He’s Our King Bee


 chapter 16

16

Akhir yang Dibanjiri Jadwal

#Pantai Kailua Pantai – Honolulu, Amerika Serikat 10;00 Siang ~

Jimmy yang berjalan-jalan dengan Jen sang istri, dimana mereka tengah menikmati hari ke-lima-nya itu, oh, sungguh mengasyikkan memang bersama selalu dengan orang yang kita cinta, itu yang mengalir di benak Jimmy, ini, untuk Jean, dimana mereka yang sama-sama sibuk yak pernah sekali pun merasakan masa-masa ketenangan seperti yang tengah mereka rasakan selama ini, mereka yang selalu bersama semenjak kecil, hamper tumbuh dengan saling mengenal satu sama alain, dimana Jean yang mulanya lebih dulu memperlihatkan rasa simpatinya wanita kepada sang pangeran ‘kuda jelek’ itu, yang selalu nampak murung ketika dirinya tengah asyik bermain bersama kawannya semasa di taman kanak-kanan itu, Jimmy yang kini telah berubah, berubah sebab Jean yang merubahnya, semua kebiasaan buruknya… dimana ketika usianya yang menginjak dewasa, pancaroba, ketika itu tengah berumur 22 tahun sebagai ketua boy band A.N.JELL saat itu, yang dimana dirinya begitu digandrungi para gadis-gadis Korea, yang selalu pulang mabuk, minum Wine, Bir, Sake Jepang, atau hanya minuman beralkohol kadar rendah, intinya sama saj, dirinya suka mabuk, dan begitu cinta alcohol, dimana itu selalu mengisyaratkan dirinya yang itu dikala tengah berada pada masa yang putus asa, kalian tahu, akan tahu bila jadi Jimmy yang bernama Geun Suk saat itu, dirinya yang menyerah untuk mencari Shin Hye, sejak usianya 15 tahun yang emnyusul Shin Hye ke Korea, kasihan, padahal Jean itu, yang dulu berkerja padanya, tak salah, dirinya dijodohkan oleh Produser Ok Bun, Kim Ok Bin yang sangat berjasa, tanpa disengaja… hingga sekarang ini, jasa-jasanya yang baru terasa, dan bias dirasakan, diajaknya Jean yang telah 5 jam lebih itu bermain pasir, air, membuat castle dari tanah, sekedar untuk mengenang masa lalu, dan menyusun rencana untuk memberi nama anak mereka yang akan lahir 3 bulan lagi, kini waktunya kembali ke hotel,

#Waikiki Hotels pukul 06;00 sore~

Jimmy yang mengikuti Jean yang tengah lelah dari berjalan-jalan tadi, memicingkan matanya hanya demi memandangi punggung mulus sang istri itu, dilihatnya sesekali, betapa menawannya wanita itu yang menjadi istri yang telah dipilihnya untuk menjalin kehidupan yang lebih dinamis nantinya, oh, begitukanh, Jimmy yang mulai mendekat kea arah Jean yang sedari tadi tak sadar selalu memunggungi posisi sang suami yang juga sam atengah melihat ke arah laut dari samping dalam depan bidang jendela kacanya itu, Jimmu yang mulai melihat ke arah Jean yang  melai menyadari keberadaan Jimmy yang tengah berada di hadapannya kini,

“mau apa?”

“tidak, hanya memandangimu, membuatku serasa hilang lelahnya,” Jimmy yang menyunggingkan senyum tipis ke wajah sang istru yang sedang didekatinya itu, Jean yang nampak kelelahan bahkan tak mengindahkan perkataan yang diucapkan Jean padanya, Jean langsung saja menyambar majalah fashion yang berada di hadapannya wanita di atas meja di samping guci itu, merebahkan tubuhnya wanita yang mulai telentang di atas ranjang yang benar-benar tertata rapi itu, Jimmy pun seketika aneh dibuatnya wanita, namun itu tak lama, Jimmy malah tergoda yang sedari tadi baru tersadar akan pakaian special yang Jean kenakan… kenapa, ya, karena baru pertama kalinya ini Jean mengenakan rok di dalam ruangan tanpa acara resmi, biasanya dirinya wanita selalu memakai busana yang casual namun tetap memperlihatkan indah kakinya wanita, seperti Jean, ketat, atau, ah, sulit sikatakan, yang jelas, pesona Jean lebih keluar akhir-akhir ini, apa mungkin anak kami wanita,? Ahh.. aku pusing memikirkan ini, mana mungkin, kenapa kemarin-kemarin dirinya wanita begitu marah jika aku dekati, bahkan untuk mencumbunya wanita saja aku harts bersusah payah untuk menyusun strategi, kali ini, tidak boleh, aku tidak mau kecolongan lagi, ini, pikir Jimmy,

Jimmy yang mulai ikut menepi di ujung ranjang, menoleh kea rah Jean, sesekali, Jean yang merasa ada yang aneh di matanya wanita hanya menggeser tubuhnya wanita berusaha menyingkir dari Jimmy yang mulai melangkah mendekati Jean itu, menggeser-geser bahunya untuk mencapau, eberapa jengkal di dekat Jean, namun apa daya malah Jean hendak jatuh tersungkur sebab dirinya wanita yang selalu bergerak untuk menepis tatapan tajam sang suami tercinta itu, apa-apaan, pikir Jean, Jean yang seketika itu, ditarik tangannya wanita oleh Jimmy yang akan bisa membaca gerak tubuh Jean yang hendak jatuh itu ke dekapannya di tengah ranjang.. hingga suara yang sedikit mengganggu sebab decitan suara itu, yang mendadak berbunyi, saking kerasnya tarikan Jimmy yang mendekap Jean ke pelukannya itu, dipandanginya mata Jean lekat-lekat, ditatapnya lagi, semua keseluruhan wajah Jean, membelai rambut Jean yang wangi dan masih terurai panjang dan bergelombang itu, meski baru saja, ganti… mode rambut, namun itu lebih cocok menurut Jimmy yang mana sebagai sang suami lebih menyukai rambut Jean yang bergelombang gaya, dibanding dengan yang lurus polosan, tangan Jimmy yang mulai menjalar tanpa disadari Jean, di bawah rok mini-nya wanita itu, yang terbuat dari bahan Levis juga, masih memandang Jean yang masih takjub dengan nafas nereka yang hamper saja bersatu itu, tangan Jim yang mulai nakal, menarik 1 utas tali yang mengikat di kedua ujung pelais oragan sensitive Jean yang mana memang hanya tertutup oleh selapis tipis merah yang menyangga Mrs. V-nya wanita itu, tanpa terasa semuanya dibiarkan terbuka begitu saja, masih belum tersadar dari ulah Jimmy yang sedang bermain dengan oragan bawahnya wanita itu, hingga Jean yang hendak beranjak, sebab mulai merasa gerah, tangan Jimmy yang masih menahanya wanita untuk tetap di sampingnya, mengecup bibir lembut nan mungil wanitanya itu, dengan sedikit menekuk kedua siku yang membatasi lengan atas dengan lengan bawahnya itu, sedari tadi masih mejaganya wanita di atas dagunya tanpa sedikit pun berkutik, membiarkan semua pikiran liciknya itu bermunculan hingga memaksa traganya untuk kembali melakukan di sore itu dengan sang istri yang mulai sedikit banyak mau menuruti kemauannya itu, meski pasti begitu sakit yang ditahan sang istri, namun juga ,arhh, sulit dikatakan dengan kata, tak satu pun yang bisa menggambarkan seperti apa kompleknya rasa yang kami emban saat melakukan ini, Jimmy yang masih mendongakkan kepalanya hanya demi mencumbu sang istri itu, akhirnya pun melancarkan aksi senonohnya itu, berulang kali dicobanya menjejalkan sebagian dari alat prianya itu ‘Billy’ begitu istilahnya, ini sedikit pengetahuan saja,

namun Jean yang masih mengelak berusaha lari itu, tak mampu utnuk membebaskan diri, kini dirinya tengah berada on the top dari cercauannya masing-masing yang saling berpadu seperti suara burung kutilang itu, bahkan lebih merdu, di kepalanya yang makin mengiang saja, ditekannya wanita kedua lengannya agar tak bergerak, namun.. memang sedikit lepas kendali, hingga Jimmy pun sadar Jean yang tengah meronta sungguh-sungguh sebab kegiatannya yang kini mulai terasa sedikit kasar dan sangat memaksa itu, didapatinya Jean yang makin merintih, hingga Jimmy yang masih setengah teler itu, membalikkan posisi Jean yang kini berada di atasnya, yang masih dicengkeramnya bahu Jean yang masih mengenakan busana atasan yang mulai separuh terbuka itu… Jimmy yang mulai merasa ada yang aneh denga breast Jean pun mulai membukanya, perlahan namun juga masih terkesan memaksa… sebab dengan hanya satu kali… gerakan saja yang menarik resleting depan di bawah dada Jean itu, yang akhirnya membuka lebar Jendela breast Jean yang seketika itu terjatuh di dada Jimmy yang bidang saking kagetnya wanita, Jimmy yang mulai membuka-buka memorynya yang tak tersusun rapi itu, seketika menemukan jawabannya dan segera balik menaanya pada Jean, namun masih diurungkan untuk meneruskan biarahinya yang belum dirasa sampai ubun-ubun itu, Oh, Jean, kenapa bisa sampai seindah itu, tiap lekukan tubuhnya wanita bahkan memperlambangkan betapa besar artinya wanita di mata Jimmy yang selalu saja memintanya di saat yang tak tepat, tidak dulu, tidak sekarang tetap saja, sama-saja, kau tahu, ini yang disukai, Jimmy dimana Jean yang mulai merajuk dan ganti membalasnya, bangkit unruk memperlihatkan breast-nya wnita yang entah darimana bisa secepat itu mengembang, tentu saja lewat syaraf-sayaraf yang mulai bekerja untuk menghasilkan air susu itu untuk kelahiran sang bayi kelak, dasar Jimmy polos, dokter yang bahkan tak menahu tentang hal itu, Jean yang sedari tadi berusaha untuk mengeluarkan mr. P Jean dari mrs. V-nya yang mulai berlumuran liquid pekat itu lagi, lagi-lagi gagal, hingga dirinya tersungkur ke hadapan Jimmy.. Jim yang menerimanya  dengan senang hati, tanpa sengaja tertindih tetap di unjung putting kanan breast Jean itu, dirinya yang semula juga bingung kenapa, malah seenaknya saja, menghisap di bagaian ujung yang sedikit coklat itu, Jean yang kaget dengan perbuatan Jimmy itu hanya bergidik ketakutan, namun alhasil, mahal memmbuat tubuh mereka makin kuat bergeser dan bertumbukan itu, sakit namun menyenangkan dan tentu membekas indah itu….itu, iya, Jean yang bahkan di akhir fighting yang membuat Jean makin lesu itu, hanya tersenyum dan memberikannya lagi satu-dua kali, memasukkan secara sebgaja dan sadar mrs. V-nya wanita untuk sekedar menyodorkan atau dimainkan olehnya yang tengah mabuk berat itu, dan bersamaan tertidur lelap oleh, olehnya,

===============================================================

#7 tahun kemudian~

Jimmy yang telah 2 tahun berpindah dinas dari Hongkong ke Korea Utara yang masih masing selama 1 tahun berturut-turut dan bergantian itu, hanya terdiam saja, menunggu pesawat yang ditimpanginya kini, membawanya, kembali ke Canada, sambil sekedar mengingat Jean, tengah apa kiranya wanita dengan buah hatinya yang mulai beranjak dewasa itu, kisah baru akan segera dimulai tentunya.. Jimmy yang sudah bukan seorang dokter lagi, usianya yang tengah menginjak 34 tahun itu, kini berpenampilan lebih dewasa dan elegan, pernahkah kau jumpai, rambutnya yang sedikit panjang di bahwah lehernya yang memakai kaca mata itu, namuan tetap tak meninggalkan kesan tampannya, bahkan makin nampak berwibawa, tinggal melangkahkan kaki saja, pasti semua sudah mengenalinya, dokter Jimmy Black yang sekarang menjabat Kepala Rumah Sakit itu….

Di Kediaman Sendiri Sesampainya~

Jimmy yang memencet tombol itu, di depan pintu yang timbul tombol merah itu, hingga tangan halus nan ramping seorang wanita yang membukakakn gagang ujung pengait di pintu itu, yang tak hentinya wanita membiarkan dirinya hanyut ke cerita yang menggelayut di hadapannya wanita, memandangi Jimmy tanpa mempersilahkannya masuk terlebih dahulu, Jimmy yang bahkan membuka lebar lengannya tanpa dihiraukan olehnya sang wanitayang amsih sejak semula memiringkan kepalanya wanita tanda tak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya wanita kedatangan Jimmy yang begitu mendadak, Jean, ya, dirinya yang secara fisik juga berubah itu, makin kurus saja, dengan dandanan ala ibu rumah tangga biasa yang mengenakan rok panjang dan baju lengan pendek, menarik danmengeret koper Jimmy yang sampai kamar itu, mereka yang bahkan sudah di kamar pun tanpa kata, Jean hanya masih tetap diam, memandangi Jimmy, suaminya wanita itu, yang katanya …

“Jean, kenapa, kau tak bicara, ,sepatah kata pun, kau tak ingin melapaskan rindu denganku..” Jean yang makin deras menangis itu, hingga sejadi-jadinya wanita membiarkan air mata itu membasahi pipinya wanita, Jimmy yang tak sanggup melihat Jean menangis itu, memegangi bahu wanitanya itu perlahan,.. mencoba mengerahkan tenaganya yang lunglai untuk menenangkan Jean dengan Missing Kiss-nya itu, ciuman kerinduan yang tengah dihempaskannya dalam bibir Jean yang telah basah dengan air matanya wanita itu sedari Jean datang, mengecupnya, menghirap, hingga menghirupnya, yang makin lama makin dirasanya itu bagai kedamaian dimana hujan membasahi bumi yang tengah kering bertahun-tahun itu, Jean yang melepaskan lebih dulu,

“kenapa kau sudah pulang sekarang, bukankah masih 1 tahun lagi… tugas yang kau punya,”

“apa kau tak rindu aku? Kau ingin aku kembali lagi, aku lakukan ini demi kau, aku tak menghubungimu,.. untuk segera menyelesaikan tugasku, yang harusnya memang masih 1 tathun itu, Jean, kau jangan marah, ya, aku melakukannya hanya untukmu, percayalah, sayang,”

“tapi, kenapa.. kau kan bisa menghubungiku, jangan kucing-kucingan seperti ini, aku selama ini, selalu merindukanmu,” balas Jean yang masih sesenggukan itu, Jimmy seketika teringat untuk menanyakan sang putra, Staenbee Jonas, yang dipanggilnya dengan nama “King” itu, King Bee, sebab impiannya yang ingin selalu memiliki wangja atau dalam bahas pangeran dalam hidupnya, pangeran kecilnya itu, ini dia, buah cintanya dengan Jean yang selama ini telah setia menjaga cintanya wanita, yang meski sudah terpisah jarak selama 2 tahun itu, masih tetap tanpa perubahan, kecuali, rasa pendiamnya, yang kembali ada, sekarang, sudah lama padahal sikap itu tak dimilikinya wanita,

“aku ingin, kita, bisa, segera.. memberi teman untuk Joe, Our King Bee,”  kata Jimmy yang kembali membawa Jean ke ranjangnya., telah lama mereka vakum untuk tidak melakukannya, hingga mereka rasa makin sempit saja ruang yang tersedia, Jean yang merasa risih sedikit dengan kaca mata yang menutupi mata indah sang suami itu, pun perlahan melepasnya, dan mengecup bibir Jimmy itu perlahan, dirinya yang mulai berhenti bergetar bahunya wanita tadi dimana dirinya wanita begitu shock akan kedatangan Jimmy yang kini mulai tersadar dan melayangkan Shuttle Kissnya wanita untuk sang suami itu, merasakan sensasinya untuk yang yang ke-dua kali setelah Flash Kiss bertahun-tahun lalu di belakang taman bermain di Korea… 12 tahun silam, Jean sungguh-sungguh ingin memenuhi pinta suaminya wanita itu untuk segera memberikan King seorang adik, perempuan seperti yang diinginkan Jimmy kali ini, mereka pun membuatnya… perlahan dan penuh perasaan yang bercampur rindu lama tak berdua itu,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to He’s Our King Bee

  1. I just want to tell you that I am very new to blogging and site-building and truly savored your web blog. More than likely I’m want to bookmark your blog post . You surely have wonderful articles. Kudos for sharing your web-site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s