He’s Our King Bee


 chapter 12

12

Pengakuan yang Cukup Mengejutkan

Yong Hwa yang sedari tadi mengikuti kemana arah laju jalan kedua teman-temannya itu, bukan sekedar teman lagi, namun juga seorang keluarga, yang sangat dekat dengannya, semenjak kecil, semenjak dirinya hidup satu atap dengan Geun Suk yang di kala itu juga harus selalu sendirian di rumah ditinggal orang tuannya yang sellau sibuk bekerja mengurusi perusahaan pertambangan dan galian emas yag mereka pimpin selama hidup dan pindah ke Amerika itu, entah apa yang dipikirkan Yong Hwa kecil di masa itu, dirinya hanya bisa merenungi nasibnya dan selalu berusaha ada di saat Geun Suk butuh bantuan dari seseorang yang disebut seorang kawan, dan Yong Hwa telah membuktikan itu, bahwa dirinyalah seorag Teman yang mampu selalu ada di hadapan Geun Suk, yang masih sangat kecilitu, usia mereka masih terbilang sangat muda untuk memikirkan bagaimana masa depan mereka tanpa belaian dan kasih sayang seorang ibu dan seorang ayah yang mendampinginya, tahukah kau, rahasia terbesar Yong Hwa, dimana di saat itu dirinya dititipkan untuk tinggal bersama di rumah pamannya itu, rumah Tuan Ahn, yang tak lain adalah ayah Geun Suk, yang telah meninggal 3 tahun yang lalu itu, pernahkah kalian terpikir seperti apa nasib yang tengah menimpa Yong Hwa, ketika itu, hari pertamanya di Amerika Utara, Canada, di sebuah kediaman yang sangat besar dan luas itu, dirinya tetap saja merasa kesepian, meski 20 pelayan bekerja dan selalu siap untuk bersedia datang sekedar untuk melayani kebutuhannya dan datang untuk menyiapakan semua keperluan Yong Hwa dari mulai terbangun dari tidurnya, menyiapakan air hangat untuknya mnandi, menyiapkan sarapan pagi, seragam sekolahnya, pulang sekolah lagi, begitu seterusnya terjadi berulang-ulang setiap dan sepanjang harinya, dan selalu sama tanpa sebuah perubahaan yang berarti, oh, tidak mulai itu pulai, di hari kedua, betapa pengalaman yang tak mengenakkan, sebab dimana dia ingin berjalan-jalan pergi, entah kemana tujuanny itu, pasti dirinya selalu bertemu dengan bocah cilik yang jangkung dan begitu tampan dengan bermain sesuatu, entah apa itu, yang tampaknya sangat mengasyikkan hingga sang laki-laki kecil tua rumah itu, tak pernah sedikit pun datang atau berusaha menyapa Yong Hwa yang tak lain adalah juga memiliki hak kepemilikan rumah ini, setelah ada amanah dari sang Ayah yang adalah juga adik dari ayah Geun Suk, itu, Geun Suk juga tak pernah sendirian, dimana-mana dirinya selalu tampak dengan seorang gadis manis yang selalu ada waktu untuknya, semenjak itu Yong Hwa mulai iri, menurutnya, dimana perasaan Geun Suk kecil itu, yang juga tak lain adalah sepupunya, tak pernah sekali pun mengajak Yong Hwa kecil yang tenang itu untuk bicara, meski tak berdua, bahkan beramai-ramai pun tak pernah dilakukannya, meski mereka sama-sama berada dalam satu mobil jika berangkat ke sekolah, meski begitu, mereka yang juga sama-sama popular, kurang apa sepupunya ini, Yong Hwa bahkan malah cenderung lebih memiliki perangai yang baik ketimbang Geun Suk yang terlihat kasar dan arogan dari luarnya, meski mereka saling tak tahu menahu tentang apa yang ada dalam benaknnya, dirinya terlewat halus, perasaannya bahkan bagai wanita, dan bisa megalahkan wanita dalam hal itu….

*kejadian 3 tahun sebelum Yong Hwa dan Geun Suk tinggal dalam kediaman yang sama, Di Rumah Geun Suk muda*

Geun Suk yang masih berusia 4 tahun di kala itu, masih menduduki play group di sekolahnya pertama itu, Canada Play-Group Academy, sekolah bergengsi yang ada di Canaa, konon siswa yang masuk di sana rata-rata adalah anak pejabat paling tidak, anak seorang pengusaha-lah, bisa kita lihat Geun Suk anak pasangan pengusaha tambang terkemuka di beberapa Negara Bagian di Amerika Serikat, sedang gadis kecil yang terlihat dekat dengannya, Shin Hye kecil yang juga anak seorang duta Negara Bagian di Amerika Tengah yang tengah menangani masalah Perhubungan Internasional, yang tengah pindah-pindah tempat, tak hanya ke satu Negara, sudah lebih dari 5 negara yang pernah mereka singgahi sekedar untuk memperlebar jaringan kerja sama atau diplomasi dengan Negara-negara lain, sehingga Korea Selatan pun tengah masuk dalam daftar kunjungannya, di kemudian hari, jadi Shin Hye itu tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk ikut suka rela mau tak mau dengan ayah-ibunya gadis itu, ketika itu, ada seorang anak pula dari China yang bersekolah di sana, namanya Yung Fhei, dimana di sini, dirinya-lah yang tengah menjadi pesaing terberat untuk mendekati Shin Hye kacil itu, tentu sebelum Yong Hwa datang, dan ketika itu, Yung Fhei yang ternyata lebih dulu mengungkapkan perasaannya kepada Shin Hye, namun begitulah, seperti yang kita tahu, Shin Hye sama sekali tak menyukainya, tak ada rasa terhadapnya, hingga Geun Suk yang sakit di saat itu, di rumah sakit, dijenguk oleh Shin Hye yang berlari ke arahnya itu, hanya untuk membarinya motivasi untuk segera sembuh, semenjakitu, Geun Suk berubah menjadi seorang yang periang dantak merasa kurang kasih sayang orang tua lagi, sungguh mengharukan, begitulah arti keberadaan Shin Hye di dirinya, hanya itu yang Yong Hwa ingat tentang mereka,

#Di Pintu Masuk Gereja pukul 11;45 pagi~

Yong Hwa yang sedari tadi ada di belakang pun mendahului jalan kedua sahabatnya yang tengah menjadi saudaranya itu, dengan berani dirinya, menghadap ke depan aula, bersimpuh, terduduk di atas kursi terdepan yang tengah di dudukinya, itu berlangsung lumayan lama, hampir setengah jam, namun dirinya yang melihat Jimmy dan Jean yang masih berdiri di belakangnya itu dan hanya melihat memandangi ke arahnya, dirinya pun berkata,

“kenapa kalian masih ada di situ, duduklah di sampingku dan segera panjatkan doa sebanyak-banyaknya di rumah-Nya yang paling aman ini, kita bisa bebas meminta apa saja, meski hanya tinggal ibu Jim yang kita punya, ayah dan ibuku tengah tiad, Jim,” terang Yong Hwa yang berusaha sabar, Jimmy yang merasa dikhianati itu pun angkat bicara dengan emosinya yang kian meluap,

“apa? APA KATAMU?? Jadi selama ini kau lost kontak denganku karena ini, kenapa kau tak pernah bilang, ha? Kenapa kau tak bilang hingga kan bisa saja aku datang ke pemakaman bibi di sana, banyak jasa mereka padaku yangbelum 1 pun aku balaskan, bodoh!! Kau itu, apa kau menganggpku sudah tiada!! Jawab kataku,”

“bukan begitu, tapi—”

“dengarkan dia dulu, sayang,” Jean pun mulai angkat bicara,

“Yong Hwa bisa saja memiliki rencana lain, hanya saja dirinya butuh waktu yang tepat seperti sekarang ini untuk membicarakannya kepada kita,”

“tapi—dia itu PAMAN DAN BIBI—”

“DAN DIA ITU ORANG TUA– DARIKU” Yong Hwa pun menitikkan air matanya, seketika itu Jean mulai sadar akan rasa tenang yang Yong Hwa miliki adalah warisan sikap terbaik dari sang ayahdan ibunya, Jean sungguh menyesal, dipeluknya Yong Hwa sekedar untuk melupakan dan mengeringkan lukanya oleh ulah Jimmy yang emosi itu, emosi sebab dirinya juga sdah menganggap Yong Hwa itu sebagai keluarga terdekatnya yang dirinya percayai justru menyembunyikan sesuatu yang sangat besar, tentang kematian orang tuanya yang membuat Jimmy begitu terpukul,

“Kau, maafkan dia, ya, dia tak bermaksud, tak ada maksud,”

“aku, aku, mita maaf, aku mohon maafkanlah semua salahku, aku terlalu egois untuk menjadi panutan—”

“tak apa-apa, aku-semua,ini, salah— salah dariku, yang tak berusaha terus terang sejak awal,” Mereka pun bertiga, menangis sejadi-jadinya bersamaan, di gereja, itu, tempat dimana mereka bisa bebas mengadu,

“aku, tak akan pernah memaafkan dirimu, bila kau kau masih tak terus terang di kemudian hari,”

“aku janji…………” sambil menunjukkan jari kelingking kirinya, Yong Hwa merasa bahagia atas respon yang diberikan oleh kedua sahabat kecilnya itu,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to He’s Our King Bee

  1. I simply want to tell you that I’m all new to blogs and honestly savored this blog. Very likely I’m going to bookmark your blog . You certainly come with excellent posts. Cheers for sharing with us your webpage.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s