A Miracle Invasion


chapter 2

Negeri Matahari Terbit

Semoga seterusnya,, hanya itulah harapan yang Jimmy panjatkan untuk selalu berada di samping dan di sisi sang istrinya tercinta, Jean Avansta,, entahlah terkadang apa yang dipikirkan sang Jimmy itu,, yang selalu juga dianggap oleh Jean yang terlalu over ptotektif itu,, entahlah,, yang jelas,, begitulah Jim,, semua yang telah mereka berhasil lalui dalam waktu sejauh ini,, apalah memang sebab keajaiban dari kekuatan cinta yang mereka maksudkan,, dan ya, tepat sekali, mereka sangat mempercayai itu, meski sebelumnya sempat juga menyerah oleh keadaan dan pasrah,, entahlah,, namun itulah kenyataannya,, mereka,, ditakdirkan untuk saling bersama,, dan memiliki, saling mencari tahu kelemahan serta kelebihan masing-masing dalam satu kesatuan yang utuh,, dan itulah mereka,, Jimmy Black dan Jean Avansta,, yang telah memiliki Black n’ Jean Junior itu,, ya,, Joe, Staenbee Jonas yang tengah beranjak ke 7 tahun,, itu,, ya di bulan Februari lalu,, tepat satu hari sebelum Jean, mommy-nya berulang tahun dan tepat sebagai pengingat di hari kecelakaan yang telah merenggut kaki Jean hingga pada sampai saat ini,, dan inilah, ujian bagi takdir cinta mereka, namun agaknya ini tak mempengaruhi dan tak mempan untuk menggoyahkan rasa kasih dan sayang yang telah cukup lama mereka emban itu,,,,, seperti itukah cinta ? tanyakanlah kepada mereka,, mungkin mereka yang lebih tahu soal bagaimana dan seperti apa rasa itu ada,, sebab mereka yang setidaknya juga yang pernah dan masih mengalami,, sampai usia yang akan memisahkan mereka,, ya, kematian yang telah tertulis dalam takdir mereka yang telah masuk ke dalam Suratan-Nya,,,

 

Jimmy yang masih terus saja menikmati alangkah hangat pelukannya kini, yang terasa pasti juga oleh Jean yang tengah berada dalam rengkuhan dan dekap hangat Jimmy-nya wanita ini,,, ya, tanpa berontak dan rasa kekesalan yang tengah baru saja melanda Jean, dirinya wanita itu,, entah apa pula yang seda ng mengapung di kepalanya wanita inisekarang,, yang jelas semua akhir-akhir ini juga begitu aneh dilaluinya wanita, kenapa dirinya wanita menjadi pemarah,, terkadang sensitif sendiri, ya,, dengan sendirinya dirinya wanita memiliki high temperate,, dan yang jelas,, emosinya wanita akan dengan mudah secara drastis naik-turun tidak karuan,,argh!!! Jean bahkan menjadi sedikit membenci dengan dirinya wanita,, yang sedikit dirinya wanita juga tak mengerti dengan apa yang tengah terjadi sebenarnya,,, argghhhhhh!!! Jim,, BANTU AKU!!! YA,,, TOLONG BANTU AKU!! AKU MEMANG TAK TAHU MALU, DAN TAK PUNYA MUKA SEKARANG!! TERSERAH KALAU KAU MENJADI MEMBENCIKU!! LAKUKAN APA MAUMU!!! Jean yang hanya bisa pasrah,, namun di lain sisi,,, terus dan tetap menantikan uluran tangan dari Jimmy-nya wanita ini untuk sekedar meringankan beban yang serasa sudah hendak meledak di kepalanya wanita ini,, hah!! Jean semakin lama semakin membenci dirinya wanita sendiri,, ini,, itu,, kenapa begini, kenapa juga begitu,, tak jelas,, yang dirinya wanita tahu,, hanya ada Jimmy yang masih setia menjaganya wanita, ya, memberikan sepenuhnya hidup untuk membuat Jean ini bahagia,,, ya, Bahagia.. ya,, itulah memangnya dirinya wanita yang begitu terkadang ingin saja mau-maunya meminta bantuan tanpa sengaja dan tanpa terang-terangan kepada Jimmy-nya wanita,, sekedar untuk ini,, sebentar saj,, itulah di pikirannya wanita,, membuncah,, meleduk hendaknya seumpama saja otaknya wanita ibarat kompor. Ya,,, kompor,, tepatnya…

 

Jimmy yang mengerti apalah ini,. Ya. Dilihatnya Jean yang makin tak bergerak di bawah dadanya itu,, apa yang tengah menguras pikirannya wanita kali ini, bukan kemarin,, bukan hari ini saja,, buka lusa,, mungkin, atau minggu lalu, apalah,, Jimnmy yang sama sekali juga sebenarnya tak mengerti kenapa begitu-begini pula,, seperti Jean,, sama persis seperti Jean yang tengah memikirkan tentang perubahan sikapnya wanita akhir-akhir ini yang mulai menyerangnya,, yang dirinya wanita tahu, hanya sekarang bagaimana dan dimana dirinya wanita bisa mengadu se-puas hati,,, dimana di sanalah tempat paling nyaman yang bisa dirinya wanita dengan mudah mencurahkan apa yang Jean rasakan pasti,, tidak mudah,, namun, memang Jimmy-lah yang dirasa paling tepat mendapat nominasi dan juara dalam hal itu,, memenangkan urusan hatinya,,,, hahaha,, beruntung bukan Yong Hwa atau pun Hong Ki yang menjadi pilihan hatinya wanita,., sebab sudah pasti apabila Jean hendak memulai berusaha keras mencurahkan isi hatinya wanita itu,, sudah pasti, belum-belum hingga usai,, mereka berdua akan memotong,, dan memutus di tengah jalan dengan berbagai gurau dan keisengan-keisengan yang mereka punya,, hahaha,, terang saja,, Hong Ki,, si pria paling beruntung dari ke-empat manusia ini, dan Yong Hwa, si pria beruntung ke-dua,, ya di urutan ke-di sebab dirinya yang juga sempat merasakan dimanja dalam buaian dan kasih sayang orang tua sehingga membentuk pribadinya yang lumayan tenang dan luwes itu,, ya, demi untuk mengakali rasa keingintahuan yang begitu berlebih tentang cinta dua insan seperti apa itu yang kebanyakan banyak dan begitu diidamkan yang lainnya,, dirinya pernah berpura-pura untuk seolah-olah menyukai Shin Hye dan merebutnya wanita yang telah lama dinanti opleh saudara sepupunya itu,, ya, hanya Yong Hwa yang tahu,, sebenarnya Shin Hye itu yang tak lain adalah sang putri badut pesta yang selama itu tengah dicari Jimmy,, Jang Geun Suk itu,,, namun, apalah niat usilnya yang sebenarnya juga bukan niat yang mudah untuk sekedar ingin menguji seberapa ketahanan cinta mereka,, dirinya yang semenjak itu pun mengerti dan melakukan pencarian cinta,, dan kepada terkasih Seo Hyun yang beruntung menerima akan hal ini,,,,,,,,,, ya,, cinta pertamanya yang dijatuhkan terhadap wanita itu,, gadis itu yang ketika itu,, menjadi rekan se-profesinya,, menjadi MC,,dalam sebuah acara reality Show untuk mecari pasangan maupun yang telah mendapat pasangan hidup itu,, hahaha, pertemuan yang tidak terduga dan tidak direncanakan sebelumnya,, namun itulah takdir cintanya..

 

Yong Hwa yang mulai mengerti apa artinya cinta semenjak itu,, ya..Seo Hyun yang telah mengubahnya menjadi dia dewasa yang lain,, ya, sebelumnya dimana dirinya juga telah memiliki kepribadian yang luar biasa meyakinkan pesonanya,, ya,, begitulah dirinya,,,, yang juga terlalu sibuk dengan menanggapi berbagai penilaian orang terhadapnya,, berusaha selalu baik dan menyenangkan di hadapan orang,, sebab dirinya yang mudah nyaman dengan semua pandangan sinis orang yang selalu mengalir ketika membicarakannya,, bahkan yang terparah di hadapan matanya,, dan tepat 10 tahun yang lalu,, langkah kecil untuk perbaikannya,, dirinya yang mulai tersadar betapa pentingnya kita dengan cinta,, dan betapa hampanya kita tanpa cinta,, menyentuh tepatnya,, bukan hanya mengusulkan kepada Shin Hye yang saat itu mulai lulus dari kuliahnya wanita,, untuk segera menyusul Jimmy ke Amerika,, ya,, di Canada,, atau entah dimana saja yang penting Jimmy ada,, dan dirinya wanita bisa kembali berada di samping orang yang sungguh tepat untuknya wanita,.. itu pun sebenarnya juga Seo Hyun yang membuatnya mengerti dan belajar untuk mencintai,, dan jangan sesekali mempermainkan cinta,, sebab bila begitu, cinta yang akan mempermainkan kita,,,, pada akhirnya,, secara sadis itu,, jangan sampai menimpa dirinya,, semua saja,, mereka semua,, ke-tiga keluarga kecil itu,,

 

#Kembali ke Apartemen Jimmy-Jean,, Sakura House Real Estate,,, 12;10 siang~

 

Jimmy yang mulai berjalan ke arah kamar Jean-nya,, ya,, kali ini,, semua akan sama saja,, pikirnya tak ada hebatnya dibanding kemarin,, dan sebelum-sebelumnya,, sebab Jean juga yang bersikeras tetap berada di dalam rumah tanpa ingin diganggu orang lebih tepatnya,, termasuk Jimmy, yang terus berusaja mengajaknya wanita untuk sekedar pergi jalan-jalan,, ya,,, menyenangkan pikirannya,, me-refresh semua yang telah dipikirnya itu,, entahlah,, namun itulah yang memang akan dirinya pelajari,, ya,, menghargai keputusan orang,, istrinya,, namun ini sedikit gila memang, tapi, jangan.. tunggu dulu, Jean,, jangan seperti itu,, jangan begini, baru saja dirinya menghabiskan waktu dengan Jimmy bersama ke Paris,, yang sebelumnya ke Belize,, bukankah biasanya dirinya wanita girang bila hendak jalan-jalan,, setidaknya bukan membisu dan mendekam di dalam kamar saja seperti hari ini,, namun sejak beberapa hari ini,, ayolah Jean semudah itukah hilang ingatannya wanita ? Memori semuanya,, ya,, tentang semuanya yang baru saja dimulai ini, kehidupan yang baru di Jepang,, dan sebelumnya bahkan untuk menjalani terapi pun dirinya wanita mulai enggan,, kenmapa bisa begitu!! “Jean,, kau tak apa sayang,,, kita pergi,, keluar,, jalan-jalan,, kau mau ? Bulan ini,, akan penuh dengan festival,, ayo kita ikut merayakan meski bukan orang jepang,, namun setidaknya,, kita, bukankah sudah tinggal di sini,, untuk 4 tahun ke depan,, aku juga akan ajak Joe,, ? Hemm,, kau mau ikut, bukan? Lagi pula tak baiuk,, terus-terusan mengurung diri di dalam kamar,, kesehatanmu akan lebih baik lagi jika kau mencari udara segar mungkin, tempatnya kau yang tentukan, boleh juga…” “tapi,, aku sedang tak ingin keluar,, dadaku sesak,, jangan pergi, jangan ada yang pergi atau pun keluar hari ini,,, sampai esok pagi, ya,, jangan keluar, ya ? Percayalah padaku,, naluriku tak enah akhir-akhir ini,,” “kau ini sedang bicara apa, Jean? Tak ada yang perlu dicemaskan—” “aku tak percaya padaku,, pergilah kalau kau mau,, yang penting,, jauh dari sini,, sesegera mungkin,, ini Tokyo,, belum ada satu bulan kita di sini,, bagaimana mungkin kau bisa dengan cepat mengahafal jalanan-jalanan di sini, hah!” “,,,, jadi hanya karena masalah se-sepele ini kau marah ?” Jimmy pun menunduk untuk menyamakan posisinya dan menatap ke arah bola mata Jean yang mulai nampak tertunduk lesu itu. “Baiklah aku akan menemanimu,, sampai kau siap untuk keluar bersama dengan kami,, Joe pastilah yang akan kecewa,, namun,, aku harap kau berdoa supaya Joe mampu mengerti dengan pengertian yang akan aku sampaikan kepadanya,,” Jean pun hanya menggangguk mendapati Jimmy yang mulai menuruti dan paham akan maksudnya wanita itu,, “kita,, tunggu sampai Joe pulang, ya ?” “iya…” Jimmy yang seketika itu hendak pergi sekedar untuk menelopon di sekolah baru King Bee-nya itu,, namun Jean malah menahannya untuk tak pergi kemana-mana tetap bersamanya di ruang tamu lantai bawah itu,, ya,, tepat di depan pintu kamar mereka itu,, tahukah Jimmy bahkan sedang berusaha untuk tepat waktu dalam menjemput Joe-nya pulang sekolah itu,, dirinya yang tak tega sebab naluri ayah-nya yang keluar untuk mengerti posisi Jonas yang tengah berada di suatu sekokah di negeri yang cukup lumayan asing untuk-nya yang sekecil itu dan baru pertama kalinya ke Jepang ini,,, “jangan,, tunggu saja,, jangan menghubunginya sekarang,, tunggu 15 menit lagi, dan langsung jemput dia,,, Joe kaan baik-baik saja!” “dari tadi aku tak mengerti kemana arah bicaramu, Jean,, jangan seperti paranormal begitu,, hari ini kau sungguh misterius, Jean,, tak seperti kau biasanya,, beberapa pertanyaan bahkan kini tengah terkumpul di kepalaku,, apa yang akan terjadi meurutmu,,,” “ini teka-teki,, yang jelas,, kita harus meninggalkan Tokyo,, secepatnya,, kalu perlu,,” “kemana tapi…” “ke,,, kemana saja,, asal jangan di sini,, sudahlah,, jangan banyak tanya,,, 12 menit lagi,, tinggal 12 menit kau harus segera jemput Joe, Jimmy! Aku akan hubungi Hong Ki dan Yong Hwa! Yang jelas,, bawa kami pergi dulu,, keluar dari tempat ini,,,” “terapi—” “kita bisa melanjutkannya di lain tempat,” “baik,, jaga dirimu baik-baik selama aku keluar menjemput Jonas,, kalau ada keluhan tentang perutmu atau kakimu,, langsung hubungi aku! Jangan tunggu hingga dokter lain datang, kau mengerti dengan apa yang aku katakan?” “iya” Jimmy pun meninggalkan Jean yang sedang berada di kursi rodanhya wanita itu,, mengecupnya sebelum dirinya beranjak pergi,, dan mengambil kunci yang tadi diletakkannya di bawah taplak meja putih yang terbuat dari benang songket dan bertulis kanji hiragana itu, entah apa bacanya,,, “aku pergi dulu” “hati-hati, Jim!”Jean yang tetap berusaha mengendalikan emosi-nya wanita saat ini,, entah apa yang akan terjadi,, dirasanya wanita yang jelas napasnya wanita yang kian terengah-engah dan kecemasan tengah melambung tinggi di bawah kendali otot sadarnya wanita,, akankah ada pertanda buruk atas ini semua ? Semoga tidak,, dirinya wanita hanya bisa mendoakan buah hati dan suaminy itu,, yach,, semoga mereka semua akan dilindungi oleh Tuhan dan tetap dalam keadaan baik-baik saja,, seperti halnya ketika mereka baru hendak berangkat ke sekolah baru itu,,,,

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in NOVEL. Bookmark the permalink.

One Response to A Miracle Invasion

  1. I simply want to tell you that I am just new to weblog and certainly savored you’re web blog. Most likely I’m want to bookmark your website . You amazingly have really good articles. Cheers for sharing your website page.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s