GeunShin Legend


 chapter 4

Kesalahpahaman yang Berakhir Indah

10

 

Sesampai di mobil pun mereka masih tak bisa diam, Jean, masih saja meronta-ronta kesakitan sebab Jimmy yang terus-terusan menjahilinya, nampaknya begitu bahagia Jimmy yang sangat terobsesi dengan melihat kemolekan tubuh sahabat kecilnya ini, putri badut pesta, semalam, sebenarnya malam itu mereka tak berencana melakukan itu semua, namun apalah daya, suasana memang sangat mendukung, dari mereka yang begitu terlihat canggung dan gugup di awal-awal pertemuan, Mereka bahkan masih belum bisa  berhenti untuk bermesraan, hingga salah seorang asisten pribadi Jimmy pun menegur mereka,

“,,Tuan, permisi, ada berkas dari rumah sakit yang belum anda periksa, ”

“e’,Apa,” Jimmy yang terperanjat melihat asistennya itu mengulurkan tangannya lewat luar jendela,

“kenapa kau tak memberikan data sepenting ini sejak tadi malam, bagaimana kalau pasienku tidak selamat, kau ini, lain kali jangan kau ulangi lagi- atau–….” mendadak amarahnya pun terhenti oleh tiupan nafas Jean yang sengaja diarahkan-nya kepada Jimmy yang mulai berubah mimik itu, Jean pun berusaha mengelus dadanya dan mengambil alih bicara kepada asistennya, meski dirinya tak sadar bahwa masih berada di atas pangkuan Jimmy. beruntung, sanga asisten tidak curiga, hanya saja sedikit bingung bagaimana Jean bisa keluar dari kamar Jimmy tidak berselang lama setelah Jimmy keluar.

“,e, begini, semalam, maafkan tuan muda, ya, dia menemaniku lembur untuk mengajariku menyelesaikan daftar dan berkas untuk training stewardress baru , jadi sampai-sampai dirinya tertidur dan tidak mendengar perkataan-mu, iya tidak apa-apa, ini masih bisa dimaklumi, dan bukan sepenuhnya salahmu, ” Jimmy yang semakin terbengong-bengong mendengar statement barusan yang keluar dari mulut Jean yang sangat bijak, Tidak disangkanya sang putri yang selama ini dijulukinya sebagai badut pesta yang polos dan hanya bisa menangis bisa berubah dalam waktu yang singkat, 5 tahun menjadi seorang putri yang sungguh dewasa dan bijak, entah dia belajar darimana, tampaknya inilah akibat dari dirinya laki-laki yang meninggalkannya untuk memberinya waktu untuk membenahi diri, dan  mendadak lamunannya hilang dan buyar oleh sapuan tangan Jean yang berdiri dari pengakuan-nya,

“iya, terimakasih, sekali lagi, ya, aku yang seharusnya minta maaf karena sudah menyuruh bos kalian ini untuk mengajariku,,”

“, kau beruntung memiliki majikan sebaik dirinya,” lanjut Jean,

Jimmy pun langsung tanpa bertanya-tanya menyerobot berkas itu, takutnya kalau-kalau itu berhubungan dengan hasil analisa riwayat kesehatan jantung Jean, kalau sampai Jean tahu, maka entah apa yang akan terjadi menurut penafsiran benaknya,, hufth, Jimmy hanya berusaha sesantai mungkin untuk membaca, takut kalau Jean mengetahui isinya, ternyata, hanya sepucuk surat yang dilampirkan dalam map berkas kesehatan, untunglah, isinya tentang ibu Jimmy yang akan mengunjunginya dari Korea yang akan diantar langsung oleh sepupunya, Yong Hwa dan adik satu-satunya, Hong Ki, hampir saja tamat riwayatnya… akhirnya, Jimmy dan Jean pun merapikan pakaian satu sama lain dan bergegas berangkat karena sudah telat,

#Sepulang Jean dari Meeting dengan Crew barunya,

Pulang ke apartement milik Jean sendiri, dia begitu memelankan jalannya, ia hanya takut ada yang tahu kalau semalam dirinya perempuan tidak pulang, Ayah dan ibu angkatnya, sudah menunggu di depan pintu ternyata, hemm, bagaimana ini, dia wanita ketahuan… namun, belum sempat mereka menginterogasinya dengan bertubi-tubi tanya jawab, Jimmy sudah main menarik-narik tanganya saja dari belakang,,

“kenapa kau tak pulang ke rumahku, putri, apa kurang luas untukmu… yang sekurus ini,? e, tidak maksudku, selangsing dirimu,?”

“e.. aku, aku hanya,”

“akhhs, sudahlah mari, kita pergi, aku tahu hidupmu pasti tertekan sekali di sini, sehingga kau tak pernah memberi kesempatan orang lain termasuk aku, untuk mengetahui masalahmu, aku benci kau yang seperti ini,” tanpa terasa mereka pun sudah sampai di garasi Apartement Jimmy,

“,sekarang bicaralah, atau aku yang akan memaksamu untuk membuka mulut,”

Jean yang hanya masih bisa tetap diam dan gugup yang terlihat jelas dari caranya menggigit bibir bawahnya,

“a,a,aku, hanya,”

“,darimana saja kau?”

“aku, masih seperti biasa, menemui crew baruku di bandara, dia mungkin akan menggantikanku akhir-akhir ini sebelum aku cuti sebab bos menganggapku kurang sehat ”

Jimmy yang ternyata sudah cemburu sejak Jean memilih untuk kembali ke apartemennya itu ternyata semakin menjadi-jadi marahnya, ayolah tatap aku kalau kau tak berbohong, pikir Jimmy,namun sampai setengah jam pun Jean tak juga melihat matanya, itu semakin membuat Jimmy mengamuk  dan mendorongnya ke dinding, menekannya kuat-kuat, meskipun sebenarnya ia tak bermaksud menyakiti Jean,

“, jadi kau hanya ke sana untuk menemui bosmu ? dan pulang setelah apa yang kita lakukan semalam ?” “kakak, kau ini bicara apa,” tanya Jean yang berusaha menepis geraman dalam mata Jimmy,

“kakak, kumohon dengarkan—-” mendadak terhenti ketika Jimmy yang menciumnya paksa hingga kepalanya yang membentur dinding begitu keras, ketika tersadar Jean, memerah, dia tak habis pikir Geun Suk bisa berubah menjadi pemarah dan begitu mengerikan seperti itu, Jean pun seketika histeris dan masuk ke kamar yang pintunya telah berada tepat di kirinya,, menutup erat-erat telinganya untuk melupakan peristiwa ini, kenapa, kenapa justru di saat yang sedang berbunga-bunga cinta mereka kembali diuji.

namun,, tak lama terdengar suara jeritan keras yang membuat kecemasan di dada Jimmy, dan dirinya tak bisa membiarkan sesuatu apapun menyakiti Jean… dibacanya ruang itu yang tak lain adalah laboratoriumnya untuk membedah jantung, dia semakin yakin Jean pasti trauma dan teringat saudaranya, Park Hye Hoon, yang mendadak mati akibat serangan jantung,, pintu yang dikunci dari dalam itupun di bukanya dengan didobrak,kakinya yang kesakitan ternyata tak membuat langkahnya terhenti untuk menemukan Jean yang bersembunyi di balik kolong tempat pasien ditidurkan itu.

dengan sigap Jimmy mengangkatnya dan menjauhkannya dari ruangan pribadinya itu!!! di balik pintu itu, Jimmy yang masih memeluk erat pundak jean yang masih gemetaran, hanya bisa membisikkan sepatah kata, ” aku,, benar-benar minta maaf atas hari ini, semuanya,” Jimmy pun mengecup ubun-ubun puncak kepala Jean, rambutnya yang begitu wangi, membuatnya semakin merasakan apa yang tengah berebut tempat di kepala Jean yaitu masalah-masalahnya, namun Jean tetap tak menjawab,, Jimmy yang semakin merasa ada yang ganjal hanya melihatnya lewat celah ketiaknya yang memeluk Jean erat, nadinya yang cepat mendadak berubah lemah dari tangan Jean yang menempel lekat di dada Jimmy, makin khawatir ternyata,, lagi-lagi Jean pingsan, namun kali ini ia telah sama-sekali tak bernafas,,

#Di USA Hospital Directory,

Jimmy yang tak mampu menangani kekasihnya yang tengah dalam kondisi lemah kini, semua selang-selang infus yang menancap di tangannya, pulmotor dan tabung oksigen di sisi kanan dan kirinya, Jean tengah dalam kondisi koma, Jimmy hanya bisa menyerahkan urusan ini kepada rekan terdekatnya, Jong Sang yang juga orang korea asli, dari jendela kaca ia terus merenungi sikapnya selama ini yang selalu kasar terhadap Jean, Cinta pertamanya yang dimungkinkan akan menjadi cinta terakhirnya, sebuah pikiran jelek tengah mencekam-nya sekarang ini, apa mungkin Jean akan selamat mengingat ayah, ibu, dan kakak laki-laki Jean yang juga meninggal karena serangan ini, apabila Jean tak selamat dia, dia, dirinya, Jimmy tak kan mungkin bisa memaafkan dirinya kini,,

tangannya bahkan tak bisa membohonginya, setidaknya membantunya untuk berbohong dan tidak memperlihatkan kepada orang lain bahwa dokter muda hebat seperti dia bahkan tak bisa menangani masalah bahkan untuk seorang wanita yang begitu penting dalam hidupnya,bahkan rekannya yang menyuruhnya masuk untuk memeriksa kondisi gadisnya kini sepertinya sudah tak ia hiraukan lagi, dia sungguh sangat-sangat terpukul,

“TUHAN, ini do’aku yang terakhir apabila kau masih mau mengabulkannya…. selamatkan dia, andai dia yang harus mati, aku rela mengganti nyawaku, jantungku tak ada guna jika tak ada dia wanita yang menghiburku di setiap aku pusing dengan semua pekerjaanku yang memang sudah penuh resiko,”air mata Jimmy yang mulai menggenang, di bawah dagunya, menggantung dan akhirnya menetes di lantai yang terbuat dari marmer itu.

“,, aku tak akan sanggup hidup tanpa putri badut pestaku, kembalikan dia seperti semula, toh, kalau dia yang harus kau ambil, aku juga tak akan berfungsi selayaknya manusia lelaki dewasa yang hidup, dan berrapuh hati, aku benci situasi yang membuatku memilih, aku akan memberikan jantungku untuknya,, bahagiakan dia, buat dia lupakan aku dan hidup dengan lelaki yang bisa membuatnya tersenyum dan bukan penuh luka seperti aku. Tuhan, aku yakin kau mendengarku,, besok, kau bisa mencabut nyawaku,” Jimmy pun mulai memejamkan matanya yang semenjak tadi bersandar di kaca, jendela…………

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to GeunShin Legend

  1. I simply want to mention I’m beginner to blogs and seriously savored your web site. Very likely I’m going to bookmark your site . You definitely come with impressive article content. Thanks a lot for revealing your blog.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s