All The Season


 chapter 13

Melepas Penat

Jean yang sedari tadi masih saja bertempelan bibirnya wanita kini,,. Entah apa yang membuatnya wanita begitu banyak berpikir akhir-akhir ini,, begitu sesak dengan serbuan begitu banyak pertanyaan yang menerpanya wanita,, hingga-hingga tak mudah dan tak bisa baginya untuk sekedar menghibur diri bahkan dengan sebuah Shuttle Kiss sekaligus Passionate yang diberikan oleh Jimmy, suaminya wanita yang mana tengah berada bersamanya wanita kini,, mendekapnya wanita,, erat,,, dan menyalurkan rasa bersalah sekaligus kerinduannya yang entah mulai sejak kapan dirinya pendam dan tahan seketika mengetahui luka di kaki Jean yang memang bukan sembarang luka itu,, hingga menyebabakan dirinya wanita kehilangan sepasang kaki yang biasanya dirinya wanita gunakan untuk berjalan dan melayani keluarga kecilnya wanita yaitu untuk Jim, Joe dan para pelayannya wanita yang sampai kini masih setia mengabdikan diri untuknya wanita di kediaman Jimmy-nya wanita itu,,,, akh!!! Entah apa salah Jean,, sehingga semua ini terjadi padanya wanita,,, padahal di posisi Jimmy, justru dialah yang juga merasa sangat bersalah,, tak pernah bisa mendampingi Jean, dan selalu lalai dengan apa yang seharusnya dirinya jaga,, kesehatan Jean yang sudah semenjak dirinya tinggalkan untuk tugas dinasnya selama di Hong Kong dan Korea Utara itu,,, ya,, yang semakin menurun saja,, mulai insomnia,, karena terlalu banyak pikirannya wanita,, ya,, banyak yang terlalu dirinya wanita pikirkan,, bahkan untuk sesuatu yang bisa dibilang sangat tidak masuk dalam ukuran prioritas tinggi atau penting itu,, dan kembali di saat ini,, saatnya Jimmy untuk membalaskan dendam atas kesalahan yang telah dibuatnya itu,, ya, tentu pula dengan menebus semua kesalahan melalui perhatian-perhatian khusus yang akan dirinya berikan untuk sang istri tercinta,, ‘SWEET HEART’-nya,,, hemm,,, nampaknya,, terlalu,, manis dan sedikit menggelikan,, namun sudah menjadi kebiasaan yang sangat biasa super,, ya,, entah disadari ataupun tidak ya,, sudah seoerti itu sebenarnya Jimmy memperhatikan Jean-nya,, itu,,, namun sebab ini dilakukan untuk orang yang dicintainya itu,, maka, tentu bukan hal yang berat,, begitu menyenangkan malah,,

# Hospital Playground,,, Pukul 13;15 siang,,,, ~

Jimmy pun melepaskan pegangannya itu terhadap Jean yang sedari tadi sudah mengernyitkan dahinya wanita,,,  ya.. coba tebak ada apa,, di balik ini semua,,, tentu semua orang,, pengunjung sedang memperhatikan aksi sedikit gila mereka dalam pikiran masing-masing orang tentunya,, kenapa,,, ya,, bisa diduga mereka semua dari para pengunjung yang entah itu bersama dengan keluarga maupun pasangan yang dijenguk-nya tengah memperhatikan mereka,, mereka pikir bagaimana bisa seorang dokter senior yang mereka kenal bermain hati dengan seorang pasien yang lumayan muda tampaknya juga tak jauh-jauh dengan usia si dokter kesayangan mereka itu,, sebab mereka yang juga masih sama-sama mengenakan seragam simbol dokter dan pasien itu,, tak lupa, bukan, mereka sejak datang ke taman masih mengenakan busana itu,,, Jimmy yang mulai menengok ke sekelilingnya itu,, tanpa merasa berdosa dan tak ambil pusing malah kembali mengeratkan kembali posisi tubuhnya yang sedari awal juga sudah menghadap ke hadapan sang istri, Jean itu,, namun gagal,, sebab Hong Ki yang ternyata sudah datang dan meneriakkan nama mereka dari arah di balik taman yang tak jauh juga dengan posisi mereka duduk itu,,, hanya 20 meter-an,,, kedatangan adiknya itu membawakan apa yang seperti dipesan oleh Jimmy,, Jimmy pun berdiri dan melambaikan tangannya untuk mengisyaratkan kepada Hong Ki segera mendekat dan memberikan passport yang telah diurus dan semua perlengkapan yang harus dibawa yang telah diletakkan di bagasi mobilnya yang tampak samping dari kaca mobil pribadi di seberang itu tampak penuh sesak hamper keluar itu,, ohh,, keren,, tak sia-sia,,, Jimmy menyerahkan semua urusan kepada sang adik yang super hebat itu cerdasnya,,,

“mana kemarikan!!!,,, sudah kau atur semuanya,, kami berangkat dari airport pukul berapa? Lalu Joe,, Yong Hwa dan yang lainnya…”

“santai,, Hyung,,, semuanya sudah aku bereskan!!!” jawab Hong Ki dengan meyakinkannya kepada ke hadapan ke-dua kakaknya yang tak kalah innocent-nya itu,,,

“hehe,, bagaimana,,  kurang lebih 45 menit lagi kalian akan terbang ke tempat yang begitu indah di luar sana,,, kau pasti akan senang, kan, kakak,, kakak ipar,, tersenyumlah,,,, kau tampak jelek bila terdiam seperti itu,,, menganga pula,,, hahaha,,,, kalian tadi sedang apa,, kenapa begitu banyak orang di sini memperhatikan kalian, ha? Apa kakakku membuat masalah! Kalau iya, pukul saja dia,, gampang, kan!!!”

“hehe.. maafkan,, kakak,,, jadi mencuri sharing,,,” tambah Hong Ki yang mulai meringis ke hadapan Jimmy itu untuk menahan gelinya melihat raut muka Jimmy yang mulai memperlihatkan wajah garangnya tanda dirinya sedang tak main-main kali ini,, itu pertanda dirinya yang tak suka bila ada seseorang yang mulai ikut campur atau ikut-ikutan dalam masalah pribadinya,, tidak sekali pun untuk orang terdekatnya bahkan adiknya sendiri,, kakak yang sangat tega,, ternyata,,, hahaha,, bagaimana lagi,, celotehan dari Hong Ki memang terkadang selalu entah kemana arahnya,, ya, begitulah,, dirinya yang sangat dimanjakan membuat dirinya kadang dan bahkan terlalu sering tak mengenali keadaan sekelilingnya bahkan dalam hal se-genting apa pun itu,,, namun,, itulah dirinya,, seorang Hong Ki,, sejati,, yang selalu menjadi penyelamat bagi mereka semua,, dari awal pernikahan Jean-Jimmy,, masih ingatkah? Dirinya yang menyadari bahwa Jean yang memang sangat menyayangi sang kakak itu,, dari Korea Selatan dirinya menyuruh Jean untuk segera menyusul Jimmy sebelum terlambat,., dan memang benar,, setelah sang ayah mertua itu,, tiada,, 2 tahun setelah beliau meninggal dunia barulah, Jean memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Jimmy setelah 5 tahun terpisah untuk menyelamatkan bisnis yang ayahanda itu,,, sebagai putra sulung yang bertanggung jawab penuh untuk menggantikan sang ayah memimpin perusahaan pertambangannya itu yang sedang berada di ujung tanduk,, sebab Krisis Global saat itu,, dan sampai sekarang,,bahkan membantu dalan usaha ‘Bulan Nanas’ mereka bukan? Hehehe

“kakak,, kaka,, kakak,,, KAKAK!!!” teriak Hong Ki yang mulai membuyarkan semua lamunan sang kakak, dokter Jimmy Black itu,, “ah,, iya.. iya,,, ah, tak ada,,, maksudku tadi kalau sudah beres semua tinggal urusanku dan Jean saja,, begitu,,lalu,, Rose dan Jonas,, siapa yang akan menjemputnya dari sekolah untuk kemari secepatnya,, ha? Aduh, hampir saja aku lupa,, dan AAA,,,, hampir lupa,, sediakan satu dari assisten pribadi kami,” “ah, iya,, kau mau ajak siapa, Jean,,, untuk membantu urusanmu,, mungkin untuk sekedar menemani makan,, jalan-jalan,, menjaga Jonas,, dan lain sebagainya,,, tolong tunjuk satu orang,, akan segera kuhubungi dia,,,“

“aku mau Cerry,, saja,,,” jawab Jean perlahan,,, dngan nada pelan-nya,,,

“kenapa tidak Marry,, atau Anna,, atau bukan mungkin Jade, Trace,, yang sudah biasa denganmu,, kenapa?”

“ah,, itu,, meski pun mereka sama-sama tulus, tapi aku lebih suka dia dari yang lain,, sebab dia selalu bisa memotivasiku selama kau tak ada,, ya,, bolehkah?” mendengar hal itu Jimmy pun hanya tersenyum,, begitu juga Hong Ki yang masih berdiri tegak di samping kirinya wanita,,

“apa yang tidak untukmu,, sayang,, everything for you,,,” jawab Jim asal sambil mencolek dagu belah Jean-nya itu,, Hong Ki yang melihatnya hanya terkekeh kecil sambil lalu sembari meninggalkan mereka itu setelah melemparkan kunci mobilnya kepada Jimmy dan giliran dirinya akan menunggu untuk kedatangan Yong Hwa, Seo Hyun, Eun Hye untuk membawa Joe dan Rose,, kemari,, meski hanya Joe yang akan dibawa bersama Hyung-nya itu,,,, ya,, begitulah,,, saling bahu-membahu bagi mereka,, hal bisa sebagai kerabat yang tinggal memiliki seorang ibu dan Hong Ki yang masih memiliki mertua lengkap itu terkecuali Jim,,, yang dimana ayah Jean telah meninggal dunia sejak Jean berusia 9 tahun itu,,, ya,, ledakan Bom atom,, yang sengaja dipasang di kediaman mereka dengan target kedua orang tuanya,, yang sampai sekarang masih gagal membuat Jean menerima kenyataan terkadang sebab dirinya wanita yang selamat membuatnya wanita semakin menyalahkan kejadian atas ini semua sebab dirinya wanita,, sebab orang tuanya wanita menyelamatkan dan lebih menginginkan buah hatinya itu hidup,, tetap hidup dengan mengorbankan nyawa mereka sebagai taruhannya,, untuk dimangsa oleh teroris kejam itu,….

#Bayway Airport,,,, pukul 02;00 siang~

Jimmy yang sudah mengemudikan mobilnya sampai di depan bandara dimana tempat Jean mengabdikan diri itu,, dan seperti biasa,, tanpa harus menyambut Jean yang datang semata-mata,, mereka semua segera menundukkan kepala tanda hormatnya kepada Jean yang notabene adalah Stewardress Senior di sana itu,, dan betapa kagetnya beberapa dari mereka yang tergolong teman cukup dekat dengan Jean, bahkan juniornya,,

“astaga,, Jean,,, kau sabar, ya,,”

“Jean,, bersenang-senanglah…”

“tugasmu,, serahkan semuanya kepada kami,,,” mereka pun saling lempar-lemparan tanpa henti melihat Jean yang turun dari mobil dengan kursi rodanya wanita yang mulai diduduki itu,, Jean hanya terharu melihat mereka semua yang sedang tanpa dirasa memberikan salam hantaran bagi keberangkatannya waniota,, sangat terharu,, bahkan sesekali,, mereka memberikan pelukan hangat kepada rekan kerjanya itu,,

“selamat jalan,, Jean,,, kita selalu ada di hatimu,, ingatlah,,,” Jean pun segera mengangguk pelan seraya tersenyum di sudut bibirnya wanita,,, memandangi sambil lalu,,, wajah rekan-rekan kerjanya wanita yang memberikannya wanita semangat baru,, tersenyum,,, sebab dirinya wanita yang mulai didorong kursi roda itu oleh Jimmy untuk segera melaju menuju pesawat itu…

Di depan puing-puing badan pesawat itu,, Jean dihentikan,, Jimmy yang mulai dihampiri oleh 2 pilot laki-laki di hadapannya yang mulai menawarkan jasanya untuk mereka,, tanpa menghiraukan dan sedikit anggukan pelan Jimmy pun menggendong Jean,, mengangkatnya untuk naik ke anakan tangga yang lumayan rendah di hadapan mereka tepat itu,, dan kursi roda itu,, yang berda di belakangnya kini,, telah dilipat oleh ke-dua pilot itu dan memberikannya kepada asisten pribadi Jean-Jimmy itu,, yang menggandeng Jonas masuk mengikuti langkah jimmy yang begitu hati-hati,,,,

“ini pertama kalinya, bukan? Kau bersamaku pergi untuk anniversary?”

“iya,, sekaligus pertama kalinya aku datang tanpa memakai kakiku sendiri,,” senyum Jean yang membalas tatapan hangat Jimmy yang mulai mendudukkan dengan membaringkannya wanita,, menyandarkan di salah satu kursi di kiri,, pojok yang sengaja Jimmy pilihkan di dekat Jendela supaya bisa melihat ke arah awan putih itu,, itu kesukaan Jean-nya,,,

“sini,, kemarikan kepalamu,, kau lelah,ya, kita akan menempuh perjalanan sekitar 4 jam,,, kau lelah bersandar saja di bahuku,,, okay?,, kalau kau mau Joe…dia ada di seat samping kanan kita dengan Cherry,, kau mau menengok,,, hemm,,, dia sudah mulai tertidur…. Lihatlah kepalanya di pangkuan Cherry,,, lucu ternyata anak kita,,,” Jimmy pun yang sejenak berhenti bicara sebab disadarinya semenjak tadi Jean tak berbicara,,, dirinya memandangi Jean seksama,,,

“hei,, apa kau tak suka,,,” mengangkat dagu Jean yang awalnya masih melihat ke arah jendela,,, padahal belum landas naik itu,,, Jean pun menoleh berbalik badan kea rah jimmy-nya wanita,,, dan tersenyum lebar,,,

“siapa bilang,,, justru ini,, yang aku selama ini kunantikan,, kau tak meninggalkanku bertugas,, dinas,, dan semuanya,,,”

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s