GeunShin Legend


chapter 6

Kepastian yang Mengharukan 

12

 

Jean yang masih terpuruk dengan keadaan yang benar-benar memaksanya untuk menjadi pendiam seketika, sepertinya rasanya sudah hilang, entah dari mana, semuanya, semua ini bagaikan mimpi yang hadir menyeruak setelah ia wanita melewati segala kesedihan dan impian yang fiktif yang telah berada di ambang masa lalu dan masa depannya. hingga semuanya berubah, Jean, yang ia perempuan rasakan sekarang hanyalah sesak napasnya yang tersengal-sengal sebab selama tadi dirinya yang hendak berjalan namun yang Jean lakukan malah berlari, berlari, dan terus berlari, entahlah,  kenapa semuanya jadi begini, harus dengan siapa lagi ia mengadu, berbagi, di pikirnya kini, Jimmy satu-satunya manusia yang mampu menyemangatinya hendak tiada dan tak akan pernah lagi berada di sampingnya untuk menampakkan diri, sebab, 2 jam lagi pasti transplantasi akan selesai berlangsung, apa yang harus Jean lakukan untuk menepis gundahnya sekarang ini, apakah dirinya harus menyelami samudra, untuk ikut membenamkan jasadnya agar bahagia bersama Jimmy di alam baka,? atau saat pesawat naik, dengan mudah ia menjatuhkan diri sekenanya agar ia segera merasakan rasanya tak bernyawa asal bersama Jimmy yang Jean sangat cintai? Atau berpura-pura tak mengetahui yang terjadi padanya sehingga semua orang akan menganggap sesuatu yang ia lakukan sebagai sesuatu kecelakaan?

semua pertanyaan itu bagai menggaung di telinga Jean, tanpa henti, semakin membahana saja, baginya, selama ini, Geun Suk yang telah bereinkarnasi menjadi Jimmy di Amerika di California, namun tugasnya di Canada, menjadi seorang dokter bedah jantung, hal yang terbodoh yang dipilihnya, mengingat dia sangat membenci darah, Jean sadar terlalu besar cinta yang menggantung di benak Jimmy tentang dan atas nama Jean, meski tak terlihat di jidatnya, namun, Jean semakin yakin, ia pasti melakukan ini demi Jean, yang kini sebagai pramugari, stewardress yang selalu mengabdi untuk penerbangan American Airlines, semua orang di management A.N. entertaint yang mengijinkannya untuk mengejar cintanya yang tak lain adalah artist binaannya sendiri, Geun Suk, mantan vokalis A.N.JELL itu, meskipun dahulu dirinya stylish, namun Jean tetap gaya dalam berpakaian, sama sekali tidak berubah, simple namun tetap menarik, tak khayal, Hong Ki, adik Jimmy yang selalu sensitif terhadapnya sebab hanya kakaknya itu yang selalu berada di hati Jean, Yong Hwa juga, sepupu emasnya ini, yang selalu perhatian meski pendiam sedikit, bahkan Jimmy pernah berjanji untuk mengembalikan Jean yang ia sukai kepada Yong Hwa, sedikit flash-back, sebab awalnya memang Jean tertarik kepada Yong Hwa, orang pertama yang mengajaknya berkencan, hingga malam dimana Yong Hwa, ingin mengungkapkan perasaannya, nyaris saja, Shin Hye yang waktu itu pun larut dalam suasana yang romantis dan hampir mengiyakan saja, sayang, hadir Geun Suk di tengah-tengah pers, yang menarik Jean untuk mengklarifikasi video menggemparkan yang beredar di Youtube itu, yang memaksa Jean yang mulanya sangat terpaksa karena Geun Suk berusaha menciumnya untuk memamerkan pada seluruh fans wanitanya bahwa dirinya memang benar pacaran seperti adanya video mesra dalam Youtube itu, namun justru itulah awal cinta mereka yang tak disangka-sangka. aneh.. semuanya seperti lagu dalam piringan hitam yang sedang diputar dalam kepala Jean, hampir setengah hari ia wanita berdiri namun tak bernyawa sepertinya, tanpa suara, tanpa emosi, tanpa gerak, dan hanya menundukkan kepala untuk menghindari silau-nya matahari yang menyapanya dengan sinar-sinar ultranya, hah, nafasnya semakin berat, namun, sepertinya ia masih akan tetap berdiri di situ,

#Di Loteng bagian Atas Rumah Sakit

“apa boleh buat, aku harus bertahan, daripada harus melihat Jimmy mati sekarang, cintaku yang akan pergi, cinta terakhirku setelah ayah-ibu-kakak meninggalkanku…” air matanya yang makin mengucur ke bawah pipinya, melewati rahang bawahnya, mengalir ke lehernya dan membasahi kerah.. pada pakaian seragam pasien yang dikenakannya,

“,Jimmy bila roh-mu telah sampai ke gedung ini, panggil aku secara halus, beri aku pertanda, meski aku bodoh dan tak secerdas dirimu, tapi aku yakin, aku mampu merasakan kehadiranmu, biasanya saat kita masih bersama, aku merancang baju model terbaru untukmu, dan kau akan bertanya model rambut apa yang terbaru yang tentu cocok digunakan untuk wajah oval sepertimu, kau masih ingat.. ”

“…..kau masih belum datang, sebab aku belum bisa merasakan apa-apa. kenapa, aku benci ini, aku benci padamu, kau itu katamu, DOKTER, dokter muda di amerika yang mampu membahagiakan almarhum ayahmu pastinya.. ibumu pasti juga begitu, oh, iya, kau juga begitu BODOH!!! BODOH!! TOLOL!!! aku puas, bisa berteriak di loteng ini tanpa harus ada orang yang risih mendengarnya, bukankah ibumu akan datang..” Jean pun kembali mendongak, merenungi nasibnya, yang tinggal sebentar lagi akan kembali hampa,

03;00 sore

“apa. yang akan aku katakan, kepada ibumu, Jim?, apa kau tak kasihan padaku, bagaimana bisa aku memberi beliau penjelasan, sedang itu semua KARENA AKU!!!!!,”

“HIDUPMU MASIH PANJANG PRIA MUDA!!!”.. .Jean kembali terisak, di pikirannya kini kembali kosong seperti pandangan pertama melihat Geun Suk dahulu ketika mereka sedang memainkan drama sebagai seorang kekasih kepada semua penikmat seni dan fansnya di Korea, saat usai ciuman itu, brief kiss, sekaligus ciuman pertama halnya bagi mereka berdua,

“padahal, aku belum sempat bilang, bilang, bilang, kalau aku, sebenarnya, sangat mencintaimu,, ‘kuda jelek’,,” semakin lama suaranya yang makin menghambur, hilang, hilang. makin kecil tak terdengar, Jean hampir pingsan, namun sebuah tangan dan lengan yang panjang itu pun merengkuhnya, hingga Jean jatuh ke pangkuannya, Jean yang tak tahan, hanya mencoba membuka matanya yang hampir-hampir tak percaya sebab orang yang dilihatnya tak lain adalah Jimmy, dia masih hidup, hanya saja memakai kursi roda silver yang dipakainya untuk menopang badannya itu, Jean ingin sekali segera bangun dan merengkuh lengan Jimmy yang sedari 1 menit yang lalu itu telah menopang Jean dengan lengannya, hingga Jean bersimpuh di dadanya. melihat Jean yang rapuh, Jimmy pun ikut menitikkan air matanya. ia memang telah berkali-kali melukai hati wanita yang sangat dicintainya itu.. pertama, saat ia memutuskan meninggalkan Korea demi ayahnya yang telah membuat Shin Hye jatuh cinta dan sempat mengakui perasaannya lewat passionate kissnya di gedung bioskop pertemuan mereka terakhir kali, dan sekarang ini,

“Jean, Jean, ” JIimmy pun menepuk-nepuk dan mengguncang lengan Jean yang sedari tadi masih membuka mata sedikit, namun tak bereaksi, ia takut terjadi sesuatu pada Jean, saat Jimmy berusaha keras mengayun roda pada kursinya, mendadak tangan Jean, mengapitnya, yang membuat gerakan Jimmy pun sedikit terhenti, dan memandangi Jean,

“Kau masih hidup, sayang, aku kira kau sudah tiada, jangan membuatku khawatir lagi, ya?.. kau mau ap. oh, Tuhan, terimakasih..” Jimmy yang begitu senang meneteskan air mata terakhirnya yang hampir kering itu, 1 butir air mata itu pun membasahi pipi Jean yang terkulai di bawah dagunya. masih bersandar di bawahnya.. Jimmy pun memeluknya erat, namun kembali melepasnya sesegera…

“,bukankah tadi pagi kau memberiku sebuah ciuman bukan, dan aku belum membalasnya,” Jean yang tengah mendengarnya hanya mengernyitkan sedikit dahinya,

“, apa?”

“aku, akan melakukan yang belum pernah kulakukan, padamu, Jean, bersiaplah menerimanya..”

“,tapi,aku tidak sanggup melakukan—” Jimmy pun menyalurkan sebuah french kiss-nya kepada Jean, mencari celah di bibir Jean, mencondongkannya ke arah Jimmy dan mulai memasukkan sebagian alat julurnya,lidahnya yang tengah mencari tempat di langit-langit mulut Jean, hingga Jean sedikit terperanjat, namun segera kembali seperti semula, mengalun lembut di setiap lekukan bibir Jean, hingga membasahi bibir sang putri badutnya itu, Jimmy pun mulai merasakan seperti detak jantungnya berguncang seirama dengan jantung Jean, kian jauh, hingga Jimmy melepaskannya. menatap Jean, yang masih sayu, namun tetap tersadar dari kondisinya yang tengah kritis itu karena dehidrasi dalam yang dirasakannya,

“apa yang kau lakukan itu tidak sepadan, ” masih dalam posisi, semula, dan berusaha menoleh ke arah Jimmy

“tidak, aku, sudah hampir 5 hari kehilanganmu, aku hanya ingin melepas rinduku yang kian terpendam, itu saja, ” Jimmy mencoba membisikkan kata itu di telinga Jean, Jean yang geli pun melanjutkan perkataannya,

“aku hanya snap kiss, bukan seperti tadi, dokter ”

“hai, hei, hei, apa katamu,? apa kau tak melihat aku memakai seragam pasien yang juga sama seperti dirimu? kau itu, pramugari bermata rapuh, cantik memang, tapi RABUN,  ” sela Jimmy yang gemas terhadap Jean, Jean yang masih kesal mencolek-kan jari kelingkingnya ke perut Jimmy,

“Aiwhh, auw, auw,,a,” Jimmy yang makin mengerang kesakitan, karena kaget Jean pun memeriksa perut Jimmy, meraba  bagian perut kiri Jim, ternyata ada bekas jahitan di situ, meski letaknya agak naik, namun tetap saja Jimmy kesakitan, Jean pun terperanjat dan bangun dari pangkuan Jimmy,

“ya ampun, bahkan kau tak main-main dengan rencana gilamu itu!!! benar-benar keterlaluan, ini tak bisa dibiarkan, ”

“AAA..”

“Kau ini bisa kehilangan nyawa tanpa jantungmu, dasar DOKTER GEGABAH!!! ayo, kau harus istirahat cukup sampai bekas lukamu ini benar-benar pulih dan kering,”

“jangan bicara lagi, dan giliran aku yang akan membayarkan hutang-ku untuk menjagamu selama 3 hari seperti yang telah kau berikan padaku, ” sambil mendorong kursi roda Jimmy yang keras kepala itu, meski sama-sama dalam kondisi lemah, bahkan Jean mampu memapahnya ke ruang inap Jimmy, yang telah dipindahkan dari ruang operasi itu, Jimmy pun tertidur sambil memegangi tangan Jean erat di atas dadanya, sungguh senang bukan main Jean, memandanginya, Tuhan masih memberinya kesempatan ternyata, Tuhan masih menyayanginya, Jimmy tak jadi meninggalkannya, dalam sepi itu, hanya doa-doa indah yang ia ucapkan dengan lirih, sambil tangan satunya menyeka keringat dingin Jimmy yang bermunculan di dahi dan hidungnya,

“terimakasih, kau masih sanggup bertahan, setidaknya meski bukan untuk aku, ibumu akan datang, menemuimu, walau alam keadaan kritis seperti ini, ”

“aku, benar-benar telah jatuh ke jurang hatimu..” Jean menambahkan dan mengecup kening Jimmy yang masih tertidur itu ,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to GeunShin Legend

  1. Issac Maez says:

    I simply want to say I’m newbie to blogging and site-building and definitely savored you’re web blog. More than likely I’m want to bookmark your blog post . You definitely have exceptional well written articles. Cheers for sharing your web-site.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s