakin besar.

Selama puluhan tahun berusaha, Ibu Choiriyah hamppir tidak pernah menjumpai halangan yang berarti. Jangan – jangan si ibu tanpa sadar sudah terbiasa mengubah masalah, halangan, dan tantangan dalam bisnis menjadi spirit yang terus menyala. Ia menganggap suatu kesukaran hanyalah suatu permainan yang harus dihadapi dengan hati ringan dan kemampuan baja. Perjalanan waktu telah menempanya menjadi juara.

Berikut ini adalah tips – tips agar kerang menjadi benar – benar bersih dan kering. Dalam kerajinan ini, benda apapun yang akan dibuat nantinya, selalu bermula dari pembersihan kulit kerang. Bahan baku yang sudah terkumpul, dipilih menurut jenisnya. Tahap ini meski dilakukan secara cekatan, sangat menyita waktu karena dalam satu kali pengiriman ada banyak jenis kulit kerang. Kulit yang berwarna hitam kotor ini dicuci kemudian dimasak dalam campuran air dan soda api. Ini berguna untuk memisahkan kulit kerang yang rusak/jelek. Untuk pembersihan selanjutnya, rendam dalam larutan kaporit supaya kullit berubah menjadi putih dan bau amis berkurang.

Setelah diangkat, kulit kerang digosok – gosok menggunakan pasir laut sehingga menjadi benar – benar bersih. Cuci lagi untuk membuang kotoran dan pasir yang melekat di sela – sela kulit, kemudian jemur kulit kerang sampai benar – benar kering. Karena kerajinan ini menggunakan lem, kulit yang dipakai harus kering sempurna. Untunglah tempat usaha ini dinaungi terik matahari yang berkekuatan tinggi sehingga tidak ada masalah dengan proses penjemuran. Paling – paling berhenti sebentar di kala turun hujan. Jika sudah bersih dan kering, kulit kerang siap diproses sesuai dengan model yang diinginkan.

Kulit kerang bisa dibuat menjadi kalung, bros, gantungan kunci, aneka bentuk binatang, hiasan tempat tissue, cermin berhias, hiasan dinding, lampu hias, dan berbagai bentuk pajangan. Satu model bisa menggunakan berbagai jenis kerang. Yang menyenangkan, model apa pun yang dihasilkan selalu laku terjual. Karena setiap model dibuat dalam jumlah banyak dan berulang – ulang. Ibu Choiriyah membuat pola acuan.

Semua kerajinan mengandung unsur lem sebagai perekat sesama kulit kerang serta antara kulit kerang dengan media lain. Bahan lain dipakai sesuai keperluan setiap model. Misal untuk model kaca berhias dibutuhkan kayu, kaca cermin, pasir serta vernis untuk sentuhan akhir. Untuk membuat kalung, diperlukan senar sebagai tali perangkai. Untuk berbagai jenis binatang, perlu ditambahkan mata dan benang/cat merah untuk garis bibir.

Fade In : ilustrasi musik

Bila digunakan untuk hiasan gantung, seperti lampu dan bebunyian, kerang harus dilubangi. Demikian pula sebelum dirangkai menjadi angting, gelang, dan kalung. Bila dirasa perlu guna mengikuti aturan pola, kulit kerang juga bisa dipotong.

Barang yang sudah jadi diantar ke toko yang berada di tempat itu juga. label harga untuk produksinya berada dalam rentang Rp 200.000,00. Kebanyak pembeli adalah wisatawan yang datang ke pantai Kenjeran sehingga tidak terhitung jumlahnya. Apalagi begitu masa liburan tiba, jumlah pengunjung menjadi sangat tinggi sehingga penjualan produksinya ikut meningkat.

Setelah mengandalkan pembeli langsung, ibu Choiriyah juga menjual ke distributor yang menjajakan dalam jumlah besar ke toko – toko. Pesanan rutin selama ini datang dari Bali, Banjarmasin, Bandung, Jayapura dan Malaysia.

Fade Out : Credit Title

Ilustrasi Musik

 

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NASKAH and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Pengrajin Kerang Kenjeran

  1. I just want to say I am just newbie to weblog and truly enjoyed you’re website. Likely I’m want to bookmark your site . You absolutely come with tremendous article content. Bless you for sharing with us your web site.

    Like

  2. anwar says:

    ingin pesan kerajinan kerang dari jawa timur kab. situbondo anda bisa hubungi no 085235586862 anwar. or email nurisanwar@ymail.com

    Like

  3. numpang dong. kalau entum mau mesen kerang hijaunya nmrnya: 085694399150.
    ku tunggu sms mu. kerangnya langsung dari laut cilincing jak-ut

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s