All The Season


 chapter 1 

Kehangatan dalam Keluarga

#Masih di dalam Kamar Jimmy,, pagi hari,, pukul 05;00 ~

Mereka yang mulai terbangun itu,, masih mengernyitkan dahi masing-masing untuk sekedar mengingat apa yang terjadi semalam,, mengapa mereka dalam keadaan seperti itu, ,sepertinya mereka berdua tengah mabuk,, tapi mana mungkin,,, tak ada botol-botol kaca,, yang hijau transparan atau hitam bekas whisky atau wine,, di sekitar sini,, namun,, kenapa mereka simpang-siur tidak karuan begini,, Jimmy yang berada tak jauh dari Jean,, dan Jean yang tengah berada di sampingnya sang suami tercinta itu,,, kenapa memangnya,, apa yang barusan terjadi,, Arghhhh,,, pusing Jimmy memikirkan hal ini,, namun yang dirinya heran,, biasanya, pagi-pagi setelah mengetahui Jean yang berada di pelukannya, Jimmy terkesan biasa,,, malah sangat hafal,, untuk sekedar meraih tangan Jean untuk merapat ke arahnya,, dadanya itu,, namun,,, ini,, malah,, jangankan,, terkesan biasa yang ada justru Jimmy masih terbengong dalam posisinya yang masih terus saja terdiam kaku itu,, kenapa,, Jimmy,, biasanya dirinya sangat semangat bila dapat berada selalu di dekat pujaaan hatinya itu,, sekarang,,, justru terkesan,, seperti tak mengerti segalanya,, Jimmy bertambah bodoh,, apa jiwa mereka tertukar,, apa sampai sebegitunya ? ini pertanda bahaya,, kalau memang begitu kenyataannya,,, bukan,, tapi bukan begitu,,,,!!! Jean hanya sedikit terbebani akhir-akhir ini,, bukan apa,, dirinya wanita harus mengurusi segalanya sendiri,,, dari King, sang anak yang mulai usil itu ternyata,,, King sangat berkembang dengan pesat,, apanya…? Ya,, daya tangkapnya,,, untuk anak seumuran dirinya bahkan itu terlalu sepat untuk dipercaya,, Joe yang selalu berusaha membantu sang ibu yang tengah kelelahan itu terkadang,, sekedar,, mengelus-elus dada Jean,, dan duduk dalam pengkuannya wanita,, seketika tentu Jean yang tengah kelelahan itu,, kembali dalam senyum bahagianya wanita, bisa memiliki seorang putra,,, yang cerdasnya tetntu mewarisi sifat ayahnya itu,, Jimmy Black, kini generasi Black and Jean tengah telah benar,,, benar-benar dewasa,,, baru berusia 7 tahun,, menuju itu saja,, 6 tahun lebih 9 bulan,, dimana,, di bulan Februari itu,,,, tepat tanggal 17, sehari sebelum ulang tahun ibunya itu, Jean Avansta yang juga berulang tahun di bulan itu,, Star Sign yang penuh kedamaian pasti,, berlambang air,, dan sang ayah yang berlambang,, Singa,, sang pemimpin,, dalam biasa hal umum,, ah,, tentu hal ini tak penting,, mendadak,, Jimmy terperanjat,, saking akgetnya,, kenapa,, yach,, lihat saja,, sebab Jean yang mendadak membuka mata,, di hadapannya itu,,,,,

“Jean,, kau sudah bangun,,,,” Jean yang masih berusaha untuk tersadar dari usahanya,, itu untuk sekedar mengulurkan tangan dan merentangkan kedua lengannya wanita agar tak terasa pegal di sekitar punggung dan bahunya wanita yang dirasa sangat nyeri itu.. tentu saja,, setelah fighting itu,, Jean yang teringat,, itu,, kemarin,, semalam,, apa,,!!!!! *Jean yang tengah berada di pelukan Jimmy saat itu,, berada tepat di atasnya yang tengah melepaskan kepenatan dan rasa penyesalannya wanita untuk Jimmy yang kesekian kali,, sebab rasa rindu yang dipendamnya wanita terlalu lama,, tentunya,, itu wajar,, untuk ukuran wanita biasa,, 2 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu kedatangan sang suami yang tengah berdinas ke luar negeri,, dimana yang seharusnya Jimmy harus 3 tahun malah, 2 tahun sudah pulang,, tapi entah mengapa justru Jean yang kesal,, hingga dirinya wanita tak mampu lagi untuk menutupi rasa pedihnya wanita itu di hadapan sang suami terang-terangan itu.. semalam,, dimaan sang suami yang berada di hadapannya wanita seketika ketika membuka gagang pengaitu di pintu itu,, hah,, Jean memang sangat sedih,, dirinya wanita yang kembali diam menjadi pendiam… akhir-akhir ini,, tentu pula termasuk karena hal ini,, selain dirinya wanita yang tenagh bimbang sebab sang anak, Staenbee Jonas, Joe nicknamenya,, King Bee, itu yang yang diberikan Jim seketika ketika kelahirannya,, di hadapan para kru A.N.JELL yang tengah melihat Jonas dalam box-nya,,,, yang masih tertidur itu,, diciuminya oleh sang ayah pipi Jonas,, untuk sekedar meluapkan rasa syukurnya atas berkat Tuhan yang telah memberinya seorang anak lelaki seperti yang dirinya idamkan selama ini,,, dan kini,, giliran Jimm yang mengingat semuanya,,, ya,, meski masih sedikit tak percaya.. semalam Jimmy yang tengah sedikit ‘teler’ saking lelahnya dirnya berada dalam pesawat kurang lebih 3 jam itu,, tak tahan makanya dirinya membawa Jean yang tengah sesenggukan menangis sejadi-jadinya sebab kedatangannya yang dirasa sangat dan begitu mengejutkan untuk Jean yang ketik itu tengah sibuk dengan pertanyaan sang Joe yang selalu merongrongnya wanita,, dimana daddy, Jean.. apa kau menyembunyikan-nya dariku ? apa yang kau rahasiakan, Jean ? aku ingin tahu seperti apa wajah Jimmy,, Jean,, cepat bawakan Jimmy kemari,, apakah wajahnya se-tampan malaikat ?….. dan bla-bla-bla… seterusnya,, intinya Jean yang kewalahan harus tiap hari menjelaskan kepada Joe itu bilamana sang ayah tengah berada dalam tugas yang sangat berat yang tengah diembannya itu untuk masalah social yaitu menangani kesehatan di beberapa Negara yang sedang mengalami sedikit masalah seperti politik,, atau ekonomi,. Untung Jimmy tak dikirim ke Mesir atu Egypt.. ,,, Jean yang semalam juga merasakan apa yang tengah melanda pikiran Jimmy, sanag suami yang juga kekasih hatinya wanita itu, dimana dirinya wanita yang tidak bisa menahan rasa kesal yang telah bercampur aduk dengan semua kenangan yang telah bergelayut tak hingga di kepalanya wanita itu,, Jean yang makin tak habis pikir  itu yang ganti membalas perlakuan Jimmy itu, tanpa kata dirinya beranjak mendekati Jean yang dengan sedikit terduduk dan membungkuk untuk mengambil kacamata yang menghias di mata indah suami itu,, dan perlahan Jean yang mencumbu Jimmy dimana dirinya wanita yang memberikan Shuttle Kiss sebah yang hanya untuk suami dimana dirinya pernah juga mencium Jimmy ketika pertemuan ke-limanya wanita yang masih berumur 19 tahun saat itu,, yang tengah menjadi stylish Jimmy yang masih di Korea saat itu… memberinya suami kegiatan yang tak akan pernah dirasakan sebelumnya itu,, sedikit aneh itu,, dimana Jimmy yang masih mengenakan pakaian kemeja berkerah merah mudanya yang setengah kejingga-jinggaan itu,,, untuk sedikit mengendurkan dasi yang menjulur panjang di depan kemejanya itu,, mengeluarkannya dari jalinan kerah yang memagari pakaian kerjanya itu,, hingga dada Jimmy yang sedikit membuka,,, membuat Jean dengan mudah meraba perut Jimmy yang sudah lebih dulu sedikit terlelap itu,, hingga Jean yang perlahan-lahan melakukannya wanita yang tanpa disadari tengah menjalar ke semua bagian tubuh atas sekitar dada Jimmy itu.. dan mendadak mereka yang teringat hal ini,,,,*

Jimmy yang mulai beralih untuk menanyakan kepada sang istri itu,, apa yang tengah dilakukan mereka berdua semalaman itu,, kenapa dapat begitu jelas di matanya mereka yang tengah berada berdua dengan posisi yang kian aneh itu,, yang menimbulkan berbagai pertanyaan di benak Jimy itu,,

“Jean,, apa yang tengah terjadi,, semalam ?”

“Jean ? maksudmu ?”

“err,,,,aku bertanya,, apa Sesuatu terjadi pada kita,,, ?”

“,, kenapa kau bertanya ? ,, adakah yang aneh atau mengganjal di perasaanmu ? aku semakin bingung sengan serbuan tanda tanyamu ?”

“sebab aku tak merasa sesuatu telah terjadi pada kita,,,,,”

“ng,,,, itu,, sebab mungkin karena kesepakatan yang telah kita buat 7 tahun yang lalu……… dimana—”

“,,,,iya kita tak akan melakukannya tanpa kesanggupan bersama,, bagus,, jadi aku tak perlu lagi memaksamu,,, untuk itu, aku justru sungguh suka,,” Jean yang hanya menyunggingkan senyum tipisnya wanita kea rah Jimmy yang sedari tadi menatapnya wanita dalam itu,,, Jimmy yang mempersilahkan Jean untuk kepalanya wanita yang sedari tadi mengambang di atasnya sisi sampingnya itu,,, Jean yang merajauk melihat ke arah Jimmy ganti,, menatapnya dalam tak jauhnya dengan sang suami,, hingga Jimmy yang mendekatinya wanita dan mengalungkan sesuatu bercahaya ke leher Jean yang berada di hadapannya itu,, sebuah liontin beraksen mahkota raja itu,, yang dikenakan ke leher jenjangnya wanita itu,, cantik,,, dan seketika itu benda yang tergelantung itu,, jatuh ke belahan breast Jean yang sedikit menyusut itu kembali seperti semula,, dimana yang sempat ‘develop’ itu… karena syarat air susu ibu yang diberikannya wanita untuk Jonas,, King Bee-nya itu,, Jimmy yang masih memandangi lekat ke mata Jean yang hangat,, hanya berusaha se-natural mungkin tidak membuatnya wanita terperanjat oleh Passionate-nya kali ini,, dikombinasikan dengan Murder-Kissnya itu,, begitu menghayatinya,, untuk sekedar menunduk,, ke arah Jean yang menyandarkan kepalanya… yang bersebrangan dengan wajah Jean itu,,, namun sesekali Jimmy yang memulai perkembangannya itu,, dengan menengadahkan kepala Jean lewat rahang dan tulang pelipis kepala Jean itu,, sesekali Jean juga membalasnya dengan memulainya dari pelipis mata Jimmy kemudian menuruni hingga sampai dagu Jimmy yang diakui Jean adalah bagian yang paling disuka dari keseluruhan wajah sang suami itu…..

“KREKKKKK,,,,,,,,,,,,,,,” mendadak pintu kamar mereka pun terbuka,, dan seketika itu,, mereka pun menghentikan kegiatannya masing-masing yang saking bertumpukan posisi paha itu,,,, mereka yang terperanjat segera membenahi selimut tebal yang mulai melorot itu,, yang tadinya sedikit menyingkap untuk dinaikkan lagi……… sepasang kaki yang begitu menggemaskan untuk segera merayap menggapai ranjang yang sedikit tinggi dibandingkan panjang tubuhnya lelaki kecil yang begitu sumringah dengan senyum yang menghiasi lesung pipinya,, tersenyu lebar sampil yelling and scream our,,,,

“Lovely day, Jean,,,,!!!! How your day,,, !!!” Jean yang seketika menoleh kea rah malaikat kecilnya itu,, yang susah payah telah berusaha naik itu,, dengan bantuan tangan Jimmy yang meraihnya itu… untuk menyisipkannya ke tengah-tengah mereka,, memasukkan sebagian kakinya untuk masuk dan terselubungi selimut,,, King Bee,, Jonas yang tak berhenti bergerak lincah di samping orang tuanya itu,,

“Jean,, siapa,, paman ini,,, ? apa dia kekasihmu ? sepertinya wajahnya tak asing….”

“,, Joe,, apa kau lupa siapa dirinya,, tanyakan saja pada paman,, siapa dia ?,,” Jonas yang seketika juga menoleh kea rah Jimmy, “,, apa engkau kekasih Mommy ?,, siapa namamu,,, senyummu tampak taka sing paman,, seperti senyuman daddy,,,, daddy muda,,”

“apa,,,  apa maksud ucapanmu,, King Bee,,, ?”

“,,jadi paman mengenalku,,,? Paman tentu mirip dengan Yong,,, dia daddy mommy,,,” Jawab Jonas kebil, yang tengah berusia 7 tahun itu.. Jimmy yang tak kira dengan apa yang dikatakan Joe, putranya sebab bagaimana dapat menganggap sepupunya itu sebagai ayahnya,,, mungkin Karena kerap kali mengunjungi Jean dengan membawa Queen-nya,, kemari,, 2 bulan sekali…. Jimmy pun terdiam,, hingga Jean yang membantu Joe itu untuk mengenali ayahnya lagi,,

“apa kau sungguh tak ingat siapa dia, King ? dia, kan,, siapa,, tebak,,,,” Joe kecil hanya melihat dan menatap Jimmy yang masih terbengong itu… oh,, Joe pun mulai mengenalinya..

“,, God,, apa kau Jimmy ?.. apa benar paman Jimmy ? Jimmy itu kau,,” Tanya Joe dengan nada polosnya,,, Jimmy yang tak menyangka ternyata sang pangeran kecil ‘wangja’ yang dirinya miliki dengan Jean itu masih mampu mengenali dirinya yang telah terpisah 2 tahun itu,,,

“aku punya banyak foto di albumku,, saat aku berulang tahun yang ke-tiga kau,, ada, bukan, Jim ?” seraya mendengar ocehan polos yang terlontar dari mulut sang putra pun membuat Jimmy yang makin gemas terhadapnya,, digelitikinya telapak kaki Joe yang berda di balik selimut yang,, sudah basah oleh semalam, itu,,

“AAA,,,, geli,, Daddy… Mommy,, Help,, Me,,,!!!!!” Jean yang melihantnya pun hanya tertawa tanpa henti,, melihat ulah, sang malaikat kecil mereka,,

“sudah-sydah cepat pergi mandi,, nanti kau telat, King,,,”

“apa… jadwal King Mandi,, biar dia mandi denga daddynya,, daddy tak keberatan,, ayo, King,,,” Jimy yang membawa King di gendongannya di atas kepala itu..,, sambil memutar-mutar King hingga tak henti berteriak ketakutan itu,, bahkan di kamar mandi Jimmy sudah merencanakan untuk esok hari pergi ke Kids Fun Valley, di ujung Avenue itu,, dengan Jean pula tentunya,, bermain,, basket,, mengajarinya berenang,, dan membeli Lemonade untuk mengurangi dahaga dari kegiatannya siang nanti,, pukul 01;00 siang,, sepulang menjemput Joe sekolah di Canada Kindergarten itu….

Pagi itu pukul 06;25 mereka pun sarapan pagi,, tak lupa Jimmy yang tengah rindu berta dengan sang putra yang makin lengket saja dengannya itu, disuapinya, sepotong roti, tak mau… tidak dilihatnya bahkan,, sungguh sulit untuk makan,, hingga Jimmy pun yang mebemukan cara untuk memberi 2 tets suplemen cair ke dalam susu formulanya itu,, hingga dalam hitungan 5 menit itu,, sedikit reaksi dari obat itu,, yang menyebabkan Joe mulai meminta untuk Jim suapai,, Jimmy yang tersenyum mengembang betapa senangnya itu untuk menggiyakan apa yang diminta sang anak itu, hanya terdiam,, sebab,, masih memandanginya,, hanya segera mengarahkan sepotong roti bakal yang telah dilumeri selai kacang oleh Jade, salah satu pelayannya itu, yang telah setia sudah hamper 10 tahun di keluarga itu… dimintanya kepada Cerry untuk segera menjejalkan sapu tangan untuk mencegah makanan itu masuk ke baju yang bias mengotori seragam sekolah putranya itu,,,  Jade yang segera mungkin dating untuk mengganti rotu yang disuapkan hamir saj oleh Jimmy itu, yang baru teringat bahwa Joe tak suka selai kacang namun strawbeey, sepeti Jean saja,, ingat desserts di resto yang diberikan Jimmy cake ice cream yang dihiasi strawberry di ujungnya itu,, 7 tahun lalu,, dan kini,, sang anak sedikit banyak mengikuti caranya,, wajah dan gaya bicara yang sama dengan Jimmy sangat,, dan pemikiran polos yang diturunkan dari sang ibu,, sungguh melengkapi kebahagiaan di tengah keluarga yang awaknya penuh permasalahan dan rahasia besar iitu,, dan sekarang yang muali,,,, terbuka perlahan,, untuk saling terbuka dan melengkapi satu sama lain,, denagn bantuan Jonas tentunya, ,Our King Bee,, Pikir Jean Jimmy serempak……………

chapter 2

Berusaha Memanfaatkan Waktu yang Berjalan

#Pukul 10;25 Canada Kindergarten ~

Jimmy yang tengah berada di dalam mobilnya yang telah dikendarainya dari rumah itu,, namun tak sedang bersama Jean kini,, sebab dirinya tengah ada waktu untuk bertemu dengan beberapa client-nya di rumah sakit,, biasa,, tempat kerja Jimmy yang dirinya tempati selam tak kurang 9 tahun itu… Di L.A. Hospital Directory,, lama dirinya tak menghabiskan waktu untuk pergi bersama dengan para rekan-rekan kerjanya,, yang ketika menyambut kedatangannya tentu mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan sanga rekan yang tengah pulang dari tugasnya itu,, Jong Sang yang di antar kesekian para temannya yang juga adalh para sahabatnya yang telah lam dirindukannya itu,, kenapa bisa begitu sebab dialah yang tenagh membantu banyak dalam hubungannya yang selama ini dengan Jean yang dirasanya sangat hampa dan tanpa perkembangan dimana ketika Jean yang sempat koma itu,, oh, tidak,,, itu dahulu,, segera Jong Sang yang kabarnya juga akan segera melangsungkan pernikahan denagn suster Geiss,,, Geiss Portman,,, yang terkenal sanagt anggun itu,, dimana dirinya wanita yang hendak dipinang Jong Sang adalah mantan asisten susternya juga,, merasa sangat bahagia mendengar berita itu,, pasti Jean akan datang juga berasamanya yang telah secara terhormat mendapat undangan khusus pertama atas nama sahabat itu,, makanya samapi di mobil depan halaman sekolah King Bee, Jonasnya itu,, Jimmy masih tersenyum-senyum,,, sampai-sampai tak dilihatnya bahwa jam tangannya telah menunjukkan tepat pukul 10;45 menuju siang yang terik itu,,, dirinya pun memutuskan untuk keluar,, melangkahkan kakinya untuk masuk ke gerbang sekolah anaknya itu,, mana King,, pikirnya,, hehehe,, sulit juga mencari dirinya yang masih begitu kecil untuk ukuran laki-laki dewas,, sebab bocah itu,, yang biasanya memanggil nama Jimmy duluan,, untung, sama halnya kali ini,, Jonas yang memanggil nama Jimmy,,,

 

“Daddy,,,!!!! akhirnya ada yang menjemputku,, selain Jade,, dan Trace,,, aku bahagia sekali hari ini,, Jim,,,” sambil mendekati Jimmy yang terduduk jongkok demi untuk meraih tangan sang buah hati itu,,, Joe pun mengecup pipi kiri Jimmy,,, tampak sekali dirinya yang kini justru melupakan Jean,, untuk sekedar menanyakan dimanan dan sedang apa Mommy-nya itu,, dia terlalu riang melihat ayahnya,, bagaimana tidak, ini hal pertamanya,, mereka berjalan keluar bersama,, selama Jimmy pergi untuk tugasnya,,,, Mereka pun berjalan bersama,,, hingga di depan mobil Jimy,, Jimmy pun menggendong sang putra itu,, untuk masuk ke jok depan mobilnya,, betapa girangnya sang Joe,, berkali-kali kakinya berjingkrak-jingkrak di bawah ruang yang tersisa,, untuk dirinya yang tentu cukup luas itu,, di samping kaki ayahnya,,,,

“daddy,, mau kemana kita….? .. apa kau lupa,, 3 hari lagi aku dan Jean akan berulang tahun,, apa yang akan kau berikan untuk kami,,,,?”

“beanrkah,,,?”

“Exactly,,, Jim,,,” Kata Joe yang mulai mengeluarkan pearl candy yang dibawa di saku kantong celana pendeknya itu,, dimakannya permen itu,,

“lalu,, King minta diberi hadiah apa oleh Daddy ? Ha,, bocah lucu,,, dan cerewet,,,,” Joe yang masih berusaha mengunyah permennya itu yang kebanyakan hampir berisikan coklat basah,, berusaha menjawab,, namun masih belepotan dan lumer di mulutnya hingga mengotori pakaian seragamnya yang berwarna merah kotak-kotak di kerah dan bawahnya sebagai celana pendek yang penuh saku itu,,

“Jonas maunya kejutan,, Jonas gila kejutan,,, jadi daddy dilarang untuk memberitahukan-nya pada Joe,, itu tak akan jadi kejutan lagi….. Jim, kau mengerti,,, kalau kau mengerti kau harus anggukkan kepalamu seperti ini,,,” lucunya Joe yang memberi contok gerakan kibasan kepalanya itu k Jimmy yang sedang sebuk menyetir itu,, hingga Jimmy yang gemas hanya mengacak-acak rambut Joe untuk sekedar memberinya tanda setuju,,, Jimmy bahkan sesekali mengarahkan semyum malaikatnya kepada sang King Bee-nya itu,, manis sekali,,

Sesampainya di rumah pukul 11;25 ~

Jimmy yang buru-buru menggendong Jonas kecilnya itu menaiki 30 anakan tangga itu,,, sesegara mungkin dirinya membuka pengait pintu berbentuk seperti limas segi-empat itu,,

“KREKKK,,,,,” Jimmy yang sedari tadi masih menggendong Jonasnya di atas kepalanya itu,, kebingungan mencari Jean yang atak ada di dalam kamarnya itu,, dimana Jean,, bahkan sekembali kita,,, dirinya belum juga datang,, hufth,, geram juga Jimmy,, akhirnya dirinya memutuskan untuk segera membawa Jonas turun,, untuk ke kamarnya segera mengganti pakaiannya yang masih berseragam itu,, dan segera mengajak Jonas,,, berangkat sendiri ke taman bermain kalau sampai Jean belum terlihat juga batang hidungnya wanita,,, dipeganginya kuat-kuat tubuh King yang mulai sesekali goyak itu,, takut-takut kalau King-ny aterjatuh dan tersungkur,, Jimmy menggendonnya di punggung,, sedikit risih Joe,, dipikirnya kenapa daddy-nya aneh sekali memiliki tingkah hari ini, dimana Jean,,, apa mereka sedang bertengkar,, anak kecil saja bisa berpiir se-rasional itu,, memang gila,, cerdasnya,, Jonas mereka itu,, tidak salah,, bila memang faktor genetik yang tak akan meleset jauh untuk keturunan selanjutnya,, Joe yang mewarisi bakat dan sifat unik dari ayah-ibunya,,, dirinya yang sedari tumbuh di Amerika sama denagn sang parent juga terkesan lebih cepat tanggap,, sebab budaya mereka yang mendukung mereka untuk sekedar tahu apa saja secar cepat,, tidak sama dengan di Asia,, dimana anak kecil dilarang terlalu sering berhubungan dengan orang dewasa, pada umumnya meski ada yang tidak juga,, mungkin ditakutkan akan berdampak pada kebiasaan yang buruk para orang dewasa,, seperti merokok,, mabuk,, meludah sembarangan,, nongkrong,, atau pun yang paling bahaya narkoba, atau juga penyakit menular seksual,, hal ini, yang membedakan,, sedikit,, bahkan anak sekecil Joe tak jarang sudah mengetahui typical ciuman apa yang tenagh dilihatnya sekilas,,, dari Murder, Shuttle, Snap, Swoop, Grab,, atau even more sebuah passionate of desire,, sebuah ciuman perlambang hasrat,, begitu,, ahh,, jangan sampai Joe ikut dalam deretan anak yang menggila itu,,,

Kembali ke Kamar Jean-Jimmy 11;35~

Setelah selesai dengan memakaikan Jonasnya dengan pakaian casual untuk sekedar keluar berjalan-jalan,, ini,, membuat Jimmy kembali berpikir untuk jadi saja pergi dengan sang istri,, tadinay mana mungkin,, dan,, untunglah,, Jean ada di dalam, melihat Jean yang tergopoh-gopoh segera membenahi pakaian seragam kerjanya itu,, sebab sempat mengganti baju, sekarang sudah mengenakan rok,, dan kemeja kerah,, lengan se-siku itu,, pakaian dengan corak merah tua,, mroon lebih tepatnya, dan beraksen bunga tulip di sisi kanan kiri lengannya,, cantik,, Jimmy teringat masa-masa mudanya seketika itu bersama Jean,, Jimmy yang masih memandangi Jean dengan tatapan terpana,, sebab tak dilihatnya sama sekali,, dengan faktor usia mereka yang telah berkepala 3 itu,, Jean 31 dan dirinya telah 34 tahun itu,, malah dipikirnya Jean yang semakin sexy saja itu,, hahaha,, kenapa ya, sebab tentu, karena wajahnya wanita yang masih fresh, tubuhnya wanita yang masih terawat indah, juga sikapnya wanita yang masih sangat hangat itu, tak seperti orang dewasa lainnya yang kebanyakan sudah mulai,, high temprate,, ini membuat Jimmy sedikit gerah untuk sekedar bernafas bebas,,

Ditariknya lengan Jean itu,, diangkatnya,, dan digendongnya wanita tepat di dadanya yang kemudian dirinya putar-putar itu,, untung Jonas sedang bersama Jade sat itu,, benar-benar tak dapat dibayangkan,, Jean yang meronta-ronta saking kagetnya wanita,,, apa-apaan suaminya itu, sebentar-sebantar gampang berubah suasana hatinya,,,, sulit ditebak,,,

“Jim,, turunkan aku!! aku takut jatuh,,!!! apa-apaan, kau ini!!! aku takut!!!”

“kau ingin akau menurunkanmu,, kalau begitu penuhi syaratku,,,??” Jean yang seketika itu tercengang hanya menurut saja demi Jimmy yang menurunkannya dari dekapannya itu,,, namun, bukannya malah,, menurunkan untuk melepaskan Jean itu,, malah semakin ditekannya perut Jean itu dengan badannya yang bidang itu,, Jean yang makin merinding dibuatnya, hanya bergidik tak berani melihat ke arah suaminya wanita itu,,

“kau itu kenapa Jean,,,,? Apa kau sakit,,,,”

“er,, err,,, tidak sama sekali,,,”

“lalu,, ”

“lalu apa ?,, jangan dekat-dekat,,, aku hendak keluar,,,”

“eh,,, klau begitu kita sama.. ayo kita keluar bersama,, dengan Joe,, dia akan sangat senang kalu kau dapat ikut juga,, Kids Fun Valley, di ujung Avenue,, bagimana,,,”

“ehm,, baiklah,,,”

Jimmy namun tek segera melepas tekanannya itu di perut Jean yang sedari tadi dibiarkannya saling menempel di ujung dinding itu,,, oh,, Jimmy nampaknya mulai kambuh lagi penyakitnya,, yang selama ini selalu gagal mengendalikan alam sadarnya,,, itu,,, perlahan memegangi ke dua pundak Jean,, yang sedari tadi menegang itu,,, oleh ulahnya sendiri,,, Jean yang tampat mulai pucat itu,, ingin sepertinya hendak melarikan diri dari Jimmy yang selalu membuatnya wanita hampir jantungan itu,,, seketika Jeanyang mulai berontak semakin pula memperkencang pegangan Jimmy padanya,, perlahan Jimmy pun memulai untuk memiringkan sedikit kepalanya untuk menunduk dan berbisik ke arah telinga Jean,,, oh,, apakah Jean akan menolaknya kali ini,, jangann!!! jangan katakan tidak,, aku mohon!!! Jimmy berprasangnka yang macam-macam,, namun justru Jean seperti tak mendengarkan itu,, Jimmy yang makin sebal saja,,, hingga makin merapatkan tubuhnya yang tinggal sedikit berjarak beberapa centimeter itu,,, ini makin membuat Jean risih juga,,, hingga didorongnya Jimmy itu untuk sedikit membebaskan dari tekanannya,,, namun apa boleh buat,, Jimmy malah makin nakal saja,,, memegangi kerah Jean, dan membuka beberapa kancing atas yang menutupi dada Jean itu,, Jimmy yang sedikit bingung dengan Jean,, kenapa demngan kesehatannya wanita,, semakin jenjang saja untuk ukuran wanita yang telah pertumbuhan matang dan sedikit kurusan,,, namun makin sexy saja,, argghhhh,,, bagaimana bisa Jimmy berpaling ke pelukan wanita lain… melihat miliknya saja sudah begitu memukau di dpan mata,, hingga Jean yang sedikit membentak di hadapannya,,,

“jangan sentuh aku!!!! aku tak mau!!! aku tahu kau belum sepenuhnya sadarkan diri,,!!!! jangan-jangan setelah melakukan ini kau akan lupa begitu saja seperti tadi pagi,,!!!”

“errr,,,, apa,,, apa maksudmu??? aku tak mengerti,,,” Jean yang makin menatapnya tajam,,,

“aku bahkan belum melakukannya,, sama sekali,, apa kau tak mau memenuhinya untukku,, bukankah kita telah terpisah selama 2 tahun lebih,, apa kau tak mau mencobanya sedikit,,, apa.. kau,,, akan pergi tanpa mengecup casual padaku,, padahal aku mau kau ikut dengan kami,,,” pinta Jimmy yang mulai kecewa,,, terlihat dari caranya tertunduk lesu,,, Jean yang kemudian tak sengaja mendengar pernyataan suaminya wanita itu,, membelalak,,, seperti tak percaya,, untuk mengajaknya wanita untuk sekedar pergi dengan keluarga,, hanya bertiga,,,,, bahkan Jean teringat Jimmy yang meminta semalam untuk membuatkan adik untuk Jonas, King Bee kecilnya itu,, oh,, betapa teledornya mereka yang lupa tak mengunci pintu,, membiarkan semua terjadi begitu saja,, syukur,, bukan orang lain yang masuk ke kamarnya,,, hanya King yang belum mengerti hubungan antara pria-wanita dewasa ini,,,, bagaimana hingga dirinya dibuat dulu,,, yang dititipkan Tuhan melalui seorang ayah-ibu yang bernama Jimmy-Jean itu,,,,, Jean yang bahkan mengingat semua dengan jelas,, bahkan saat Joe yang terangkat naik oleh sapuan tangan Jim yang usil juga itu,,, ketika dirinya masih bertindihan paha dengan sang suami,, oh,, sungguh malu pasti bila Jimmy tak segera bertindak di balik selimutnya itu,, anak sekecil itu,, yangs selalu bertanya dan polos ingin tahu segala hal,, bahkan menanyakan kenapa seprai kami lengket,, arggghhhh,, apa yang harus kami jawab,,, ahh,, aku pusing,, pikir Jean-Jimmy yang seketika sama itu,,,

Jimmy-Jean yang sama-sama tengah bengong itu,, perlahan mulai tersadar dimana mereka berdiri,, bersandar di balik dinding kamarnya itu,, di ujung,, Jimmy yang mulai mengecup sekenanya leher Jean itu,,, Yang sebenarnya juga kurang tahu dengan maskud jean yang tak mau itu,, apanya, padahal mereka,, tak akan macam-macam,, sekedar bercumbu saja, bukan akan melakukan make a love,, aneh sekali,, reaksi Jean,, namun sekarang sudah berubah pula reaksi Jean,, yang mulai bergerak-gerak di sekitar lehernya berotasi begitu perlahan itu,, mengeliat saking di puncak joy-nya wanita,,, namun dirinya,,, apa,, kenapa menangis,, iya,, menangis,, dan merengkuh Jimmy di lengan kirinya wanita,, dirinya teringat pesan Jimmy yang pernha bilang apabila memang takdir dan kekuatan cinta tak akan mempersatukan mereka,, maka Jimmy kan menjalani hari-harinya yang penuh dengan harapan-harapan hampa,, tak bercahaya,, dan,,, semuanya,,, yang buruk,, akan ditanggung Jimmy sendiri,, ini ide yang terlalu buruk bagi hubungannya, kira Jean,, kalaulah bukan dirinya wanita yang mendampingi Jimmy, Jim harus tetap mampu bertahan untuknya wanita,,, demi janji yang telah diucapkannya dahulu kala,, Jimmy yang makin tak mengerti hanya,, mencium bibir Jean,, halus,, pelan namun menghayati,, entahlah,, rasa apa kali ini,, sesekalai dirinya tarik-ulur permukaan lembut bibir sang istri itu untuk masuk ke dalam mulutnya,, hanya untuk merasakan sensanyinya,, melumatnya wanita,, hingga hilang semua gundah yang dirasakan berdua selama ini,, Jean yang makin tak dapat mengehntikan isaknya wanita itu,, dimana Jimmy yang masih belum melepaskan cengkramannya itu,, Jimmy yang mulai melepaskannya dan menghentikan aktifitasnya itu,, dan menanyai Jean,, ada apa dengannya wanita,,,,

“kau tak apa,,, apa kau tak suka kalung yang kuberikan? Itu aksen raja,, aku yang membawa mahkota ratunya,,, untukmu,,, kenapa kau bersedih,, jangan seperti itu,, jangan buat aku sedih juga ya? Kita sudah memiliki Jonas,, sekarang,, jangan,, menangis lagi, ya,, kita pergi sekarang,,,”

“er,, dan satu lagi,, jaga kesehatanmu,, aku tak suka kau kurang sehat begini,,,, istri dokter senior mana boleh sakit,,” Jimmy yang mulai kembali mengulang kissingnya itu, namun sekilas casual kiss itu,, yang sedari tadi,, masih menangis itu,, hingga tenang dan segera melepasnya,, untuk menarik tangan Jean menyusuri tempat itu turun ke lantai bawah segera ke tempat tujuan sebelum terik,, dan sore,,, menjelang,,,,,,, dan menghabiskan waktu dengan sang malaikat kecil itu,,,,,,,,,,,,,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s