He’s Our King Bee


chapter 1

Memory Masa Kecil 

1

 

Jimmy yang tengah membuatkan susu putih khusus untuk ibu hamil itu  masih melamun, dalam lamunannya, dia suami yang masih agak bingung  namun setengah sadar dengan apa yang dipilihnya kini, apa yang barusan dia perbuat kepada Jean, sungguh bukan sikap laki-laki yang gentle menurutnya.. apalagi sebagai seorang suami. tak seharusnya dirinya sewaktu di rumah sakit sebab saking bingungnya meninggalkan Jean yang masih mengejarnya  itu  saja  bagaimana kalau ada apa-apa dengan Jean, bagaimana kalau sesuatu menimpa Jean, pasti dirinya tak akan bisa memaafkan dirinya itu, pikirnya  seketika  begitu menyeruak  kembali meskipun tidak seperti ketika Jimmy yang terbayang-bayang memory-nya ketika Jean yang koma dahulu, kali ini yang terbayang hanya yang baik-baik, bukan yang mengharukan atau menyedihkan.. syukurlah, rumah tangganya yang terbilang masih sangat seumur jagung ini, bisa dibilang bahagia , meski tak ada orang tua-mertua yang melengkapi kehangatan di kediaman mereka yang luas sangat itu  terlebih Jean, yang harus yatim-piatu semenjak kecil  Jimmy yang ditinggalkan ayahnya saat berusia 24 tahun  oh  seusai mengaduk susu itu hingga kental, Jimmy pun yang tak mau dibantu oleh asisten pribadinya itu tetap memilih untuk menyediakan jasa siaga-nya untuk sang istri tercinta,. meski agak sedikit kebingungan dan sesekali menelepon Jong Sang untuk meminta bantuan..

#Di Ruang Kerja Jean  06;00 sore

Jim yang masih memandangi Jean dari balik pintu, belum sempat masuk, sebab dirinya begitu terpesona melihat Jean yang selalu fokus dengan pekerjaannya, yang meskipun dalam kondisi hamil, yang bisa dibilang sangat lemah dan rawan itu, justru dirinya sangat semangat dengan itu, apa pun tak akan mampu untuk mengahalangi niat Jean, istri yang memang sudah dikenalnya sejak lama  Jim yang masih seperti itu, berdiri mengintip dengan posisi badan tegak bersandar di tembok  mendadak jadi teringat awal pertemuan mereka setelah perpisahan di taman kanak-kanak California itu, Jean yang semula namanya Shin Hye di korea melamar menjadi stylish, sebenarnya dia wanita direkomendasikan oleh Manager Ma, wajahnya wanita yang cantik memang, anggun, mempesona, dan sangat bergaya  semakin meyakinkan Geun Suk yang saat itu menjdi vokalis A.N.JELL yang tengah mencari stylish juga untuk mengarahkan gayanya. sehingga tak ada alasan juga untuk tidak menerima Hye, Shin Hye, ini  hmmm  waktu berjalan cepat, dalam 1 semester mereka nampak begitu dekat, hingga tersebar video yang cukup menggemparkan untuk semua fans-fans A.N.JELL yang memperlihatkan sebenarnya hanya Shin Hye yang sedang memakaikan pakaian mode baru untuk Geun Suk yang tentu telanjang dada itu, namun sayang, malah salah diartikan sebab mendadak entah siapa yang sengaja merekam ini dan menyebarkannya, kalau  Geun Suk yang mendadak menekan stylish-nya itu sekedar untuk menggantikan celana pendek-nya juga, sungguh tak tahu malu, yang tampaknya memang dirinya tengah menggoda Shin Hye  menguji seberapa Shin Hye tahan? ternyata dirinya salah, Shin Hye benar-benar gadis yang terhormat, Dirinya wanita sangat berbeda dengan gadis yang lain

“SRRRKKKHH.” mendadak Jean yang bangun dari posisi tiduran-nya dari tempat tidur yang disediakan di ruang kerjanya itu, telah tahu ada Jim, suaminya yang sedang berdiri di balik pintu itu, sedikit seperti kesakitan, Jean pun yang balik badan dari memunggungi tempat tidurnya  tengkurap  dan segera menegur Jim,

“,Jim, sudah berapa lama kau di sana ,” sambil menutup Laptop-nya Jean, segera mendekati Jim, dan mengerlingkan mata untuk mempersilahkan Jim masuk,

“,ehm, aku mendapat pesan dari ibu, katanya mereka akan kemari lagi, tanggal 18 Februari nanti ”

“e  begitu  kenapa begitu cepat  padahal kita belum sempat berbulan madu”

“ah, itu tak penting juga, yang terpenting kita bisa selalu melewatkan masa-masa bersama, dan tak terlalu disibukkan dengan semua kegiatan-kegiatan kita, bagaimana menurutmu, lagipula, aku, kau lihat sendiri, kan, tak memungkinkan membawa bayi kita ke tempat-tempat seperti itu  pantai, gunung, vila, hotel  hemm  meski dia belum terlihat di perutku ” sambil memandangi perutnya yang masih tampak seperti belum ada kehidupan itu, Jim yang melihatnya segera meletakkan gelas yang berisi susu formula itu di pinggir meja Jean, dan mendekati Jean untuk sekedar memegang perutnya  dan merangkul Jean yang mengambil tempat untuk duduk, di atas tempat tidur yang tadi digunakan Jean untuk mengerjakan tugas kantornya

Jean yang merasa sedikit geli, hanya menahan tawa, dan menengadah mengahadap ke atas, wajah Jimmy yang menggantungkan dagunya di atas kepala Jean, Jean pun tersenyum manis, membuat Jim yang sempat panik dengan jawaban Jean yang cukup mengherankan tadi, akhirnya menurut saja, bagaimana tidak? sebagai pengantin yang sudah menikah 6 bulan, dan belum berbulan madu tapi Jean sama sekali tidak mempermasalahkannya  Jim yang masih menopang Jean, merangkul baku jean dan melingkarkan lengan kanannya untuk merapatkannya  sedikit hangat dirasa, mengendus bau harum dari rambut Jean, dan sebentar-sebentar Jim mencium puncak ubun-ubun Jean

“aku, sangat bahagia. Jean.. bagaimana rasanya..”

“apanya, menikah ?” Jim hanya menggelengkan kepalanya ringan, pertanda dirinya bukan menanyakan perihal itu, Jean yang merasa aneh, kemudian terpikir kehamilannya

“, tentu saja SENANG, SENANG, SEKALI  meskipun sedikit gugup dan cemas sesekali.. sebab ini pertama kalinya. dan ini buah cintaku, bersamamu  aku sempat menganggap ini mimpi  ”

“kau, percaya dengan kekuatan cinta, takdir  ” mendadak Jean membalikkan muka, untuk sekedar menyela dan bertanya. bagaimana reksi Jim  oh, tidak, Jim malah memejamkan mata  Jean yang merasa kasihan terhadap suaminya wanita itu pun, beranjak mengecup pipi kiri Jim  namun, sial  Jim, yang sedari tadi ternyata belum tidur hanya tersenyum kecil, membuka matanya  dan menarik Jean  ke pelukannya  Jean yang sudah memakai gaun tidurnya itu pun, hanya membelalak tak percaya, namun tetap diam. apa, pikirnya, Jim yang tak berkutik juga, mulai berucap,

“kenapa, kau meragukan kekuatan cintaku, ? ada apa memangnya  ? tentu, itu 2 hal berantai ”

“maksudmu ,” lalu Jim yang mengeluarkan dompet dari saku celana Jean Hitam panjangnya

Jim memperlihatkan foto kecil mereka sewaktu di taman kanak-kanak California 20 tahun yang lalu, masih bagus foto itu nampaknya, sehingga Jean yang dengan mudah mengenalinya, dan Jean ikut mengambil kotak kecil dari bawah laci kerjanya, 4 buah benda mungil, 4 buah miniatur yang berbentuk bintang-tangga-pohon-dan boneka putri

“Kau ingat ini  kapan kita akan melihat wajah lucu-lucu itu seperti mereka, kau tahu, ini yang selama ini selalu kubawa di dompetku, menemaniku, sebab aku selalu mencarimu, badut pesta ” Jean yang mulai terharu hanya terdiam sebentar, dan membuka kotaknya itu, Jim yang terperanjat langsung memegang 4 miniatur kecil itu,

“kau masih menyimpannya..? memangnya kau tahu apa maksudku memberimu ini, ?” Jean pun mengangguk.  Jean yang terharu dengan benda yang dilihatnya barusan itu, foto mereka  sewaktu mereka, sebelum berpisah, ,dan pergi meninggalkan Jimmy ke Korea Selatan, untuk pindah ke sana, sebab ayah Jean pindah dinas waktu itu, Begitu juga Jimmy yang tak kuasa membendung air matanya untuk tetap tertahan,

“bukankah aku pernah bilang aku akan jadi BINTANG UNTUKMU? tapi kenyataannya aku tak akan pernah menjadi ha itu  aneh  tak mungkin bisa, sehingga aku memilih untuk tetap menjadi apa adanya aku, dan menaiki tangga untuk meraih bintang hingga dapat dan memberikannya padamu ”

“dan kau menyuruhku yang waktu itu putri, badut pesta katamu  hemmm, untuk tetap menunggu dan bertahan, maka hanya boleh menjadi pohon, dan, dan. ” Jean yang ingin meneruskan tersendat-sendat Jim pun meneruskan,

“dan kau tetap menepati janjimu,kan, BODOH, TOLOL, bagaimana andai saja takdir berkata lain, dan Tuhan tak mempertemukan kita  apa kita akan tetap begini,? bodoh, kau itu bodoh,”

“setidaknya kita yakin akan kekuatan cinta, dan itu sudah cukup membuktikan segalanya  ” Jim yang tak tahan apa yang ia dengar langsung saja mencumbu istrinya itu, menempelkan bibirnya hanya untuk menjaga kegalauan hati pasangannya itu,basah, kali ini, bukan karena, sesuatu, namun karena air mata mereka yang tak henti menetes, dan mengalir sesuai perasaan mereka yang sedang berteriak, dari semua ini,.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to He’s Our King Bee

  1. I simply want to say I’m new to blogging and site-building and certainly loved your page. Almost certainly I’m likely to bookmark your blog post . You definitely come with excellent stories. With thanks for sharing with us your blog site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s