All The Season


chapter 8

Menjalankan Rencana A

#Di Lantai Bawah,,, Makan Bersama 07;15 pagi~

Jean yang begitu terburu-buru, terutama Jimmy yang merasa sangat bersalah kepada putra mahkotanya itu,,,, ya,, bagaimana tidak, Jonaslah anak satu-satunya di keluarga kecil mereka,, dan satu lagi tak kalah menariknya,, Jean yang biasanya meski tengah dalam situasi se-panik itu tetap berusaha cool,,,, ya, tak seperti biasanya wanita yang jelas,, bagaimana tidak,, Jean tak ada banyak waktu untuk bercanda yang jelas sekarang,, makan pun,, sesampainya di bawah mereka berdua langsung menuju kursinya masing-masing,, tanpapembuka sepatah kata, atau sekedar say “Lovely Day” or something. Tanpa berlama-lama untuk mempersingkat waktu pun mereka langsung saja,, menuju tempatnya,,, merapikan cara duduk masing-masing dan kadang saling berpandangan,,, mata Jean dan Jimmy,, takut dan masih berimbas pada pagi tadi,, di kamar,, semoga Joe tak mengertikan apa yang tengah keduanya lakukan itu,, biasalah,, ritual orang dewasa,, suami-istri pula,,,

Dan seakan Jonas yang mengertikan hal itu,, juga beruntung,, sama sekali tak berucap kali ini,, mungkin tertahan oleh para nasehat para ‘invisible Elf’ yang tengah membisikkan petuah yang baik untuknya tidak berbuat usil saja sekali ini,,,, Joe,, Joe,, anak pandai,,, begitu pun seterusnya,,, bahkan sampai di mobil,, dan di depan gerbangnya,,, pun,, dirinya juga tak banyak bertanya untuk hal itu,, yang dilihatnya pagi buta itu,, Joe anaknya periang,, mungkin karena itu begitu banyak memori yang ada di kepalanya sebab daya tampung otaknya yang memang telatif ‘excellent’ itu dibanding dengan anak-anak seumurannya yang lain,, ya, dengan tangkas ia,, pun mengecup pipi daddy-mommy-nya sekeluarnya dari mobil,, yang dibukakan sang ayah itu,, betapa senangnya jelas terlukis sebaba dirinya yang tak biasa,, diantar oleh mereka secara bersamaan… biasanya, ya, kalau bukan Jimmy saja,, ya, Jean saja,, atau malah yang paling parah diantar oleh nancy-nya Trace,, dan Anna,,, atau Meggy,, ah, ini benar-benar hari yang paling membahagiakan untuk dirinya,, namun tak lupa,, tetap,, kebiasaannya tak hilang yang selalu menyeletuk di akhir aksinya,,,

“Jean,, kau pasti diantar Jimmy, kan? Jangan biarkan dia menciummu,,, bukankah tadi pagi, sudah,, jadi cukup untuk hari ini,,,,” Joe pun tak sampai di situ saja berhenti… langsung seketika membalikkan badannya yang mulai terasa keberatan sebetulnya dengan tas ransel-nya,, untuk menatap Jimmy, ya, daddy-nya itu dengan tatapan seperti orang yang sedang melacak sesuatu,, mengendus kerah Jimmy yang sedari tadi sedikit jongkok untuk bisa mendengarkan  celoteh terkahir Joe-nya itu,,,  King Bee yang lucu dan menggemaskan,,, hahaha,,,,

“oh, ya,, untukmu, Jim, jangan mencoba-coba menyentuh Jean-ku…. kau daddy yang kasar,, memperlakukan Jean dengan memaksa,,, hari ini,, kalian aku hukum,,, tidak boleh tidur denganku,,” Jimmy yang semakin bingung dengan apa yang tengah sibicarakan anaknya itu,, anak sekecil itu,, tapi,,,, arghhh!!!! Pusing,,,,

“dan kalian,, tidur saja di kamar yang biasa digunakan Halmeoni,,, aku tak mau tidur dengan orang-orang pembuat gaduh di malam hari!!! Heh!!!” Jean pun yang tak kalah kagetnya dengan tingkah Joe itu yang sembari memicingkan matanya dan berbalik badan segera meninggalkan mereka yang masing saling berhadapan seperti orang bodoh itu,,,,

#Di Dalam Mobil,,, ~

Jean yang mulai membuka perbincangan lebih dulu, ya, tentunya menanggapi apa yang tengah dibicarakan oleh Jonas, King Bee mereka itu,, apa-apaan ini,, anak kecil sudahbisa protes, tanpa alasan yang jelas,, bahkan menolak mentah-mentah untuk tidur lagi dengan mereka,,, aneh,, hingga Jimmy pun yang tak kalah bingungnya,,, hanya menggeleng-gelengkan kepalanya refleks,,, jean pun begitu,, sambil memansangi ke luar jendela mobilnya wanita yang dikemudikan Jimmy itu,,, menggaruk-garuk kepalanya entah kenapa,, sebab tak juga gatal,, aneh, kan? Hufth,, menyebalkan seklai melihat tingkah Jonas-nya itu… tapi tetap saja menggemaskan,,, membuatnya semakin memikirkan apa yang tengah dibahas anaknya tadi,,

“err,,, Jim, kau mengerti apa yang sedang dikatakan Jonas tadi,,,?”

“ya, memangnya ada apa? Kenapa kau bertanya begitu,,,”

“err,,, e,, aku hanya tak habis pikir saja….. apa benar itu semua keluar dari dalam kepalanya,,, dia, kan, kau tahu sendiri,,, masih terlalu dini,, untuk—membicarakan itu.. bahkan menekan kita, ya, nadanya memperingatkan supaya kita tak mengajaknya untuk tisur dengan kita lagi,,, apa kau juga menangkapnya seperti itu,,”

“ah, sudahlah,, jangan terlalu dipikirkan,, justru itu menyenangkan,,, bagiku,,,” gumam Jimmy yang sedikit tak jelas suaranya kemana,, sambil tak melihat ke arah Jean itu,,,

“apa,,, apa,, barusan katamu…? aku tak dengar,, kau terlalu pelan,,” Jimmy yang masih berusaha menutupi apa yang tengah dipikirkannya itu, ya, rencana gila yang telah lama disusunnya itu,, yang kini menyeruak kembali,, hahaha,, lucu sekali,, tapi bagus juga,, mendadak tersadar oleh tepukan pelan tangan Jean yang mengenai lengan bawah kirinya yang masih menyangga gagang melingkar setir mobil itu,,

“a—apa.. sayang,, kau bicara padaku,,,,” Jean yang tak senang merasa tak diperhatikan itu pun langsung tertunduk sayu,,, Jimmy pun yang melihatnya sekedar mengganti topi untuk mencairkan suasana,

“ehm.. Jean,, sayang,, kau sudah menyuruh Meggy untuk menyiapkan kamar untuk Yong Hwa dan keluarganya yang akan datang malam ini,,, untuk ke pernikahan Hong Ki besok,,,?”

“ehm,, belum… aku sama sekali belum menyiapkannya,, maaf, ya, aku terlalu sibuk sendiri,,,” Jimmy pun yang mendengar kata yang diucapkan Jean-nya itu hanya menempelkan tangan kirinya ke pipi Jean,, mengusap pipinya wanita halus sekedar untuk memberinya wanita semangat,,,

“tak apa-apa,,, kau selalu mengingat keluarga di sela kesibukanmu itu saja sudah membuatku senang,, dan bahagia,,, ehm,, sudah sampai, Jean… jaga kesehatanmu,, jangan sampai pingsan lagi,, buang semua pil-pil tak berguna itu,, kau harus dengarkan kataku,, atau kau tak akan melihat senyumku lagi,,”

“hmm… kau mencoba mengancamku.. sekarang,, ihh,,” pukul Jean di lengan Jimmy yang sedari tadi memegangi erat pergelangan tangan istrinya itu,,,

“aku serius,,,”

“iya,, iya,,,” Jean pun melepaskan genggaman tangan Jim dan  menciumnya casual,, datar namun hangat,,, dan menutup pintu mobilnya langsung,,,

“cepat, kau bisa telat ke pesta untuk Jong Sang,,,” Jimmy pun segera melihat ke jam tangan yang dikenakannya di tangan kirinya,, dan segera melaju mobilnya,, dengan cepat,, tak lupa meneriakkan ke arah Jean,,,

“nanti aku jemput!!!! Jam 2 siang seperti biasa!!!!” Jean yang melihatnya hanya geleng-geleng tak pasti,,, menertawakan tingkah suaminya wanita yang terkadang masih seperti anak kecil itu,,,, dari kejauhan,,,,,

#02;00 siang,,, di Kediaman Jimmy-jean lagi,,~

Jimmy yang nampak begitu kecapaian dari semua mengahdiri acara-acaramm ya, serangkaian acara yang ini,, itu,, ya, untuk menyenangkan dan sekedar melegakan hati pasangannya itu,, tentunya,,, sebab Jean itu yang terkenal sangat bersahabat dengan siapa saja,, tentu moment seperti inilah imbalannya,,, menghadiri undangan-undangan para rekannya satu per satu,, dirinya jadi tak habis pikir bagaimana Jean bisa melakoninya begitu mulus,, dirinya yang pria saja, meras sedikit jemu, atau karena memang kendala dirinya pria itu, ya,, akh,., sudahlah,, biarkan,, yang penting segera istirahat,,,, naik ke lantai atas,, mengunci pintu dan tidur,, tapi kenapa ada seperti yang kurang,, punya rencana apa lagi dia,, bahkan dari semua rencana sudah hampir terlaksana,, apa yang kurang, ya,, pikirnya keras berulang-ulang sampai di atas,,,,,,

Akh,,!!! Ya, ya, ya,, sebuah senyuman devil kini telah mengembang rata di pipi kirinya,,, terukir tajam di situ,, bahkan Jean yang sudah masuk ke kamarnya wanita juga ikut kaget melihat Jimmy yang mendadak berlaga aneh dan slow-motion mendekatinya wanita itu, dengan menebarkan pesonanya,,, membuat Jean susah relax di hadapannya,, yang sebenarnya padahal sudah teramat lelah itu,,

“kau ini,, kenapa—-jangan banyak bertingkah,,, aku lelah,,,”

“owh,, kau juga lelah,, ternyata kita sama,,,”

“err,, apa maksudmu,, ha? Bilang begitu,,”

“masa kau tak lihat bahas tubuhku,,, kau lihat,,,, baca hatiku,,, dan tatap aku penuh penghayatan,,, kau akan mengerti maksudku,,, ini tentang request dari JOE..” kata Jimmy yang menekankan sedikit katanya saat mengucap nama Joe itu,,, tanpa ragu dan basa-basi lagi Jimmy pun yang telah bosan menjelaskan panjang lebar lagi hanya beranjak,,, mengangkat Jean… ke pangkuannya yang masih berdiri tegap itu,, menempelkan punnggung Jean yang sedikit berjarak awalnya dengan dinding yang berada di belakangannya,, namun,,, sekarang tak lagi,, Jimmy yang menekannya dan menyandarkannya wanita di dinding itu,,,, sedikit dingin di sana bagian tubuh belakangnya wanita itu,,, sebab terbuat dari marmer,,, terlojak kecil karena kaget seperti sengatan di kulitnya,, meski dilapisi pakaian seragamnya wanita itu,, namun tetap saja,,,

“Jean,, kau ingat bagaimana pertemuan kita,,, di malam itu,,,”

“aa,, apa,,,?”

“ck!! Kenapa sich,kau itu,, selalu melamun akhir-akhir ini,,, ya,, kapan pertama kali kita bertemu,,, setelah perpisahan yang panjang itu,,”

“err, di mess,,,”

“bukan yang itu!!! Coba ingat-ingat lagi, sayang…. saat kita sebelum menikah,,,”

“aku tak ingat,, saat itu,, aku—mungkin menjadi pasienmu,,,”

“akh,, kau itu,, hal sepenting itu,,,, kau bisa lupa,, aku marah padamu,,,”

“kenapa,, ya,, sebab itu moment terindah bagi kita,,, seperti yang kita peragakan sekarang ini,,, hingg Jo—-”

“Shut!!! Sudah jangan teruskan lagi,, aku mengerti maksudmu,,, setelah dari pesawat itu,, itu kekhilafan,,, aib tak perlu dibicarakan,,, mengerti,,, tapi,, turunkan aku dulu,, aku lelah,,,” “tenanglah,, aku akan segera menghilangkan lelahmu dalam sekejab,,, 4 jam ini saja,, tidurlah setelah itu,,, ya, kau mau? Turuti sekali saja,, lagipula,, risih sekali,, aku menopangmu seperti ini,,,”

“makanya turunkan aku, aku ini tidak ringan,, siapa suruh—”

“diamlah,,, jangan teruskan—-” Jimmy pun sudah ‘stick his lips’ ke Jean itu,,, terang saja,,, Jean yang belum siap terbelak lebar,, namun hendak bagaimana lagi,, tak mungkin dirinya wanita melepaskan diri begitu saja,, kecuali kalau dirinya wanita memang sengaja ingin menjatuhkan diri,,, bebas,,, kendati rok-nya yangs sedikit mengganggu untuk kelancaran mobilisasi Jimmy itu,, Jim pun menekan tubuhnya wanita kembali sesekali,, menyentuh,, selapis kain biru kelam yang menutupi paha dan organ yang dilindungi Jean di dalamnya,,, itu,,, menyibakannya naik untuk bisa membuat nyaman topangannya wanita di pinggangnya yang mulai serasa hendakmelorot itu,,, arghhhh, , nyaman sekali berada di rengkuhannya wanita, mengisap perlahan bibir mungil istrinya yang bahkan telah lama dimilikinya itu,, 7 tahun,, bukan waktu yang sebentar,, justruitu,, telah lama tak bersua,, membuat mereka sedikit canggung dan lupa bagaimana memulainya untuk melakukan ini,,, perlahan-perlahan namun pasti dan rata hingga ke seluruh permukaan halus dan licin bibir istrinya itu,, awalnya memang dirinya wanita menolak halus,, namun agaknya,, sudah berubah ketika sentuhan tangan Jim yang menaikkan batas lapis rok pendeknya wanita itu,, hingga sekarang pahanya wanita bisa menopang sepenuhnya di pinggang Jimmy,,, dan mulai menggerak-gerakkan betisnya wanita,, untuk mencari tumpuan agar Jimmy bisa lebih tahan menopangnya wanita,,, padahal tak berat sama sekali… Jean, kan, kehilangan 10 kilo berat badannya wanita,, aneh,, apa dia lupa,,

Jimmy yang cukup puas dengan respon yang diberikannya wanita di 15 menit pertama ini,, pun mulai melangkah maju,, perlahan,, takut kalau salah langkah bukan ke ranjangnya,,, sebab matanya yang masih menengadah menajamkan senyum ‘pirates’-nya ke arah Jean yang mulai merajuk malu-malu itu,, sambil meraba—tangannya yang merayap di bawah kemeja yang dikenakan Jean itu,, seragam merah marun polosnya wanita,, yang memang dimana kulit Jean sudah putih ditambah lagi mengenakan warna serupa itu, makin membuatnya tergoda menatap liar,,, diawali dari menyisipkan dua jemarinya ke pinggang Jean dan masuk, masuk,,, menjelajah tanpa sisa itu,,, hingga Jean yang tak kuat menahan tawa,, hanya mendekatkan wajahnya wanita untuk disandarkan ke kening Jimmy,,, Jimmy pun semakin jadi,, dengan ini,,, direbahkannya wanita secara halus,,, pelan,, namun tepat,, di tengah ranjang,, sebab bersamaan dengannya yang segera menjatuhkan diri si atas Jean,,,,

“sekarang kau harus membantuku,, untuk lebih cepatnya,,,,”

“maksudmu kita harus berkerja sama,,, begitu,,,,” tanya Jean yang sedikit gugup, panik dan setengah tak pervaya itu,,,

“iya,, kalau hanya aku,, tak akan cukup 4 jam untuk kita,, terbuang untuk opening saja,,, kau tahu,,, untuk menghindari kesakitan,, kau bisa menyilangkan kakimu,, di atas punggungku nanti,, see,,,”

“gee,,”

“bagus,, kau paham…. dan setuju,,,, jadi aku tak harus selalu yang berinisiatif di sini,, kau juga boleh balas dendam,,, ‘avenge’ padaku yang selama ini selalu main perkosa….” Jean yang masih menengadah ke hadapan Jimmy-nya wanita itu,, hanya terdiam tanpa bergerak sedikit pun,,, memandangi garis wajah Jimmy yang polos itu,,, hemm, dirinya wanita yang mulai mengerti,,,,

“jadi ini kita lakukan 4 jam ini,,,, sebelum Yong Hwa dan Seo Hyun datang?? Aku mengerti, dokter,,” Jean pun menyunggingkan senyum manisnya wanita,, dan segera meraih kerah Jimmy yang berada tepat di depannya wanita sedikit ke bawah itu,, mulai melepaskan kancing Jimmy itu,, dan begitu pun Jimmy, memegangi kerah Jean dan segelra melepas kancingnya wanita, mengalir,.. dari kancing paling bawah tapi,, namun mendadak belum sampai selesai dirinya beranjak yang membuat Jean terperanjat bingung, yang ternyata mengunci pintu,,, mengerti maksudnya untuk tak diganggu yang lain dalam 4 jam ini,,

Jimmy pun kembali,, tanpa nanti-nanti dirinya yang tak sabar langsung saja membuka resleting celananya,,, di hadapan Jean yang tengah tergolek setengah terbuka di pusaranya wanita,,, menghadap padanya itu,,, setelah itu,, langsung saja terjun ke raga semampai wanitanya itu,, merogoh pahanya wanita perlahan,,,, menyentuh sengaja di sana, hingga Jean yang geli,, tersenyum-senyum… tanpa menyadari tangan Jimmy satunya yang melepas resleting skirt-nya wanita itu dan melucutinya dengan melempar semaunya,,, hingga tinggal selapis tali yang menyangga di bagian organ sensitif Jean itu… menyentuhnya yang masih dilapisi tali yangberkain kerut itu,,, merogohnya dan memainkannya sejenak,, untuk pemanasan,, dan melucutinya lagi,,, langsung mendaratkan ‘turbo-jet’-nya di situ,, bersarang di sana,, yang berulang kali,, sekian kalinya mengeluarkan liquid pekat tak jelas pasti seketika Jimmy melancarkan aksinya,, nikamt sekali,, Jean pun tak mengerang sebab seperti yang telah dibilang Jimmy,, tinggal menyilangkan betisnya wanita di balik punggung Jimmy yang menindihnya wanita itu,, sudah seperti katak saja,,, namun tersentak tiba-tiba oleh hentakan tangan Jean,,, bukan apa,,, sebab dirinya wanita yang mulai kehabisan nafas itu,, terengah-engah mencoba mencari,, celah,,,, bahkan hingga kemejanya wanita terbuka secara paksa oleh hentakannya wanita yang begitu mendadak itu,,, terang saja,, semenjak kembali Jimmy belum melanjutkan untuk membuka kerah Jean hingga ‘lackness of air’ begitu,,,,, Jimmy yang mengerti pun segera melucuti atasan Jean itu,, dan kembali,,, menembakkan pelurunya yang sempat terlepas itu,,, ke mrs.V Jean sambil menmgarahkan mulutnya mendekati wajah Jean,, memberinya wanita nafas buatan,,, namun malah melebihi batas maksimal,, hingga-hingga Jean yang terkejut harus mencengkeram lengan atasnya,, tentu sangat sakit sekali,,, kasihan,,, namun bukan Jimmy kalau tak bisa meredakan suasana,,,, yang tegang jangankan,, yang panas saja bisa,,, seperti Jean yang selalu bisa mencairkan suasana,,, Jimmy pun kembali menciumnya lembut,, dari puncak bahu,, tengkuk,, belakang… punggung,,, hingga ke leher dan kembali,, melumat pelan bibir Jean yang masih menganga sedari tadi,,, merasakan semua,, tiap-tiap posisi yang disalurkan suaminya wanita itu, dan akhirnya,,, mereka terlelap bersama,, terkulai,,, seperti biasa,,, tanpa melepas ‘cannon’-nya Jim,, mengarahkan Jean berbalik posisi si atasnya,,, memeluknya wanita,, mendekap hingga di sekujur punggung sampai pinggang rampingnya wanita,,, dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang sebenarnya juga kepanasan di siang hari itu,,, mau bagaimana lagi,, bagaimana kalau-kalau ada orang yang tak sengaja mengintip,, apa yang mereka tengah perbuat,,,, siang-siang terik itu,,,,  6 jam dari sekarang Yong Hwa akan datang sebab,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to All The Season

  1. I just want to tell you that I am just beginner to weblog and honestly enjoyed you’re web-site. Likely I’m going to bookmark your site . You amazingly come with good well written articles. Thanks a lot for revealing your web page.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s