A Miracle Invasion


chapter 4

Kan Kuperlihatkan Padamu, Cinta

Menuju Osaka Central Hospital (Osaka Chuo Byoin) 8-2 Sonezaki 2-chomme,,,, 03;00 sore~

Entah apa yang sedang terpikir di benak masing-masing insan yang tengah mencoba menyelamatkan diri ini,, ya, semua rencana yang telah matang-matang  mereka persiapkan untuk segera kembali ke Amerika pada kenyataannya harus kembali mereka urungkan. Di sisi lain mereka yang mulai mengkhawatirkan keadaan mereka sendiri dengan melihat kondisi di sini,,, namun di sisi lain mereka harus melakukan sesuatu yang berarti,, ya,, ini,, harus segera dilakukan,, mengingat waktu memang tak banyak,, dan begitu mendesak bagi mereka yang tengah berada dalam bencana ini,, ya mara bahaya yang tengah mereka alami ini baru saja,, belum genap 25 menit yang lalu… ini bahkan bukan mimpi,,, Jean dengan Jimmy yang ibarat sulit menerima apa yang menimpa mereka ini,, ya,,, begitu singkat seperti angin,, bahkan sambaran halilintar tampaknya yang lebih tepat menggantikan perumpamaan ini,, belum sempat semua yang mereka persiapkan untuk menuju Airport beres,, sudah ada lagi yang menerjang mereka,, menghalangi jalan yang mulai mereka tapaki….. Argh!! Gemas,, tak hanya itu,,, cemas,, mereka yang berusaha menampar pipi memastikan apakah ini benar-benar terjadi pada mereka? Ya, ini nyata,, bukan khayalan,, bukan juga hanya dugaan atau mimpi yang baru saja mereka rangkai untuk terlelap dari tidur pulas,,, ini sungguh-sungguh nyata,, dan bagai mukjizat,, mereka semua selamat,, Ohh!! Inilah anugerah!!! Dan,, ya, mereka harus tetap melaju,,  menjalani keseharian seperti biasanya yang tengah menyambut mereka untuk diselami,, dan mereka sentuh,, oleh keluarga kecil,, salah satu dari ribuan orang yang juga selamat dari bahaya maut yang tengah mengancam daratan Tokyo siang hari menuju sore yang mulai gelap itu,, bahkan sisa-sisa asap yang mulai terlihat itu,, entahlah itu pertanda apa pula,,, apa lagi,, dan yang pasti ini hampir seperti mimpi,,, ya,, mimpi yang tak pernah sekali pun ingin diwujudkan,, bahkan mengharapkannya sekali pun tak ingin,, dan tak akan pernah,,,, ya,, mereka akan melangkah kembali,, dan sekaranglah waktunya bagi mereka kembali,, Namun, bukan meneruskan perjalanannya ke Haneda Airport,, melainkan berbalik arah ke Osaka,,, ya,, dimana Jimmy yang masih memiliki tugas-tugas sosial juga dinasnya yang mulai dijalaninya semenjak Februari lalu itu,, belum lama memang, baru 2 bulan berjalan.. dan sebab Jimmy adalah tipikal pria yang berpegang teguh pada komitmennya. Meski bukan berarti Jimmy memiliki sifat yang kaku,, dan tak bisa diubah,, seperti sejenis keras kepala,, bukan begitu,, namun,, dia tipe pria yang tegas dengan apa yang telah dia pilih, begitu juga dengan pilihannya,, yang jarang sekali dia secara mengubahnya tiba-tiba terkecuali kalau dirinya memang benar-benar dalam posisi terdesak atau memang sudah ada pilihan lain yang lebih baik,,, kenapa tidak dia mencobanya,, seperti saat ini,, Jimmy yang lebih memilih untuk tetap tak meninggalkan Tokyo,,, Jepang maksudnya,,, ya,, dirinya akan segera membawa Jean dan Joe-nya yang masih terlelap tidur,, tanpa terganggu sedikit pun bahkan dengan suara-suara gaduh, dan gemuruh yang terus bertalu-talu semenjak tadi di 25 menit terakhir ini,,,, ya.. betapa bersyukur-nya mereka yang telah selamat.. ayo, segera ke Osaka!! Aku berjanji akan mencarikan kalian tempat terbaik di sana,,,, tak akan jauh dari rumah sakit,, entah itu penginapan sementara atau sekalian saja apartemen-atau-Real Estate juga… terserah pada kalian tentunya,, dan keadaan yang bicara,,, Jimmy yang hanya mengendus ringan sembari terus menyetir,,, mengarahkan ke-dua bola matanya agar tetap berkonsentrasi supaya tak ada serupa kecelakaan gila yang akan menghantamnya yang tengah membawa ke-dua cintanya itu,,,,

#Tiba di Osaka,,, pukul 06;15 sore….~

Kini… entahlah mungkin lebih tepatnya bisa dibilang gelap,,,, gulita,, sepi nyenyat,, seperti tiada penghuni di sekitar sini,, apa yang barusan terjadi,, bahkan mereka yang masih tercengang dengan apa yang mereka lihat itu,, ya,, di Furui, masih di dalam lingkup Osaka juga,,, meski masih di perbatasan dengan beberapa kota-kota kecil lainnya,,, namun,, inilah,, Osaka,, ya,, pusat semua layanan kesehatan paling lengkap yang ada di Jepang,,, di kota kecil ini,,, namun tak bisa dibilang kecil juga,, semua perabot yang akan membuat kalian menganga pula,, sebab begitu canggih,, dan serba digunakan selalu sepanjang waktu.. tak hanya untuk kepentingan darurat,, namun,, kenapa menjadi seperti ini? Ada apa ini.. ? apa yang telah terjadi,, !! ini membuat Jimmy yang bahkan sudah mulai terbiasa dengan mengobati berbagai pasien-nya itu di sini,, ya,, Central Hospital (Osaka Chuo Byoin) 8-2 Sonezaki 2-chomme tepatnya.. menyenangkan… seperti biasanya,, orang-orang Jepang yang ramah,, pada dasarnya,, entah itu yang menjadi pasiennya,,, bahkan di luar sana,, yang Jimmy biasa dan sering temui di seberang,, di jalanan,, di dimana dirinya juga yang terbiasa mengisi bensin sebelum-sebelumnya,, bahkan untuk ini saja kali ini dirinya harus rela berjalan kian jauh,, sebab harus mencari lokasi yang masih menyediakan untuk memberikan service-nya setelah pasca gempa itu,, ya,, semua kembali dari nol,, seperti kota mati, bahkan sirine tak heran terus-menerus berulang kali berbunyi di menit-menit terakhir ini, apalah,, yang jelas,, Jimmy yang mengetahui itu adalah pertanda akan datang ancama gempa lagi,, atau apalah,, potensi Tsunami,, mungkin yang kemungkinan besar terjadi di negara kecil kepualauan ini,, ya,, biasalah,, anggap saja resiko hidup di tempat yang begitu banyak gunung,,, lempengan-lempengan yang memang setiap tahun terus berjalan,, dan yang tentu akan bergeser  dan terus seperti itu,, sejauh 5-7 meter tiap tahunnya,,, mendekat ke arah laut,, dan inilah yang paling berbahaya,, ketika lempengan itu bisa saja saling menumbuk mengingat satu lempeng dengan lempeng yang lain terus bergerak dan tentu memiliki arah masing-masing,, ada yang menjauh ada yang mendekat pula,, dan maka dari itu.. jangan heran kalau terjadi hal seperti tadi barusan,, Argh!! Akan sampai kapan ini,, harus dialami-nya,, bukan Jimmy takut, untuk mencari Pom Bensin, sejenis SPBU,, bahkan seperti ini sulit-nya.. ya,, sebab dampak gempa tadi pasti,, ya, tak salah lagi.. dan beruntung ini di Furui, dan yang pasti di setiap jalan akan ada hampir-hampir ditemui Pom Bensin,, namun entah kenapa hasilnya nihil,, hampir semuanya ditutup mendadak,,, ya,, untuk ‘emergency things’ tentunya,, belum ada langkah-langkah lain yang lebih jauh untuk pemerintah siapkan mungkin,, atau untuk hal yang lain,, jangan kira atau pikir pemerintah tak memikirkan nasib warganya,,, ini berbeda,,, Hei! Ini Jepang, Bung,,!!! Berbeda, bahkan pemerintah begitu mementingkan keselamatan rakyatnya,, bahkan menurut mereka yang lain tak ada ada artinya tanpa warganya tersebut,, keselamatan mereka begitu utama,, bahkan sekarang,, sudah ada himbauan yang mulai meluas untuk menggunakan masker… penutup hidung itu, ya,, meski berupa hanya selembar kain,, namun sedikit membantu untuk respiratory… sebab ada berita dari wilayah Pembangkit Reaktor Listrik di Fukushima Daichii yang baru saja juga mereka lewati sebelum menuju Furui ini,, akan meledak,, sebab frekuensi getaran gempa yang sedikit berlebih ini,, ya,, semoga tak ada yang akan terjadi lagi, setelah ini,, tidak untuk sirine pertanda akan Tsunami itu,,tak ada ledakan juga,,, sebab dari mana nanti ada pasokan listrik! Sedangkan semua alat kesehatan di rumah sakit sudah tentu memanfaatkan tenaga listrik tersebut,, dan satu-satunya pemacu aliran listrik itu,, ya,, tepat sekali! Berasal dari reaktor Nuklir Fukushima itu,, Argh!! Makin bingung Jimmy kini yang tengah terbersit nasib-nasib para pasien jantung-nya itu,, hingga tanpa dirinya sadari semenjak tadi,, dirinya yang terus meremas-remas jemarinya di atas kemudi mobilnya,, sembari menunggu bensin dipasok ke dalam mobil merah pribadi –nya itu.. Jimmy yang melihatnya pun hanya bisa ikut terdiam,, mengamati sikap Jimmy yang mulai aneh itu,,, yah, naluri dirinya wanita yang memang masih begitu tajam,, tak berkurang sedikit pun meski telah berkeluarga itu,, Hmmm,,,, Jean tak berani bahkan untuk sekedar mengingatkan Jimmy untuk tetap fokus pada tempat tujuannya kini,,,

#Belakang Furui Inn and Resort.. Furui Apartment, 5D, Lantai 5, Kamar 406,,, 07;35 malam~

Ya,, akhirnya,, lega!! Setlah dirasa badan ini yang mulai pegal-pegal di sekitar punggung sebab hampir semenjak singa tadi,, ya, anggap saja setengah hari untuk mengendari di mobil pribadi merah itu,, bisa dibayangkan, bukan,, duduk berjam-jam,, hanya untuk mengamankan diri,, mencari tempat berlindung yang lebih aman,, pasti.. sebab Jean telah bilang,, jangan di Tokyo yang jelas,, dan di Osaka,, ini… tepat berarti, meski tak begitu jauh,, pula,,, ya,, masih 5 ribu-an kilometer,,, tak apalah,,,, meski apabila Nuklir Fukushima meledak tempat atau areal ini juga pasti akan terkena imbas-nya sebab radiasi yang akan mencapai batas 10.000 km, Hah!!! Beruntung,,, yang jelas,, bukan area rawan tsunami,, sebab sedikit berada di dataran tinggi,,, untuk sekedar tinggal dan sembari bekerja,,, bukankah justru semakin dekat dengan kantornya ? ya,, Rumah Sakit-nya,,, ? Byouin-nya? Akhirnya,,, mereka mulai bisa melepaskan nafas pertanda lega mulai bisa tidur sekedar beristirahat melepas lelah itu,, dan Joe,, kini yang Makin terlelap tanpa sedikit pun rasa risih itu,, ya,, malah semakin nyenyak saja,, apa mungkin dirinya yang masih bocah merasa ini memang sudah tengah malam seperti dirinya yang dimana juga selalu tidur di tengah malam itu,,, akh!!!! Bukan,, ini bahkan masih sangat sore,, malam saja belum!! Joe,, Joe,, Jonas,, Staenbee Jonas,,, tenang saja,, akan ada teman kecil sebentar lagi yang akan menemani hari-mu,,, tak akan ada lelah,, hanya kesenangan,, dan terpenting,, Joe, Kau harus bisa menjaganya,, lihat saja,,, apa dia wanita,, seperti mommy atau pria lagi seperti kau dan daddy-mu? Entahlah! Itu sudah bukan urusan-mu! Tuhan! Bila memandang variasi,, mungkin akan lebih baik wanita?,, argh! Apalah artinya nama dan jenis kelamin kalau mereka tak memberi anugerah kepada yang dititipkan oleh-Nya!! Tenang,, di keluarga ini tak akan ada cerita macam itu,,, semua akan harmonis,, dan berjalan sesuai rencana…..

^Jimmy yang belum terlelap juga sampai sekarang,, di samping Jean yang mulai mengantuk itu…^

“Jean,, !” “Ehe,” “Apa kau sudah tidur,” “apa aku terlihat seperti orang yang tidur nyenyak,” “kenapa kau ganti bertanya, aku yang tanya padamu,, apa aku mengganggumu apabila aku hendak bicara sekarang,” Jean yang tak mengerti dengan ucapan Jimmy barusan pun akhirnya membalikkan badannya wanita kasar dan begitu cepat,,, “Kenapa, Ada apa!!” “kenapa kau terkesan begitu ingin tahu tentang ini,” “Bukan, aku hanya,,, ingin bilang,, tapi—kau” “Apa,, tapi apa? Cepat katakan,, jangan bertele-tele, aku tak suka,” “Jadi benar, bukan,, belum-belum aku bicara kau sudah marah?” Jimmy pun yang seketika tanpa nanti-nanti  berubah mimik mukanya itu,, yang sedikit membuat Jean mulai terganggu,,, tepatnya,, “kau mau apa? Ha!!! Jimmm!!!” Tangan Jean yang hendak memukul bahu Jimmy lagi-lagi sebab kebiasaan Jimmy yang sering timbul bila hendak menyampaikan sesuatu yang penting itu,, pasti tampak gugup di awal dan tak lancar dalam bicara itu,, hah!! Makin menyebalkan saja,, makin bertambah usia,, bukan makin hilang,, malah makin menjadi-jadi parahnya,,, Jean yang berpikir begitu,, namun itu benar,, kenyataan,, kebiasaan buruk yang selalu Jimmy bawa sampai sekarang! Beruntung, Jimmy yang kali itu,, detik itu juga yang memang sudah biasanya pandai dalam membaca bahasa tubuh Jean yang menandakan kesal itu,,, hingga-hingga tanpa sadar dirinya wanita yang terduduk bangun dari ranjangnya wanita itu,, yah, begitulah,,, Jean yang sensitif akhir-akhir ini,, Jimmy yang hanya menahan tangannya wanita,, untuk sekedar menghalanginya wanita agar tidak memukulnya keras-keras,, pasti akan terasa sangat sakit,,, “dengarkan dulu,, Jean,, dengarkan baik-baik,, dan coba tenangkan dirimu apabila kau benar-benar ingin mendengarnya,,,” Perlahan-lahan pun Jimmy yang mulai mengarahkan tangan kirinya ke belakang tubuh Jean,, menempelkan telapak tangan kirinya itu di balik punggung Jean, yang mengenakan piyama biru kotak-kotak itu,,, menarik gambarnya.. ada sedikit kelinci,, 3 yang sedang berebut wortel di ranjang yag lumayan tinggi dari pada tubuh mereka, ya, di atas meja,, namun mereka yang berusaha meraihnya dengan berjinjit kaki,,, dan stu tangan lagi berada di depan perut Jean-nya,,, Jean yang masih tak mengerti hanya mengerutkan keningnya wanita, Jimmy yang mendapati Jean kebingungan ini malah semakin menggila saja,, didekatkannya mulutnya ke telingan Jean,,, “ku harap kau tak berubah pikiran,, akan tetap memberi Joe seorang adik,,” bisik Jimmy yang begitu pelan namun sukses membuat Jean bergidik menjauh saking ketakutan dan kaget yang teramat dalam,,, namun lagi-lagi Jimmy lebih cepat,, dirinya mulai menekan bibirnya pada mulut Jean yang masih menganga itu,,, mengingat kaki Jean yang mulai pulih itu,, Jimmy pun tak segan-segan untuk kembali meluapkan semua kegembiraan, lebih cocok disebut birahi-nya yang mulai liar itu… Jean, tabahkan hatimu,, nampaknya sampai kapanpun,, penyakit bawaan Jimmy tak akan bisa dirubah,,, hahaha!!

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to A Miracle Invasion

  1. I simply want to tell you that I’m new to blogging and honestly savored you’re web page. Probably I’m going to bookmark your blog post . You surely come with excellent article content. Kudos for revealing your webpage.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s