A Miracle Invasion


chapter 5

Buah yang Tanpa Diduga-Duga

Jean yang mulai risih berada dalam dekapan paksa suaminya wanita tercinta itu,,, ya, biasa, penyakit Jimmy yang bisa sewaktu-waktu memang kambuh,, begitulah,, bahkan kali ini Jean yang tak bisa berkutik,, mengingat Jimmy yang mulai tak dapat menahan semua kegilaan-nya itu,,, kendati Jean yang di bagian kakinya wanita sudah pulih memang, namun tak berarti juga dirinya dapat memperlakukan Jean seperti bagaimana sedia kala saat-saat Jean yang sehat dan segar bugar itu,,, bahkan kondisi Jean hingga kini juga belum membaik,, berat badannya wanita juga belum naik sama sekali sedikit pun sampai detik ini,, dimana semenjak sepulang Jimmy dirinya wanita memang lebih sering terlihat lesu, tak pernah berselera makan, bahkan untuk tidur saja sulit-nya bukan main,, sungguh kasihan Jean,,, teramat kasihan,, sebab dirinya wanita tak bisa berhenti memikirkan keadaan Jimmy yang saat itu dari dinasnya di Korea Utara dan Hong Kong itu yang sangat tak tahu kemana arahnya,,, kenapa,, ya,, Jimmy yang keterlaluan sekali saat itu, membiarkan Jean-nya terus berpikir tentang dirinya sekedar untuk mempercepat menyelesaikan tugasnya demi untuk segera pulang ke Canada itu,, bercengkerama dengan keluarga kecil-nya itu,, ya, begitu rindu juga Jimmy sebenarnya teramat dalam oleh mereka,, terutama Jean, yang mana dirinya tahu pasti sikap dan tingkah laku serta kebiasaan baik serta buruk Jean yang selalu mudah cemas dan panik mengingat rasa penyayang-nya wanita yang berlebih dan tingkat tinggi itu.. ibarat rating dalam sebuah nominasi drama mungkin bisa dinobatkan lima dari urutan 1 sampai 5….. begitu parah bukan? Namun,, Jimmy yang paham,, juga tak sia-sia begitu saja dengan rasa bersalah-nya,,, dirinya yang kembali,, tentu tak dengan tangan kosong,, sebuah kalung dengan liontin mahkota Raja, sepasang dengan mahkota Ratu yang dikaitkannya dengan pengait di dompetnya,, sebab mana mungkin seorang pria dewasa seperti dirinya memakai sebuah kalung,, apa kata dunia!!! Inilah Jimmy apa adanya,, dirinya tak akan mungkin begitu saja meninggalkan Jean-nya yang bila dilihat dari awal,, ya,, sejak pertemuan ke-dua dan ke-tiga-nya bahkan sangat begitu sulit diakui Jimmy sendiri,, ini hampir seperti mustahil tanpa kekuatan cinta dan takdir yang diberikan oleh Tuhan kepadanya,,, yang notabene begitu lemah ini,, dalam hal hati,, hingga mereka sampai ke jenjang pelaminan,,, pernikahan yang memang sudah begitu diharapkan oleh sang ayah Jim bahkan, Direktur Ahn, pengusaha tambang emas terkaya di seluruh Haiti itu,,, yang meski beliau, mendiang-nya juga belum sempat menyaksikan putra sulung-nya itu menikah sebab batas usia yang harus membatalkannya…..

 

Mengingat hal ini,, sekarang ini,, Jean jadi teringat akan pertemuan ke-duanya wanita dengan Jimmy di dalam Aero Plane itu,,,, Jimmy yang dikiranya wanita telah berubah sebab ya, dari caranya memperlakukan Stewardress yaitu yang tak lain adalah Jean,,, dengan sangat kasar, lebih gila lagi,, dirinya yang dengan halus Jean beri sambutan dan salam, justru membalasnya dengan sadis dan kasar,, hal ini yang sontak membuat Jean begitu tercengang,, ya, sebelum mereka berdua sama-sama tahu kalau mereka ini,.. saling mengenal,, oleh cinta yang pernah menyatukannya itu,,, andai saja ini terjadi lagi,,, jangan,,, Jean tengah kelelahan sekarang,, bukan berarti tidak mau,, namun memang tampaknya Jimmy yang selalu saja ingin melakukannya di saat yang tidak tepat,, seperti kejadian tempo hari,, sebelum menyambut kedatangan Yong Hwa untuk menghadiri pernikahan Hong Ki dengan Eun Hye-nya,, hah!!! 4 jam bahkan masih sempat-sempat-nya Jimmy ingin melakukan hal tersebut hanya dengan alasan tak masuk akal memenuhi permintaan Joe yang bahkan hanya seorang bocah kecil yang biasa berceloteh tanpa berpikir panjang,, Jean juga,, kenapa begitu bodoh,, polos tepatnya,,, mau-mau saja dengan permintaan Jimmy yang sedikit GILA itu,,, begitulah, pasangan ini memang sedikit aneh,, namun itu saling melengkapi, bukan? Jimmy yang suka memaksa,,, begitu lembut sebenarnya jauh di dalam hatinya… begitu juga Jean yang tampak luar begitu pendiam dan polos,, namun begitu mengetahui kondisi dirinya wanita dimana berada,,,,, paham istilahnya dan begitu pengertian,,, tapi kali ini, benar-benar diluar dugaan,, Jimmy yang memang begitu keterlaluan,, dirinya wanita yang belum lama sembuh dari lumpuh kakinya wanita,,, ya, mendadak Jimmy yang mulai menarik tubuhnya -nya wanita ke dalam pelukannya,, membalik posisi Jean yang awalnya berada di hadapannya kini berada di atas dada Jim yang tengah menindih paha dan sebagian kaki kirinya wanita hingga-hingga begitu sulit untuk dirinya wanita memberontak dan mengerang sekedar berteriak untuk menghentikan Jimmy berulah karena mulai kesakitan dan gerah,,, Jimmy memang telah gila,, gangguan jiwa macam apa yang telah menyerangnya ini,,, sungguh sudah berlangganan nampaknyaya Jimmy dengan penyakit yang telah menggerogoti otak dan seluruh tubuhnya ya itu,,,

 

^Masih dalam keadaan lemah, Jean tak mampu berkutik,,,^

 

Sampai saat ini,, di menit ke-sepuluh bahkan nampaknya-nya Jean yang tak bisa menahan amarah-nya wanita,, namun bagaimana caranya wanita menyadarkan Jimmy yang sudah mulai menikmati tiap sentuhan-sentuhan-nya terhadap Jean itu,, dan parahnya lagi, Jean masih sama,,, tetap saja seperti pada biasanya,, dahulu-dahulu,, sebelum-sebelum-nya wanita,,, yang tak bisa meledakkan amukan-nya wanita untuk menampik ajakan Jimmy itu,,, Jimmy memang sedikit ‘nought-bitchy man’,,, beruntung,, Jean yang menjadi istri Jimmy, bukan wanita yang lainnya,,, bisa-bisa Jimmy diceraikan sebab penyakit aneh suka memperkosa yang dimilikinya semenjak membina hubungan keluarga dengan Jean ini,, Argh!!! Lama-lama Jean juga makin memiliki strategi untuk menolak ajakannya itu secara halus,, AAA~!! Joe!!! Jonas bisa mengatasi semua ini,, ya,, sebentar saja,, dengan cepat Jean yang mulai bisa melepaskan ciuman Jimmy yang bahkan begitu hangat tanpa dinikmati-nya wanita itu,, ya,, inilah waktu yang dipikirnya paling tepat,,,,,,

 

“bukan aku tak mau punya seorang bayi lagi,, tapi,, ini,, Joe,, bagaimana,, dia sendiri di kamar sebelah,, mungkin aku harus memeriksa keadaannya di sana,, apa tidurnya nyenyak,, apa dia dalam keadaan yang baik-baik saja,, aku takut ada gempa atau sesuatu lagi yang bisa mengancam keselamatannya,, aku mau ke sana, sebentar, ya” dengan susah payah Jean berucap,, ya,, bahkan terdengar sangat tidak sukses raut mukanya wanita itu,, mana ada orang cemas,, namun mimik mukanya wanita lebih kepada ketakutan yang berlebihan seperti sedang diburu bagai buronan atau seperti baru saja berhasil keluar dari perangkap setan itu,, hahaha,, namun ini sungguh lucu,, dan menggelikan,, Jimmy yang mengerti lagi-lagi, lebih pandai dari Jean yang ilmunya wanita tentu masih kurang untuk urusan mengelabuhi dibandingkan dengan Jimmy itu,, ya,, lagi-lagi tanpa ampun,, Jimmy pun segera menarik kembali tangan Jean ke pelukannya,, dimana Jean yang tak begitu dalam keadaan siap total itu,, berusaha untuk menampik Jimmy,, namun gagal,, hingga sebagian tangan kanannya wanita yang terlipat,, ya,, tertekuk masuk,, masuk di bawah ketiak Jimmy yang sedari tadi masih terlentang dengan posisi tidurnya itu,, yang memang dengan sengaja melakukan itu kepada Jean,, nampaknyaya Jimmy memang senang melihat Jean yang tengah meronta-ronta itu… dan begitu juga tingkah gilanya yang mulai kembali liar ini,, menciumi Jean,, ya,, mencumbu-nya wanita wanita se-suka hati,, meski di bibir mungil-nya wanita,, namun benar-benar menekan pasti.. hingga untuk yang ke-sekian kalinya harus menjadi tontonan tanpa sengaja oleh Joe yang ketika itu tengah ketakutan setelah terbangun dari tidur-nya yang tak melihat ke-dua orang tuanya di apartemen baru yang tentu asing bagi dirinya itu,,,

 

“Mommy-Daddy!!!!,,, kau di dalam,,, Jean,,, Jim!!!! Aku boleh masuk ke–” seketika melihat ke-dua orang tuanya yang tengah dalam posisi yang tak mengenakkan baginya sebagai bocah cilik ini,, begitu saja,, kaget,, saking shock-nya hingga dirinya dengan mulut menganga,, bertatapan dari arah depan pintu yang sedikit terbuka itu,, radius kurang lebih 5 meter dari Jean yang sedang bercumbu itu,, mungkin secara kasad mata memandang adegan mereka kali ini,, padahal,, bukan,, bukan seperti itu,, Jonas,,, Jean bisa buktikan, ini bukan seperti yang kau pikir,, Jimmy,,  lagi pula,, kurang ajar,, membuat anak kecil tanpa dosa ini harus menyaksikan hal ini lagi-lagi,, Akh!! Jean pun mengerang! Namun,, tiada guna lagi,, sebab Joe,, terlanjur pergi,, meninggalkan tempat di pintu itu,, merasa ini waktu yang tidak tepat untuknya mengganggu aktifitas mommy and daddy-nya kali ini,, tanpa marah tapi,, pasrah lebih tepat-nya sekarang. Ya,, dia juga bahkan sudah berani tidur sendiri… tanpa harus Jean yang menemaninya,, Di lain sisi, Jean yang berusaha se-kuat tenaga untuk mengejar Joe yang melangkah pergi itu,, namun tetap saja,, dirinya wanita tak mampu melepaskan diri dari cengkeraman Jimmy yang mulai menggila dengan aktifitasnya ini,, malah dia mulai menikmati dengan se-enaknya di atas penderitaan Jean yang mulai jera dengan semua ulah-nya yang selalu sulit ditebak dan mengagetkan-nya wanita dengan sukses,, saat itu juga Jimmy diam saja,, entahlah,, kenapa,, yang jelas,, matanya tetap terbuka,, hingga Jean yang merasa ada yang ganjal pun, sedikit menengadahkan dan mengarahkan kepalanya wanita melihat ke arah wajah Jimmy yang berada di atasnya wanita dan tengah memeluk tubuhnya ya wanita itu,, berulang kali Jean melakukan hal itu,, menoleh ke arah Jim, namun tak ada respon berarti,, hingga Jean yang bengong pun,, mulai disadari oleh Jimmy,,,

 

“Kenapa kau mencuri-curi pandang seperti itu,,, aku memang tampan sejak dulu,,” “ck! Kau marah, ya, padaku? Aku salah apa,” “ehm,, salahmu begitu banyak padaku,,, tapi entah kenapa,, aku selalu bisa memaafkanmu,, ini membuatku benci terhadap diriku sendiri yang tak pernah bisa tegas terhadap—kau” “lalu,, kau hendak menghukumku,,, apa yang harus kulakukan,, apapun kecuali menemanimu di sini hari ini,, aku bisa masak,, semuanya,, akan kubuatkan yang spesial untukmu,,bagaimana?” Jean yang mulai merayu,, namun tetap saja Jimmy tak menggubrisnya wanita,, “Aku,, tak mau itu!” “kau itu kenapa? Apa-apaan, seperti balita saja,, manja!” “Aku ini pria normal,, seharusnya kau tahu apa yang aku mau,” “Ah!! Apa!!! Menjauh dariku,,” “Akh! Jangan berpura-pura tidak mau.. aku tahu kau juga suka, kan?” “Tidak!!!” Jimmy yang sedari tadi sudah tak mampu menahan penyakit-nya yang sudah akut hingga ke ubun-ubun dirasa ini pun langsung begitu saja beraksi. Tanpa nanti-nanti,,, ditariknya kasar Jean ke dalam selimutnya dan melucuti busana mereka itu,, ya.. piyama kotak-kotak mereka,, dan kembali melakukan aktifitas yang memang telah lama tak mereka lakukan kendala kaki Jean yang lumpuh, namun tentu sekarAng tak ada alasan, bukan? Jimmy bisa tenang sekarang di tengah Jean yang tak habis pikir,, dengan kegilaan Jimmy yang kembali menyeramkan ini,, bahkan dirinya wanita seperti tak mampu mengenali wajah siapa yang tengah asyik bermain dan melampiaskan ‘desire’-nya pada tubuhnya ya wanita itu, sudah empat kali Jimmy mengulangi melakukan hal yang sama,,, namun entah apa yang membuat Jean tak kuat meronta bahkan, hanya mendesah tak jelas,, Jimmy pun juga tampaknya tak begitu memperhatikan hal itu,, di pikirannya kini hanya ada puas,, menyenangkan,, melayang entah apalah.. dan yang membuat semakin nyaman sebab sama sekali tak ada perlawanan dari sang istri tercinta,, entah sebab apa pula,, yang jelas,, dirinya begitu,, senang akan hal ini,, berulang kali,, bertubi-tubi dirinya memasukkan secara se-pihak ‘Billy’-nya itu ke Mrs.V-nya wanita,, dan Jean tetap dalam kondisi tak berdaya.. ya.. tepatnya. Menggeliat-menggeliat… dan mendesah tak pasti,, dan sesekali,, ke-dua tangannya wanita yang mencengkeram di puncak bahu Jimmy yang berada di atasnya wanita untuk mengurangi rasa sakit yang berlebih itu di sekitar oragan tubuh bagian bawahnya wanita,,, dan Jimmy pun juga begitu,,, sesekali dirinya sengaja menyelipkan jari-jemari tangannya ke sela-sela jemari Jean yang masih menganggur itu,, hingga mereka bisa saling menopang menahan sakit sekaligus nyeri, geli, dan nikmat yang mereka rasakan di malam hari bersama itu,,, dan seperti biasa di tengah-tengah acar mereka selalu ada gangguan,, namun dari rumah skit kali ini,, bukan orang dalam seperti Jonas,, Yong Hw,, atau pun Keluarga kecil Hong Ki,,, ya,,, Ben,, rekan kerja-nya dari Canada dahulu,, masih ingatkah kalian dengan sosoknya,, yang mana memiliki seorang tunangan dahulu yang bernama Catherine,, dan sekarang sudah menikah pula,, yang dulu pernah restoran mewah-nya di-booking semalam oleh Jimmy-Jean untuk makan malam dan berdansa,, ketika tengah masih hamil Jonas beberapa bulan,,, dan sekarang untuk apa,, apa juga ada yang sangat mendesak untuk dibicarakan,, Jimmy bahkan yang mendengar dan mengeluarkan tangannya dari balik selimut itu,, yang melihat nama Ben tertera di layar phonecell-nya itu pun seketika itu,, asal reject saja tanpa mengindahkan informasi penting apa yang tengah akan disampaikan oleh Ben tersebut,, Agrh!!! Jimmy,, lihat dahulu,, bukankah kau begitu menginginkan kehamilan Jean,,, dan inilah saatnya kabar baik itu,,, segera hubungi kembali ben,, dan segeralah ke Osaka Chuo Byoin,, bisa dipastikan kalian akan bahagia mendengar kabar baik itu,,, bukannya kembali tidur dan mendekap Jean-mu tolol!!! Akh!! Benar-benar dokter  yang teramat ceroboh!!!!,,, kalahkan dan korbankan dulu nafsu setan-mu itu,, dan mulailah berpikir jernih,, kelak kau tak akan menyesal kali ini,, aku bisa jamin,, hanya ini yang ada dalam benak Ben yang tengah geram melihat respon Jimmy yang malah menolak panggilannya,,, Jim,, Jim,,, dasar bodoh!!

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to A Miracle Invasion

  1. I simply want to say I am beginner to blogging and actually savored your web-site. Almost certainly I’m want to bookmark your blog post . You amazingly come with superb article content. Many thanks for sharing your blog.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s