GeunShin Legend


chapter 9

Kekhilafan yang Ternyata Disengaja  

15


 

#Di Apartement Jimmy-Jean, 19;00 malam

6 bulan kemudian~

Jean yang baru saja datang dan masuk ke kamar itu, terlihat dari raut wajahnya dia perempuan saja, tentu bisa ditebak kalau dirinya ingin segera beristirahat sejenak, dirinya wanita yang telah menjadi berganti jabatan menjadi nyonya Jimmy itu pun tengah duduk di depan meja riasnya untuk sekedar melepas anting-antingnya dan ingin melepas ikatan rambutnya yang telah menemaninya seharian bekerja mengatur dan mengarahkan trainer-trainer baru di sekolah pramugari-nya, hufth, sungguh sangat melelahkan bila harus setiap hari begini, dimana Jim, omong-omong,aku tidak melihatnya, ah, lebih baik aku mandi, mungkin setelah aku selesai, dia sudah datang,pikir Jean sambil beranjak mengambil sepasang piyamanya yang telah disiapkan asisten pribadi mereka,

7 menit kemudian~

sambil mengusap-usap rambut panjangnya yang terurai sehabis shower itu, Jean pun mengambil hair-dryer-nya, Jean masih belum melihat Jim, dirinya hanya mencari-cari tidak jelas begitu, dan saat dua buah tangan yang lembut itu menutup mata Jean, beruntung Jean tidak berteriak sekencang-kencangnya, kalau sampai itu terjadi, maka habislah Jean, sebab laki-laki yang sudah jelas mudah terdeteksi dari aroma farfum yang digunakannya, yakni Jimmy, tanpa menyapa istrinya tercinta Jimmy pun langsung mendekap hangat Jean, dengan melingkarkan kedua lengan panjangnya itu, yang tak ragu lagi Jimmy lakukan, Tanpa sengaja siku Jimmy menyentuh breast Jean yang tertutupi oleh piyama hitam berenda itu,

“auw, Jim!!!”

“a, maaf, aku tak sengaja,”

“e, sayang, kau mau mendengar pengakuanku?” Jean yang melihat wajah Jim yang memandangnya lewat cermin itu pun hanya mengedipkan kedua matanya pelan, tanda Jean pun setuju

“e, darimana aku harus mulai, jangan tersinggung, ya?” Jean mulai mengerutkan keningnya yang sedari tadi Jimmy sandari,

“,sebenarnya kau itu tidak seksi, kenapa aku mau, ya, denganmu, masa hanya karena kau cantik, lalu mula-mula aku menerimamu begitu saja?, aneh memang tampaknya, kaki dan betismu memang indah, namun untuk ukuran wanita dadamu sungguh rata-”

“ih, kau ini bicara APA,?” jawaban Jean kali ini yang meresponnya membuat Jim tegang, takutnya kalau sampai sang istri marah,

“e, bukan begitu, aku hanya berusaha bicara, itu pendapatku, jangan marah, ” Jim pun mendekatkan tatapan matanya untuk Jean lihat, Jean yang masih bingung hanya mendongak miring, yang berarti dirinya wanita tengah tak mengerti apa yang dimaksud suaminya itu, Jim yang berusaha menerangkan hanya memberinya sedikit kode kerlingan mata nakalnya, Jean hanya pasrah dan mengikuti suruhannya, mendekatkan ganti wajahnya ke arah Jim perlahan,  hanya tinggal 3 senti,

“kau ingat dimana hari pernikahan kita,?”

“e’em, yap!”

flashback* Senin, Di belakang Piano Hitam YAMAHA yang terpampang di ujung altar kiri gereja, Jim hanya berdiri namun menyandarkan punggungnya yang ditopang oleh kedua sikunya, menunggu Jean, yang telah resmi menjadi pendamping hidupnya itu, yang ternyata juga sudah duduk di bangku kecil di depan yang menghadap piano itu,

“Hi, suamiku,” senyuman manis Jean yang tersungging dari ujung ke ujung bibir mungilnya itu membuat Jimmy yang sedari tadi telah jemu kembali bergairah,

“Hi, wanitaku,”

“kenapa wanita? aku menyebutmu suamiku,” Jawab Jean datar namun polos.

“karena wanitaku tak akan pernah tergantikan posisinya kapan pun itu, berbeda dengan istri, bisa saja kalau istri bercerai atu selingkuh dan lain sebagainya… aku tidak mau,”

“ah, kau ini, pintar bermain kata,” Jim yang sedari tadi sudah mengharapkan momen ini terjadi, akan segera melancarkan misinya, dilantunkannya instrumen Marry Me, Shin Hye, lagu yang telah diciptakannya sengaja untuk sang pujaan hatinya itu, setelah selesai, Jim kembali berucap,

“Jangan pernah berubah, Putri Badut Pesta, kau tentu masih mengingat hal ini dengan sangat baik, bukan,?”

“ya, tentu saja, kau yang tampan dan banyak penggemar di sekolahjustru tak ingin datang ke prompt night, menggunakan tuxedo, malah dengan pakaian gaulmu,”

“kau juga, tak pernah berdandan layaknya gadis pada umumnya, yang berusaha mengenakan gaun, kau selalu datang ke pesta dengan gaya tomboymu, tapi entah kenapa aku tetap suka, bahkan Yung Fei, anak China itu, di Harvard Kindergarden, aku iri padanya yang selalu memperoleh perhatian lebih darimu…” Jim pun memalingkan mukanya, Jean yang mendapatinya sedang cemburu buta itu pun menyentuh dagu Jim dan mengarahkan ke wajahnya,

“Hei, tidak ada yang istimewa dengan kami,”

“dan, keputusan pramugari, itu karena aku teringat cita-citamu, mungkin jika kau benar-benar masih mengejar impianmu, aku rasa aku kan makin cepat untuk bertemu denganku,ternyata kau malah memilih menjadi dokter, padahal, dulunya kau sangat takut terluka,”Jim yang mendengarnya sontak riang kembali, dan mencium Jean seenaknya, tanpa mengindahkan 4 orang yang sedang berdoa di ruangan itu, Murder  Kiss-nya, Oh, Tuhan, kenapa dia, pikir Jean yang masih tertahan dalam buaian Jim, tapi aku tak pernah bisa menghindari, Jimmy,

Back to Nowaday, 6 bulan kemudian, di depan kamar rias Jean~

Jimmy yang masih mengalungkan tangannya ke pundak Jean, hanya memainkan bibirnya itu, mengalunkan hasratnya yang selama ini menurutnya selama 5 tahun mereka terpisah, harusnya mendaptkan hal ‘ini’ dari wanitanya itu, Jean yang pasrah dan tak berusaha merespon itu hanya meladeni pinta suaminya itu meski Jean tahu bahwa dirinya sangat lelah hingga sampai-sampai dirinya tak tahu menahu tentang apa yang sebenarnya ia wanita rasakan malam itu, hingga Jim mulai menggigit bibir bawahnya, sedikit menghisapnya, dan hanya bergerak sesuai patahan-patahan nafasnya, Jean hanya kaget, dan seketika melepaskan ciuman Jim, bukan apa, mendadak dirinya mual,

“mmmhhkk,mhkkk,” Jim yang barusan tersadar hanya bingung dengan reaksi yang diberikan istrinya itu yang sampai-sampai membuatnya berdiri tegak di belakang Jean tepat, Jean yang tak mampu mengendalikan mualnya, langsung lari bergegas ke wastafel kamar mandinya, Jim maih membisu, namun dirinya pria teringat rekan kerjanya di rumah sakit, dokter check-up Jean, Jong Sang untuk meneleponnya,

“Jong Sang,ini aku, Jim, nomorku bukan ini, ini phonecell Jean, aku hanya mau bertanya, obat apa yang kau berikan padanya baru-baru ini, Jean mual-mual lagi, ”

“hah?, aku tak memberinya sama sekali, lagipula, kondisinya sudah membaik sejak seminggu yang lalu, jadi aku putuskan untuk berhenti memberinya antibiotik,”

“lantas, kenapa dia,”

“aku hanya menyarankan sebaiknya—” tut-tut-tut-tut, telepon ditutup, Jong Sang yang belum selesai menjelaskan hanya makin bingung dengan pasangan rekan kerjanya itu,

Jimmy yang gelisah pun berusaha menyusul istrinya,

“Jean, kau tak apa sayang,?” Namun Jimmy tak menemukan istrinya di toilet, Aneh,ia pun hanya menggaruk-garuk kepala, masih kebingungan dengan sikap Jean tadi,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to GeunShin Legend

  1. I just want to tell you that I’m very new to weblog and absolutely loved you’re page. Very likely I’m likely to bookmark your blog . You actually come with impressive articles. Cheers for sharing your website page.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s