FF GEUNSHIN “THE VAMPIRE” Part 2


if you can not be the best, at least be part of the best .. ~ jika kau tak bisa menjadi yang terbaik, setidaknya jadilah bagian dari yang terbaik..

by ShiElla FiOlly AmAnda on Wednesday, May 2, 2012 at 6:35pm ·

                                 

TITLE : THE VAMPIRE

AUTHOR : LEE ANIEZ (LA) FEAT. SHIELLA FIOLLY (IO)

GENRE : ROMANCE

CAST :
JANG GEUN SEOK aka JANG GEUN SEOK / SUKKIE
PARK SHIN HYE aka PARK SHIN HYE / HACCI
CHOI SIWON SUJU aka CHOI SIWON

OTHER CAST :
PARK JUNG SOO SUJU aka PARK JUNG SOO / LEETEUK (OPPA SHIN HYE)
CHOI MINHO SHINEE aka CHOI MINHO (DONGSAENG SIWON)

Part 2

        “Oppa,, Na Kaeke.” Pamitku kepada Lee Teuk Oppa lalu segera pergi secepat kilat setelah mendapat anggukan dari Lee Teuk Oppa.

Karena rasa penasaranku kepada Namja bernama Geun Seok itu akhirnya aku memutuskan pergi ke rumah Geun Seok menggunakan mobilku. Seandainya disuruh memilih, aku lebih memilih pergi kemana – mana dengan menggunakan kekuatanku daripada menggunakan mobil. Kalian tahu kenapa ? Karena menurutku mobil itu sangat lamban dan banyak menguras kekuatanku. Tapi sayangnya di siang hari aku tak boleh menggunakan kekuatanku, kalian tahu pasti kan bagaimana reaksi orang – orang kalau melihat ada Yeoja cantik sedang terbang ? itulah alasanku tidak menggunakan kekuatanku untuk di siang hari. Oh, ya, kalian pasti bertanya – tanya kenapa kaum vampire seperti kami bisa dengan mudah berkeluyuran di siang hari padahal dari setiap cerita orang, vampire itu akan terbakar apabila terkena sinar matahari. Lalu kenapa kami tidak terbakar ? Apakah kami berbeda dengan Vampire yang lain ? tentu saja jawabannya. Kami tidak berbeda dari vampire – vampire yang lainnya. Kami pun akan terbakar kalau tubuh kami terkena sinar matahari. Hanya saja kami memiliki benda yang harus kami pakai pada siang hari yang berupa benda yang sudah diberi mantra oleh penyihir. Benda itu kami dapat dari para vampire tertua kami. Benda milik Oppa Leeteuk adalah kalung, kalau milikku adalah gelang. Sedangkan milik Siwon Oppa dan adiknya Minho adalah cincin. Apabila di siang hari kami tidak memakai benda itu maka dengan seketika tubuh kami akan terbakar. Baiklah ceritaku sampai di sini dulu karena aku sudah sampai di depan rumah Geun Seok. Aku pun turun dari mobilku lalu berjalan menuju pintu.

TING – TONG – TING – TONG

Aku pencet bel, tapi tidak ada tanda – tanda ada orang yang akan membukakan pintu.

TING – TONG – TING – TONG

Aku pencet lagi lalu tak beberapa lama,

SREEKK.. pintu pun terbuka. Seorang Yeoja yang kira – kira berusia 19 tahun menatapku seolah – olah bertanya siapa aku.

“Annyeong hasseyo,” sapaku selembut mungkin.

“Ne, annyeong,” balasnya menatapku bingung.

“Park Shin Hye imnida,” ucapku memperkenalkan diri. Aku tahu dia pasti akan bertanya jadi lebih baik aku langsung memperkenalkan diriku.

“Kau mencari siapa ?” tanyanya masih menatapku dengan tatapan bingung.

“Aku mencari Jang Geun Seok. Apa dia ada ?” jawab dan tanyaku.

“Nde ? Emm. Kalau boleh tahu kau siapa dan untuk apa mencari Geun Seok Oppa ?” tanyanya.

“Tadi malam aku mengantar Geun Seok saat Geun Seok mabuk. Lalu tadi pagi sewaktu aku masuk ke mobilku, ternyata dompet Geun Seok ada di mobilku. Mungkin tadi malam terjatuh di mobilku,” jawabku bohong. Mana mungkin dompet Geun Seok jatuh di mobilku, sedangkan tadi malam aku mengantarnya tanpa menggunakan mobil. Kalian pasti bertanya apakah dompet Geun Seok benar ada padaku atau aku hanya berbohong ? Hei, aku tidak berbohong. Dompet Geun Seok memang ada bersamaku. Lalu bagaimana aku mendapatkannya ? tadi malam saat aku mengantar Geun Seok pulang, aku sengaja mengambil dompet Geun Seok. Jangan bilang aku pencuri, ya ? aku memang mengambil dompet Geun Seok tapi bukan mencuri hanya meminjam saja. Ingat, MEMINJAM. Agar aku punya alasan untuk bertemu Geun Seok.

“Park Shin Hye~ssi, Park Shin Hye~ssi ?” panggilnya membuyarkan lamunanku.

“Kalau begitu kita bicara di dalam.” Ucapnya lagi lalu masuk ke dalam meninggalkanku yang masih berdiri di depan pintu.

“Kau tidak mau masuk ?” tanyanya karena melihat aku tak bergerak sedikit pun. Kalian tahu kenapa aku tidak masuk ? kaum sejenisku (vampire) tidak bisa sembarang masuk ke rumah siapa pun sebelum orang yang ada di rumah itu mengundang kami untuk masuk. Itulah larangan yang tidak bisa kami (vampire) langgar. Larangan itu sudah berlaku mulai dari vampire tertua sebelum kami. Karena Dongsaeng  Geun Seok belum mengundangku untuk masuk maka dari itu aku masih berdiri di depan pintu.

“Emm,” gumamku bingung.

“Masuklah. Kita bicara di dalam.” Katanya lagi, Aah! Akhirnya dia mengundangku untuk masuk, maka dengan senang hati aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam.

“Nde,” anggukku mengikutinya berjalan menuju ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, ia mempersilahkanku duduk.

“Ini dompetnya.” Kataku menyerahkan dompet berwarna hitam.

“Sepertinya Geun Seok masih belum menyadari dompetnya hilang,” kataku sambil tersenyum.

“Nde, Gomassimnida.” Ucapnya balas tersenyum mengambil dompet Geun Seok dari tanganku.

“Ne, Cheonma,” sahutku.

“Oh, ya, Eonnie, ah, bolehkah aku memanggilmu Eonni ? Sepertinya Eonnie lebih tua dariku ?” katanya. Sepertinya ia mulai menyukaiku.

“Emm.” Anggukku.

“Jang Na Ra imnida.” Ucapnya memperkenalkan diri sambil tersenyum. Aah! Sepertinya aku sudah mendapatkan hatinya, sekarang tinggal kakaknya !

“Geun Seok Oppa sedang pergi bertemu teman – temannya. Oh, Ya, Eonnie. Bagaimana Eonnie bisa mengantar Geun Seok Oppa pulang ?” tanyanya.

“Ah, ceritanya panjang.” Jawabku sekenanya. Tidak mungkin kan aku akan menceritakan bagaimana aku bertemu dengan Geun Seok tadi malam.

“Ehm, Oh ya, Eonnie. Eonnie mau minum apa ?” tanyanya menawarkanku minum. Aigoo,  mendengar itu membuatku tiba – tiba ingin minum darah.

“Anniyo, tidak usah. Aku sudah minum di rumah.” Sahutku.

“Oh ya Eonnie, bisakah kita berteman ? Aku jarang keluar rumah makanya aku tidak punya teman selain teman kuliah. Apa Eonnie mau menjadi temanku ?” tanyanya mengajakku berteman. Sungguh awal yang baik.

“Tentu,” anggukku.

“Jinjja ? Gomawo, Eonnie.”

“Ye.”

“Eonnie. Bisakah aku meminta nomor phonecell Eonnie ?” tanyanya seraya mengeluarkan phonecell dari dalam saku celananya.

“Ye.” Anggukku lalu menyebutkan nomor phonecellku. Ia pun menyimpan nomor phonecellku di daftar Contact di phonecellnya lalu ganti dirinya yang menyebutkan nomor phonecellnya . sesudah itu ia pun memasukkan kembali phonecellku ke saku celananya.

“Kalau begitu aku pulang dulu,” pamitku lalu berdiri .

“Nde.” Angguknya lalu menggiringku keluar rumah. Aku pun mengikuti di belakangnya.

“Eonnie Kaeke.” Pamitku lagi.

“Nde.” Angguknya, aku pun berjalan menuju mobilku lalu pergi.

Shin Hye POV End

Belum lama Shin Hye pergi, Geun Seok datang. Setelah memencet bel lalu dibukakan pintu oleh Na Ra, Geun Seok pun langsung masuk menuju ke dapur.

Geun Seok POV

“Oppa, Otte ?” tanya Dongsaengku sambil menarik kursi makan lalu duduk.

“Mwoya ?” aku berbalik tanya sebab aku tak tahu apa yang dia tanyakan.

“Bagaimana.. Oppa tadi pergi menemui teman – teman Oppa kan untuk menanyakan hal tadi malam. Lalu apa kata mereka ?” tanyanya lagi. Aahh! Dongsaengku ini selalu ingin tahu.

“Mereka bilang bukan mereka yang mengantarku pulang.” Jawabku lalu meneguk air di botol yang aku ambil dari dalam kulkas.

“Lalu ?” ia kembali bertanya.

“Mereka bilang mereka tidak tahu siapa yang mengantarku pulang karena tadi malam mereka juga sama mabuknya dengan aku.” Jawabku. Aku sendiri juga tidak tahu siapa yang mengantarku pulang tadi malam ?

“Shin Hye Eonnie yang mengantar Oppa pulang.”katanya.

“Nugu ?” tanyaku bingung.

“Shin Hye Eonnie. Oh ya, Oppa, igo.” Katanya lalu memberikan dompet. Dompet ? Ah, tunggu ! itu kan dompetku. Kenapa bisa ada padanya ? aku baru sadar kalau sedari tadi aku tak membawa dompet ?

“Saat Shin Hye Eonnie mengantar Oppa pulang, dompet Oppa terjatuh di mobilnya.” Katanya bangun lalu duduk mendekatiku.

“Bagaimana dia bisa mengantarku pulang ?” tanyaku masih penasaran apalagi dengan Yeoja bernama Shin Hye itu.

“Shin Hye Eonnie bilang ceritanya panjang. Kalau Oppa masih penasaran kenapa tidak Oppa tanyakan padanya saja langsung ?” sarannya.

“Bagaimana caranya ?” tanyaku.

“Aku punya nomor Phonecell Shin Hye Eonnie. Oh, ya, Oppa, bagaimana kalau kita ajak Shin Hye Eonnie makan malam di rumah ? anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena Shin Hye Eonnie sudah mau mengantar Oppa pulang. Otte ?” sarannya lagi. Terkadang Dongsaengku ini pintar juga.

“Geurae ?” anggukku.

“Kalau begitu aku akan menghubungi Shin Hye Eonnie.” Ucapnya riang lalu mengambil phonecell dari saku celananya.

“Aku ke kamarku dulu,” kataku lalu pergi.

Geun Seok POV End

Na Ra pun menghubungi Shin Hye.

“Yeobseyo.” Sahut Shin Hye di seberang phonecell.

“Yeobseyo, Eonnie. Ini aku, Na Ra.”

“Eoh, Na Ra. Waeyo ?”

“Apakah nanti malam Eonnie sibuk ?”

“Anny, Wae ?”

“Aku dan Geun Seok Oppa ingin mengundang Eonnie untuk makan malam di rumah.”

“Eonje..?”

“Nanti malam jam 7. Otte ?”

“Geurae ?”

“Eonnie, Jeongmal ?”

“Ye.”

“Kalau begitu sampai jumpa nanti malam, Eonnie.”

“Emm.”

PIP. Sambungan telepon terputus.

RUMAH GEUN SEOK PUKUL 5 SORE

“Kya! Wae Geurae ?” tanya Geun Seok saat melihat Na Ra mondar – mandir di depan TV.

“Oppa.”

“Mwoya ?”

“Oppa Eotteokhaji..? Aku lupa kalau tadi pagi bibi So Ra izin untuk pulang selama beberapa hari karena anaknya sedang sakit.”

“Lalu ?”

“Lalu siapa yang akan menyiapkan makan malam kalu tidak ada bibi So Ra ? Kita kan sudah janji mengajak Shin Hye Eonnie makan di rumah kita ?”

“Kalau begitu kita makan di luar saja.”

“Ah, geurae ?” angguk Na Ra.

RUMAH SHIN HYE RUANG TV

“Oppa.” Hacci memanggil kakaknya yang sedang fokus menonton TV.

“Wae ?” tanya sang kakak tanpa ingin mengalihkan matanya dari acara yang sedang ditontonnya.

“Apakah mungkin vampire seperti kita apabila sudah musnah bisa reinkarnasi ke tubuh manusia ?” tanya Hacci yang berhasil membuat sang kakak mengalihkan pandangannya menatap Hacci.

“Itu tidak mungkin. Kenapa tiba – tiba kau bertanya seperti itu ?”

“Nde, Anniyo !”

“Apa kau menyembunyikan sesuatu ?”

“Nde ? Oppa, Anniyo.”

“Hacci~ah,” panggil Leeteuk Oppa memegang erat tangan Hacci.

“Emm ?”

“Jangan berbuat sesuatu yang bisa membuat orang – orang curiga bahwa kita adalah vampire. Kita meninggalkan Jepang dan menetap di Seoul untuk bersembunyi, bukan untuk main – main. Jadi jangan melakukan sesuatu yang di luar akan manusia.” Ucap Leeteuk mengingatkan Hacci agar tidak melakukan kesalahan yang bisa membahayakan mereka.

“Emm.”

“Kau juga harus ingat jangan sampai membuat Siwon marah. Arraci ?”

“Ye, Oppa. Arra.”

“Hacci~ah, nanti malam kau ingin makan apa ?” tanya Leeteuk melepaskan genggamannya dari tangan sang adik.

“Anny, aku ingin makan di luar.”

“Geuraseo ?”

“Ye.”

“Kau pergi dengan Siwon ?”

“Anniyo.”

“Lalu kau pergi bersama siapa ? bukankah setiap kau makan di luar selalu pergi bersama Siwon ?”

“Aku-Aku pergi sendiri Oppa.”

“Mwo ? Hacci~ah, sebenarnya apa yang ..”

“Oppa, aku ke kamar dulu, Ne, Annyeong.” Potong Hacci sebelum Leeteuk sempat menyelesaikan kata – katanya. Dengan satu gerakan Hacci sudah sampai di depan pintu kamarnya lalu masuk ke kamarnya.

“Oppa, Mianhae. Sebenarnya aku tidak ingin merahasiakan ini dari Oppa. Tetapi setelah mendengar apa yang Oppa katakan tadi lebih baik aku merahasiakannya dari Oppa.” Gumam Hacci seraya merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.

RUMAH HACCI BEBERAPA JAM KEMUDIAN PUKUL 18:50

“Oppa, Na Kaeke.” Pamit Hacci membuka pintu hendak pergi.

“Ehm. Hati – hati.” Pesan Leeteuk.

“Nde, aah, Oppa,” Kata Hacci menghentikan langkahnya kembali berbalik menghadap sang kakak.

“Wae ?”

“Apa yang akan terjadi jika aku berhenti meminum darah ?”

“MWO ? Hacci~ah, apa yang kau bicarakan ?”

“Anniyo, Oppa, Na Kaeke. Pamit Hacci langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan sang kakak.

RUMAH GEUN SEOK

Hanya dalam hitungan menit, Hacci sudah sampai di depan pintu rumah Geun Seok. Hacci pun memencet bel.

SREEKK..

Pintu terbuka. Menampilkan seorang namja tampan mengenakan setelan jas biru malam.

Shin Hye POV

Saat pintu rumah Geun Seok terbuka, keluarlah seorang Namja tampan yang sedang berdiri di depanku sekarang.

“An-Annyeong Hasseyo.” Sapaku gugup mencoba tersenyum. Aigoo, seorang vampire seperti aku ternyata bisa juga gugup.

“Nuguseyo ?” tanyanya sopan membalas senyumanku. Aigoo, rasanya aku mati sekarang. Chakkam… Bukankah aku sudah mati, lalu kenapa aku bilang rasanya aku akan mati. Molla !

“Chogio.. Chogio.” Panggilnya membuatku kembali ke alam sadarku.

“Nde ?” tanyaku spontan. Aah! Phabo, kenapa tadi aku melamun ?

“Nuguseyo ?” tanyanya lagi karena aku belum memperkanalkan diri. Saat aku membuka mulut hendak memperkenalkan diriku tiba – tiba,

“OPPA.. SIAPA YANG DATANG ?” teriak seorang Yeoja dari dalam rumah sambil berjalan ke arah kami. Aku yakin itu adalah Na Ra.

“Eonni.” Panggilnya langsung memelukku setelah sampai di depan. Aku pun membalas pelukannya.

“Oppa, perkenalkan ini Shin Hye Eonnie.” Ucap Na Ra memperkenalkanku pada Geun Seok.

“Eoh. Jadi kau yang namanya Shin Hye. Perkenalkan, namaku Jang Geun Seok.” Ucap Geun Seok seraya mengulurkan tangannya padaku. Bukannya membalas ucapan Geun Seok, aku malah diam mengumpulkan konsentrasiku.

        HUFFTH..

Aku menghirup nafas dalam mencoba merasakan aura dari sosok yang sedari tadi tengah mengintai kami bertiga dari pintu gerbang rumah Geun Seok. Dan ternyata aura itu adalah AURA VAMPIRE.

TO BE CONTINOUED *>

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s