A Miracle Invasion


chapter 6

Apa yang Tidak dengan Cinta

#Masih di Belakang Furui Inn and Resort.. Furui Apartment, 5D, Lantai 5, Kamar 406,,, 07;45 pagi~

 

Jean yang mulai terbangun itu,,, ya,, Jean yang sedari semalam,, ingatkah kalian dirinya wanita ya,, yang tak berkutik sama sekali,, entah kenapa,, yang jelas kali ini,, dirinya wanita benar-benar kelelahan,,, tanpa serangan,, tanpa tolakan,, atau sekedar tampikan halus untuk menyadarkan Jimmy-nya wanita pun tidak dilakukannya wanita,,, hmmm,,, nampaknya dirinya wanita juga,, ya,, sudah mulai terbiasa dengan aksi liar dan nakal ala Jimmy,,, yang selalu memaksa,, tanpa kira-kira terlebih dahulu,, yang jelas dirinya begitu,,, selalu hanya membuat kaget sukanya,,, dan yang pasti,,, membuat serangkaian kenangan yang sulit terlupakan bagi mereka sendiri secara pribadi,, seperti hal-nya yang mereka lakukan semalam,,, ya,, entah kenapa Jean juga tak mengeluh,, bahkan beberapa menit belum lama ini,,, masih tengah berada di atas dada bidang sang suaminya wanita itu,, sekedar untuk bersandar penuh di atas tubuh Jimmy,,, dan seperti biasa,, begitulah,,, mereka sama-sama terlelap dan belum terjaga dari kebiasaan mereka yang suka bertukar posisi seperti yang Jimmy biasa lakukan,, Jean yang tengah merasa nyeri itu,, namun masih dengan belum menggunakan kesadaran yang penuh untuk terbangun,, sebab getaran suara yang ditimbulkan oleh phonecell-nya wanita dan juga suara ring-tone dari phonecell Jimmy yang berdering kencang itu,, yang pastinya juga bahkan mampu memekakkan gendang telinganya wanita diibaratkan,, ya,, entahlah,,, selalu ada pula yang membuat terjaga dari aktifitas mereka,,, yang paling mudah dihafal dalam ingatan,, masih ingat, bukan? Dahulu ketika Jimmy yang baru datang melakukannya ada Joe yang mendadak terbangun dari tidur,, tentu dari arah kamarnya yang mendadak muncul dari balik pintu yang masih terbuka lebar itu,, dan dengan langkah kecilnya,,, yang masih terbata-bata itu,, mencoba merayap ke atas ranjang,,, ya,,merangkak begitu istilahnya yang lebih pantas,, beruntung Jimmy yang tak lengah segera memakai pakaiannya hingga tak akan ada yang perlu dicemaskan dari pertanyaan-pertanyaan konyol dan polos yang mungkin akan keluar dari si mulut bocah kecil itu,,,, dan itu baru yang pertama kalian tahu! Yang kedua, ingatkah saat mahkota raja itu,, ya,, itu memang liontin,, namun berhasil juga, bukan, membuat mereka terbangun sukses dengan kebingungan masing-masing? Hahaha!! Jimmy yang tentu meringis kesakitan tanpa berkata sepatah kata pun justru makin membuat Jean, sang istri tercinta merasa dipermainkan,, dipikirnya wanita Jimmy saat itu masih mengelabuhi-nya wanita sekedar untuk mengalihkan perhatian Jean agar tidak marah padanya,, padahal memang itu sungguh-sungguh menyakitkan,, tertancap benda se-kecil itu… uh!!!,,, dan, kini,, tahukah kalian,, Jimmy akan memberikannya lagi, untuk yang kedua kali,, namun bukan sesuatu yang telah lama,, usai,, jadi masih memiliki bekas hingga sekarang di hati dan ingatan ke-duanya,, pasangan suami-istri ini,, !!! dan……..

 

^Jean yang hendak beranjak untuk memeriksa pesan dan calling-list di phonecell-nya,,,^

 

Jean yang masih belum menyadari dari mana dan oleh apa rasa nyeri-nya wanita itu tercipta,, yang dirinya tahu hanya mengapa dirinya begitu kaku,, ya,, serasa tubuhnya wanita kini tengah berada dalam cengkeraman pemangsa buas begitu,, entahlah,, sedikit risih,, sebab tak dapat bergerak bebas,,, dan yang pasti tulangnya wanita serasa seperti hendak remuk sekarang,, kenapa lagi ini,, dan satu yang paling mencengangkan,,, mengapa ada seperti sesuatu yang tengah mengganjal di bagian perutnya wanita,,, kenapa ini,, dirinya wanita yang mulai mencoba dan berusaha untuk menengok sesekali ke bawah dagunya wanita,, ya,, yang tentu dilakukannya wanita dengan susah payah,, kali ini,, Jean yang benar-benar hampir pikun,, bahkan ikatan bawah itu,, belum juga terlepas,, pantas saja… sampai kapan pun dirinya wanita mencoba pasti hasilnya nihil,,, hahaha!!! hingga Jean, yang mulai menyerah hampir-hampir kendati dirinya wanita yang mulai kehabisan tenaga itu,,, dan “OUGGGHHHTT!!!” betapa sakit dan peluh yang dikeluarkannya wanita hingga-hingga meringis hebat Jean sembari menutup mata seketika tubuhnya wanita,, tepat di bagian organ bawah-nya itu yang berhasil melepaskan diri dari tubuh Jimmy,,, shut!!! jangan bergerak,, jangan bergerak!!! hanya itu yang bisa Jean rasakan,, dan pikirkan… ya, seketika justru dirinya wanita yang menginginkan Jimmy yang terbangun lebih lama,,, nanti,, yang jelas,, kali ini, biarkan sebentar saja,, dirinya wanita yang terbangun lebih awal,, meski dengan sisa nafas yang terengah-engah ini,, ya,, supaya Jean bisa membersihkan badan,,, menyiapkan semuanya untuk Jimmy berangkat ke kantor,, dan sebab Jean yang mulai bisa berjalan, tentu di hari pertama-nya wanita ini,, dirinya wanita yang ingin begitu banyak melakukan aktifitas seperti biasa,, sama hal-nya dengan sedia kala,, yang pasti dirinya wanita ingin se-segera mungkin kembali seperti semula,, seperti dimana dirinya wanita yang selalu membangunkan Jimmy,,, menyiapkan semua perlengkapan ke kantor sang suami tercinta ini,, yang tentu akan sangat melegakan baginya wanita bila ini benar-benar sudah mulai bisa dirinya wanita lakukan tanpa kendala,, apa lagi kini,, melihat dirinya wanita sendiri yang tengah ‘bare-body’ ini oleh sebab aksi Jimmy yang begitu bisa dibilang singkat,, ya,, tersingkat yang pernah mereka lakukan,, sebab tahulah… sedikit paksaan sehingga tak ada kesiapan oleh mereka sebelumnya,, begitu spontan dan refleks saja terjadi,, tanpa mereka juga tahu apa yang sebenarnya ada sedikit kejutan di balik ini,, ya,, tunggulah setelah ini,, pasti kalian akan tahu!!!

 

^Jimmy yang mulai terbangun oleh gerakan Jean^

 

Jimmy yang kini tengah berada tepat di samping tubuh Jean yang belum lama ini,, mulai bergerak menjauh,, ya,,, ke samping kirinya,,, dan tentu masih bersikutat dengan gerakan ‘slow-motion’-nya wanita yang tengah berusaha untuk tak mengganggu Jimmy,, yang jelas-jelas untuk ke-duanya masih sedang berada di dalam satu juntaian-an selimut bulu itu,, ya,, kali ini,,, benar-benar sungguh gila,, Jean yang sebenarnya tak ingin melakukan hal ini,, ya,, namun, entah kenapa dirinya wanita terima-terima saja,, dan kini saatnya bagi dirinya wanita beranjak pergi,, mandi,, namun….

 

“…kau mau kemana?” Oh My Godness!!! apa!!! dia terbangun sebab aku!!! tidak,, tidak,, tidak boleh!!! apa ini mimpi!!! jangan!! jangan diteruskan lagi!!! aku bisa mati kalau begini!!! Jimmy,,, kembalilah tidur,, kembalilah tidur!! jangan… jangan bangun dulu!! aku bahkan hanya akan membalas beberapa messages dan check siapa saja orang yang berusaha menghubungi kita! Kumohon!! jangan bangun dulu!!! aduh,, bagaimana ini!! Jean yang tengah berusaha untuk menutupi salah tingkahnya wanita pun kini hanya bisa memalingkan muka untuk tak terlihat Jimmy dalam satu arahan dari samping itu,,, ya,, ini setidaknya lebih baik,, ketimbang harus mati gaya,, ditahan oleh satu tangan kiri Jimmy yang hingga kini masih mencengkeram erat di tangan kanan Jean yang mana masih menopang ke-dua tangannya wanita itu untuk bertahan dalam posisinya wanita yang sedikit menungging di atas Jimmy-nya wanita itu,, dan sedetik setelah itu, Jean yang langsung saja menyambar phonecell dengan chasing putih diamond itu,, ya,, berpura-pura tengah sibuk membalas message-message yang telah menumpuk memang di layarnya,,, dan Jimmy yang tentu diam saja,, namun tunggu,, kali ini,, bukan diam biasa, entahlah,, dirinya yang diam terkesan mengamati sesuatu yang tentu tak jauh berada di sekitarnya, ya,, dan inilah,, memang,, Jean yang tak biasa ceroboh,, namun akhir-akhir ini,, memang sedikit di luar dugaan,,, dengan memegang dan menopang phonecell mini-nya wanita tentu dirinya wanita lakukan dengan ke-dua tangan,, hingga sudah pastilah kedudukannya wanita kini yang mulai terangkat naik tanpa mengeahui apa yang masih meninggalkan se-pasang bola mata itu masih mengincar ke arah-nya wanita,, ya,, inilah,, dunia baru Jean yang mungkin dikarenakan sedikit gangguan yang dirinya wanita alami akhir-akhir ini,, dirinya wanita yang mulai bingung juga akhirnya entah mengapa Jimmy yang makin tenang saja tanpa suara itu,,,

“kenapa lihat-lihat, ha!! di phonecell-mu juga ada beberapa panggilan tak terjawab,, segera periksa,, siapa saja yang menghubungi hari ini, dan segera telepon kembali, tak sopan tak segera mengindahkan kepentingan orang! Itu sangat bukan dirimu!” namun beberapa saat Jean yang telah memperingatkan masih juga Jean yang masih belum mendapati Jimmy beranjak untuk sekedar menggeser tubuhnya,, jangankan itu,, meraup phonecell yang berada di atas meja samping-nya dekat lampu meja itu saja tidak,, dirinya seperti orang bodoh kali ini,, tanpa menganga,, namun pandangannya masih sedikit di satu fokus,,, hingga Jean pun mengibas-ngibaskan tangannya wanita yang mulai menyadarkan Jimmy-nya wanita itu,, “AAAA!!! Ben,,,!! YA AMPUN!!!! hampir saja aku tak menghiraukannya!! sekarang bagaimana ini,,!! AAARGH!! kau lagi,, kenapa harus selalu menggodaku dengan kemolekan tubuhmu itu,!” “apa!!! AKU KATAMU!? Apa yang aku lakukan ? Aku bahkan tak melakukan apa pun ? Harusnya aku yang marah kepadamu! Kau selalu sembarangan—” “AKH! Sudahlah, ayo segera mandi,, kita harus ke rumah sakit sekarang! Ini darurat katanya!” sebenarnya Jimmy yang masih ingin bermanja-manja dengan Jean ini,, ya,, sekalian saja pikirnya sebab Jean yang juga masih tak menyadari bagian breast-nya wanita yang membuka lebar tanpa penutup itu,, memamerkan bagian terindah-nya wanita ,, yang mulai mengganggu dan mengacaukan jalan pikirnya untuk menghadapi beberapa planning ke depan itu,,, ya,, tentu Jimmy segera merespon pesan terbaru dari Ben Chadwick itu,, yang berharap mereka segera tiba di ruang kerja laboratory-nya itu,, dan lagi-lagi Jean yang tengah sibuk membebatkan helaian kain selimut ke tubuhnya wanita kali ini,, harus menerima kekalahannya untuk mandi kilat lagi bersama Jimmy yang begitu ‘opportunis’ itu memang!

 

#Osaka Central Hospital (Osaka Chuo Byoin) 8-2 Sonezaki 2-chomme,,,, 09;00 pagi~

 

Entah mengapa pula mereka harus se-lama ini,, aneh ini memang,,namun inilah yang memang benar-benar terjadi,, yang jelas masih beruntung dirinya wanita yang tidak menjadi bahan amukan bagi Jimmy yang kini juga tentu sangat panik luar biasa,, sebab Ben yang tengah mengerjai-nya itu,, ya,,, bahkan masih di jalan pun,, mereka masih harus diganggu dengan gangguan message-message yang masuk dari Ben itu,, ya,, kejutan, memang kejutan,, bolehlah untuk itu,, namun tak seperti ini juga yang diinginkan Jimmy-Jean ini,, ya,, berulang kali Jimmy yang sedikit tersenyum sebab mendengar Ben yang menulis akan ada kejutan,, ya,, tentu yang dipikir Jean tentang kesembuhan kaki Jean yang mulai pulih total itu,,, ya,, tanpa harus menunggu 8 bulan lama-nya seperti yang tengah dibilang oleh Ben sebelumnya,, dan bahkan kali ini,, dirinya akan segera dikenalkan dengan dokter baru yang akan menjadi rekan baru-nya dalam bertugas kini,, seorang dokter wanita,, yang asli dari Jepang tentu,, argh! Begitu tak sabar untuk menunggu detik-detik yang mendebarkan itu, Jimmy pun mengendarai mobilnya dengan begitu terburu-buru,, namun entah mengapa Jean juga tak mengeluh,, marah begitu!

 

“Argh! Ini dia tamu istimewa yang telah ditunggu-tunggu! Silahkan duduk dulu! Apa kalian begitu sibuk, hingga-hingga tak mendengar panggilan-panggilan masuk dariku? Harusnya sudah sejak 15 menit sewaktu aku yang langsung mengirim pesan itu,, namun ini sudah lebih dari satu jam,,, err,, oh, iya,, baiklah,, langsung saja, ya, jangan menunda-nunda lagi,, Mrs. Jean.. dia pasien-ku, ini Mr. Jimmy,, kepala rumah sakit dari L.A. Hospital Directory yang pernah aku bilang itu,, dan ini,, Touda Yoshimi,, dokter kandungan untukmu,,, Jean! Selamat kau akan segera menjadi seorang ibu,,, kami sudah mengetahui ini sejak seminggu yang lalu,, ya,, ketika kau menuju ruang CT scan untuk didiagnosa untuk peluang kesembuhan kakimu,, namun kami baru memberitahukannya hari ini,, maafkan aku, ya,, kuharap kau suka dengan berita membahagiakan ini, terutama kau Jim,, selamat, ya!!! akan menjadi seorang ayah baru!” Jim yang masih terkait masing-masing tangan kanannya dengan Ben, dan hendak menyalam-i Touda, rekan kerja baru-nya itu,, namun belum sempat,, sebab Jean yang mendadak pergi begitu saja, beranjak meninggalkan ruangan,, ya,, aneh, bukan,, bukankah dirinya wanita tergolong sebagai orang yang sangat menjunjung tinggi kesopanan? Bukankah dirinya wanita terkesan sebagai wanita yang memiliki etika dan budaya tinggi? Namun, mengapa dengan hari ini?

 

Dirinya wanita yang begitu aneh, bahkan tanpa disadari-nya wanita, Jean yang masih terus saja berlari,, berlari dan terus berlari hingga mendadak terhenti di depan sebuah mobil merah, mobil pribadi-nya wanita,, ya, dirinya hanya mematung di sana, dan beruntung Jean yang hendak masuk ditahan oleh Jimmy, yang sebenarnya bahkan tak terlihat terengah-engah sama sekali itu,, bayangkan saja,, kakinya yang panjang membuatnya tak perlu sulit-sulit untuk sekedar menjangkau lari Jean,, didapati-nya Jean yang tengah menangis itu,,, ya, entah kenapa mendadak sembab di pelupuk matanya wanita,, dan berusaha berucap namun gagal,, hanya….

 

“AKU..AKU,, aku,,,” begitu seterusnya,, hingga Jim yang mengerti pun hanya menempelkan ujung jari telunjuknya di tengah mulutnya,, seakan mengerti apa yang tengah membuat Jean galau se-begitu-nya,, bahkan sesaat ketika Jean yang masih terus bersikeras untuk berucap “,,,,sorry,, perhaps,,,” yang tak sampai selesai sebab Jim yang seketika memberikan Straight-nya yang membuat Jean mulanya tertunduk lesu itu,, kembali menegak seraya Jim yang mulai mengeratkan perut Jean ke perutnya wanita,,, hingga Jean yang lagi-lagi kehilangan keseimbangan sepenuhnya itu hanya bisa merasakan sensasi lembut yang kembali muncul dari sosok yang sangat dikenalnya wanita ini,,, bahkan kini seluruh permukaan lunak dari daging mereka yang semakin menyatu itu,, ya, tanpa basah, meski telah lumayan lama dalam posisi saling lumat-melumat itu,, hingga Jean yang kepalanya wanita sesekali sedikit naik, sebab tertarik oleh perlakuan Jimmy kini yang mulai memegangi dan menopang di tengkuk Jean-nya ini, dan,,, terhenti seketika sesaat merasakan dingin yang aneh di situ, seperti menyentuh sebuah ‘metal’,, dan ternyata benar,, sebuah kalung dimana mahkota itu yang telah kembali diperbaiki oleh Jimmy, lebih tepatnya diganti dengan mahkota Raja yang baru,, liontin itu,, dimana yang sempat rusak sejak kecelakaan yang menyebabkan hilangnya kemampuan Jean berjalan selama kurang lebih 5 bulan ini,, dan inilah jawaban atas semuanya,,, mengertilah bahwa ini semua tidaklah mudah,, ini yang aneh,, Jimmy mulai sadar bahwa ini bukanlah waktu dan tempat yang tepat untuk saling memberi respon, dan saat itu pula Jimmy menggendong Jean menuju seat-nya wanita,, mengangkat Jean dengan membopong tubuhnya wanita setelah melepaskan ciuman French-nya tersebut dan segera memakaikannya wanita seat-belt dan segera melaju,, namun bukan dengan kecepatan lower,, melainkan speedy in high,, sebab Jean yang bilang justru mual kalau harus berlama-lama di dalam mobil, biasanya, bukankah dirinya wanita yang selalu mengingatkan Jimmy untuk menjaga kecepatan mengemudi-nya??? Jean,, yang tengah ngidam berat kali ini,, hahaha!! Semakin membuat bingung orang di sekitarnya!!! Terutama Jimmy… yang harus bolak-balik mendampinginya wanita,, bahkan,, untuk beberapa saat saja padahal, namun sudah seperti seminggu dirasa sebab tingkah Jean yang dapat berubah-ubah tak menentu dalam waktu yang lumayan singkat,, ckckckc!…. bahkan hingga setibanya wanita di kediamannya wanita,, ya,, seperti yang mulai terbiasa,, dengan sikap Jean yang mendadak manis, dan mendadak seketika sensitif hingga pemarah, dan kali ini, ada sedikit tambahan agresif,,, seperti apa pun itu, nampaknya ngidam tak akan pernah menjadi sedikit lebih baik dari biasanya,,, seperti Jean,, darimana dirinya wanita memperoleh sikap agresif?,,, terkontaminasi oleh penyakit Jimmy-nya wanita? Mungkinkah penyakit akut Jimmy ini menular? Entahlah! se-akan ledakan pendingin di Reaktor Fukushima Daichii esok pagi untuk yang ke-dua kalinya meledak itu pun sudah tak dihiraukannya wanita,, yang jelas,, dirinya harus dituruti sekarang ini, ingin berjalan-jalan ke sekeliling Real Estate baru-nya wanita,, ya di sekitar taman itu,, sekitar Ring Road di halaman depan sebagai jalan utama “selamat datang” itu!,,, dan yang paling parahnya,,, dengan bersepeda kalian tahu! Bersepeda! Bersepeda!! Mana mungkin Jimmy akan menuruti begitu saja, mengingat kondisi tubuh Jean yang bahkan sedikit lemah itu? Jean, Jean, kapan kau akan berhenti berulah??? Ini darurat! Udara sekitar juga mulai tak menunjukkan situasi yang sehat! Ini sudah mulai terkontaminasi oleh radioaktif! Iodine, dan sebagainya,, ayolah! Jangan keluar dulu!

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s