“Pertemuan Dua Hati” A Miracle Invasion{The Creation of 3 Newest Couple} Chapter 15


Realize & Idealize like everything’s useful, meaningful, helpful, playful, and the other things can inspire for each other people entire the world..^^ practice make perfect Sometimes we tend to be in despair when the person we love leaves us, but the truth is, it’s not our loss, but theirs, for they left the only person who couldn’t give up on them.
by ShiElla FiOlly AmAnda on Thursday, April 19, 2012 at 8:47pm ·
               
                Joe yang akan pergi mengunjungi pesta reunian di Kikawa itu segera berbenah – benah. Sejak tadi pagi dirinya yang sudah bangun pukul empat dan segera jogging di sekitar komplek perumahan rumah paman dan bibinya itu. Dirinya begitu bersemangat hari ini. Tampak sekali dari raut wajahnya yang tengah berbunga – bunga. Dirinya bahkan tak mengajak Rose sepupunya untuk ikut berjogging dengannya. Dirinya sedang ingin sendiri. Setiap melihat bunga Sakura di pinggir jalan pun dirinya justru teringat dengan Kikori. Gadis itu begitu menyukai bunga – bungaan semacam itu. Akan bawa apa dia nanti ke acara rauni? Tak mungkin juga membawakan bunga sementara yang lain ada. Akan sangat tak lucu. Justru memalukan. Lagipula mungkinkah semua kawan – kawannya masih saling mengenali satu sama lain dengan benar wajah para sahabat – sahabat lamanya ini? Hah, berpikir apa dia? Yang penting jalani saja dulu. Barangkali di sana ada hal yang menarik untuk diceritakan sekembalinya ke Canada.

                Sudah satu setengah jam. Cukup untuknya melakukan pemanasan di pagi hari yang cerah ini. sementara cahaya mentari mulai tampak, dirinya juga mulai menyiapkan diri untuk mandi. Keringat yang menempel di badannya membuatnya risih. Dan ternyata Rose juga sudah bangun. Dirinya justru tampak sibuk berkutat dengan buku – buku kuliahnya. Joe pikir mungkin Rose akan berangkat lebih awal dari biasanya. Saat Joe hendak masuk ke kamar mandi pun, dirinya menyempatkan untuk bertanya. Dan tebakannya salah ternyata. Rose justru akan mampir dulu ke pemakaman nenek kakeknya. Sebab hari ini adalah hari upacara kematian mereka. Joe yang mendengarnya pun hanya mengangguk – angguk seperti mengerti. Sayang, pagi ini dirinya sedang ada acara. Kalau tidak sudah pasti dirinya akan mengantarkan Rose pergi.

                “Mom, aku berangkat dulu. Sudah terlambat. Daa!” sambil berlari mengecup mommy dan daddynya yang berada di meja makan pun Janice tampak terburu – buru membenahi dasinya dan membawa dua buku modul besar miliknya.

                “Tapi, Janice, kau belum sarapAN!!!” teriak Jean mengingatkan Janicenya itu.

                “En, tidak USAAH! AKU SUDAH TERLAMBAT!!”

                “Yakh, sayang, lagi – lagi seperti itu kebiasaannya!” gerutu Jean yang sedikit geram dengan kebiasaan buruk putri kecilnya yang kini mulai beranjak dewasa itu.

                “Biar sajalah, sayang. Lagipula dia juga sudah membawa bekal yang telah disiapkan Trace. Kan dia bisa memakannya di Sekolah.” Bela Jimmy yang berada di hadapannya.

                “Tapi setidaknya kenapa tidak sarapan dulu. Entah meminum susunya juga tidak juga,”

                “Siapa yang dia tiru itu? Kau dan aku tak ada yang suka bangun siang ? Joe juga tidak pernah. Dia saja yang pemalas. ck”

                “Yakh, biarlah. Nanti kalau dia sudah bekerja pasti juga mulai kan tumbuh tanggungjawabnya?” jawa Jim menimpali sambil meneguk susu coklatnya.

                “Ya, sudah. Aku berangkat dulu, ya. Hati – hati nanti saat menyetir, jangan ngebut. Daa.” Jimmy pun berangkat lebih dulu daripada Jim.

                “Sayang!” Jean pun meneriaki Jim yang baru berjalan lima langkah dari kursinya,

                “Apalagi ?”

                “Tas laptopmu?”

                “Astaga, iya. Hampir saja aku lupa. Daa.” Jimmy pun seperti biasa mencium istrinya dan kemudian meninggalkan ruang makan dan segera ke menuju ke kantornya.

                Jimmy pun sudah siap dengan pakaian santainya. Dirinya yang berulang kali sudah berkaca itu pun mulai merasa pas dengan pakaian yang dikenakannya sekarang. Joe pun tak lupa menyemprotkan minyak wangi ke arah pakaiannya itu. Setelah itu dipakainya kaca mata hitamnya dan segera mengalungkan ranselnya dan menuju ke luar ruangan untuk minta ijin kepada paman bibinya tak lupa juga Rose pergi sebentar menemui kawan – kawan lamanya itu, begitu semangatnya dirinya hingga meliuk – liukkan tubuhnya sambil menari dan bersiul – siul tentang lagu kesayangannya Little London Girl. YongHwa dan SeoHyun pun yang mengetahui hal tersebut memberinya ijin untuk keluar, begitu juga Rose. Rose yang ternyata juga kenal dengan Kikori menitip salam untuk Kikori apabila nanti Joe memang bertemu dengannya. Mereka sahabat di tempat les menarinya dulu. Dengan senang hatI Joe pun berjanji untuk menyampaikan salamnya itu.

                Di tengah perjalanan menuju sekolah lamanya Kikawa Joe pun melihat berbagai karangan bunga yang bertulisan selamat datang untuk peserta reunian angkatan 2007. Dirinya yang makin senang itu, begitu tegang untuk segera bertemu dengan kawan – kawan lamanya terutama Kikori. Bukankah sudah hampir lima tahun mereka semua tak bertemu hingga mungkin akan sedikit canggung saat harus berhadapan dengan mereka semua lagi. Joe pun mulai menyeka keringat dinginnya sembari menengok dari luar kaca siapa saja yang sudah datang dari luaran. Terlihat Soyoko, teman bermain basketnya dulu yang sedang berbincang – bincang dengan Ranoru di belakang tempat parikir. Joe pun segera keluar dari mobilnya dan menegur mereka. Agaknya Ranoru yang sedikit pangling dengan penampilan Joe yang dipikirnya terlihat sedikit lebih keren itu. Dirinya yang sedikit malu itu pun merah di pipinya ketika bersalaman dengan Jonas kawan lamanya itu. Hingga Kikori datang menegur mereka sambil membawakan minuman untuk ketiganya.

                “hi, teman – teman kenapa tidak masuk. Acaranya sudah hampir dimulai.” Sambil memberikan ketiga gelas yang dibawanya.

                “Akhirnya kau datang juga, Joe. Aku pikir kau tak akan datang. Katamu kau akan ujian? Sok sibuk sekali. ciih” sindir Kikori sambil menyenggol bahu Joe yang sedikit lebih tinggi dari tubuhnya.

                “Aku kan bilang pikir – pikir dulu, bukannya tidak akan datang.” Joe menyangkalnya.

                “Ya, sudah, toh kau sudah datang. Ayo, jauh – jauh kemari masa kau tidak ingin bertemu dengan yang lainnya. ayo ke dalam.”

                “Kau mau menyanyi bersama ?” Soyoko menawarkan untuk bernyanyi bersama Joe. Joe yang sedikit malu – malu pun maju ke tengah panggung sebab dirinya yang menyadari suaranya tak bagus – bagus juga. Biasa saja bahkan baginya lumayan sumbang untuk memecahkan semua arena panggung ini. ide yang konyol untuk sekedar bisa menghibur hati para sahabat – sahabat lamanya. Namun tak apalah, untuk itu semua dirinya akan berusaha memberanikan diri.   

                “jangan salahkan aku, ya, teman – teman, kalau nanti telinga kalian sakit.” Joe yang memulai menyanyinya dengan kata – kata yang sukses membuat para sahabatnya itu tertawa serentak.

                “Tuan kapten basket kita ternyata punya keberanian juga ya untuk bernyanyi. Ayo kita dengarkan!” seru Kaeru yang duduk di kursi paling depan.

                Joe pun mulai bernyanyi. Tak satu pun dari sahabatnya yang mengerti dengan lagu yang dibawakannya. Terang saja itu adalah lagu daddy mommynya sewaktu masih muda. Saat mereka masih terikat dalam satu band itu. Lagu Promise yang dibawakan Joe dengan nyaring. Sahabat – sahabatnya pun hanya mendengerkan dengan tetap antusias. Dan saat Joe turun dari panggung tak sedikit pula yang bertanya kepadanya tentang apa arti dari lagu yang sedang dibawakan olehnya. Joe pun terpaksa menjawabnya satu per satu. Dirinya yang sebenarnya juga tak begitu faham dengan bahasa Korea pun akhirnya juga menerangkan dengan jawaban seadanya yang dia tahu. Teman – temannya pun juga tampaknya paham dengan apa yang sedang dirinya paparkan itu. Pesta pun masih berlanjut ada dansa pula yang tengah disediakan ball room oleh panitia. Tentu saja dirinya menyempatkan untuk berdansa dengan gadis taksirannya Kikori. Beruntung Kikori yang tak menolak. Dan semenjak itu pula hubungan keduanya mulai dekat. Saat pesta telah usia Joe pun juga mengantar Kikori pulang ke rumahnya yang ternyata sudah pindah. Joe yang banyak berbincang – bincang dengan Kikori akhirnya mengerti juga dengan kesibukan Kikori sekarang ini. dirinya pun saling berjanji untuk terus saling mengontak saat Joe sudah kemabli besok ke Canada. Joe begitu senang melihat Kikori terlihat tak keberatan dengan permintaannya ini. Joe bahkan juga menyatakan perasaannya pada Kikori yang mulai tiga bulan terakhir ini mulai merasa jatuh hati pada kawan lamanya ini. kikori yang sedikit kaget dengan ucapan Joe pun hanya terdiam dan meminta waktu Joe untuk berpikir. Joe pun menyetujui permintaan Kikori dan pulang ke rumah pamannya.dan segera menyusul Rose sepupunya ke upacara pemakaman nenek Rose sebelum besok dia kembali.

                Jim yang baru saja datang pun di rumah pun, mendapat pesan dari HongKI. Tampaknya HongKi sedikit butuh bantuan kakaknya ini untuk membantu menyelesaikan sedikit bagian akhir untuk laporan laboratnya. Jimmy pun yang membaca juga tak langsung begitu saja membalas pesan yang dibacanya itu. Dirinya pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru setelah itu mengajak Jean dan Janicenya untuk pergi ke rumah HongKi. bagus juga ada alasan untuk Jim sekedar main ke rumah adiknya itu. Baru saja kemarin Jim berpikir untuk kapan dia akan mencari waktu untuk mengunjungi kediaman adiknya itu. Tapi sekarang sudah ada rambu – rambu hijau. Setelah mandi, Jim pun segera mencari Jean di meja kerjanya.

                “Jean, sayang, apa kau di sana?” Jimmy pun mengetuk pintu ruang kerja istrinya itu.

                “Jean.” Setelah dirinya membuka pintu tak didapatinya Jean sedang berada di tempat.

                Jimmy yang merasa Jeannya pasti ada di lantai bawah pun segera menuruni tangga dan menuju ke halaman rumahnya.

                “Jean, kau—“ Jim yang melihat Jean sedang mengangkat telepon itu pun segera mendekatinya. Menungggu hingga telepon yang Jean terima ditutup baru dia akan bicara. Jean pun yang melihat kedatangannya hanya mengerlingkan mata pertanda dirinya meminta Jimmy untuk tenang sejenak selama dirinya sedang menelepon rekan kerjana itu. Setelah kira – kira tiga menit kemudian, Jean pun memetikan phonecellnya.

                “Ada apa?”

                “Ini aku ingin mengajakmu untuk pergi ke rumah HongKi. dia minta bantuanku untuk membantunya menyelesaikan tahap akhir laporannya untuk laboratnya kali ini. kau mau ikut?” Jimmy pun mengatakan ajakannya kepad a Jean.             

                “Sekarang?”

                “Tidak, bulan depan. Ya, sekarang. Mau tunggu apa lagi? Cepat ganti bajumu kalau kau mau ikut. Janice juga sudah pulang, kan? Sekalian aku ingin ajak dia?”

                “Iya. Dia sudah pulang. Dia sedang di atas sekarang. Sepertinya mandi.”

                “baiklah, kita tunggu dia. Dan kau segera berbenah. Aku tunggu di mobil, ya.?”Jimmpy pun segera menuju ke garasi mobilnya.

                Jean yang segera naik ke atas untuk menyuruh putrinya Janice untuk cepat berdandan juga sebab akan segera pergi ke rumah pamannya itu. Dirinya yang mengerti sebab Janice yang ternyata sudah mendengar pembicaraan daddy mommynya saat di bawah itu pun ternyata justru sudah siap. Ternyata justru Jean saja yang belum siap. Sial. Namun tak apalah, dirinya pun segera masuk ke kamarnya dengan sedikit terburu. Takut – takut kalau Jimmy gerah sebab menunggu mereka lama. Lima menit kemudian pun dirinya sudah siap dan segera turun menyusul Janice dan Jim yang sudah berada di garasi mobilnya terlebih dulu. Jean pun segera menyuruh Jim untuk berangkat sesampainya di garasi. Janice yang sudah terbiasa duduk di belakang pun segera mengambil alih tempatnya itu. Begitu pula Jean yang duduk di depan di samping Jimmy suaminya yang sedang menyetir. Akhirnya mereka bisa berkunjung juga ke tempat saudaranya itu.

Link” chapter sebelumnya :
chapter 14
http://www.facebook.com/note.php?note_id=295669763842200
chapter 13
http://www.facebook.com/note.php?note_id=294609507281559
chapter 12
http://www.facebook.com/note.php?note_id=293495520726291
chapter 11
http://www.facebook.com/note.php?note_id=292078190868024
chapter 10
http://www.facebook.com/note.php?note_id=287115371364306
chapter 9
http://www.facebook.com/note.php?note_id=208167559259088
chapter 8
http://www.facebook.com/note.php?note_id=207445125997998
chapter 7
http://www.facebook.com/note.php?note_id=206905069385337
chapter 6
http://www.facebook.com/note.php?note_id=121420431267135
chapter 5
http://www.facebook.com/note.php?note_id=119951061414072
chapter 4
http://www.facebook.com/note.php?note_id=119332204809291
chapter 3
http://www.facebook.com/note.php?note_id=118490421560136
chapter 2
http://www.facebook.com/note.php?note_id=117511411658037
chapter 1
http://www.facebook.com/note.php?note_id=116875588388286

thank for like and comment

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s