FF GEUNSHIN “THE VAMPIRE” Part 1


if you can not be the best, at least be part of the best .. ~ jika kau tak bisa menjadi yang terbaik, setidaknya jadilah bagian dari yang terbaik..

by ShiElla FiOlly AmAnda on Monday, April 30, 2012 at 5:08pm ·

               
TITLE : THE VAMPIRE

AUTHOR : LEE ANIEZ (LA) FEAT. SHIELLA FIOLLY (IO)

GENRE : ROMANCE

CAST :
JANG GEUN SEOK aka JANG GEUN SEOK / SUKKIE
PARK SHIN HYE aka PARK SHIN HYE / HACCI
CHOI SIWON SUJU aka CHOI SIWON

OTHER CAST :
PARK JUNG SOO SUJU aka PARK JUNG SOO / LEE TEUK (OPPA SHIN HYE)
CHOI MINHO SHINEE aka CHOI MINHO (DONGSAENG SIWON)

NB : Annyeong Hasseyo.. kami kembali lagi sengan ff duet kedua kami yang baru, ff satunya masih tetap jalan kogh. Gomawo buat para readers yang masih mau ngebaca ff gaje kami.. Sekali lagi GOMAWO🙂

LA : IO.. Kau memang partner yang baik. Gomawo sudah mau jadi partnerku. JEONGMAL GOMAWO🙂

READERS : LA banyak bacot

LA : HEHEHE, MIANHAE, kalau begitu silahkan dibaca. HAPPY READING ALL !

Part 1

Seorang Yeoja cantik dengan rambut hitam panjang yang terurai melebihi bahunya, kulit yang mulus dan putih seputih salju yang tengah menghujani tubuh rampingnya yang sexi ditutupi kaos tipis berwarna merah, mengenakan celana pendek berwarna putih yang sepadan dengan high heels yang bertengger di kaki jenjangnya. Yeoja itu tengah berjalan di pinggiran kota Seoul yang sepi. Sepi ? tentu saja sepi. Mana mungkin ada orang yang masih berkeliaran di saat jam menunjukkan jam 2 malam. Lalu apa yang dilakukan Yeoja cantik itu sendirian di tempat yang sepi seperti ini. bukankah pada jam seperti ini seharusnya Yeoja cantik itu tengah tidur pulas sambil menikmati mimpi indahnya. Lalu kenapa Yeoja cantik itu malah memilih berjalan menelusuri pinggiran kota Seoul yang sepi tanpa ada rasa takut sedikit pun ? Takut ? Cihh! Lupakan, tidak ada hal apa pun yang ditakuti oleh Yeoja cantik itu. Justru orang – oranglah yang akan merasa takut kalau orang – orang tahu siapa Yeoja cantik itu.

Yeoja cantik itu masih terus berjalan, berharap akan ada namja yang lewat agar bisa dijadikan mangsanya untuk malam ini. Mangsa ? Apakah dia seorang pelacur yang tengah mencari mangsa sehingga ia berjalan di saat jam seperti ini. tentu saja tidak. Yeoja cantik itu memang sedang mencari mangsa, tapi bukan mangsa yang dalam artian Yeoja cantik itu akan melayani mangsanya dengan cara memuaskan nafsu mangsanya itu lalu ia akan mendapatkan bayaran. Mangsa yang dicarinya adalah mangsayang akan membuat kekuatannya semakin meningkat hanya dengan meminum sesuatu yang mengalir di dalam tubuh mangsanya itu.

Seketika Yeoja itu tersenyum lebih tepatnya menyeringai ketika melihat seorang Namja di ujung jalan tengah berjalan sempoyongan. Mabukkah ? hanya dengan hitungan detik Yeoja cantik itu sudah berdiri tepat di depan namja yang tengah terkapar di jalan dengan posisi telungkup.

“Daripada hidupmu kau habiskan dengan mabuk – mabukkan seperti ini lalu kau mati sia – sia, lebih baik kau gunakan hidupmu untuk berbuat baik dengan memberikan darahmu untukku.” Kata Yeoja cantik itu membuka mulutnya memperlihatkan gigi taringnya yang tajam seolah sudah tidak sabar ingin merobek kulit namja itu lalu menghisap sesuatu yang berwarna merahdi dalam tubuh namja itu. Yeoja cantik itu pun membalikkan tubuh namja itu menghadapnya agar gigi taringnya bisa dengan mudah menancap di leher Namja itu.

“Su-Sukkie ?” ucapnya tak percaya setelah melihat dengan jelas Namja yang akan menjadi mangsanya itu. Gigi taringnya yang sedari tadi ingin ditancapkannya di leher Namja itu tiba – tiba saja mengecil seperti semula rata dengan gigi – giginya yang lain.

HUFTHHH… Menghirup dalam aroma tubuh Namja yang ada di hadapannya itu,

“Kau bukan Sukkie,” ucapnya setelah menghirup aura dari tubuh Namja itu berbeda dengan aura dari tubuhnya (aura Vampire).

“Kau.. Siapa kau sebenarnya ?” gumamnya bertanya – tanya tentang Namja di depannya itu. Karena rasa penasaran yang melebihi rasa hausnya sekarang, Yeoja cantik itu pun kembali membuka mulutnya, mengeluarkan gigi taringnya lalu menancapkan ujung gigi taringnya di ujung jari telunjuk milik Namja itu. Setelah merasa darah yang diambilnya cukup, Yeoja cantik itu pun melepaskan gigi taringnya dari jari Namja itu lalu meneguk darah Namja itu seraya memejamkan matanya.

“Jang Geun Seok, ternyata namamu Jang Geun Seok. Wae ? Kenapa wajahmu begitu mirip dengannya ?” ucap Yeoja itu masih bertanya – tanya kenapa Namja di hadapannya ini mimiliki wajah yang sama persis dengan wajah Namjachingunya yang 3 bulan lalu pergi untuk selama – lamanya.

“Aku akan mengantarmu pulang,” kata Yeoja itu memapah Namja bernama Geun Seok. Dengan sekali gerakan Yeoja yang membawa Geun Seok seketika sudah tak terlihat lagi.

RUMAH GEUN SEOK

Sesampainya Yeoja itu di depan rumah Geun Seok, Yeoja itu mendudukkan tubuh Geun Seok di depan pintu.

TING – TONG – TING – TONG

Yeoja itu menekan bel lalu kembali membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan tubuh Geun Seok.

“Selamat mala,” ucapnya tersenyum membelai pipi Geun Seok lalu pergi.

SREEKK. Pintu rumah Geun Seok terbuka.

“OMO.. Tuan muda.” Ucap pembantu Geun Seok terkejut langsung memapah Geun Seok masuk ke dalam rumah.

Setelah memapah Geun Seok ke rumahnya, Yeoja cantik itu pun pulang ke rumahnya. Sesampainya di dalam rumah.

“Aaah, haus sekali,” ucap Yeoja itu membuka kulkas hendak mengambil botol besar berisi air kental berwarna merah atau lebih tepatnya darah.

“Wae geurae ?” tanya seorang Namja yang tiba – tiba berdiri di samping Yeoja cantik itu membuat Yeoja cantik itu kembali meletakkan kembali botol berisi darah itu ke dalam kulkas.

“Anniyo,” jawabnya menutup pintu kulkas lalu berjalan ingin melewati sang kakak.

“Hacci~ah,” panggil sang kakak membuat Yeoja cantik bernama Hacci atau lebih tepatnya Park Shin Hye itu berhenti lalu membalikkan tubuhnya malas.

“Wae ?” tanyanya seperti tak bertenaga.

“Kenapa kau terlihat seperti itu ?”

“Terlihat seperti apa ?”

“Terlihat seperti orang yang hampir mati karena kelaparan.”

“Cihh! Aku sudah mati jadi aku tidak takut kalau harus mati untuk yang kedua kali.”

“Cihh! Aigo. Dongsaengku ini lucu sekali.” Ucap sang kakak mendekati Hacci lalu mencubit pipinya.

“Kya! Oppa!”

“Sudah, sana cepat ke kamarmu istirahat !” melepaskan cubitannya lalu mengacak – acak rambut Dongsaengnya.

“Emm.” Angguk Hacci lalu pergi ke kamarnya yang ada di samping ruang tamu. Sesampainya di kamar Hacci langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur.

“Jang Geun Seok,” gumamnya sambil tersenyum.

KEESOKAN HARINYA RUMAH GEUN SEOK RUANG MAKAN

Geun Seok POV

“Oppa,” panggil Dongsaengku yang duduk di seberang tempat aku duduk.

“Wae ?” tanyaku menghentikan sejenak acara makanku.

“Tadi malam saat Oppa mabuk, siapa yang mengantar Oppa pulang ?” ia balik bertanya.

“Tentu saj teman – teman Oppa yang mengantar Oppa pulang. Kau pikir Oppa berjalan sendiri ?” jawabku menggoda Dongsaengku itu. Tentu saja kan teman – temanku yang mengantarku pulang tak mungkin aku pulang sendiri karena seingatku tadi malam aku mabuk berat.

“Tapi bibi So Ra bilang, tadi malam saat bibi So Ra mendengar bunyi bel lalu membuka pintu, bibi So Ra tidak melihat ada siapa – siapa pun, bibi So Ra hanya melihat Oppa yang terduduk di depan pintu,”

“Geuraeso ?” tanyaku memastikan. Biasanya kan kalau aku mabuk teman – temanku pasti mengantarku pulang lalu membantu bibi So Ra membawaku ke kamarku.

“Emm.” Angguk Na Ra yakin.

“Oppa, aku pergi dulu.” Kataku menyudahi pembicaraanku dengan Dongsaengku.

“Oppa,” panggil Na Ra membuatku menghentikan langkahku lalu berbalik menghadap Dongsaengku yang cerewet itu.

“Waeyo ?” tanyaku mendekatinya.

“Oppa mau pergi kemana ?” tanyanya balik padaku. Cihh! Anak ini setiap aku bertanya justru dia yang balik bertanya.

“Oppa ingin menemui teman – teman Oppa. Wae ? Kau mau ikut ?” jawab dan tanyaku.

“Anny,” tolaknya menggeleng – gelengkan kepalanya.

“Oppa Kaeke.” Pamitku.

“Ne, Oppa, hati – hati !” katanya mengingatkan.

“Emm,” Anggukku tersenyum lalu pergi.

Geun Seok POV End

RUMAH HACCI RUANG MAKAN

Hacci POV

“Hacci~ah, tidak biasanya kau bangun pagi – pagi sekali,” kata Lee Teuk Oppa seraya menuangkan susu coklat hangat kesukaanku ke cangkir kosong di sebelah piringku.

“Gomawo, Oppa,” ucapku memberikan sedikit senyumku yang indah ini.

“Apa kau mau pergi ?” Lee Teuk Oppa bertanya. Mungkin karena pagi ini aku tidak seperti pagi – pagi biasanya. Biasanya kan aku selalu bangun siang. Kalian sudah tahu, bukan, alasan kenapa aku selalu bangun siang ? Benar. Itu karena setiap malam aku selalu begadang mencari mangsa.

“Mungkin,” jawabku seenaknya lalu menyeruput susu cokelatku.

“Aaah, Mashita !” ucapku setelah menghabiskan susu cokelatku dalam satu kali teguk.

TAP – TAP – TAP

Aku dengar suara derap langkah kira – kira dua orang sedang berjalan menuju kemari. HUFTHHH.. Aaahh. Aku tahu betul bau aura ini. Tiba – tiba saja selera makanku pun langsung hilang.

“NUNAA,” teriaknya menghampiriku lalu,

CUP

“Kyaa! Min Ho~ah!” teriakku kesal karena tiba – tiba mencium pipiku yang mulus ini.

TAK. Sebuah jitakan mendarat tepat di kepala Min Ho. Tapi bukan aku, melainkan Hyungnya sendiri.

“Kya! Si Won Hyung, kenapa kau memukulku ? Appo.” Protes Minho tidak terima.

“Siapa yang mengijinkanmu menciumnya ? aku saja dari tadi malam belum menciumnya.” Kata Si Won yang langsung membuat aku mual.

Oh, ya, aku akan menceritakan sedikit kisah tentangku. Namaku Park Shin Hye, tapi sesama jenisku (vampire) memanggilku Hacci. Dan kalian sudah tahu bukan aku adalah seorang Vampire. Aku memiliki seorang kakak bernama Park Jung Soo tapi senejis Kami memanggilnya Lee Teuk. Dan 2 orang tadi Choi Si Won dan Choi Min Ho. Mereka kakak adik. Mereka sejenis denganku (vampire).

“Chagi~ah, hari ini kau mau pergi kemana, eumm ?” tanya Si Won membuatku tersadar dari lamunanku. Ah tunggu, tadi dia memanggil aku apa ? Chagi ? Cihh!

“Kya! Oppa.. bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan itu ?” protesku.

“Wae ? Kau kan yeojachinguku. Jadi wajar saja Oppa memanggilmu seperti itu,” katanya tak mau kalah.

“Terserahlah,” sahutku malas lalu berdiri hendak pergi.

“Kau ingin pergi kemana ?” tanya Si Won Oppa menahan lenganku.

“Jalan – jalan sebentar.” Jawabku malas lalu melepaskan tangan Si Won Oppa dari lenganku.

“Jangan macam – macam.” Katanya lagi mengingatkanku sambil menatap mataku tajam. Oh inilah yang membuatku tidak menyukai Si Won Oppa.

“Arraseo,” sahutku mengalihkan tatapanku ke arah lain tidak berani membalas tatapannya yang menurutku.. mengerikan.

“Oppa,, Na Kaeke.” Pamitku kepada Lee Teuk Oppa lalu segera pergi secepat kilat setelah mendapat anggukan dari Lee Teuk Oppa.

TO BE CONTINOUED *>

Bagaimana…? Bagaimana ?? Apa ffnya mau dilanjut.. ? Kalau mau jangan lupa satu per satu LIKE & COMMENTnya…🙂

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s