All The Season


chapter 6

Meledakkan Amarah

Jean yang masih tengah larut dalam angan-angannya wanita,, melambung,, melambung kian tinggi tanpa takut terjatuh,, untuk kali ini,, dalam rengkuhan dan dekapan nyata sang suaminya wanita tercinta,, Jimmy yang juga sampai saat ini masih menciumnya wanita kelu dan pilu,, rasa pahit yang dirasanya…. Jimmy, ya,, itulah yang kiranya,, sebab Jean,, yang belum lama siuman dari pingsannya wanita itu,, kini harus tergolek tak berdaya dalam ratapannya yang juga mengalirkan penuh cinta itu,, paa yang tengah dilakukannya yang tak lain juga perlambang dari hatinya yang tengah galau,, tak kalah parahnya seperti yang tengah dirasakan oleh Jean,, istrinya itu,,, ayolah Jean,, kenapa dirinya wanita harus begitu,,, begini,, kenapa tak mencoba berusaha untuk lebih baik di hadapannya laki-laki,, kenapa,, bahakan Jimmy bukan sekedar laki-laki,, tapi diirnya adalah sesosok pria,, ya, pria dewasa yang masih normal terntunya,, kenapa,, ya, sebab dirinya adalah seorang lelaki yangsetia,, pengertian,, bijaksana, dan tentu penuh cinta dalam hatinya kepada Jean yang sebagai orang ke-tiga dalama hidupnya stelah ibu, dan adiknya, Hong Ki,, yang masih dimilikinya kini, kenapa,, harus begitu,, dirinya hanya bisa mersakan apa yang tengah merajai pikitrannya dan juga pikiran Jen saat itu,,mana,, mana,, rasa ketahanannya sebagai seorang istri yang pernah berusaha akan tegar dan terbuka tentang segala hal meski itu pahit,, bahkan untung mengatakan Jimmy tak harus pergi saja,, kenapa harus sesulit itu,, hah,, menyebalkan,, tak hanya itu, itu sungguh menyakitkan bagi Jimmy, sebab membuatnya merasa bahwa Jean tak sepenuhnya percaya untuk dirinya wanita bisa menopang pada bahu Jimmy,, sakit,, sakit,,, dan sekarang nafas kami, masih satu.. menyatu dalam ciuman kami yang sungguh basah ini, tanpa sesuatu yang pasti…… bagaimana meredakan semua ini,,,

#06;10 pagi~

Jimmy yang kembali terbangun dari tidurnya,, yang masih memeluk Jean, itu,, namun kali ini, bersamaan dengan Jean,, ya, nyaris saja bersamaan, kenapa,, sebab,, ya, begitu,, dirinya,, yang bergerak begitu cepat tentu membuat terperanjat tubuh Jean, seketika itu,, sebab Jimmy yang bergerak tanpa kira-kira,,, Jean pun yang sedikit merasa sesak dan ingin bangkit namun sulit itu,, entah kenapa,, dipandanginya wanita semuanya,,, dari Joe yang masih berada di ranjang kiri sampingnya wanita itu,, danb semua,,, kotak obat yang isinya sudah bercecer di atas meja yang laci bawahnya sudah terlihat pernah dijamah itu,, dan hingga susu coklat,, yang masih tertutup ,, sampai pada Jimmy,, yang rupanya hingga kini,, masih di hadapannya wanita, jadi ini makin meyakinkan Jean,, bahwa semuanya bukanlah mimpi.. bukanlah mimpi,, disentuhnya wanita wajah jimmy yang masih beraut serupa itu,, sembab dan lusuh, bagai sesuatu yang telah gagal dikerjakannya,,,, memang,, dirinya gagal,, untuk membuat Jean, benar-benar bisa menjadi sosok yang terus terang dan tegar seperti dirinya,, Jimmy Black, sang suami tercinta,, bagimana bisa ini terjadi,, ada apa ini,, kemudian dturunkannya wanita, telapak tangan yang menyentuh seraut wajah tampan itu,, yang tak asing di hadapannya wanita,, kini dirinmya wanita pun mulai menyentuh dan meraba wajahnya wanita sendir,, ada apa ini,, kenapa semuanya,, jadi sendu begini,, sidapatinya wanita dirinya yang telah juga habis menagis dan berkucuran air mata itu,, bahkan nampaknya,, yang belum kering,,, oh,, pertanda apa ini,, kenapa Jimmy yang sedari tadi bangun bahkan semakin ipit saja matanya,, tampaknya dirinya juga tengah memandangi wajahku yang masih sayu kebingungan ini,,, dia pun menyentuh wajahku perlahan,, menjamahnya,, dengan jemari yang sedikit bergetar di ujung-ujungnya,,,  dingin,, membekukan,, tapi entah apa yang justru terpikir olehku,,, pusing,, argh!!!! Lupakan,,,!!!! Jean mulai berpikir keras,,,

Jimmy yang masih memandanghi Jean-nya, wanitanya itu sambil tanpa berhenti bergerak mengarahkan tangannya itu ke wajah cantik rupawan itu,, ,namun yang masih juga sayu,, menelusuri tiap tepi dan pelipis wajahnya wanita,, dari tepi pipi hingga ke dagunya wanita,, apa,, apa-apaan ini,, terbersit sebuah perkataan yang tak kalah bingungnya dengan Jean yang juga masih terpaku berpandangan melihat ke arah suaminya wanita itu,,, kenapa dengan Jimmy,, Jimmy pun akhirnya yang telah tersadar segera dari memainkan jemarinya itu,, segera melepaskan jalinan pergerakkannya itu perlahan,, lembut, hingg atak membuat Jean kaget terperanjat kali ini,,, Jimmy pun mulai membuka pembicaraan serius,,,

“jean,, kau tahu,, mana dari bagian tubuhmu yang paling indah menurutku,,?” Jean yang terhenti dari lamunannya wanita degera berbalik tanya tanpa berpikir terlebih dahulu,,

“apa,, apa yang barusan kau katakan,,, ?”

“hemmm,,, aku bukan berkata,, tapi bertanya padamu,”

“apa itu,, maaf, tadi akausedang tak ada konsentrasi..”

“apa kau tahu,, bagian tubuh mana yang paling indah dari milikmu yang aku sukai,,,” Jean hanya termenung dengan serbuan tanda tanyanya kini,,,

“a-aku,,, aku— mana aku tahu,, itu kau yang tahu jawabannya,,,”

“hemm,, kau masih tetap sama,, begitu polos,,, dan jujur,, apa adanya,,, tatap aku,,,,” Jean yang seketika hanya bisa menelan ludahmelihat aksi Jimmy yang mulai menyisipkan jari –jemarinya ke jari— tangan Jean itu,, merasakan hangat yang disalurkan oleh suaminya wanita kini,, owh,, perasaan apa ini,, dan perlahan perhatiannya wanita makin kabur seiring dengan tubuh Jimmy yang makin menjalar tanpa dirasa entah kemana itu akan berujung dan berakhir segera,, makin panas saja,, dan akhirnya,, Jean yang hanya bisa ternganga,, sebab ke-tiga kalinya Jimmy melakukannya di pagi itu, pagi buta yang masih penuh embun di luaran sana,,, yang makin menjerumuskan dalam organ prianya “Billy” dalam mrd.V Jeanyang sedari tadi masih menegang pasti oleh ulah liar Jimmy itu,, hanya ternganga melotot mengurangi kejang rasa sakit dan hangatnya wanita yang diberika Jimmy bertubi-tubi,, Jimmy yang masih membiarkannya bersarang dan memanah di lokasi itu,, hanya terbangun kepalanya,, memegangi leher indah Jean,, dan membisikkan kata-kata mautnya,, di telinga kiri Jean,,

“kau suka,,, aku suka,, lehermu,, itu jauh lebih indah,, daripada servicemu,,,” kata Jimmy yang sedikit menahan sedahannya keluar begitu keras,, takut-takut kalau Jonas mendadak bangun,, dan,, arghhh,,, bisa gagal semua ‘plan’-nya,,

“ehm,, kau ingin katakan sesuatu,,, aku bisa membantu,,, asal kau jangan segera pergi saja,, aku bisa—” Jean yang hanya menghentikan ucapannya wanita dengan sekali mendongakkan kepala… tanda dirinya wanita sedang bertanya meyakinkan saja.. untuk apaJimmy melakukan ini berulang-ulang,,, Jean hingga-hingga kualahan mengertikan semuanya…,,

“hkkkk,,, jangan banyak bergerak,,, itu sedikit menyiksaku,, jangan bergerak dulu,, biarakan aku,, yang melakukannya” jawab Jean singkat yang separuh terengah-engah itu,, dan nafasnya wanita yang masih tersengal-sengal menahan sakit si batang tenggorokannya wanita yang sudah terasa tersangkut di kerongkongannya wanita,,, Jean pun mulai berusaha bergerak menengadahkan kepalanya wanita mendekat ke arah Jimmy untuk bisa sedikit mendekatkan badannya wanita ke hadapan Jimmy,,, Jimmy pun yang sudah tak sabar segera meraih Jean, ,dan mencumbunya wanita sekenanya,,, bahkan tanpa berhenti,, tangan yang satunya terus saja jahil mengitari, dan menyusuri tubuh Jean yang masih bebas itu di bawah selimutnya,, memainkan jari lentiknya pula yang kanan untuk diturunkan dari memgangi rahang bawah Jean,, sebab Jean yang berganti menyangga dagu Jimmy agar sedikit naik dan bisa mengurangi sakikit dengan mendongak itu,, Jimmy pun dengan senang hati memanfaatkan moment ini, semaksimal mungkin,, dirabanya,, sekitar pusara Jean,,, tanpa menghentikan ‘fondle’-nya yang masih bermain di sekitar bibir manis Jean dan mulai menyusuri leher yang dimaksud sebagai bagian tubuh Jean yang paling difavoritkan itu,,, semuanya terjadi begitu saja,, Jimmy yang terus menyusuri dan menjelajah di tiap lekukan wajah dan terutama bibir Jean,, melumatnya,, dan begitu pula Jean,, yang mulai bisa membalasnya sesuai apa yang pernah Jimmy ajarkan padanya dahulu sebelum berangkat berbulan madu,,,, tapi,,,,,,,,,,

“Brakkkk!!!” seketika itu diikuti oleh suara renyah yang begitu menyentak dan membuyarkan semua aksi masing-masing,,, Jimmy pun segera menarik diri dan menoleh ke arah Jean,, begitu juga Jean,, yang terperanjat dan menyandarkan diri kembali hingga terhempas pelan si atas bantalnya wanita,,, dan mereka pun menengok bersamaan ke hadapan Jonas,, ya,, King Bee-nya lagi-lagi datang di saat yang hampir menuju puncak itu,, dulu,, saat pertama kedatangan daddy-nya sekarang,,, argh,, gemas makin dirasa daddy-nya itu,,, sambil berlaga manis…. Jimy pun menyambutnya dengan ucapan selamat pagi,,,,

“Morning,, King,,,,” Joe yang terduduk dengan menyilangkan kaki mungilnya itu serasa tahu tentang apa yang tengah diperbuat ‘mommy-daddy’-nya ini,, mengerucutkan bibirnya,,,

“kalian,, berdua sedang apa,,,,”

“hei,, hei,,hei,, Jim tanya morning,,, kau,, sungguh tak sopan,,”

“aku tak mau jadi anak sopan,,, sedangkan daddy tak pernah mengajarkanku untuk bersikap manis,,, ayo kita mandi bersama,, hari ini,, Joe masuk pagi….” egwh,,,, mana bisa,, Jimmy bahkan belum melepaskan ‘bottom-rope’ yang barusan dirinya jalin dengan Jean itu…

“err,, err,, itu, ya,, well,, i’ll do it,,, how—”

“aku tak mau pokoknya sekarang,,,” “baiklah iya,, tapi,,, tunggu sebentar,,,,”

“Jade, Cerry,, tolong siapkan semuanya untuk Joe pergi sekolah…” kata Jean sambil memncet salah satu tombol hijau yang menempel di sisi kiri ranjangnya itu,,

“sudah,, sekarang cepat turun,, kalau kau mendekat kemari,, daddy akan marah padamu,,,” jawab Jimmy yang setengah melotot untuk meyakinkan Joe bahwa dirinya takmain-main,, dan Joe pun turun ke bawah mengikuti mau Jim….  ** Hufth,,,,,, akhirnya,,, Jimy pun lega, begitu juga Jean,, yang mulai bisa bernafas panjang,,,, mereka pun kembali berpandangan sambil saling memperlihatkan senyum manis masing-masing,,,,

“aku bahagia….”

“aku,,, juga” jawab Jean singkat menahan malunya wanita… Jim pun mengecup keningnya wanita,,, dan perlahan melepaskan tautannya dari Jean,,,,

“OUGGGHHHHH,,,,,” seru mereka serentak sebab tak tahan nyeri,,,,, Jimmy pun pun mencairkan suasana,,,

“masih sakit,,, apa kau butuh bantuanku untuk membersihkannya,,,, luka dan liquid itu,,,,” tanya Jimmy yang mulai cekikikan nyaring di hadapan Jean yang masih terlihat gugup itu,,,

“aku hnya menawarkan jasa,, kalau tak mau, jangan sampai menyesal,,,” bisik Jimmy lagi,,, Jean pun yang gemas,, menyapu pipi Jimmy hingga menoleh ke samping kirinya,,,

“Hei,, ada apa,, kau mau mandi sendiri,,,,”

“jangan banyak bicara,, Joe sudah menunggumu di bawah,, cepat, nanti dia terlambat,,,”

“hah,, bilang saja,, kau tak mau berlama-lama denganku,,,” Jimmy pun beranjak sambil mengecup bibir Jean yang masih berada di bawahnya,,,,

“jangan lupa,, tutupi dengan selimut….”

“argh,,,, pergi sana,, kau ini apa-apaan, sich,,”

“kemeja dan trousers-ku,,,” tanya Jimmy manja…

“ahhh,,, ini,,,” Jean pun melemparkannya ke muka Jimmy,,,, dan Jimmy pun yang geram,,, tak berenti di situ saja,, dirinya malah makin mendekati Jean yang terlihat mulai risih itu,, dan menggelitikinya wanita,, hingga dirinya wanita pun tak mampu berkutik saking kakunya,,,,,,

“awww,,,,,,,,,,,,,,, Jimmy,,, hentikan,,,,,,,,,,,,,!!!”

“tidak akan,,, sebelum kau memberikan sepenuhnya cinta padaku,,,,,”

“tak mau,,,,,”

“baiklah,, kalau begitu,, aku tak akan berhenti,,,,”

“kau gila,,,,,”

“iya, itu karena kau,,,,,”

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s