All The Season


chapter 3

Meluangkan yang Berharga All The Season 

Siang itu,, ya,, bukan siang bahkan tepatnya waktu pagi,, yang meuju siang,, menjelang hanya kurang beberapa menit saja,, Joe yang begitu bahagia tak pernah merasakan kebahagiaan yang begitu taranya,,, kalian tahu,, ini sebab pertama kalinya dirinya dapat bepergian dengan ayahnya,, dimana bahkan selama ini dirinya lelaki kecil itu menganggap dirinya sebagai pamannya,, bukan ayahnya,, melainkan sepupu Jimmy yang ayahnya, Yong Hwa,, oh,, untunglah,, mereka semua hampir memiliki semburat senyum yang sama,, sehingga dengan mudah Jonasnya bisa mengenali siapakah ayahnya,, itu,,, Jimmy Black,,,,, hahaha,, Jonas yang sedari tadi masih tak bisa diam berdiri di atas seatnya itu,, menengadah dan berdiri tepat di tempat duduknya itu,, yang begitu berbahaya juga tentunya,, oh,, jangan,,,, jangan,,,, Jonas masih terlalu kecil untuk berlaga seperti itu,, aduh,, Joe,, ini membuat Jimmy makin khawatir serta sekaligus gerah melihatnya seperti itu,, yang berada di tengah dirinya dan Jean yang sedang berkonsentrasi dalam menyetir itu, ,dan Jean yang mulai memegangi kaki Joe,, untuk mencegahnya terjatuh,, atau, terkena dahann pohon yang daunnya lebih merunduk itu,, sebab mobil mereka yang bermodel,,,, seperti itu,, casual,, dimana di bagian atasnya dirinya bisa dibuka atau disingkap itu secara otomatis dengan hanya memencet tombol itu,, oh,, benarkah…. ini sudah hampir sampai,,, rupanya,,, memang waktu begitu lambat berjalan,, dirasa untuk bersama dengan orang yang kita cinta,,,, kini pun Jimmy yang bergegas turun lebih dulu,, dan membukakan pintu kanan mobil merahnya itu,, membukakan untuk sang istri tercint,, ibu dari Jonasnya itu, dan segera pula digendongnya Jonasnya itu untuk dinaikkan di atas kepalanya itu dan sambil menggandeng tangan sang istri tercinta untuk segera mengajak mereka meninggalkan tempat parkir itu,, untuk masuk ke arena,,, taman bermain,,,,

#Di Fun Kids Valley,,, 12;35…. siang,,,,~

Jean yang mulai merasa tertarik untuk melihat-lihat di sekitar taman bermain itu,, dirinya wanita pun mulai menawarkan apa saja yang tentu baru saja dilihatnya wanita sekilas mata memandang itu,, itu yang disukai putranya juga dirinya wanita perhatikan selalu,, basket,, atau renang,, ada di dalam,, gedung,, itu,, ya,, tentu,, di balik gedung itu,, sudah seperti World Disney saja ramainya bukan main,, oh,, sungguh riuh ramai,, Jimmy yang mulai terlihat lelah itu pun mulai mengajak mereka berhenti sejenak untuk sekedar melihat-lihat apa yang harus dilakukannya,, dan akhirnya,,, diriny memutuskan untuk makan makanan ringan di sebuah stand yang berdiri tak jauh dari tempatnya istrirahat tadi,, dirinya langsung menarik Jean dan Jonas,,,,

“King,, kau lapar, kan ? ayo,, kita beli,, pepsi,, dan cake di seberang,,, kau lihat itu,,,”

“tapi,, aku tak suka,, Jim,,,” Jonas yang merengek tak mau pergi dari tempatnya,, beruntung Jean yang telah hafal kebiasaan sang putra semata wayangnya wanita itu,, segera menggendongnya di punggungnya wanita,, dan segera membelikan ice cream,,, dan 2 Lemonade yang tengah bertengger sedari tadi di seberang, yang tak jauh pula dari tempat mereka berdiri,,, Jean tengah hafal dengan buah hatinya wanita itu,, kalau Jonas lebih suka dengan segala yang manis-manis,, dan seperti junk food,, bukan makanan yang bergizi dan bernutrisi seperti itu,,, apa sajalah,,,, yang penting manis dan membutnya senang,, hahaha,,, Jimmy yang lagi-lagi merasa tersaingin dengan Jean yang lebih cepat tanggap dengan Joe itu pun berebut memamerkan kepiawaiannya untuk membujuk Jonasnya itu untuk mau masuk ke sebuah lapangan basket,, menggendong kembali Joe ke atas kepalanya,, yang dirinya sandarkan di pundaknya itu,,, argghh,, beruntung juga Jonas tak banyak berontak,, sebab masih asyik dengan jilatan dan gigitan di tiap-tiap lapis ice creamnya itu,,, dirinya begitu menyukai itu,,

“King,, kau main denganku,,, ayo,, siapa yang menang,,, boleh mengajukan permintaan,,,”

“hanya itu,, baik,, deal,, daddy,,,!!!!” jawab Joe semangat sambil melonjak kegirangan…

“Daddy sungguh baik hati,,,, tidak seperti Jean,,, tak pernah mengijinkan,,, ini dan itu,,,” bisik Joe yang membicarakan Mommynya itu di balik bahu sang ayah,, takut kalau Jean mendengar,,,,,

“ayo,, Jim,, kita main,,,”

“aaa,,, sebenarnya daddy tak piawai,, mungkin Jean,,,, Jean begitu hebat dahulu,,,, di taman kanak-kanak dan remajanya wanita,,, mungkin hanya sedang tak ingin bermain,,, jadi hanya terduduk di balkon itu,,, yo,, jangan hiraukan,, kita bermain dengan fair,, ayo,, cepat drubble,,, King,,,”

“daddy,, tak dapat mengejarku,,, hahaha,,, Jim, kau payah!!!!”

“apa katamu!!!! Tidak,, aku hanya mengalah,, saja,, tahu,,, !!! daddy akan buktikan padamu kalau bermain tak boleh sambil bicara,, itu merusak konsentrasi lwan,, itu trick dan strategy yang salah kaprah,,,,”

“ahhh,,, bilang saja kalau daddy kalah,, mengaku,, ayo,, mengaku,,, mengaku,, apa susahnya,, Jim,,, kau pengecut,,,”

“apa,, ha,, kau bilang daddy apa,,, sini,, aku gelitiki kau, ya,, sini,, kalau berani, sini,,,”

“ahhh,, geli,, geli,, geli,, Jim,,,, kau gila,,,!!!!”

Jean yang hanya terbengong memandangi pemandangan di sekitar area lapangan basket itu,, begitu hening, sambil terduduk memaangku dagunya wanita.. seperti ekspresi,,, lesu begitu,, padahal dirinya tengah memikirkan sesuatu untuk merayakan pesta ulang tahun King Bee-nya wanita itu,,,, akan apa yng hendak dirinya persembahkan untuk sang buh hati,,, apakah sebuah kado mainan robot,, mobil balap plus remote controlnya,, oh,, tidah,, apa,, kejutan apa pula,, lagi pula Joe sudah tampak begitu senang daddy-nya telah datang,,, pasti Yong Hwa sekeluarga juga akan mengunjungi mereka di akhir bulan,, dan juga Hong Ki,, yang kabarnya akan segera menikahi kekasihnya yang telah berjalan 3 tahun itu,, Eun Hye,, seorang Jurnalis,, serta Komikus Manga di Korea itu,, hah,, tak terasa semuanya berlalu begitu cepat,, dirasa Jean,,, yang telah melihat dengan mata kepalanya wanita bahwa sang suami tercinta yang tak banyak  ulah itu sekarang,, namun, kenapa,, ganti dirinya yang mudah bingung itu dibuatnya,, sampai-sampai tk memperhtikan kesehatannya itu,, Jean yang kepanasan di bawah balkon paling bawah itu,,, hanya menyipitkan matanya wanita,, berusaha agak semuanya  sapat terlihat dengan jelas di hadapannya wanit,, Jonasnya wanita,, dan Jimmy,,, yang mendadak tak ada itu,, di lihatnya wanita,,, kemana perginya mereka,, gila,, mereka tak ada di tengah garis melingkar itu,, dimana mereka,, Jean yang kebingungan itu,, mulai,, menengok ke segala arah,, namun tak didapatinya wanita,, dua orang manusia itu,,,,, Jean pun yang sedari tadi,,, sudah menahan kantuknya wanita yang berlebihan itu, pertanda dirinya wanita yang hendak pingsan itu,, sebab dirinya wanita juga yang akhir-akhir ini hanya mengurusi kerja kantornya wanita dan mengantar pulang-pergi Jonas untuk ke sekolahnya sebalum Jimmy datang,, ini adalah imbasnya wnita,, kasihan,,, untunglah seketika dirinya wanita hendak tersungkur dari terduduknya itu Jimmy sudah datang ke arahnya wanita dengan Jonas yang berada di sampingnya untuk digandeng tangannya,,,

“Astaga,, sayang,,, kau tidak apa,, apa yang terjadi,,,,” Jimmy yang tercengang dengan apa yang dilihatnya,,, terperanjat dan segera membopong Jean untuk membawanya wanita ke dalam mobilnya,, dengan Jonas yang berlari-lari kecil mengikuti langkah sng ayah itu,,

“Jim,,,, Jean,, sering seperti itu,,,,,”

“apa,, jadi kau tahu,,” Jonas yang mengangguk di depan mobil ayahnya itu,, menunggu dibukakan pintu,,, sebab tingginya yang belum sampai untuk meraih pembuka pintu itu,, yang terkait tepat di atas kepalanya….

“cepat masuk,,, apa perlu kita ke rumah sakit dulu, Joe,,,,”

“tidak usah,,, biasanya,, Jade and Jell memberinya lemon hangat,, dan Jean akan segera sadar,,”

“sudah sejak kapan Jean seperti ini,, kau tahu,, Joe,,,” lirik Jimmy ke arah Joe yang separuh membagi konsentrasinya kepada pegangan setir mobilny,,,

“setahuku,,, sudah lama, Dad!!! Ibu pernah pingsan sebelumnya di Bayway,, tuan Rogert yang menghubungi rumah,,,, Jean sering terlihat pucat sekembalinya pula,,,”

“jadi,, separah itu,,, sungguh ceroboh,,, dasar bodoh,, gegabah,,!!!”

“kau bilang apa, Daddy, tentang Jean,,,???”

“oh,, lupakan” Jimmy pun segera memperkencang laju mobilnya,,,

#Di Garasi Mobil 04;45 sore ~

Jimmy yang saking paniknya,, bergegas membawa Jean masuk ke dalam rumah sambil,, menggendong Jonas pula yang terlelap di pundaknya menyndarkan kepalanya itu, kasihan,, Jimmy harus membawa dua orang yang sangat dicintainya itu,, satu anaknya di pundaknya dan Jean,, istrinya yang tengah berada di dadanya itu,,, berat pun tak dirasanyasudah,, selain Jean yang makin kering itu,, juga Jonas yang masih sangat dini untuk digendong,, jadi seperti tak ada beban,, atas rasa ikhlasnya,,, dibukanya pintu rumahnya perlahan,, untuk mencegah kepala ketiganya membantur ruang itu,, ya,, sekarang sudah masuk ke dalam rumah,, dan giliran Jimmy untuk membawa mereka ke atas,, namun,,, sebab tak memungkinkan melihat kondisi yang seperti itu,, akhirnya dirinya membawanya ke kamar di lantai bawah, dimana kamar yang digunakannya dahulu untuk sementara selama Jean yang masih hamil,,, sekarang digunakan tempat itu kembali,, daripada,, naik, mereka terjatuh, tak lucu,, dan ini gawat,, direbahkannya secara halus Jean yang berada di gendonganannya itu,, dan kemudia Joe yang diletakkan di ranjang sedelah yang ada pengaitnya khusus untuk anak,,, sebab mencegahnya untuk terbangun karena terjatuh itu,, meletakkan Joe di sana,, mengecup pipi Jonas halus,, dan mengusap rambut yang menutupi dahinya itu,, mendoakan semoga peri kecil menciumnya dalam mimpi,,, dan segera kembali ke samping Jean untuk menjaganya wanita,, keluar untuk membawakan termometer dan kotak obat,, serta susu coklat cair,,,

Tak lama kemudian Jimmy pun datang,, diriny hanya menyiapkan itu disamping Jean,, di atas meja yang berada tak jauh dari ranjangnya wanita itu,, di samping line telephone putih rumah itu,,, membiarkannya wanita hingga terjaga, dan tetap menjaganya wanita,,, hingga Jean terbangun pukul 08;10 itu,,,

 

================================================

Jean yang mulai bergerak-gerak pertanda sadarnya wanita,, yang tercengang sungguh melihat kepala Jimmy yang berada di atas tangan kirinya wanita,,,, merasa terharu,, sebab begitu,, dirinya yang,, Jimmy yang terlalu memperhatikannya wanita dan terlewat cemas,, itu,, padahal hal ini, wajar,, hari ke-tiga yang sangat menyenangkan melihat Jimmy yang kembali di sini itu,,, di hadapannya wanita lekat,, apa itu,,,, mana mungkin,,,  mengapa nafasnya wanita begitu sesak melihat Jimmy yang berada di hadapannya wanita itu,, diingatnya wanita selama ini perjuangannya untuk misi sosial yang diembnnya,, memang Jimmy seorang yang benar-benar profesional,, dirinya begitu menyukai kerjanya itu,, pekerjaan yang dimula tak terduga untuk Jean-nya itu,, namun tak jadi,, sebab Jean yang ternyata sekedar phobia bukan jantungan,, seperti annggota keluarganya wanita yang lain,, sedikit konyol,,, namun itu,, nyata,, Jean yang memegangi kepala Jimmy yang masih tertidur dan  bersandar lunglai itu pun hanya bisa pasrah,, iya,,, namun tak lama seketika jimmy terbangun,,

“kau sudah bangun,, sayang,, jangan membuatku cemas, ya,,, ? kau itu kenapa,,, kau tak pernah mau berbagi denganku,, percayakanlah segalanya di pundakku,,, aku rasa kita patut menyangganya bersama… menopangnya bersama,, jangan egois dan bungkam di hadapanku,, Jean,, apa yang kau lakukan selama ini,,, aku menemukan begitu banyak pil tidur dalam laci kamar di meja riasmu,, ha,, kenapa kau lakukan itu,, kau benci padaku,,,? Dan kenapa kau tak pernah menjawab segala tanyaku,, kenapa kau hanya bisa menangis,,,? Apa aku tak pernah bisa membhagiakanmu,,,” Jean yang mendengarkannya hanya makin tak mengerti kenapa,, itu terjadi,, dirinya wanita hanya berusaha,,,,, diam,, dan meresapi kesalahannya,,, dan makin tak mengerti dengan sikapnya wanita sendiri ini,, dirinya mulai,, pusing, hingga makin berputar saja,, dirinya wanita memandangi tak jelas,,,

“,,,,katakan,, kecuali kau tak percaya padaku,, lagi,,,,” tambah Jimmy lirih,, sedikit memohon,, Jean yang mendengarkannya hanya menyisipkan matanya wanita,, dan dengan nafasnya wanita yang mulai memburu itu,, dirinya wanita yang terduduk dan segera mendekat ke tubuh Jimmy yang berda tk jauh di hadapannya wanita kini, dan memluknya,, mendekap  Jimmy di sela-sela dadanya,, menyelipkan tangan kanannya wanita di celah ketiak Jimmy dan tangan kirinya wanita yang sengaja disembunyikan si balik pinggang Jimmy,,,, Dibiarkannya Jimmy membalas dekapannya itu,, sambil menangis bersama,, Jimmy pun segera melepaskan pelukan Jean,,

“Tidak,, tidak boleh,, kau sedang sakit,, jangan dekati aku,, sekarang…. aku akan tidur di samping Joe,,,  kau lekas tidur,,,, mimpi indah,,,” kata Jimmy sambil mengecup bibir Jean,, sekedar Grab kissnya untuk mengantar Jean tidur pikirnya,,, namun Jean yang menahan tangannya seketika Jimmy yang beranjak,, dan tak berani menatapnya tetap,, menunduk,,, hingga Jimmy yang mengerti pun hanya terdiam,, tapi,, tersenyum,,

“aku bisa menemanimu,,, lain kali,,,” Jean pun mulai mendongakkan kepalanya wanita ke wajah Jimmy sesekali,, dengan wajah lesunya wanita itu,,,, tak sanggup hingga-hingga untuk sekedar berkata,,, Jimmy pun melihatnya yang mulai menutup mata itu,, segera mendekat merangkul pinggang Jean itu,,, dan menciumnya wanita lagi,, cukup lama,, sekitar 8 menit,, hanya untuk pemanasan,, dan perlahan,, meraba kemeja istrinya itu,, dan melepasnya,,, kancing-kancing kecil itu,, di samping tubuh Jean itu,,, dan memulainya,, dengan mengecup,, ujung bahu Jean,, yang telah terlapas itu,,, busananya wanita,,,, dan,, melangsungkan paduan malam itu,, hingga Jean yang terlelap lebih dulu,, karena kondisinya, dimana Jimmy pun yang terlelap juga menopang tubuh Jean itu,,, 45 menit setelah Jean terlelap,,, dalam,,,,,,,,,,,, dekapannya,,,,,,,,,,,,,,,,,,, semoga pagi,, datang Jean segera menjelaskan masalahnya wanita kepada Jimmy,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

3 Responses to All The Season

  1. Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. WordPress Seo Plugin

    Like

  2. I simply want to say I am very new to blogging and honestly enjoyed your web-site. Probably I’m planning to bookmark your site . You absolutely come with terrific stories. Kudos for sharing your blog.

    Like

  3. ok. thank for the recommendate this @dannette ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s