A Miracle Invasion


chapter 3

Berbalik 180 Derajat

#Jean,, Sakura House Real Estate,,, 12;25 siang~

 

Jean yang masih terus saja berusaha menenangkan dirinya wanita,, ya, hanya berusaha untuk bisa membuat dirinya wanita bisa dan mulai terbiasa dengan semua firasatnya wanita yang dimiliki yang mana memang sangat sulit untuk dipungkiri,, ya,, firasatnya ‘feeling’ insting-nya wanita biasa tepat sasaran dan jarang meleset sama sekali itu,, ya,, sekarang adalah waktu yang tepat untuknya wanita bertindak pasti,, jangan sampai semuanya terlambat,, jangan sampai semuanya terlambat seperti dahulu,, jangan sampai,, dirinya wanita tak mau dan tetap akan bersikeras untuk menjaga keluarga kecilnya wanita itu supaya tetap dalam situasi yang memunkinkannya untuk tetap berada dalam perlindungan Tuhan,, ya, dengan kata lain selamat sampai tujuan,, di kediaman mereka itu di Sakura Real Estate,,, ya,, sebuah Real Estate dengan fasilitas paling lengkap sekaligus termahal di se-antero Tokyo itu,,, ya,, tahu, bukan,, Real Estate mereka,, bahkan di peta lokasi terbaru untuk para pengunjung yaitu visitor baru maupun pemula atau warga negara asing yang baru tinggal di Jepang itu juga dengan akan mudah mampu dipastikan akan bisa segera mengetahui seperti apa tepatnya Real Estate ini, ya,, memang tak jauh berbeda dengan Real Estate yang lain,, hanya lahan luas yang benar-benar sempurna sebab dilengkapi dengan properti-property atau perabot yang luar biasa lengkap serta mewah, kolam renang,, jangankan itu,, bahkan akan ada basecamp dan tempat olahraga sendiri, tempat yang khusus untuk dinaungi camping pun juga ada,,jangan ditanya semuanya lengkap,, setidaknya untuk dapat menyewa apartemen di dalamnya ini, harus mereka yang memiliki jabatan khusus atau bisa dikatakan orang yang penting, mempunyai kedudukan dan peran penting, dan untuk hal ini.. jangan dikatakan,,,, Jimmy Black yang seorang sarjana Strata2 ‘S2’ lulusan Tokyo University of Science itu,, dan baru saja menyelesaikan kuliahnya S-3 di Pennsylvania University di usianya yang ke 32 kemarin itu,, hah,, sungguh perjalanan pendidikan yang amat panjang ditempuh,, yang mana awal mulanya hanya main-main dianggapnya sebab siapa tahu dirinya dapat menyembuhkan Jean yang mengidap sebuah penyakit sejenis serangan jantung itu, dan ternyata setelah tahu,, bahwa Jean hanya mengidap phobia belaka,, dirinya bahkan sama sekali tak merasa menyesal telah menempuh pembelajaran se-jauh itu,, ternyata dipikirnya teramat mulia pekerjaan yang telah diembannya tak kurang dari 9 tahun itu,, ya,, bagaimana bisa turut berbahagia apabila para pasien pribadinya bisa kembali merekahkan senyum di antara hari-hari mereka,, berbagi dan sengaja membagi cerita bersama untuk mereka,, dan menjadi sahabat mereka yang paling utama,, hingga Jimmy bisa mengetahui kegalauan dan kegelisahan yang mereka miliki sebelum menghadapi jarum suntik atau operasi,, seperti injeksi biasa,, atau memasuki areal mesin CT scan sekedar untuk mendiagnosa seberapa parah penyakit yang mereka dapati,,

 

Berbeda dengan Jimmy, berbeda pula dengan Jean yang mulai nampak panik sedari tadi ini,, ya,, dirinya wanita yang sarjana lulusan S2 University Stanford, California, AS itu,,, yang mengambil komunikasi sebagai materi yang dirinya wanita begitu gemari, hingga tepat di tahun ke-tujuh dirinya wanita yang lulus berusia tepat menginjak 27 itu, namun ketika dirinya wanita yang mulai menghentikan belajarnya,, sebab telah memiliki Joe-nya wanita dan dirasanya wanita tengah lelah jika harus melanjutkan ke S-3 hingga sengaja Jean menundanya lagi,, padahal sudah 2 tahun dirinya wanita mulai rutin ambil kelas,, namun itulah,.,, Jimmy juga tak pernah mengekang sekali pun terkadang jimmy yang memperlihatkan gaya memaksanya terhadap pilihan yang sering Jean ambil ini,, ya, baru 11 bulan Jean masuk,, dirinya wanita malah meninggalkan kelasnya wanita di jalan menuju S-3 itu,, toh, pikirnya wanita untuk apa pula dirinya harus tinggi-tinggi menempuh ilmunya wanita,, dirinya wanita tak ingin menjadi seorang profesor,, ilmuwan,, cendikiawan,, atau pun penemu yang menyuarakan penemuan barunya wanita di berbagai media ilmu komunikasi,, di Jepang mungkin seperti sejenis penemuan robot pengganti manusia yang sengaja disetting untuk melayani manusia, itulah CYBORG, cybernetic organism,, atau organisme yang dikendalikan lewat cyber,, dunia maya,, ya,, sejenis pengontrol di balik badannya,, hahaha.. apa itu,, mana mungkin Jean menempuh komunikasi hanya untuk itu,, dan tak salah lagi,,, dirinya bahkan telah menjadi seorang Stewardress itu,, ya,, sebab sudah pasti dirinya wanita yang lumayan menguasai sedikitnya di empat bahasa yang dimilikinya yang berbeda,, ada Mandarin atau Chinesse asli,, ada Jepang,, ada German dan Spanyol,, sekedar untuk melayani,, ya,, mempermudah memberikan sedikit order kepada semua penumpangnya wanita,, hingga hari itu, tepat dimana dirinya wanita dipertemukan dengan Jimmy kembali,, setlah 5 tahun berpisah,, sebab Jimmy yang harus menggantikan mengurus perusahaan sang ayah itu,, hingga Tuan Ahn yang juga harus dipanggil oleh Sang Pencipta itu,, tepat 2 tahun sebelum pertemuan mereka yang juga begitu menginginkan untuk dapat melihat pesta pernikahan Jean dengan anaknya itu,, namun,, takdir berkata lain,,, hanya ibu Jimmy yang masih hidup,,,

 

#Jimmy-Jonas,, dalam Perjalanan Pulang ke Rumah,,, 01;10 siang~

 

Jimmy yang masih berada di dalam mobil itu,, menyetir sambil sesekali menengok ke arah Jonas, sang putra mahkota itu, takut-takut kalau terjadi sesuatu padanya,, seperti apa yang dikatakan Jean-nya,, sang istri tercinta yang pasti juga sedang menunggu kedatangannya di kediaman mereka,, Sakura Real Estate itu,, ya,, jangan sampai terjadi sesuatu apapun yang tak mereka inginkan,, jangan.. jangan sampai terjadi,, lindungi kami,, itulah yang terlintas sekilas dalam ingatan dan doa yang dipanjatkan Jimmy jauh di dalam lubuk hatinya,, ya,, inilah saat yang tepat untuk menghubungi Jean-nya yang berada di rumah itu,, namun,, mungkinkah Jean akan tidak marah apabila dirinya mulai menghubunginya sebelum sampai tetap di depan gerbang kediamannya itu,, jangan-jangan nanti Jean mengira dirinya tengah mengabaikan pesan yang Jean katakan,, tidak,, tidak,, TIDAK!!! Jangan,, sampai dirinya membuat Jean makin cemas,, dirinya bahkan sangat hafal dengan kebiasaan Jean,, yang mudah sekali panik,, dirinya wanita yang paling peka di antara kami ber-tiga,, jangan,, tak boleh aku mengganggu konsentrasi Jean,, jangan,, tidak boleh! Tidak boleh, lebih baik sekarang aku fokus pada menyetir,, dan menjaga terus Jonas yang tengah ada bersamaku sekarang, ya… tepat duduk di seat-nya di samping kanan-nya yang kini mulai tertidur pulas itu,, ya, tepat-nya terlelap tak berdaya,, dengan wajah polos malaikat kecil-nya,, sungguh membuat Jimmy makin iba,, untuk segera merapatkan seat belt yang tengah mengatri di seputar badan kecil Jonas-nya itu,, ya,, King Bee-nya,, Jimmy hanya bisa membenarkan posisi duduk Jonas sesekali ketika dirinya yang mulai mendapati Jonas yang sedikit melorot dari posisi terlelap-nya itu,, hahaha,, bahkan dirinya makin lucu saja ketika sedang tertidur begitu,, betapa bahagia yang terselip di benak Jimmy bisa memiliki seorang anak secerdas Jonas,,

 

#Di Halaman Depan Sakura House Real Estate,,, Jean,, 01;45 siang~

 

Jean yang tengah berada di halaman itu,, duduk di kursi rodanya wanita sembari menunggu kedatangan Jimmy-Joe yang akan segera pergi secepatnya meninggalkan Tokyo, sebuah kota besar yang telah 2 bulan ditempati mereka itu,, ya,, meski tempat Jim bekerja di Osaka,, namun entah mengapa sedari awal mereka memutuskan untuk tinggal di Tokyo,, meski sedikit jauh,, mungkin hanya itu yang mereka tahu mulanya tentang kota di Jepang itu,, ya! Dan sekaranglah saatnya untuk segera meninggalkan semua ini,, pikir Jean,, sekedar untuk menyelamatkan diri dan keluarga kecilnya wanita itu,, di lain hati, Jean yang mulai juga mencemaskan nasib para kerabatnya wanita ddi Amerika itu,, sesegera dirinya wanita menghubungi Yong Hwa di Canada, Hong Ki di Pensylvennia,, semuanya,, termasuk sang ibu mertuanya wanita.. Mwo Hwa Rang,, di Beverly Hills,,, untuk juga segera menyelamatkan diri meninggalkan kota,,,, entahlah,, kenapa harus begitu,, yang jelas,, ini penting! Dan sangat mendesak!! Beruntung ternyata Jim-Joe yang datang sebelum waktu yang diduganya wanita,, 20 menit lebih cepat,, sesegera mungkin dirinya wanita menghampiri mereka yang baru saja keluar dari mobil yang sedikit terparkir menjorok ke halaman rumah itu,, Jean yang sudah menyiapkan 3 koper itu,, di depan pintu, langsung Jimmy mengambilnya dan meletakkannya di bagasi mobil di bagian belakang,, dan Joe yang membantu mendorong Jean mendekati pintu depan mobilnya wanita itu. Setelah selesai,, dan mereka langsung melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi,, sebab menghindari untuk berbenturan dengan waktu penerbangan terakhir yang dipesan Jean sekitar pukul 3 siang itu,, di Haneda Airport, ya, Bandar Udara Internasional ke-dua di Tokyo itu setelah Narita,,,, namun entah mengapa,, siang yang terik itu.. ya,, sebab akan pergantian musim dari salju ke semi itu,, ya,, di tengah-tengah perjalanan mereka mendadak terasa sedikit guncangan yang awalnya memang dirasa ringan,, ya,,, dimulai pada pukul 01;56 siang itu,, awalnya mereka bahkan tak mengira apa dan pertanda apa yang akan terjadi sealnjutnya,, sebab yang mereka tahu, Jepang memang rawan terhadap gempa ringan,,, dan itu biasa,, namun mereka yang mulai was-was sebab di menit ke- 45 itu gempa belum juga berhenti meski mereka berada di dalam mobil dan dalam keadaan melaju dengan kecepatan kencang melawan arus dari sumber gempa,, ya,, lumayan sulit, namun,, gempa yang kadang timbul-tenggelam,, dan terkadang bahkan frekuensi meninggi seketika,, dan sesekali kembali rendah seperti pertanda tak akan ada gempa lagi selanjutnya,, hingga membuat mereka sedikit lega dan tenang sejenak itu,,,

 

#Menuju Haneda Airport,,, tersisa waktu 25 menit… pukul 02;35 siang~

 

Entah apa yang membuat semuanya kembali cemas tanpa henti, Jean yang mulai berteriak-teriak tak pasti untuk segera memberi instruksi Jimmy mempercepat laju mobilnya itu,, ya,, segera kemudikan,, tidak banyak waktu lagi,,, hanya saja Jimmy yang mulai risih itu,, malah bertengkar hebat dengan Jean,, sebab tak mengetahui maksud di balik niat baik Jean,, hingga gempa yang ke-dua belas menerjang hebat di jalanan yang mereka lewati,, seketika itu,, 2 menit setelah itu,, mobil mereka yang terpental menjauh dari jalan raya,, hingga menggelinding jatuh ke sebuah taman yang dibatasi pagar besi di sisi kanan bawah Jalan Tol itu,, dan tersungkur mereka dari situ,, hingga tubuh Jimmy yang keluar dari badan mobil,, begitu juga Jean yang terperosok di arah yang berlawanan,, segera menyadari bahwa ini bukan mimpi,, menghampiri Jimmy,,, tanpa mempedulikan ke-dua kakinya wanita yang tengah lumpuh itu,, dirinya wanita berpegangan di balik pintu kanan mobil yang sedikit terbuka,, dan mencoba untuk berdiri.. meski susah payah tersebut.. dan berhasil,, bahkan kini tanpa dirinya wanita sadari Jean mampu berdiri tegak,, dan dirinya wanita yang mulai melangkah maju itu,, berlari untuk menyelamatkan Jimmy yang mulai sadar juga,, dan,, di langkah yang ke-5 Jean terjatuh menimpa tubuh Jimmy yang hendak beranjak bangun itu,,, dan mereka pun bertatapan,, entahlah, kembali pemandangan yang kontras, Jimmy yang begitu senang melihat sedikit kemajuan pada kaki Jean,, dan Jean yang menyesal tak segera bergegas menyelamatkan mereka semua,, namun,, ASTAGA!! Jonas!!!! Masih di dalam mobil,, Jonas,, bagaimana ini! Jean pun segera berdiri, begitu juga Jimmy yang mulai membantunya wanita untuk segera melihat Joe dan memastikan bahwa sang buah hati dalam keadaan baik-baik saja,, mereka berdua tak dapat berucap apapun,, hanya syukur kepada Tuhan,, mereka masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidup mereka yang kian terancam akhir-akhir ini,, ya,, segera mereka mengurungkan niat untuk segera pergi meninggalkan Tokyo,, untuk sementara mereka akan ke Osaka,, dekat tempat Jimmy berdinas itu,, ya,, ini,, satu-satunya alternatif  yang terpikirkan,, setelah Jimmy menyadari apa yang tengah dicemaskan oleh mungkin Jean jauh-jauh hari itu,,,,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to A Miracle Invasion

  1. Luz Paree says:

    I just want to say I am newbie to blogging and site-building and honestly liked you’re web blog. Almost certainly I’m want to bookmark your site . You actually come with amazing stories. Many thanks for revealing your webpage.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s