All The Season


chapter 5

Menyambut yang Di Hadapan Mata

# Masih di Dalam Kamar Lantai Bawah Jimmy-Jean ~

Jimmy yang masih menunggu untuk Jean membuka mulutnya,, semua begitu jelas di depan mata,, apa yang tengah Jean pikirkan sekarang,, kenapa matanya wanita,, begitu berbicara,, kenapa,, kenapa dirinya wanita tak berani bahkan menatap matanya suami yang tengah berada di hadapannya kini,, kenapa,, kenapa,, apa Jean mungkin masih marah sebab kedatangannya yang begitu mengagetkan di kediamannya yang sudah lama tak biasa dirinya untuk menginjakkan kaki setelah 2 tahun lamanya meninggalakan Canada,,, apa yang tengah berkumpul di kepalanya wanita itu,, kenapa dirinya tak melontarkan satu kata pun untuk memperjelas semuanya,, untuk malam itu,, semalam,, bahkan, bukan maksud Jimmy untuk menidurinya wanita,, sungguh!!! Aku berani bersumpah,, Jean,, maka maafkanlah aku,, aku selalu khilaf,, meski ini juga bukan mauku awalnya,,, tapi aku tak bermaksud,, melakukan ini semua,, Jean,, ayolah buka mulut,, katakan apa yang sesungguhnya telah menceruat di pikiranmu,, ayo ungkapkan saya,, luapkanlah semuanya kepadaku, tak apa,, aku akan sanagt mnrimanya,, sungguh,, aku tak bohong,, aku janji,, kepadamu,, akau bisa dan akan selalu berusah menjadi kekasih dan suami yang baik untukmu,, Jean,,ayo,, bicaralah,, jangan bungkam begini… aku tak mau melihat dirimu seperti patung begini,,, aku takut kehilanganmu, Jean,, pikir Jimmy yang begitu keras dengan semua daya terakhirnya yang berusaha dirinya kerahkan untuk membuat Jean angkat bicara itu,,,

Jean pun masih berusaha untuk berbicara sebenarnya,, tetapi entah kenapa pula secara bibirnya,, mulutnya wanita terkunci untuk hanya sekedar bilang,,,,, kepada suaminya wanita itu,, kenapa,, kenapa meski begitu juga,, harusnya semua juga bisa berjalan lancar seperti sebagaimana seharusnya,, bukan seperti ini,,, bahakan untuk bilang kepada sng suami tercinta dan mengaku kekecewaannya untuk kesekian kai untuk tugas dinasnya setelah ini entah kemana itu,,, sebab dari mata saja Jean tak berani menatap,, apabila dirinya wanita menatap dengan leluasa dikhawatirkan Jimmy akan kembali meninggalkannya wanita lagi,, seperti dahulu,, sperti di saat itu,, oh,, tidak,, TIDAK,,

“TIDAK!!!!!” tiba-tiba teriak Jean yang memekakan telingan Jimmy dan membuyarkan lamunan mereka masing-masing,, dengan posisi badan yang masih saling bertindih itu,, Jean masih terbelalak,, seakan-akan tahu tentang apa yang akan dilakukan Jimmy padanya,, Jimmy yang mulai,, mendekatkan wajahnya mengarah ke wajah Jean yang makin pucat pasi itu,, kenapa,, kenapa harus seperti itu,, akhirnya,, jangan,, jangan,, jangan,, dan beruntung,, lagi-lagi, kaki Joe yang mulai kembali menendang bagian tepi yang memagari ranjang si kecil dirinya itu di ranjang samping kiri letaknya tak jauh dari ranjang milik daddy dfan mommy-nya itu,, beruntung bagi Jean dan sial bagi Jimmy yang begitu ingin memadu inta bersama istrinya yang sering bersikap aneh bebrapa hari ini,, hufth,,, hingga Jimmy yang menoleh ke arah Joe, buah hatinya yang sesekali dan telah ke-dua kalinya ini mengegetkan dirinya,, itu, yang pertama untuk saat terbangun,,, hingga Jean yang ikut terbangun,, dan yang ke-sua ini,, lagi,, lagi-lagi,, dirinya memang tahu saat yang tepat,,

“Jimmy bangun,,, minggir sebentar,,,”

“eh,, kau mau kemana,,, maaf atas semalam,, tapi sebenarnya tidak seperti yang kau kira kejadiannya, sayang,, sunguh,, aku berani bertaruh,, aku tak meminta—”

“sudahlah,, itu sudah berlalu juga,, toh, tak perlu sidedali,, aku mau berangkat kerja.” Jimmy yang masih terbengong masih terpaku di sisi tepi ranjangnya hanya melihat Jean yang berusaha beranjak dan merauk pakainannya wanita yang berserakan dan sebagian menggantung si ranjang itu,,, namun Jimmy yang kembali teringat padanya wanita yang belum menjawab pertanyaannya yang diajukan kenapa kondisinya wanita memburuk akhir-akhir ini, hingga-hingga secara spontan dan reflek Jimmy terbangun sedikit demi meraih tangan Jean dan menariknya kembai ke dekapannya,,,

“,,,,,,,,,katakan padaku, apa yang terjadi,, kenapa kau begitu,, kenapa kau begitu dingin padaku,, sampai-sampai di taman bermain kau hanya bisa berebut perhatian kepada Joe, aku tak mengerti, Jean, kau harus jujur,, kenapa,, kau, kan, istriku,, kau juga bukan orang lain sekarang,, kita ini satu,, meski bukan dalam raga,, tapi hati kita terpaut ikatan,, jiw kita pun begitu,, kau tak boleh merahasiakan sesuatu dariku,, aku mohon,,” Jimmy yang hanya bisa menatap nanar pada Jean yang berada di atasnya itu,, yang juga tak kalah nanarnya wanita pandangan yang diarahkan kepada Jimmy,, Jean bahkan merasa sesak pada pernafasannya wanita,, serasa,, seperti dicengkeram,, begitu sendu namun juga entahlah,, kata apa yang bisa lebih tepat untuk mengatakan ini,, mendadak Jimmy pun mulai pilu,, mengalirkan air matanya si bagian tepi pelupuknya,, menangis begitu memandangi Jean yang makin membisu itu,, entah kenapa,, Jean yang kaget hanya bisa terdiam namun mulai bicara,, sambil mengusap air mata Jimmy di satu sisi,, mesk masih dalam keadaan “bare-body” untung,, Jimmy memutar posisinya,,, hingga Jean berada di bawahnya sekarang,, berad di bawah ruang yang berada di antara celah dada Jean dan Jim,, Jimmy pun tak mampu berucap,, hanya Jean,,,,,,,,,,

“tak usah menangis,, jangan menangis hanya untuk aku,,  Jim,, aku hanya wanita bodoh yang beruntung mendapatkan cintamu,, aku tak pantas,,, aku tak bisa dan tak patut memperoleh ini semua,, tak pernahkah terlintas di pikiranmu, aku ini, tak baik,,? Jangan menangis untukku lagi,, ya,,,,,” Jean pun mulai menangis juga,, Jimmy pun makin takmengerti saja, aku,,, apa yang aku lakukan apadanya,, pikir Jimmy,,, bodoh,, bodoh!! Ini membuatnya makin ketakutan,,, Jimmy pun hanya bisa meringkuk membeku di atas tubuh Jean,, masih termenung oleh perkataan Jean tadi hingga dirinya pun kembali berkata,,

“,,oh,, Jean,, jangan menangis,, justru kau, yang tak kuijinkan menangis,, jangn,, sekali pun jangan pernah,, aku mana bisa, melihatmu  seperti itu, kalau bukan kau orangnya pasti aku bisa dengan mudah menghiburnya,, tapi,, kalau itu—-”

“kenapa denganku,,, ada apa denganku,, ? apa bedanya denganku,,,” sela Jean yang mulai terisak itu,,

“KARENA KAU BERBEDA,, kau bukan mereka,, kau bukan orang lain,, dan kau itu adalah hidupku,,, dau bila kau yang menangis, hatiku yang akan merasakan sakit itu,, akau tak akan bisa berbuat apa pun yang terbaik,,sebab itu kau,, kau hanya bisa membuat siriku jadi orang bodoh yang menyaksikanmu tanpa bisa mengurangi lukamu, yang kau bawa lari,,, jadi genggam tanganku, kau ingin bisa selalu bersamamu, kita bisa tanggung bersama pedih itu,, asal kau mau, aku bisa memberikan jaminan hidupku untukmu,, kalau kau yang bersedih akau tak akan bisa apa-apa,, kau tahu,, kau mengerti, kan ? aku terlalu mencintimu,,, Jean,, apa kau tak pernah sadar,,” terang Jimmy yang panjang lebar hingg membuat mulut Jean yang masih terisak juga tu sedikit membuka,, menahan luka batinnya wanita,,

“aku,, aku… hanya,, wanita biasa,, kau tak perlu,, begitu,, aku hanya ketakutan,, kau aakan pergi, kan? Iya, kan? Katakan sekarang,, aku tak mau itu terjadi lagi,,,” Jean pun tak kalah histerisnya engan Jimmy yang sedari tadi masih menahan tangisnya untuk tidak keluar dan membuat Jean makin bersalah itu,,,, “

”a—aku,, aku,, hanya,, akan pergi,, tapi mengajakmu,,,” tatap Jimmy lagi ke arah sang istri tapi Jean masih tak mendengarkannya ,, masih terbengong dengan lamunannya wanita itu sendiri,,, pantas saja,, Jimmy yang masih belum mendengar jawaban darinya wanita,, hanya berusaha mencium Jean yang telah lam,, tak memasu cinta itu,, memberikannya sebuah shuttle kiss sebagai balasan atas ciumana sang istri tempo hari,, simana dirinya baru datang dari kepergiannya,,,, namun Jean,, tahulah sikapnya,, yang selalu memakai perasaan,, terlalau peka,,, langsung menarik diri untuk menjauh dari ciuman itu,, kenapa,,, Jimmy pun terperanjat akan apa yang dilakukan Jean itu,, berusaha tetap ‘cool’ tapi………………..

 

“ada apa, Jean,, apa kau masih marah padaku,,,”

“jangan sentuh aku,, aku tak pantas untukmu,,, jauhi aku,, jangan tatap aku seperti itu,, hilangkan semua perhatianmu padaku,, hilangkan!!”

“kenapa,, tapi,, kenapa!!! Apa KAU SELINGKUH? APA KAU MENGKHIANATIKU, HA?” Jimmy pun mengoyak tubuh Jean yang terguncang juga sebab perlakuan penekanannya yang sedikit kasar itu,,, Jean hanya berusaha tenang dan menenangkan diri,,,

“bukan,, bukan begitu,, aku selalu berpikir yang tidak-tidak tentangmu,,, aku tak pantas bersanding denganmu,, yang selalu bersikap malaikat itu,,,, aku ini,, aku.. ini… aku—” Jimmy pun menghentikan penjelasannya sebab dirinya yang telah mampu menangkap perkataan yang tengah dijelaskan Jean susah payah itu,, direngkuhnya Jean kembali ke depakannya,,, menangis bersama,, sebab dirinya yang juga sudah tak sanggup untuk menahan air mata sialan itu untuk keluar,,,, membenamkan Jean di bawah dadanya,, hingga mereka mampu menyatukan detak jantung yang nyaris beriringan itu, sangat membelai telinga masing-masing… sungguh indah,,, namun Jean masih belum bisa diam,, badannya wwanita yang maskin gemetarann saja,,, tidak karuan,, membuat Jimmy makin khawatir,,, tentang penyakit Phobia jean yang telah lama sembuh itu,, apa mungkin bisa menyerangnya wanita lagi,, diciumnya wanita itu lagi,,, hingga semua ras penat dan pilu beradu di dalam kepala mereka hingga namun kali ini, Jean yang tak menolaknya,, membiarkan bibirnya wanita kembali ditempeli oleh wajah suaminya yang tak berdosa itu,,,, memcoba berkata tentang pingsannya wanita waktu itu,, kenapa,, karena Jean yang memang telah lama tak check-up tentang kesehatannya wanita akhir-akhir ini,, 3 bulanm terakhir ini,,, lagi pula dirinya juga terlalu banyak pemikiran ,, yang tidak perlu mungkin,, sperti menggagas,, semua kerjannya wanita yang harusnya bisa diminimalisir,, itu,,, hufth,, apa yang ahrus dirinya wanita perbuat untuk tidak membuat kekasihnya wanita sekaligus suaminya wanita itu khawatir,, dan yang jelas tubuhnya wanita pun tak mampu menipu kalau dirinya itu juga sedang tak sehat,,, turun hampir 10 kilogram bukan hal yang wajar untuk tubuh yang sudah dari awalnya proporsional itu,,, apalagi tinggi badan yang menopangnya wanita kinmi yang bwranjak ke 173 dari 171,,, bukanlah hal yang baik ,,,  Jean hanya bisa pasrah kali ini,, dirinya wanita tak mampu menutupi rasanya yang nyaris hampir mati kini,,,,,,,,,,,, dirinya wanita juga ternyata,, yang telah salah sangka.. terhadap Jimmy itu,,, maaf,, maaf,, maaf, Jim…………. aku tak pernah lebih baik dari ini,,,,,,,,,,,,,,,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to All The Season

  1. I simply want to mention I am just beginner to blogs and honestly loved you’re blog site. More than likely I’m planning to bookmark your blog . You surely have great articles and reviews. Appreciate it for sharing your blog.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s