He’s Our King Bee


 chapter 11

11

Dukungan dari Orang yang Tak Terduga

#Di Atas Sofa Kamar Jean-Jimmy 07;30 pagi~

Jimmy yang mulai terbangun, terjaga dari tidur panjangnya semenjak semalam, yang masih bersama istrinya, itu, Jean yang masih berada tepat tertopang dia atas dadanya, dirinya lelaki yang berusaha mengingat semu tugas-tugas kantornya yang belum selesai, berkas-berkas yang masih harus ditandatangani menunggu persetuajuan darinya yang bertugas sebagai Dokter bagian Kosultan bagi dokter-dokter bedah muda lainnya, dirinya memang beberapa hari ini tengah disibukkan dengan semua tugas yang bertumpukkan menanti untuk disentuhnya itu, hingga sampai-sampai tak ada waktu untuk dirinya bersama keluarga, bersantai, menikamati masa-masa menanti kelahiran anak pertamannya, jangankan itu, bahkan waktu untuk dirinya sendiri saj bisa dikatakan hampir tak ada, dirinya yang selalu haus menginap di rumah sakit yang telah menjadi rumah atau tempat tinggal keduanya itu, setelah rumahnya dimana dia selalu memanjakan istri dan dilayani oleh kesembilan asisten pribadinya, hufth, sunggu berat dirinya menarik nafas untuk bersantai, oh, Tuhan, iya, hari ini bahkan hampir saja dirinya lupa kalau akan membwa Jean untuk ke gereja di dekat Beverlly Hill, untuk apa, ya untuk itu tentunya, masih rahasia, bahkan Jean yang istrinya saja sengaja tak diberitahu, untuk sekedar menjadi kejutan dari kejebuhannya akhir-akhir ini, dimana sering sekali mereka bertengkar tak jelas, menangis bersama, manja-manja yang tak jelas pula kadang karena apa, lagi pula Yong Hwa yang datang yang makin membuat Jean akhir-akhir ini semakin nampak naik pitam saja, kenapa, bahkan dirinya wanita sering pula melakukan kesalahan yang disengaja untuk mengarahkannya kepada Yong Hwa, Sang Sepupunya itu bagaimana ini, mana bisa dirinya begitu, di lain sisi dirinya ingin begitu membela Yong Hwa, namun di lain sisi, itu akan sangat mengganggu ketenangan sang istri tercinta, apa yang harus dirinya lakukan, demi semuanya agar tetap baik-baik saja, seperti sedia kala, rumah tangganya sebelum Yong Hwa yang datang untuk sekedar berkunjung,

 

Ahh, semakin sulit saja semua yang menekannya ini, tanpa sadar Jean pun juga terlihat begitu tertekan akhir-akhir ini, semenjak 12 hari yang lalu kedatangan Yong Hwa, iya, memang dirinya akan berencana untuk menginap di sini hingga 2 minggu lamanya, kasihan, Jean, dilihatnya, dan dipandanginya wajah sang istri tercinta itu sejenak, bagaimana bisa, dirinya menghukum Jean hingga sedemikian malang itu, tak tega lagi hingga dirinya pun hanya sekedar bergerak ingin melepaskan pelukannya supaya sang istri tidak terbangun, seketika, namun sialnya, yang dikiranya itu adalah pegangan di sifa yang berwarna coklat dan tampak licin itu, tenyta adalah siku dari Jean, yang mana satu tangannya masih ada di bawah ketiaknya sendiri, entah apa yang terjadi sehingga semuanya begitu sulit untuk dilepas, ternyata, kulit mereka yang masih saling menempel itu akibat pergelutan tadi malam, hingga Jean yang terbangun, kaget melihat ke arah suaminya wanita itu, yang tak lain juga sedang bengong memandanginya wanita, ada yang salah? ternyata, APA??? apa yang kami lakukan kemarin, kenapa kami ada di sofa, seperti sepasang kekasih yang telah berakhir baru saja dari malam pertamanya itu, kenapa bisa AKU BERADA DI SINI, di atas Jimmy yang nampak tak kalah bingungnya, seketika itu Jean yang tengah kelaakan mencari tempat untuk segera bangun dan menjauh dari pandangan introgatif suaminya wanita itu, dan seketika dirinya ingin bangun, semakin, menjadi-jadi kemaeahannya, kali itu, apa???? apa yang Jimmy lakukan semalam? bagaimana bisa dirinya  sekarang tanpa busana atasan.. dimana-dimana piyama atasan Jean, Jean yang malu tanpa 1 ikatan breast holder yang menyanggal reast-nya wanita itu hanya menunduk kepala sambil menyilangkan kedua tangannya wanita untuk menutupi itu, dirinya sama sekali tak mempedulikan Jimmy yang kali ini mulai ingat dengan apa yang dilakukan oleh Jimmy terhadapnya wanita semalam itu, ini hanya salah paham… bukan begitu Jean, seharusnya kau mendengar dulu langsung dari mulut Jimmy yang telah susah payah mengembalikan konsentrasinya ini, oh, Tuhan bantu aku, menjelaskan sebelum hukuman melayang ke hadapanku, atas nama istriku ini, aku mohon Tuhan, wajahnya yang memelas itu pun segera dilihat ganti oleh Jean, Jean yang sekedar ingin tahu apa yang sebenarnya, pun, mulai memberanikan diri untuk menanyakan kepada suaminya wanita itu,

“Jim, apa yang sebenarnya—”

“tenang dulu, dong, Jean, dengarkan aku dulu, dan jawab apa yang kau lakukan kemarin, pertama, kau ingat katalog yang kau bcaa???”

“hah? katalog? mana mungkin aku bisa lupa,”

“berarti kau sudah ingat dengan semua kelanjutnnya, baik, aku mau mandi dulu, ”

“tapi— apa yang kau–”

“HEH, JANGAN BERPIKIR YANG—-”

“TAPI, kenapa kita terbangun dalam satu sofa, dan apa yang kau lakukan semalam itu—”

“ah, ini cum salah paham…”

“apa maksudmu setenang itu, ha? aku butuh jawaban pasti, kau ka sudah pernah berjanji untuk—”

“sungguh kau ingin tahu, ayo iku aku!!!” Jimmy pun seketika begitu saja mengangkat tubuh Jean ke bahunya, membopongnya wanita yang sedari tadi dibiarkannya berteriak-teriak tak jelas itu, Jim pun makin usil saja, dibiarkannya bayangan-bayangan dan rencana-rencana licik yang telah menyeruak dan terpajang di kepalanya,

#Dalam Kamar Mandi~

Jimmy yang menurunkan Jean yang berada di bahunya itu ke sebuah tempat duduk kecil yang lumayan tinggi di sebelah jamban duduknya yang berada si kamar mandi itu, Jean yang tak habis pikir dengan apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh suaminya yang mulai terlihat sedikit banyak gugup itu, terlihat dari peluhnya satu-dua yang mulai mengalir ke dadanya yang bidang itu, yang sedang telanjang itu, pula, dada maksudnya, dirinya yang mulai pergi berpalingbegitu saja untuk segera meninggalkan Jean, yang hanya berucap,

“segeralah mandi, aku di balik tirai sebelah, setelah itu, lekas kita ke gereja, aku ingin kita bertiga berdoa bersama, okay,”

15 menit berlalu~

Jean yang seperti biasa yang tengah membebatkan rambut panjangnya wanita dengan selapis handuk merah muda itu, dan menjejalkan haduk putih bulunya itu dari sepanjang dada dan pahanya wanita itu, Jimmy yang mulai terbelalak sebab Jean yang mengenakan itu, meski pun hanya melihat, namun secara tak sengaja itu membuatnya begitu tergoda untuk melakukan itu, lagi dengan sang istrinya, yang bertubuh slender body, Jimmy yang seketika menekan bahu Jean yang seketika terpelanting, ke jamban duduk yang tengah berada di bawahnya wanita tepat itu, yang juga membuat, Jean juga, terperanjat kaget saat Jimmy yang tadinya berdiri dan mengangkat sedikit paha Jean untuk menyangganya wanita, untuk berada selalu di pangkuannnya tepat itu, menempelkan perutnya ke perut istrinya wanita itu,? meraba sedikit di balutan kiri handuk Jean hingga terbuka itu, Jean yang terbelalak seketika dengan apa yang dilihatnya wanita, argghhh, namun Jean sedang berada dalam posisi yang tak aman sekarang ini, bagaimana bisa dirinya wanita melepaskan diri dari pangkuan sang suami itu, yang juga mulai membuka jalinan handuk yang dipakainya di  bawah pusarnya itu, APA? kali ini Jimmy pun makin menggila saja, mr. P-nya dengan sengaja dia benamkan ke organ yang menegang di atasnya itu, mrs. V Jean, jean yang gagal hendak menolak tak tahu bagaimana lagi, bukan karena sakit tingkat tinggi-tapi juga semua janji Jimmy yang selalu diingkarinya, mana pula dirinya wanita telah membersihkan diri hendak ke gereja ke tempat yang suci itu… meski harus bertiga, Jean hanya bisa menyerahkan diri ke belaian suami saat ini, Jimmy yang makin gila ini nampaknya tak aka pernah bisa dirubah kebiasaan buruknya yang selalu bisa menahan diri, hingga sudah satu-setengah jam mereka menusuk dan saling menusuk itu, hingga ‘liquid pekat’ yang saling membasahi di tiap-tiap lekukan yang mereka punya, pada organ bawah itu, hingga mereka yang mulai kesakitan tak tahan, dan memutuskan untuk saling membuat perjanjian untuk saling melayani, dalam waktu dekat ini, supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi, Jimmy memang sangat keterlaluan,

“maafkan aku, lagi-lagi, tubuhku tak bisa berpaling denganmu,” sambil mengernyit dan meringis menahn kesakitan tersenyum membalas,

“sudahlah, ayo segera bersihkan diri, 30 menit lagi pasti Yong Hwa sudah siap di lanti bawah, untuk ke Cathedral….”

“hemm, terimakasih, chaggiya, kau selalu berusaha mengerti,” Jimmy yang terharu meski dalam keadaan masing-masing yang saling terduduk lemas, saling menopang itu, hanya mengecup puncak ubun-ubun Jean yang masih layu, pandangannya,

#Lantai Bawah Apartemen… 09;20 ~

Seperti biasa Jimmy yang melingkarkan tangan kakannya ke pinggang Jean yang masih perlu dipapah itu, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan Jean yang mulai terbiasa pula untuk turun dengan hati-hati sekali, sesekalimm masih nampak kaku untuk melangkahkan kakinya wanita, itu, hingga dirinya wanita kembali, ingin terjatuh, dan tak meninggalkan kebiasaan pula Jimmy yang selalu tepat waktu, menangkapnya wanita di lengan kiri panjangnya, hingga Jean turun yang masih berada di dadanya sambil mengalungkan kedua lengan slim-nya yang mengalung pula di leher indah Jimmy itu, masih Jean memandanginya, sampai-sampai mereka tak melihat kalau Yong Hwa yang sedari tadi tengah melihat mereka untuk segera berangkat bersama, sempat mengurungkan niatnya untuk ikut menemani pasangan baru menikah yang belum lama ini, Jimmy yang masih tampak bahagia, bagaimana tidak, baru kali ini, dirinya benar-benar puas dengan sika pasrah Jean tadi di toilet yang Yong Hwa sama sekali tak mengetahui pastinya, begitu juga Jean yang masih terpaku melihat suaminya wanita yang selalu ada saat dibutuhkan seperti sesaat di tangga tadi, se-sigap mungkin dirinya menangkap Jean, hingga kedua pasngan ini, terperanjat dan kembali terbangun, Jean yang turun dari gendongan Jimmy pun seketika langsung berubah raut mukanya wanita, Jimmy yang melihat itu, segera mengalunkan langkahnya untuk menggandeng tangan istrinya itu, sambil memberi kode kepada Yong Hwa untuk segera jalan, mengikuti langkah mereka, ke Gereja,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to He’s Our King Bee

  1. I just want to tell you that I am just very new to blogging and site-building and seriously enjoyed this web blog. Likely I’m planning to bookmark your website . You definitely come with perfect article content. With thanks for revealing your web page.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s