He’s Our King Bee


chapter 15

15

Bulan Nanas 

Pagi itu mereka pun terbangun pasangan baru yang mana belum lama menikah ini, kata sang sepupu yang tak lain adalah Yong Hwa yang sudah kembali ke Seoul kini, sebaab dirinya yang kini telah menjadi actor itu, sedang disibukkan untuk tour launching film ke-duanya setelah You’re Beautiful dalam sequel darama yang bergenre ‘mature’ ini, apalagi selain Banmal, ‘We got Married’ dengan pasangannya Seo Hyun itu, namun kenapa Seo Hyun justru malah ikut kemari? Ke Amerika hanya untuk menemui dan berkunjung ke kediaman calon sepupu iparnya waniya itu, ? dirinya padahal tengah hamil sekarang, dan dapat dipastikan memang benar pengakuan yang asal-asalan diarahkan oleh Yong Hwa sesaat sebelum kedatangannya ke kediaman Jean-Jimmy itu, dirinya memang ganas, sekali tancap gas, maka akan tak mungkin berpaling wanita itu, terang saja, langsung kalap, sebab, hamil, oleh buat nafsunya itu, bukan buah cinta di sini, sebab awalnya Yong Hwa sama sekali tak tertaik oleh Seo Hyun yang pendiam. Dan lebih pendiam dari pada dirinya, itu yang telah tergolong dalam jajaran pria yang begitu cool karena saking tenangnya, itu menurut pemikiran Jimmy, bagaimana Jimmy bisa tahu, sebab Yong Hwa sendiri yang mengadu kepadanya bagaimana yang seharusnya harus dirinya perbuat untuk sekedar bertanggung jawab atas hal itu kepada Seo Hyun, Jimmy yang telah tahu Yong Hwa telah menyesal akan hal itu, tentu juga menasehati dan memberi suggestion kepada sahabat sekaligus adik sepupunya itu,

“aku tahu kau telah sedikit banyak menyukainya, meski itu, baru, dan belum lama setelah kau tahu, dampak dari ulahmu itu, tapi, sebaiknya, alangkah, begitu, kau, nikahi saja dirinya wanita, tentu kau akan bisa menebus dosamu terhadapnya, dan kalian akan bahagia, membesarkan dia bayi selanjutnya, hingga dewasa, ”

“bagaimana… apa kau mau mendengar suaraku, ? Yong Hwa, Junior…”

“argh, kau, jangan panggil aku seperti itu lagi, aku sudah besar, nyatanya,”

“jangan teruskan, bodoh, gegabah sekali, jangan katakana kalau kau bisa menghamili Seo Hyun, bagaimana kalau Jean mendengarkan pembicaraan ini, dia bisa mati berdiri, tak hanya pingsan dibuatnya ulahmu itu, diam, dan tutup mulutmu, bila kau setuju dengan kata tetuamu ini, maka laksanakan,”

“siap, komandan” mereka pun tertawa terbahak-bahak bersama, saling merangkul pundak masing,

#Di Lantai Bawah Ruang Keluarga, 09;00 pagi~

Jean yang telah sampai di bawah lebih, dulu, dan lima menit kemudain disusul oleh Jimmy yang turun berselang tak lama setelah Jean itu, dirinya seketika langsung mengikuti sang ibu yang tengah berbincang-bincang dengan Seo Hyun, dan Yoon Ryu,

“kalian, bangun pagi-pagi sekali,” Jimmy menyapa, tanpa melihat ke arah jam dinding yang terpampang lebih dulu,

“siapa yang terlalu pagi, yang ada, kau yang kesiangan.. saudara kerbau,” balas Mwo Hwa Rang melihat tajam kea arah anak sulungnya itu, Hong ki yang tiba-tiba dating juga menyela,

“nampaknya ada yang tengah bahagia, terlihat dari guratan-guratan garis di pipinya, ehmm,’EHM.. EHMMM,’, tapi sayang dia tak mampu merasa, seperti aku yang masih lajang” Jimmy yang tak mempedulikan sama sekali perkataan yang sebenarnya diarahkan kepadanya itu, dan bergegas saj, duduk di tengah-tengah istri dan sang ibu,

“maafkan aku ibu, aku akui selalu saja kesiangan soal bangun pagi, padahal aku ini dokter, bagaimana bila terjadi sesuatu dengan pasien, namun aku tak segera bergegas, untung saja, ada istri sekarang yang selalu sabar membimbing, hehe, iya, kan? Jean,” sambil menoleh kea rah Jean,

“aku ini bukan guru atau pun dosen, mengerti,!!!”

“ah, itu kan, hanya sekedar istilah saja, Sayang, begitu saja marah,” Jimmy yang makin menunjukkan manjanya terhadap Jean, yang sedari tadi melihatnya juga, mengangkat dagu Jean untuk naik sedikit, Jean yang tak mengerti hanya menampik tangan Jimmy dan berusaha, konsentrasi untuk mendengarkanpenjelasan dari ibu mertuanya wanita itu,

“bukankah ibu hendak bercerita sesuatu, apa?” ibu Jimmy itu pun mulai membenahi posisi duduknya wanita menuju tegak dan membusungkan sedikit badannya wanita, begini Jean saying, tatapan mata Hwa Rang pun sudah siap bercerita seakan-akan namapak terlihat sungguh serius dengan perkataan yang akan dikeluarkannya wanita itu,

“selain, ehm, minggu depan kami akan tetap di sini, dengan para asisten kalian, kami memutuskan untuk mengaku lebih awal, tentang kedatangan kami, kami punya misi,”

“apa, ibu? Maksud ibu, ? aku tidak bisa mengerti,” Jean yang masih bingung dibuat oleh kata-kata Hwa Rang itu,

“dengarkan dulu, sebenarnya, Yong Hwa, akan segera menikah, dan–”

“oh, itu.., dirinya telah mengutarakannya kepada kami berdua, ibu, kami sudah merestuinya, benar, kan, Seo—”

“masalahnya, Seo Hyun sudah hamil lebih dulu, sekarang kandungannya wanita telah menginjak 3 bulan ini… sebelum Banmal Song keluar, jadi aku sebagai ibu kalian akan mungkin untuk mempercepat pernikahan mereka,” Jean yang tak mampu menutupi rasa heran dan terkejutnya wanita itu, hendak terbengong itu, Jimmy pun segera menopangnnya wanita di bahunya, takut-takut kalau Jimmy mendapati Jean pingsan, atau lebih dari itu,

“Jean, kau, tak apa-apa? Kita ke atas,?”

“, itu sich, mau-mau kakak saja, kalau mengajak ke urusan ranjang,” Hong Ki yang masih berdiri itu pun menyela dengan kasarnya, Jimmy yang tak tahan dengan ejekan sang adik itu, hanya melihatnya sinis,

“kau itu kenapa, sich, hendak mencari gara-gara denganku,? Nanti saja, aku hendak menolongnya, bukan untuk melakukan yang tidak-tidak, dasar bocah kurang ajar,” Teriak Jimmy sedikit, kea rah sang adik itu,

“salah sendiri kakak tak melakukannya semalam, jadi bawaan kak marah-marah saja,”

“masih berani bicara!!!” Jimmy pun membawa Jean naik,

#Honolulu Hotel, 05;00 subuh, 3 hari kemudian~

Jean yang tengah berada di dalam kamarnya wanita dan Jimmy, mereka berdua, yang barusan sampai itu, segera mendekati Jimmy yang masih menghadap ke laut dari jendela kacanya itu yang terbentang sangat lebar, hingga dari dalam kamar hotel saja bisa dilihatnya hamparan air yang bersamaan menggulung ombak itu,

“Jimmy, kau suka pantai, kenapa kita tidak pergi ke sana? Ini kan bulan untuk kita, yang sangat kau minta itu, kalau aku yang minta, apa kau mau memenuhinya, untuk sekedar pergi ke pantai, tapi agaknya ini masih terlalu pagi, ya,” Jimmy yang masih memandangi pantai itu, laut itu, yang begitu diidamkannya,

“eh, Jean, kau mau berenang bersamaku, akau yakin kesegaran air akan membawa ketenangan dalam otakmu, rileksasi, begitu,”

“kenapa tidak? Aku sangat suka berenang,”

“tapi, hanya saja.. melihat kondisimu, sebaiknya tak usah jadi,”

“apa, aku normal, tak ada yang aneh, jangan bilanghanya karena aku hamil, kau melarangku untuk melakukan apa saja, sekedar untuk menyenangkan hati, kalau tahu begitu, sebaiknya aku tak menurutimu,” jawab Jean yang kecewa, belum lagi kata ini didengarnya wanita dari mulut Jimmy,

“kita tidur terpisah, ya?”

“apa, kenapa harus seperti itu,?”

“aku hanya tak mau–”  “untuk alasan bayi kita lagi? Tapi kalau kau melihat apa yang aku bawa, kau akan sangat menyesal dengan ucapanmu,” Jimmy hanya bergegas kelaur, namun sesuatu ada yang dirinya lupakan, jaket tebal yang dia telah siapkan di ranjang kamar Jean, Jimmy yang masuk kasar itu, tak mendapati Jean bahkan jaket yang dicarinya itu, malah ada artikel yang tergeletak di atas ranjang itu, dibacanya lagi, ternyata berkas kutipan hasil penelitian Hong Ki di perguruan tinggi kedokteran itu, APA!! Apa Jimmy tak salah lihat!! Berulang kali dirinya mengusap-usap matanya, ‘tak Dilarang Suami-Istri Melakukan Hubungan Intim selama Kehamilan sang Istri,’ ya Tuhan, betapa berita baik ini, Jimmy yang seketika mencari Jean yang berlari-lari kencang ke sekitar kamar, mendapati Jean yang sedang memakai pakaiannya wanita yang selesai mandi itu, saking kagetnya wnita melihat kedatangan Jimmy yang begitu mengagetkannya itu, hingga secara tak sadar, balutan handuk putih yang membalutnya wanita itu terlepas cepat begitu saja, Jimmy yang masih gila melihat Jean yang tengah bulat-bulat ‘bare’ itu, bahkan tak sanggup menahannya, air liurnya, yang terbendung di bawah mulut yang terhalang oleh gigi geraham belakang yang terpasang di rahang bawahnya itu,

Seketika Jimmy pun mendekati Jean, Jean yang tersadar sebab melihat sikap suami yang terburu-buru menghampirinya wanita itu, hendak sesegera mungkin membebatkan jalinan kain yang hanya selembar dan pendek itu, namun saying, lagi-lagi Jimmy yang lebih cepat menjangkaunya wanita, hingga Jean tak mempu berkulitk dalam bahui Jimmy yang mulai kurang ajar, membopong Jean itu untuk menyandarkannya wanita ke dinding di balik tirai itu, Jimmy pun membisikkan beberapa kata yang membuat telinga kiri Jean yang mendengar responnya itu, selalu saja bergidik.. ketakutan,

“aku berubah pikiran,” Jean yang berusaha menelan ludah sungguh begitu susah itu, lagi-lagi, mengangkat tangannya wanita ke hadapan Jimmy yang sedari tadi hanya memandangi ke’sexy’an tubuh istrinya itu, Jimmy pun melihatnya wanita dengan nada yang memelas, hingga membuat Jean memutuskan untuk angkat bicara,

“kau kenapa, kau pasti membaca hadil penelitian Hong–”

“tentu………… saja,” ucap Jimmy yang mulai menyapu bibir istri yang kering itu,

“aku sudah membacanya, jadi aku bisa bebas, sekarang, kapan juga aku keluar dari penjara, ya? Hehehe…”

“kenapa kau tertawa, Jimmy!!! Sama sekali tak lucu,”

“tentu aku bisa melakukannya hingga puas kapan saja, ayo kita lakukan, sekarang, tunggu apa lagi, mumpung mood sedang baik,”

“apa… di sini, sekarang?”

“dimana saja kau mau, kau mau di sofa atau kita pesan tempat lain, ayo, ya?”

“aku tidak bias, di toilet, pasti aku tak bisa leluasa bergerak seperti tempo hari, dan jangan di sofa, ketika terbangun pasti akan terasa sakit semua, di punggung, belakang ini, aku tak mau, jadi—”

“baiklah kalau kau menginginkannya, di ,” Jimmy tak meneruskannya dan segera memawa Jean pergi ke tempat yang mereka sepakati bersama, tanpa Jean harus susah payah menerangkan apa yang harusnya mereka lakukan dan perbuat dari pertama hingga akhir itu…

Jimmy yang makin ‘wild’ itu.. dengan matanya yang begitu tajam melihat kea arah sang istri tercinta yang sedari tadi, yang masih dalam posisi seperti itu, masih mengenakan  “double towel” di sepanjang ‘breast’nya wanita, perlahan memberikan ‘hug’ kepadanya wanita, hingga Jean yang sedikit risih itu,  bergerak-gerak di bahu Jimmy yang masih menahannya wanita di rengkuhan bahunya itu,

“Jean, ini, wanita yang tak suka dipaksa, kau tahu, Jimmy, kau itu, bodoh,!!!”

“siapa yang tahu…. Aku ini juga lelaki yang sangat sabar, hingga-hgingga tak pernah sedikit pun mengeluh yang ketika tak diperbolehkan dokter untuk melakukan ‘itu’, masa di bulan madu.. maksudku ‘bulan nanas’ kita sebab sedikit terlambat itu, aku masih belumboleh melakukannya, ha? Kau itu jahat sekali, aku juga sudah membaca semua persyaratan yang diajukan oleh Hong Ki, sang calon professor itu, yang tak lain adalah,”

“apa,”  Tanya Jean yang makin kaget sebab Jimmy yang mulai membawa Jean mendekati ranjang itu,

“dia adalah,”  belum selesai jimmy berucap namun Jean yang sedikit terperanjat sebab mereka sudah bertindihan di tengah ranjang itu,

“dia itu, pahlawan bagi hubungan kita, meski sedikit, kesiangan, sebab dia yang paling terakhir hadir, dan muncul di hadapan kita,”

“a—apa kau sudah bertemu dengan produser Kim,” Tanya Jean yang tak semata-mata ingin bangun itu saking gerahnya wanita,

“kau mau kemana di sini saja, temani aku, akan sangat sebentar waktu untuk kita bersama, hanya 1 bulan sebelum aku mengoperasi 5 pasien darurat,”

“aku pun juga sebelum, menandatangani, semua, kontrak baru para trainer, paramugari”

“kalau begitu tunggu apa lagi, jangan banyak bergerak, sungguh sulit, mempertajam penglihatan di sampingmu, untuk sekedar—”

“aku bisa SENDIRI!!! Jangan sentuh aku,!!!!” Jean pun mengganti balutan handuknya itu dengan gaun transparannya wanita… dan seketika itu Jimmy ganti yang bergidik, melihat ke’molek’an Jean itu, yang dating menghampirinya perlahan,

“ayo, Jim…” sapa Jean yang telah kembali dengan halus, Jimmy yang masih melotot itu pun mulai tersadar, dan bangkit menghampiri Jean itu, merapikan selimut yang berada di samping kanan-kirinya itu, untuk mempersilahkan Jean duduk, dan segera mematikan lampu meja, sebab masih sangat pagi itu, pukul 05;10 di Honolulu, Hawaii, mereka pun lancer-lancar saja, 5 jam mereka masih di dalam, meski sebagai tamu penghuni baru di hotel itu, dan segera membaersihkan diri mereka tepat pukul 10;10 tepat, hari yang begitu menyenangkan untuk Jimmy, pertama kalinya, mereka memadunya, di pagi buta, dan terlma kedua setelah semalam suntuk yang pertama kalinya, hingga bleeding itu,

“Jean, terima kasih, saying, aku tak mengira, kau mau melakukannya demia aku,” ucap Jimmy yang juga memberikan passionate-kiss itu setelah ‘fighting’ itu,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to He’s Our King Bee

  1. I just want to mention I’m newbie to blogs and actually loved you’re web page. Probably I’m want to bookmark your blog post . You absolutely have very good posts. Many thanks for revealing your web site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s