He’s Our King Bee


 chapter 10

10

Berdoa Bersama sang Kekasih Hati

Kedatangan Yong Hwa ini memang tampaknya akan menjadi sebuah benalu di kehidupan Jimmy-Jean ini, meskipun ini hanya yang ada di pikiran Jean saja, ketakutan-nya wanita yang mulai timbul-tenggelam lagi ini, ah, sungguh, mimpi buruk, baginya wanita, kenapa lagi, pikir Jean, setelah sekian lama mereka mulai tenang… namun justru sekarang yang mulai kembali, pulih, ini, malah akan terkoyak kembali, dengan ‘Crazy Frog’ yang Mature ini, Yong Hwa, iya, Jung Yong Hwa, meski dirinya ini adalah hanya seorang masa lalu yang bangkit dari kehidupan Shin Hye yang bahkan telah lama tak mengenakan nama itu setelah sekembalinya wanita ke Amerika Utara ini, Jimmy pun begitu, dirinya yang kini sudah bukan sesosok pria yang bernama Jang Geun Suk itu, lagi, namun, Jimmy Black, yang telah kembali jauh 5 tahun sebelum Jean yang kembali, menyusul untuk mengejar mimpinya wanita, itu, ya, tepatnya untuk mengejar cintanya wanita, meski awalnya ini bagaikan sulit dipercaya, entah kenapa, Jean tak pernah sekali pun memikirkan dan terpikir akan hal ini, hingga semua orang kru dan personil A.N.JELL yang harus mendorong Jean untuk segera sadar dan mengejar Jimmy yang telah ke Amerika untuk mengurus perusahaan sang ayah itu, yang kini Tuan Ahn sendiri pun juga sudah meninggal dunia, 2 tahun setelah Jimmy pulang ke sana, yang ternyata, juga sebelum beliau meninggal, sempat dipesannya untuk Geun Suk ‘Jimmy’ segera mencari pendamping hidup yang tepat, yang mampu membahagiakan Geun Suk itu, yang tentunya sanggup untuk menemani anak sulungnya itu untuk memimpin perusahaan yang mempekerjakan sembilan ribu orang karyawan itu, di beberapa negera bagian di Amerika Tengah itu, dan ternyata, malang sungguh, nasib tengah merenggut semua impiannya itu sebagai seorang ayah, untuk segera melihat anak pertamanya itu menikahi gadis pujaan yang tengah dipuja-nya selama ini, dan ternyata pula, selama ini Geun Suk belum juga menikah atau bisa dikatakan membujang itu sebab dirinya tengah menunggu putri ‘badut pesta’-nya itu, yaitu Jean, sungguh kisah yang memilukan, namun, syukurlah, itu sudah lama terlewat masanya, bisa dilihat,

*sekarang… * Jean yang tengah hamil anak buah cintanya wanita dengan Geun Suk, eh, bukan Jimmy Black yang belum lama ini selama 6 bulan baru saja tengah menyandang status Nyonya Jimmy Black, yang dimana kita tahu, dulunya dirinya adalah seorang pramugari Senior di Bayway Office yang di tiap penerbangan pun semua penumpang akan menyerukan namanya wanita hanya sekedar untuk meminta pelayanan yang ‘wah’ dari-nya wanita, bisa sebut, saja,

“Miss. Jean, tolong minumnya, aku mau lagi,”

“Miss. Jean, dimana Pintu darurat-nya, untuk sekedar berjaga-jaga apabila ada hal yang tidak kita inginkan ?,” dan lain-lainnya, intinya namanya wanita adalah Jean Avansta, nama yang bagus dan cocok untuk sekedar menggambarkan dirinya wanita, dimana dirinya wanita memiliki postur tubuh yang jenjang, kaki yang indah, tak panjang juga tak pendek, seperti kebanyakan wanita di luar pada umumnya, atau pun wanita yang masih berdarah Asia lainnya, lagi pula dengan wajahnya wanita, Jean memiliki paras yang angguk, lentik, cantik, untuk ukuran wanita berdarah Asia yang sejak kecil bahkan dilahirkan di Amerika ini, dan dibesarkan di sini pula tentu… bagaimana pendapatmu tentang Jean,?? apakah sama dengan pandangan Jimmy sebagai suaminya wanita, dengan kalian, ah, yang terpenting sekarang mereka telah bersatu, dan hidup bahagia, seperti apa yang telah mereka dambakan, ingatlah, akan perjuangan mereka bagaimana hingga bisa menuju ke jenjang perkawinan, di Cathedral itu, bagaimana Jean yang sudah tak bertemu 5 tahun, bisa kembali bertemu dengan pria idaman-nya wanita yang dulu juga adalah sahabat kecil Jean semasa di Taman Kanak-Kanak?? sepertinya memang benar kata Jean, mereka sangat mempercayai kekuatan cinta, hingga Cinta pun yang merasa mereka yang masih setia dengannya akhirnya kembali dipertemukan lewat saat-saat yang tak disengaja, pertama,

* di mess A.N.JELL yang mana Jean, Shin Hye yang direkomendasikan oleh Manager Boy Band itu untuk mempekerjakan dirinya wanita sebagai Stylish-nya, dan mulai itulah, di bulan ke-11 Geun Suk yang mulai tahu bahwa Shin Hye tidak lain adalah sang putri ‘badut pesta’-nya yang selama ini tengah dicari-cari-nya yang tak kurang dari 12 tahun itu semenjak mereka dipisahkan dari kondisi keluarga Shin Hye yang ketika itu, harus mengikuti sang Ayah yang pindah dinas ke Korea Selatan untuk menangani seputar Perhubungan Internasional…. diharap maklum, sebab, beginilah nasib menjadi salah seorang putri yang ayahnya adalah orang penting di Kedutaan dan Konsultan negara, Amerika itu, tak di situ, kisah berlanjut, saja kedua* Di dalam pesawat yang saat itu tengah dinaiki Jimmy yang hendak pulang dari Hawaii dan salah satu negara di Asia yang butuh bantuan seorang tenaga dokter sukarelawan, yang ternyata Jimmy mau dan ikut andil dalam hal itu, tak heran, Jimmy memang dokter bedah Jantung muda yang hebat di kalangan dokter muda lainnya yang berlokasi di California itu, awalnya dirinya tak bekerja di situ, namun salah satu rumah sakit pusat di negara bagian Amerika Serikat, namun sebab keahlian-nya yang terdengar tak jarang dari tiap-tiap mulut dokter senior yang begitu mempercayai kerjanya, maka itu, dirinya dipindahkan ke sekitar tempat tinggalnya sendiri di California, yang disini itu, mulai bertemu dengan Jean yang satu pesawat dengan Jean, Jean yang tengah melayaninya yang ternyata sangat sewot itu pada awalnya, dan terkesan sombong dengan mengenakan kacamata hitam-nya, seketika membuka, ternyata, mereka saling membelalak saking kaget-nya, hingga Jimmy yang berusaha mengejar Jean yang hendak berlari menjauhinya ke belakang, kasihan, beruntung Jimmy sanggup menjangkau langkah kaki Jean yang tak begitu lebar, mengingat dirinya wanita, dan memakai high-heels pula sebagai kelengkapan atributnya wanita sebagai seorang pramugari, seketika Jimmy menahannya wanita untuk tak lari dari hadapannya dengan memeluknya erat dari belakang, berusaha, menerka, mencerna, yang ini semuanya, mungkinkah benar, ternyata, benar, Jean yang mulai membalik, pun bagai, tak percaya, tapi memang mereka, sedang bersama sekarang, mau apa dikata, Jean yang tengah ingin membalikkan badan, namun ketika itu pesawat sedikit goyah tak terkendali, hingga menjatuhkan mereka berdua ke bawah, dengan posisi Jimmy yang menopang dan tengah memeluk Jean yang terjatuh menimpa dadanya itu, tersenyum pula Jean yang mencoba bangkit dan masih menaruh tangan kanannya wanita di dada Jimmy, begitu pula senyuman hangat Jimmy yang membalas itu, betapa moment terindah pertama yang tertinggal setelah sekian tahun mereka saling terpisah, satu-sama lain, 2 jiwa yang terhubung oleh cinta, hingga terjadilah apa yang melukiskan hasrat kerinduan mereka pada hari itu, pula, dimana Jimmy yang mencoba membawa Jean ke apartemen-nya, hingga saat ini,

#Lantai Bawah, Ruang Makan 08;30 pagi~

Jean dan para asisten pribadi mereka yang tengah sibuk menyiapkan menu-menu yang mereka hidangkan hari ini, ke meja makan bundar besar itu, entah kenapa seperti ada yang kurang, tentu saja, sebab, sepasang suami-istri ini yang belum sempat mengunjungi Cathedral untuk berdoa bersama sebab ditegur oleh kedatangan Yong Hwa, tamu yang diistimewakan saat ini, sebab bagaimana pun dia adalah sepupu dari sang suami tercinta, Yong Hwa yang sudah duduk di kursi-nya yang telah disediakan pas untuk 12 orang itu, 9 asisten pribadinya, Jean-Jimmy dan Yong Hwa, Jean yang hanya menyiapkan beberapa piring dan membuat posisinya dalam keadaan tengkurap itu, supaya terkesan tak terlalu resmi itu, Yong Hwa yang tak habis pikir sebab tak satu pun kalimat bahkan kata yang keluar dari mulut Jean, gadis pujaan-nya dahulu, merasa canggung, akhirnya dirinya pun berusaha memcah keheningan,

“Jean, kau tampak rapi sekali mau kemana? adakah janji dengan seseorang hari ini,? ckckck,”

“apa , istriku ini, orang yang sibuk memang, bahkan sampai sekarang dirinya sesekali harus hadir di kantornya untuk hanya sekedar mengontrol para kerja trainer-nya, aku juga sering melihatnya kelelahan, hingga sesekali dirinya tertidur di sofa, hingga aku harus memindahkannya,”

“iya, kan, sayang??” tanya Jimmy sambil membenahi rambut yang menutupi di wajah Jean yang masih berdiri di sampingnya itu, Yong Hwa yang tampak senang mendengar kabar ini pun, segera membalik pembicaraan, dengan langsung mengarahkan pertanyaan yang sulit, untuk Jim jawab, hanya Jean yang bisa, agar rencananya itu tak gagal, dan penyamaran-nya ini tak terbongkar, dan tak mampu tercium oleh Jimmy begitu juga Jean yang tampaknya masih sangat tak nyaman dengan kedatangan dirinya, ini,

“Jean.., jadi hari ini kau ada jadwal, sayang sekali, padahal, hari ini, aku ingin mengajak dirimu, saja ke vila, kita bisa, mengenang semasa di mess dulu, dimana kita pernah sempat akan menjalin hubungan dulu, bagaimana ?” Jean pun hanya diam, masih dengan posisinya wanita, sedari tadi, seperti Jean yang tak pernah mendengar pertanyaan ini hanya diajukan untuknya, akhirnya lagi-lagi Jimmy yang menengahi,

“Jean, kau mau saja, kita tak usah jadi ke gereja dulu, kalian lebih penting, bertegur sapa, bukankah 6 bulan terakhir ini, kau sangat sibuk, kau bisa mencari udara segar di sana, aku akan mengijinkan dan menunda kepergian kita, kunjungan bisa besok, atau lusa,” Jean yang terperanjat mendengarnya, pun segera membalas,

“apa, APA KATA–”

“kalau kalian repot, aku tak apa-apa, aku bisa sendiri datang ke sana,”

“bagus,”

“eh, apa, jangan, biar aku saya yang menundanya, kau butuh waktu pendekatan dengan istriku ini, dia hanya sedikit labil semenjak kehamilan—”

“apa, JADI KAU MENUNDUH AKU!!!”

“bukan begitu sayang, tapi—”

“lebih baik tampaknya aku harus keluar demi masalah ini tak berlanjut,” Yong Hwa pun keluar begitu saja, tanpa menyentuh makanannya terlebih dahulu, meski Jimmy dan Jean yang masih bertengkar, namun di dalam batin Yong Hwa, dengan begini, akan semakin bagus untuk kelanjutan hubungan keduanya, kasihan Jean-Jimmy, kali ini, mereka habis di dalam permainan Yong Hwa, hingga mereka pun memutuskan untuk pergi bersama ke geraja, besok pagi,

#Di Kamar Jean-Jimmy 11;00 malam~

Jimmy yang melihat sang istri tercinta sedang membaca sebuah katalog yang masih nampak baru di ranjang-nya, dengan posisi seperti orang yang biasa, membaca sambil tiduran…. membolak-balik halaman per halaman hanya untuk sekedar melihat halaman yang benar-benar baik bagi Jean sendiri, namun nampaknya dirinya tak menemukannya, hingga Jimmy yang tertarik untuk membantu dengan duduk di sebelah-nya sambil membelai rambut sang istri demi menjaga perasaan Jean yang nampak kalut beberapa waktu tadi, hingga mereka yang sempat bertengkar di meja makan, yang begitu memalukan, sebab di hadapan saudaranya sendiri, sebenarnya, itu wajar untuk rumah tangga, tapi mereka jarang seperti itu, jadi ini sedikit aneh, Jean yang mulai bosan pun bangun, dan menjauh dari Jim, hingga Jimmy pun mulai bisa merasakan apa yang tengah dialami Jean kini, diikuti-nya sang istri yang masuk ke dalam selimut tebalnya wanita itu, sekedar, memeluk Jean dengan menaruh tangannya, ke bahu Jean, namun Jean pun segera menjauhkan-nya, hingga membuat Jimmy pun tertarik, untuk memaksa Jean, melepas, piyama atas-nya, dan segera mencopotnya atas nama kemarahannya, yang meski tak terlihat sekilas mata itu, semata-mata begitu, yang mulai kehabisan akal bagaimana cara membuat istrinya itu luluh, dibukanya pula pengait breast holder yang dikenakan istrinya itu, hingga dirinya yang tengah kegelapan itu, mengaitkan pula ke body-nya yang slender mendekat ke arah Jean, yang juga kiri dirinya, Jimmy, tengah dalam keadaan ‘breast-bare’, sedikit bangun dan mendongak ke arah wajah Jean, dan bertanya,

“kenapa kau pagi tadi, kau tak mengharapkan dan tak akan pernah berharap, kejadian seperti tadi pagi terulang, di rumah kita,” Jean yang masih diam,kedua Jean hanya mendengarkan,

“apa aku harus meninggalkan kalian berdua, untuk bisa menerima masing-masing satu sama lain,?” yang ketiga Jimmy mulai sedikit emosi, terlihat dari tangannya kanannya yang mulai menopang di bahu Jean itu,

“aku, marah, malu, pusing, dengan semua sikapku, begitu pula dengan semua tingkah aneh darimu, akhir-akhir ini, aku bisa terima, dulu nama Yong Hwa sempat menempati hatimu, tapi, bukan begini juga—” mendadak Jean pun memeluknya dan tanpa banyak basa-basi lagi, menyentuh dan mengangkat tulang pipi suaminya wanita itu, untuk sekedar menenangkan dan mengembalikan emosi-nya itu,

“hei, siapa bilang aku, benci dia, aku menerimanya, bukan demi kau, atas nama cinta, sebab aku mencintaimu, sehingga aku harus siap dengan segalanya-segala hal yang ada dan terkait denganmu, entah itu secara langsung maupun tak langsung, begitu, meski harus aku akui, aku benci ini, aku benci harus melihat dirimu, yang selalu berusaha membelanya di depanku, aku muak, tapi, aku tahan, aku, harus bisa, menjadi perisaimu, di sini, di hati ini…” jawab lirih Jean sambil menyentuh di bagian dada.

Jimmy yang sudah berubah suasana hati itu pun, mulai meredam emosi-nya, mulai tanpa kemarahan lagi, dimana sang istri selalu bisa meluluhkan dan mencairkan semua kegundahan serta kemarahan-nya.. bagai es kutub yang tersiram oleh magma gunung vulkanik, hingga meleleh dengan segera bongkahan-bongkahan-nya.. begitulah Jean di hatinya yang kian bermakna, dengan tangan yang masih memegangi masing-masing di ujung bahui Jean, Jimmy pun berusaha membalas rasa terima kasih-nya.. itu, entah dengan, apa, caranya kini, mendekap Jean dan membenamkan tubuhnya ke pelukan Jean, ini, yang ada bukan jorok aatu pikiran kotor lagi, namun, penuh cinta, hari-hari yang penuh dengan siraman air cinta, yang selalu diguyurkan-nya setiap hari itu, meski itu sulit untuk masing-masing bernapas, namun, Jimmy yang selalu tanggap membalikan posisinya, hingga seperti biasa, dirinya selalu ada untuk alas Jean, menopang Jean hingga pagi datang, dan membangunkan mereka, untuk ke gereja bersama besok, dengan Yong Hwa,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s