“BROKEN ANGEL”


Title : Broken Angel

Genre : Tragedic and Romance

Rate : PG

Author : Shiella Fiolly (io)

Cast :

Jang Geun Seok

Park Shin Hye

Jung Yun Ho

Uee Kim Joo

 

HAH..  Tuan muda harusnya mengerti dan memperingan tugasku. Harusnya dia tahu hari ini aku sudah harus libur. Melihat mereka semua aku jadi iri. Aku kan belum pernah merasakannya sendiri. Hmm.. kapan ya, tuan muda Yang Maha Kuasa mengijinkanku untuk bisa merasakan dan menikmati hari tanpa dibebani dengan tugas – tugas dinas berat seperti ini. aku mulai bosan. Tapi sebagai bawahan aku tak pernah bisa mengungkapkan kekesalanku pada yang Mulia Tuan muda. Sebal. Hiks. Hiks.. aku jadi murung.

 

“Tuan Muda, kumohon untuk satu hari ini saja aku diliburkan dari bertugas, ya, ya, ya..,” pintaku sambil berkedap – kedip seperti anak kelinci yang minta untuk dibebaskan makan wortel dalam ukuran jumbo sepuasnya. Namun tampaknya yang Mulia masih tak segan untuk membiarkanku diliburtugaskan. Benci. Kucoba lagi untuk merayunya. Bukan aku namanya kalau begitu mudah menyerah dengan keadaan.

 

“Tuan, aku benar – benar ingin turun ke bumi tapi tanpa tugas untuk hari iniiii saja, bisa, ya ? bisa ya ?” mataku pun terus memandang lurus seperti seseorang hamba yang tengah tergegun akan keindahan alam ciptaan Tuhan-Nya yang mendongak meminta perijinan.

 

“Ehmm. Tidak bisa.” Jawab Yang Muliaku tegas setelah sejenak tampak berpikir ulang.

 

“Aku harus katakan padamu untuk berapa kali, ha! Aku sudah bilang tidak bisa ya tidak bisa.” Jawabnya setengah membentak ke arahku. Aku yang ketakutan hingga tak bisa menyembunyikan tangannya yang bergetar tak karuan sambil mengeratkan rahang atas  dan bawah tulang tengkorakku masih tetap berusaha memohon. Kuharap ini permintaan untuk yang terakhir kali.

 

“Hah, kau ini. sudah kerjamu saja tak pernah beres. Lalu kau mau ambil libur lebih dulu. Guardian Angel macam apa kau ini ? Dulu project pertamamu sewaktu kujadikan Cupida kau tak perah bisa memasangkan orang yang tepat, sekarang kau tak bahkan tak bisa menjaga majikanmu sendiri yang sedang tenar – tenarnya sehingga dirinya menjadi semakin lupa daratan. Besok mau kau buat sensasi baru apa lagi, ha ? Kau ini hanya bisa mempermalukan dunia perangelan !” pekik Yang Mulia keras di akahir katanya membuatku makin melotot menahan tangisanku yang bisa – bisa akan membuat seluruh dunia banjir. HUU! Jangan ! kau harus bisa menahan ini semua Shin Hye ! Kau pasti bisa. Kau pasti bisa !

 

“Tapi yang Mulia, permohonanku ini semata – mata juga untuk kemajuanku dan kebaikan yang Mulia. Yang Mulia tidak ingin bukan aku selamanya membuat kesalahan ? maka aku ingin mengintip kegiatan kerja para saudara – saudaraku di bumi dan mencontoh perihal baik dari mereka. Begitu, Yang Mulia.” Terangku secara pelan namun pasti. Aku tak mau kali ini aku salah bicara hingga membuat Yang Mulia naik darah dan menimbulkan topan Hurricane besar ke dunia.

 

Sepertinya kali ini Yang Mulia sedikit melunak. Terlihat dari raut di sudut wajahnya serta dahinya yang awal mulanya mengernyit sekarang kembali merata permukaannya. Tangannya yang ditumpunya di lengan kiri itu pun diturunkannya dan menunjuk kepadaku. Sepertinya permohonanku yang ini lumayan juga.

 

“Okay. Baiklah. Aku beri kau waktu untuk merubah sikap Yun Ho kembali rendah hati seperti semula. Aku tidak akan memberimu kelonggaran ataupun kemuluran waktu. Batas habismu hingga pukul 03:00 esok pagi. Dan kau harus pulang dengan membawa hasil.”

 

“Uwaa! Baiklah, Yang Mulia. Aku berjanji tak akan mengingkari janjiku pada Yang Mulia. Aku akan mengembalikan keadaan seperti sedia kala.”

 

“..Tapi ingat kau sampai kau gagal, aku terpaksa mengutukmu jadi manusia..”

 

“Iya, Yang Mulia.”

 

Dengan langkah tergesa – gesa aku pun mulai melaju menjauh dari altar di istana Krystal. Aku senang sekali. Penuh semangat aku terbang menuruni langit ke tujuh dan mendarat ke bumi tanpa sepengetahuan manusia – manusia ini. tak perlu menyamar, hanya saja aku harus rapat – rapat menyembunyikan sayap – sayapku ke ujung ketiakku.

 

Kulihat ke sekeliling agaknya tempat ini tidak seramai biasa. Untuk incaran pertama yang akau cari adalah sosok gadis tinggi semampai Uee. Aku rasa dia adalah sasaran untuk merubah Jung Yun Ho kembali ke keadaan semula. Mungkin dengan Uee memutuskannya, Yun Ho bisa berubah pikirku. Tapi sepertinya akan sulit untuk melakukan hal ini, kalau saja dia tidak terus membuntutiku. Siapa lagi kalau bukan, Geun Seok. Manusia kurang ajar ini, yang bisa melihatku satu – satunya selain Yang Mulia sang Pemilikku. Ada apa dengan matanya itu. Melihat gelagatnya sepertinya aku tahu apa yang akan dilakukannya. Dia pasti akan selalu menghalangiku untuk memisahkan Uee dan Yun Ho. Awas saja ya, kalau dia ikut campur urusanku nanti. Aku pukul kepalanya hingga terbelah menjadi dua bagian.

 

Aku rasa dia sedikit tak ada kerjaan. Masih sama memandangiku, atau mungkin tetapnya mengintrogasiku. Aku tak senang dengan tingkahnya yang sok tahu itu. Seperti dia mengerti asaja tentang pekerjaan Guardian Angel. Hah! Melihat mukanya saja sudah membuatku serasa mual. Pasti dia ingin meminta bantuanku untuk mempersatukan hatinya dengan kekasih lamanya. Hei, tuan, apa kau lupa aku sudah pensiun sebagai Cupita. Ekh, lebih tepatnya aku sudah dipecat dan dialihtugaskan untuk menjadi Guardian Angel sekarang. Ekh, tapi tunggu – tunggu dulu. Apa dia masih punya urusan denganku ya? kenapa dia selalu mengikutiku seperti ingin bicara empat mata denganku. Atau aku yang kegeeran saja ? Akh! Tidak mungkin. Lebih baik kuabaikan dia dan kembali fokus pada pekerjaanku ini.

 

“HAAH… Le-Lah…” sudah hampir dua jam aku mengumpulkan informasi tapi agaknya aku belum mendapatkan rencana yang matang untuk menjalankan misiku. Masih ada waktu 22 jam lagi untuk besok. Tapi rasanya mataku sudah tak sanggup untuk kuajak mencari – cari perihal yang bahkan aku sendiri belum tahu seperti apa jadinya nanti. Oh, Yang Mulia. Ternyata berat sekali berada di posisi ini. Menjadi manusia pun tidak. Tidak juga menjadi Guardian Angel hari ini. lalu sekarang aku ini apa ya ? Entahlah, lupakan saja.

 

Omong – omong kenapa dia masih di sini ya ? kenapa dia tidak pergi juga ! membosankan ! Aihhh! Geun Seok, stalker. Bisa tidak kau menyingkir dari pandangan mataku untuk 1 malam saja! Pasti aku akan merasa sangat tertolong dan bersyukur. Sungguh. Melihatnya membuat sayap – sayapku serasa mau melebat lagi. Jangan. Tahan Nafsu. Jangan sampai semua manusia buta akibat melihat sosokku yang sebenarnya.

 

“Sini,” Geun Seok tiba – tiba mendekat begitu saja ke arahku duduk di atas batu. Sok akrab sekali.

 

“Kemari. Kau bisa kepanasan nanti di situ lebih lama lagi.” Apa pentingmu. Lakukanlah sesuatu yang menyita waktumu. Jangan buang – buang waktu untuk ngobrol denganku dasar pengintai udik.

 

“Hei, Cupita manis. Apa kau tak dengan aku bicara padamu ?” Tanyanya sambil mengibas – ngibaskan tangannya di depan mataku yang menunduk ke arah rerumputan.

 

“Shin Hye..” A-A—Apa ? Apa yang barusan dirinya katakan ? sepertinya ada seseorang di masa lalu yang begitu penting dalam hidupku telah aku temukan kembali. Apa manusia ini yang akan mencari tahu bagaimana asal usulku ? Apa benar begitu ?

 

Seketika mata krystalku pun berbinar menyilaukan matanya. Hingga dia yang kesakitan karena silau mengusap – usap matanya yang perih karenaku tadi. Aku bahkan tak mempedulikannya. Yang aku tahu aku bahkan untuk sepersekian detik melupakan semua tugasku dari Yang Mulia. Aku justru lebih tertarik untuk tahu siapa Geun Seok sebenarnya.

 

“Aku mau dengar kata – kata terakhirmu tadi, bisakah kau ulang lagi ?” tanyaku memastikan apa yang dikatakan Geun Seok tadi benar – benar nama kecilku ? Astaga, ada apa denganku ? aku pun makin tak terkontrol saja. Hingga tiba – tiba Uee sudah berada di sampingnya dan meniupkan sedikit udara dari mulutnya ke mata Geun Seok. Membuatku tersadar seperti ada yang aus dari dalam tubuhku. Sayapku. Sayapku berlubang diujungnya. Astaga, pertanda apa ini. aku pun yang panik segera meninggalkan kedua manusia ini menuju ke sebuah tepi danau di pinggir hutan.

 

Ada sebuah rusa yang melihat kedatanganku. Sepertinya dia tahu tentang kegusaranku akan sayap – sayapku yang berlubang ini. ah, biarlah. Tak apan aku memperlihatkan sayap – sayapku ini. asalkan aku bisa melihat sayapku kembali utuh. Kukurkan air danau ini lewat daun panjang yang kubentuk kerucut dan kusiramkan ke ujung sayap – sayapku yang berlubang. Nihil. Tak ada perubahan sama sekali. Aku pun pasrah. Tergolek tak perdaya di samping sang rusa yang sudah menjadi saksi atas usahaku memperbaiki kembali sayap yang telah dihadiahkan oleh Yang Mulia kepadaku saat kerja pertamaku mengubah Geun Seok yang kesepian menjadi dirinya yang periang seperti sekarang ini. dan Yun Ho, persetan dengan dirinya sekarang. Apalagi Uee. Karena terfokus akan mereka aku pun jadi mengorbankan diriku untuk yang kesekian kali. Hufth. Pilihan ini sulit untuk aku penuhi.

 

Setelah beristirahat cukup lama aku pun kembali ke area semula. Dimana aku melihat Yun Ho dan Uee juga Geun Seok berada di satu tempat. Namun tak kutemukan satu pun  Guardian Angel yang menjaga mereka, tidak pula Cupita yang tengah di sekelilingnya. Apa itu tandanya harus aku yang menyelesaikan semua ini ? atau Yang Mulia sengaja membiarkan mereka untuk bebas satu hari ke depan seperti aku yang sedang cuti ? Akh, biarlah. Lagipula apa untungnya denganku kalau memang seperti itu adanya. Aku pun tak ambil pusing. Kulangkahkan saja kakiku menuju ke sebuah Villa yang tak jauh dari tempatku sekarang berdiri. Aku mencium bau cinta di sini. Tapi tak ada Cupita. Lalu siapa ? Hii.. Ngeri.

 

“Ada orang di dalam ?” sambil memikirkan waktuk yang tinggal 6 jam. Aku pun terus mencari – cari sosok tinggi jangkung yang juga pemiliki Villa ini. seorang model juga penyanyi terkenal yang kini tengah lupa segalanya itu. Siapa lagi kalau bukan kekasih Uee. Aku juga melihat Uee di sini. Ya Ampun aku harus menutup mataku. Apa yang akan mereka lakukan malam – malam seperti ini ? saat tubuh mereka mulai merapat dan hampir berdempetan itu pun aku segera menjatuhkan vas bunga yang berada tepat di sebelahku. Hingga mereka pun terpaksa mengakhiri tingkah liar mereka dan mata mereka masing – masing saling menjelajah ke sekeliling.

 

“Siapa di sana ?” Dasar Bodoh. Tentu saja aku. Siapa lagi. Tapi mereka memasng tak pernah mengerti keberadaanku. Hingga seorang yang bertubuh tinggi berotot satunya lagi mendadak membuat langkahku terhenti. Astaga. Untuk kesekian kalianya aku selalu tertangkap basah oleh Geun Seok pengintai udik ini. apa sih yang sebenarnya dia mau dariku ? tidak ada kerjaan.

 

“Kau mau kemana malam – malam begini ?” tentu saja pulang batinku.

 

“Kalau ingin pulang bukan sekarang waktu yang tepat. Lebih baik kau menginap di sini saja.” Dasar udik. Mana mungkin aku mau menginap di Villa bocah – bocah sialan itu ?

 

“Sudahlah jangan keras kepala. Ayo ikut aku.” Sialan. Kenapa dari tadi dia bisa membaca pikiranku ya? apa di kepalanay berisi radar pengintai terjemah otak ? benar – benar sudah kuadran empat kecanggihannya. Tapi kenapa dia hanya bisa melihatku, sedangkan aku tak bisa melihatnya secara penuh. Apa dia juga calon yang akan menjadi bidadara ? mungkinkah ?

 

“Aku bisa jalan sendiri.” Kataku sambil menampik genggaman tangannya yang hangat. Aku bahkan bisa merasakan hangat meski walau hanya sepersekian detik. Dia bisa menyentuhku. Ini benar – benar gila.

 

“Tunggu. Sebenarnya siapa dirimu ? apa kau diperintahkan oleh Yang Mulia untuk mengikutiku hingga kemari ?”

 

“Hei, apa yang kau katakan barusan ? Yang apa tadi.. Yang .. kau maksudkan aku bahkan tidak mengenalnya. Apa itu nama makanan ?” dasar udik. Berani – beraninya dia meremehkan pemilikku. Awas kau ya, akan kulaporkan kepada Yang Mulia saat aku ke istana nanti. Batinku mengecam keras,

 

“Kau mau akupuntur ? aku bisa memberikannya pada sayapmu.” Apa dia sudah gila. Berani benar dia menawarkan jasa sok baik kepada sang pemilik kesembuhan ? dia pasti tidak waras.

 

“Heh, aku bilang siapa kau itu, darimana asalmu, mau apa kau mencariku ?” tanyaku keras berulang – ulang tepat di samping telinganya.

 

“Aku tahu. Tak usah berteriak pun aku sudah tahu apa yang kau inginkan dariku.”

 

“Maksudmu ?” membuat mataku pun bertautan dengan matanya seketika.

 

“Ya itu tadi yang kau katakan.” Tanyanya sok cool yang mendadak membuatku tersadar akan sayapku yang kembali mengeropos hingga sepertinya. Oh, Shit! Ada apa sebenarnya denganku ! kekuatan apa yang dimilikinya hingga membuatku seperti ini ? aku bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan kamu bawahan layaknya manusia ini ? kurang ajar sekali !

 

“Itu, sayapmu.” Membuatku menengok ke belakang memeriksa apakah ada yang saah dengan sayapku. Apa aku melakukan pelanggaran. Tidak. Aku yakin sekali dengan sangat.

 

“Sini. Kuperbaiki.”

 

“JA-NGAN!” seketika sayapku pun makin layu dan kehilangan cahayanya yang disebabkan oleh perlakuan tangannya yang menyentuk sayap – sayapku barusan.

 

“Sudah aku katakan jangan.” Pelototku padanya.

 

“Tapi.” Aku pun meninggalkannya yang belum selesai melanjutkan kata – katanya.

 

Misi Yun Ho gagal, Uee pun apalagi. Lantas aku mau apa ? kembali tentu tak mungkin aku kembali. Yang Mulia sudah pasti akan mengutukku menjadi manusia biasa. Apa yang harus aku perbuat ? aku harus minta bantuan kepada siapa ? tinggal Geun Seok yang tersisa. Laki – laki ini yang kemungkinan besar tahu tentang sejarah hidupku. Tapi melihat gelagatnya sepertinya dirinya tidak tahu apa – apa. Kalau aku harus mencari bahkan waktuku hanya tinggal 10 menit. Apa yang harus aku lakukan.

 

Harusnya ada yang mampu mendengar suara hatiku. Aku sudah lelah dengan semua ini. tidak bisakah aku hidup dengan kesenanganku sendiri ? aku mau keluar saja. Tapi bagaimana caranya. Tiidak mungkin Yang Mulia mau mengabulkann—

 

DUNG – DUNG – DUNG

 

Mendadak terdengar suara lonceng yang diperdengarkan dari atas awan. Dan aku sama sekali belum menyelesaikan tugas – tugasku. Apa yang meski aku perbuat dengan situasi yang mendesak ini. apa yang harus aku jelaskan kepada yang Mulia. Aku bahkan tak sanggup untuk terbang dengan keadaanku yang seperti ini.

 

“Shin Hye ! kemarilah, Nak !” mendadak mataku pun terpusat oleh sesuatu yang memancar dari dalam api itu. Sepertinya aku mengenali suara itu. Suara yang setiap waktu memerintahku untuk menjadi yang dia mau.” Yang Mulia.

 

“Maafkan aku, Yang Mulia. Tapi aku belum bisa untuk menepati janjiku kepada Yang Mulia.”

 

“Aku mengerti. Sepertinya kau memang tak cocok untuk bekerja denganku. Hiduplah dengan baik di sini. Dan jagalah kepercayaan yang telah aku berikan kepadamu selama ini.”

 

“Tapi, Yang Mulia.. aku tak ingin berpisah dari Yang Mulia. Aku menikmati diriku sebagai hambaMu.”

 

“Tapi tidak denganku. Aku lebih tahu tentang apa yang terbaik untuk dirimu. Pergilah dengan tenang.”

 

“Yang Mulia, bolehkan aku meminta sesuatu padamu.”

 

“Apa itu ?”

 

“Buat aku tahu dengan sejarah hidupku. Aku menginginkan diriku seperti apa seharunya.”

 

“Itu tidak sulit. Pejamkanlah matamu.”

 

“Yang Mulia, aku sangat bersyukur pernah bekerja sama denganmu.” Jawabku tersenyum meski dengan keadaan yang memungkinkan ini. seketika mataku terpejam pun aku kembali mati. Sayap – sayap berkilau yang sudah aus itu pun menghilang begitu saja begitu pun dengan riasanku dan segala macam pernak – perniknya. Gaun serba putih dan rambut ikat yan ditali di bagian atasnya. Kini kembali tergerai dengan gaun merah muda selutut yang menutupi tubuhku. Tubuhku yang pucat pasi membiru.

 

Hingga datanglah seorang pria muda yang tengah mendekat ke arahku. Wajahnya yang serupa takut kehilangan makin menjadi seketika melihat tubuhku yang tergeletak tak berdaya d di hadapannya yang sekarang sudah merengkuhku dalam dekapannya yang hangat. Tapi yang aku butuhkan hanya panas. Panas yang kembali dapat membakar jantungku hingga memompa kembali. Dirinya yang tak kuasa menahan air mata pun membiarkan diriku terus bersandar di pangkuannya. Tangannya yang mulai menyibakkan rambut yang menutupi mataku dan membelai pipiku yang kini sudah basah dijatuhi oleh tetesan air matanya yang mengalir deras. Aku tentu ingat sekali sekarang siapa dia. Dia yang selama ini masih menungguku dan menganggapku selalu ada di sisinya meski dirinya tak dapat melihatku berdasarkan halusinasinya. Yang dia percayai aku telah berubah menjadi bintang.

 

Tak satu pun yang aku lupakan dari dirinya. Andai saja dia tahu bahwa hatiku juga menangis melihatnya memperlakukanku seperti itu di hadapannya. Aku ingin sekali membalas rengkuhannya. Menenangkan dirinya dan meyakinkanku bahwa diriku masih bersama dengannya. Namun kali ini dirinya bahkan benar – benar tak dapat melihatku dengan jelas. Jang Geun Seok. Apabila waktu bisa berjalan beriringan dengan kemunculan keajaiban, maka akulah orang yang pertama akan memanjatkan doa itu untukmu agar kita bisa dipertemukan kembali. Aku janji itu. Aku perih melihatmu seperti ini. bangkitlah selagi aku masih ada. Dengan begitu aku pun bisa pergi dengan tenang. Apa ada yang ingin kau sampaikan kepadaku ? aku akan mengingatnya dan melaksanakan apa yang kau mau.

 

Aku mencintaimu.

 

Seketika itu pun aku seperti bergolak dengan mesin waktu. Seperti angin telah menelusup ke dalam otakku dan menembus keluar begitu saja. Mungkin ini benar – benar waktunya untukku diambil.  Selamat jalan, sayang. Rindukanlah diriku di saat kau terpejam. Hingga aku pun mulai mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dan mencium bibirnya. Namun tak sempat sebab pusaran angin semakin kencang saja. Jang Geun Seok justru yang menciumku lebih dulu. Dipejamkanlah matanya hingga seolah – olah dirinya pasrah bahwa dirinya akan kehilanganku. Namun, tidak..

 

Pancaran sinar keluar dari dalam ciman kami dan keluar begitu saja mengitari tubuh kami ini. sebuah pasang sayap yang baru mengitari tubuhku. Begitu pun dengan dirinya. Sepasang sayap krystal biru itu pun menghias di kedua punggung kami. Dan tubuh kami pun terangkat dan dengan posisi yang sama dirinya yang membopongku di dadanya menuju istana Krystal yang abadi dan membangunkanku dengan saupan tangan hangatnya di pipiku. Tak lupa dirinya pun mengatakan hal sama yang sudah kurindukan selama bertahun – tahun.

 

Aku mencintaimu. Jadilah milikku seutuhnya.

 

 

END


About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in ONESHOOT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s