He’s Our King Bee


 chapter14

14

Mengurai Waktu yang Begitu Mendebarkan

Entah apa yang membuat Jimmy menjadi begitu menghilang semua rasa kesalnya, Yong Hwa, sepupunya yang memang dirinya tak salah terka dimana selama ini, dirinya terus membela Yong Hwa, ternyata memang bukanlah hal yang salah, mengingat Yong Hwa yang memang benar-benar butuh perhatian lebih, dimana hatinya, dimana perasaannya sebagai seorang kakak sepupuya yang juga pernah tinggal tinggal dalam satu atap, bersekolah di satu sekolah dan kelas yang sama juga, oh, Tuhan maafkanlah khilafku, dimana beberapa detik yang lalu aku sempat mengiranya sebagai seorang pengkhianat, aku salah, maafkanlah aku, Tuhan, kembalikan lagi keceriaannya dimana dirinya seperti hal ketika belum dititipkan kepada orang tuaku, mendiang ayah, aku berhutang budi pula terhadap keluarganya yang juga telah menganggapku sebagai anaknya sendiri, anak mereka sendiri, dimana yang tak pernah kurasakan selama menjadi anak laki-laki sulung di dalam keluargaku, ayah dan ibuku,

 

Lagipula tak salah juga aku yang memilih Jean yang menjadi calon ibu dari anakku kelak, dirinya yang selalu mengerti dimana perasaan orang lain bahkan Yong Hwa dimana dirinya yang pernah kesal dibuatnya oleh ulah jahil Yong Hwa, namun dirinya tak dendam, malah, membalasnya dengan hangat cintanya wanita, yang dirinya wanita miliki, bilamana tidak, itu yang semakin membuat diriku terketuk di hati yang terdalam, dia wanita, Jean adalah istriku, benarkah ini, ? jadi benarlah kalau selaman ini yang mereka di luar katakan bahwa aku adalah pria paling beruntung yang ada, sebab istri yang aku miliki ini, penuh maklum dalam dirinya, tak pernah berbagai perbadaan kami berdua yang sedikit pun tampak pernah mengusiknya, malah sepertinya dirinya wanita tampak begitu tertantang untuk mampu mendidikku yang sedikit kurang ajar dan tidak sabaran ini, dimana semejak aku meninggalkannya wanita ketika semasa di mess itu, keadaan diriku sudah mulai membaik, ahhh, apa maksud semua ini, kenapa sikap kekanak-kanakan diriku selalu tak tertahankan ketika bersama Jean, dia begitu menawan seperti malaikat yang selalu mampu mengayomi, benar, kata Jean, dia wanita akan selalu menajdi perisai dalam hidupku, tapi, tunggu, bagaimana dengan Yong Hwa, dirinya akan tetap menjadi lentera, di hidupku, selain dirinya yang selalu memotivasi aku selama ini, dimana aku yang merasakan hampa dalam hidupku, yang selama 10 tahun kami dibesarkan dalam satu atap, dan sekarang, tanpa bisa memberikan sesuatu yang berharga, dirinya hendak pulang, begitu saja, kembali ke Korea, aku malu atas insiden akhir-akhir ini, dimana Aku dan jean yang selalu meributkan hal-hal yang tak penting selama di rumah, Yong Hwa, jaga dirimu baik-baik di Pusan, aku akan merestui kalian, Kau dan Seo Hyun, kenapa tidak, untuk wanita yang begitu kau kagumi saja, kau rela menyerahkannya kepadaku, kenapa aku tidak bisa memberikan nyawaku sebagai gantinya, ibarat kata, Jimmy hanya bisa membatin lama,

#Bayway Airport 02;00 siang,

Jean yang tanpak sedikit, galau, gundah, entah kenapa, sebab ini kali pertamanya wanita untuk menjemput seorang ibu, dimana di situ adalah ibu mertuanya wanita, bagaimana tak gugup, bolak-balik dirinya pergi dan keluar masuk toilet membenahi penampilannya wanita yang Jean rasa masih kurang cocok sebagai wanita hamil, dimana dirinya wanita dipilihkan gaun mini dress polos berwarna merah maroon itu,Jimmy yang tentunya juga sudah memilihkan yang terbaik, sebaik-baiknya pilihan untuk sang istri itu, namun apalah daya, Jean merasa tak nyaman, dirinya terlihat gugup sekali dan canggung, menyentuh dan memegangi perut depannya wanita, dan mengelap sesekali peluhnya wanita di dahi, itu, Jimmy yang nampak kasihan melihat Jean, pun berusaha menarik tangan Jean, untuk duduk di kursi tunggu bersamanya, memegangi dan mengarahkan kepala Jean untuk bersandar di bahunya….sementara Yong Hwa, yang juga terlihat begitu terburu-buru itu meninggalkan Canda, mungkin ada urusan yang begitu mendadak sehingga dirinya tak mampu berlama-lama hingga bergabung dengan yang lainnya, namun, tak lama kemudian pesawat American Airlines itu mendarat, hingga keluar salah 12 orang dari barisan penumpang itu, adalah kewarganegaraan Korea, tak salah lagi, pasti mereka, Jean yang masih berdiri..tanpa mengikuti Jim yang menyambut mereka semua dengan memeluk mereka bergantian, Jean yang hanya terbengong dan tersenyum, dihamburkan lamunannya wanita oleh Hong Ki yang lewat di sampingnya itu, namun terhenti,

“astaga, kau, Noona, kau, Shin Hye, Shin Hye, aa, pasti ini,kau tengah hamil, ya? Wah, aku segera menjadi paman,muda, ha, ini, paman Hong Ki, keponakan, salam kenal,” kata Hong Ki yang terlihat senang melihat kehamilan sang kakak iparnya itu, sambil memegangi sekilas menyapu perut Jean yang mulai menggembung itu, dari tampak samping,  dilihatnya sesekali Jean yang masih terpaku,oh, ternyata, yang dilihatnya wanita dalah mertuanya wanita itu, ibu Hong Ki dan jimmy, yang tak lama kemudian Jimmy yang menghampiri di depannya wanita, yang langsung merangkul Jean untuk segera memberikan hormat kepada kesemuanya, ternyata mereka semua tak kalah rindunya dibuat oleh keadaan yang memisahkan mereka semua akhir-akhir ini, bahkan sepupu Miss. Wang yang dahulu adalah rival Stylish-nya wanita juga ikut datang, Yoon Ryu, suatu kehormatan bagi Jean yang memang tengah rindu kepada mereka semua, para kru AN… benar-benar bagai hari reunian yang memang tengah dinantikan oleh kesemuanya itu, hingga mereka pun menginap di apartemen Jean-Jimmy yang tentu masih longgar itu untuk saekedar menampung 12 orang penghuni baru itu, Jean yang dengan senang hati melayani, mereka para tamu istimewanya wanita itu, hingga hampir-hampir lupa dengan kesehatannya wanita dan pesan Jimmy yang menyuruhnya wanita untuk tak terlalu lelah dahulu sebelum menginjak ke bulan ke-delapan masa kehamilannya wanita, dan Jean kini tengah memasuki bulan ke-enam, itu,oh, mendadak perutnya wanita begitu sakit, hingga bertubi-tubi dirinya sebentar-sebentar berheni berjalan untuk sekedar berdiri, menyeimbangkan langkahnya wanita yang tampak sempoyongan itu, menadak Jean yang merasa rumahnya wanita tengah berputar-putar di sekelilingnya wanita itu, kenapa ini, aduh, sakit sekali, padahal dirinya wanita yang tengah asik mengobrol dengan mertua dan Yoon Ryu itu, kini harus berhenti sejenak oleh gangguan dan keluhan di kepalanya wanita itu, Jimmy yang lewat di dapur lantai bwah itu, tak sengaja menemukan sang istri sedang dalam kondisi tak sehat itu pun hanya mengamati tinglkah sang istri yang masih terus berusaha menahan sakitnya wanita itu, Jimmy yang mulai mengerti pun, seketika mendekati Jean untuk membawa Jean menyingkir dari keramaian itu, begitu juga Seo Hyun yang tampak begitu telah akrab dengan Jean, disuruhnya Seo Hyun, calon sepupu iparnya itu untuk membantu memapah Jean naik ke lantai atas, di kamar Jimmy, hingga sesampainya di atas, mereka pun sedikit nampak susah payah, dan kecapaian, Jimmy yang merasa kasihan dengan Seo Hyun memutuskan untuk menemani Jean malam itu, dan mengizinkan Seo Hyun untuk tidur menemani istrinya, namun, Seo Hyun yang merasa tak enak hanya berusaha menolah permintaan Jimmy itu dengan kata-kata yang diperhalus sedemikian hingga, akhirnya Jimmy yang tak tega meninggalkan sang ibu di bawah yang tengah memanggilnya itu,mengurungkan niatnya, dan tetap menjaga Jean, di kamar mereka itu, Jimmy pun mendekati Jean, duduk di samping Jean yang masih terbaring lemas dan tampak kesakitan bukan main itu, terlihat jelas dari kerutan keningnya wanita, dan betapa banyak keringat dingin yang merembes dari telapak tangannya wanita itu ke guling yang tengah diapitnya wanita, merasa tak enak jimmy pun hendak mengambilkan kompres, seperti Jean yang selalu lakukan ketika Jimmy sakit demam beberapa hari lalu, 2 minggu lalu juga, ketika kedatangan Yong Hwa,

20 menit kemudian~

Jimmy yang datang setelah berbincang-bincangnya selesai dengan Seo Hyun dan sang ibu, di lantai bawah itu, tengah siap dengan membawakan selembar handuk putih kecil, untuk mengompres dahi Jean itu dan menaruh bongkahan-bongkahan kecil ice tube itu, hah, Bagaimana ini bisa terjadi, Jean, kasihan, yang sudah terlihat tertidur pula, namun ternyata belum, sebab tangan kanannya wnita yang bisa menahan kepergian Jimmy yang sekedar hanya untuk beranjak itu, dipandanginya Jimmy yang juga tmapk sayu kelelahan menghadapi Jean yang sedari tadi terus saja tak mudah dinasehati itu, berkeliaran dengan para asistennya wanita untuk menyajikan bnerbagai menu makan malam di meja makan besar itu,  di pikir Jimmy cukup para asistennya saja yang melakukannya, Jean pun mulai bicara

“apa yang dikatakan ibu, tadi, aku sempat mendengar ibu memanggilmu, pasti ada sesuatu yang begitu penting,  hingga beliau menyuruhmu turun, apa, katakan, Jim,”

“Eh, tidak hanya, tiket, dan passport, ”

“apa jadi kau mau pergi dinas lagi, apa kau tak kasihan dengan kehamilanyang mulai membesar ini, !!! kau sungguh tega, !!!!” Jean pun terduduk, sayang sekali padahal Jimmy belum selesai bicara tadi,

“jean, sayang,bukan, maksudnya itu, ini untuk kita, kita yang akan—”

“hah, sudahlah, aku mau turun saja, ke taman, halaman depan…..”

“Jean, tapi dengarkan akum, dulu, JEAN!!!!” tampak Jimmy yang mulai sedikit terdengar membentak itu, membuat Jean hampir bergidik ketakutan,Jimmy pun menarik badan jean ke dekapannya yang dijatuhkannya perlahan ke ranjang mereka yang cukup luas itu, menengahkan tubuh Jean yang berada di tepi itu mulanya,

“dengarkan aku, ini, bulan madu kita, bukan, harusnya,bukan itu lagi,”

“ya,ini sudah lama terlewat, aku tahu,bulan nanas mungkin sekarang,” Jean yang membalas tatapan tajam suaminya wanita itu,

“apa,kau mau apa?”

“bagaimana kalau kita buat kesepakatan, untuk menghindari itu, di ‘honeymoon’ kita, aku hanya ingin kau tak terluka lagi, seperti kemarin, di toilet..itu kekhilafan—” Jean pun seketika menyela, sambil tertawa kecil, yang membuat Jimmy sempat bingung,

“ada apa, Jean, apa kau tak marah, aku selalu salah,”

“kau boleh mengajariku, melakukannnya,secara halus dan perlahan,”

“, apa??? Aku sungguh sulit mempercayai ini, tapi—”

“sudahlah ayo lakukan sebelum aku berubah pikiran, Jim,”

“harusnya aku selalu meminta,”

“tanpa kau memintanya, pun, aku kan memberikannnya,” mereka pun berpandangan ;lama., memadu kasihnya,

“pertama, Jean, apa yang paling kau suka dariku, ?”

“ehm, aku suka dagumu., lalu,” “semua ini, bisa dimulai dengan sebuah****” terang Jimmy kepada Jean, Jean yang dengan sadar itu pun mulai mendekat untuk mencium dagu Jimmy, namun lagi-lagi Jimmy yang tak puas dengan kerjha Jean, protes,

“jangan terlalu pelan juga, kau menunggu aku tertidur pulas, ???” Jean pun berusaha mempercepat laju bibirnya wanita itu untuk mendekati Jimmy namun, Jimmy yang sudah siap menghampiri itu pun, langsung menyapu leher Jean, dan menghisapnya seperti ketika mereka terbangun pertama kalinya dari ‘hal’ itu, Jean pun yang berusaha merajuk hanya menggeliat namun tetap membalasnya runtut, hingga mereka yang telah lumayan lama, 15 menit, saling sumbu-itu, Jean yang dimana pinggang yang melindungi perutnya wanita itu, dipegangi dan ditahan oleh kedua rengkuhan tangan Jimmy yang bertumpu kuat di atas ranjang iitu,serta Jean yang yang satu tangannya wanita juga sedang menyangga di dada Jimmy agar dirinya tak jatuh menimpa di dada Jim yang bisanbg dan keras itu, seseklai mereka saling melumat bibir, dan Jimmy yang menjalar, ke bawah,hingga belahan breast Jean, namun tak lama, mereka hanya melakukan itu di sebatas atas, untuk selanjutnya yang akan mereka masih teruskan di Hawaii, Amerika Tengah dan perjalanan mereka ke Amerika Serikat di sepanjang Golden Bridge di USA. Besok, yang tentunya akan ada kejutan yang tengah menanti Jimmy dari Jean itu, esok pagi, itu rekomendasi dari Hong Ki, SANG ADIK IPAR YANG CERDAS ITU,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to He’s Our King Bee

  1. I just want to mention I’m all new to weblog and definitely enjoyed this page. Probably I’m planning to bookmark your blog post . You surely have outstanding stories. Thanks for sharing with us your web site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s