Teknik Pengutipan dan Daftar Rujukan


Realize & Idealize like everything’s useful, meaningful, helpful, playful, and the other things can inspire for each other people entire the world..^^ practice make perfect Sometimes we tend to be in despair when the person we love leaves us, but the truth is, it’s not our loss, but theirs, for they left the only person who couldn’t give up on them.
  • Kutipan dan daftar rujukan merupakan hal yang penting dalam sebuah karangan ilmiah, karena sebuah karangan ilmiah tidak lepas dari berbagai konsep atau teori – teori yang terdapat dalam berbagai sumber lain baik dari buku, majalah, artikel, jurnal, surat kabar, serta media cetak lainnya, bahkan dari sumber media elektronik, seperti internet.
  • Konsep – konsep serta teori – teori yang diambil dari berbagai sumber tersebut harus disajikan dengan tata cara atau teknik yang bagus sehingga kehadirannya dalam sebuah tulisan dapat dipertanggungjawabkan serta tidak menyalahi kode etik.
  • Tata cara penulisan kutipan serta daftar rujukan bermanfaat untuk menyeragamkan bentuk pengutipan serta penulisan daftar rujukan, juga mengupayakan agar kadar keilmiahan sebuah tulisan dapat dioptimalkan. Selain itu dengan teknik pengutipan yang benar, diharapkan pendapat serta opini dari sumber lain yang dicantumkan dalam sebuah tulisan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan etika penulisan.
  • Pengutipan berasal dari kata ‘kutip’ turunan dari kata ‘mengutip’ yang berarti mengambil perkataan atau kalimat dari buku dan sebagainya, mengetik karangan dan sebagainya, mengumpulkan dari berbagai sumber.
  • Sedangkan ‘kutipan’ dalam bidang linguistik berarti pengambialihan satu kalimat atau lebih dari karya tulis lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri (KBBI, 1991:584).
  • Pengutipan dapat diartikan sebagai proses, cara mengutip sebuah/beberapa pendapat dari sumber lain untuk digunakan sebagai data pendukung sebuah tulisan.
  • Dengan adanya kutipan, sebuah tulisan akan terkait dengan tulisan lain sehingga keberadaan sebuah tulisan lebih bersifat objektif (salah satu ciri – ciri karya ilmiah) dan terhindar dari pendapat – pendapat pribadi yang bersifat subjektif.
  • Dalam proses pengutipan, diharapkan penulisan mengutip seperlunya saja. Di samping itu, penulis harus bertanggungjawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipannya sehingga tulisan dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada pembaca maupun kepada pihak yang membuat sumber kutipan.
  • Biasanya yang layak dikutip berupa konsep, pendapat, serta teori – teori yang sudah diakui secara umum kebenarannya, sehingga bahan – bahan yang dikutip dapat dijadikan sebagai landasan teori, sebagai penjelasan, serta sebagai penguat pendapat yang dikemukakan penulis (Akhadiah, dkk 1999:182).
  • Kutipan dapat dibagi menjadi 2, yakni kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
  • Kutipan langsung adalah pernyataan yang ditulis dalam susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikit pun.
  • Kutipan langsung harus selalu mempertahankan keasliannya sehingga keotentikannya tetap terjaga. Hal yang lazim dijaga keotentikannya, antara lain : rumus – rumus, peraturan – peraturan hukum, undang – undang, anggaran dasar, anggaran rumah tangga, pribahasa, sanjak, doalig, drama, landasan pikiran yang dinyatakan dalam kata – kata yang sudah pasti, statemen ilmiah, dan ayat – ayat dari kitab suci.
  • Kutipan langsung dibedakan menjadi 2. yakni kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek.
  • Kutipan langsung panjang lebih dari 40 kata atau lebih dari 3 baris ketikan.
  • Contoh :
  • Inti dari belajar dan mebaca adalah mengambil hal yang penting untuk selalu diingat. Berkenan dengan kemampuan mengingat, Soedarso (2001:74) menyatakan sebagai berikut :
  • “Daya ingat kita umumnya hanya mampu mengingat 50 % dari apa yang kita baca satu jam berselang dan dalam 2 hari berikutnya tinggal 30 % saja. Teknik – teknik membaca seperti dalam prabaca, SQ3R, dan teknik – teknik yang lain dimaksudkan untuk mengingatkan daya ingat terhadap apa yang dibaca.”
  • Kutipan langsung pendek kurang dari 40 kata atau kurang dari 3 baris.
  • Contoh :
  • Dinyatakan oleh Septiyantono (2002:154), “Pelayanan prima sangat bergantung pada keamauan dan kemauan (skill) staf perpustakaan”. Meskipun demikian ada pendapat lain yang mengatakan bahwa pelayanan prima tidak terletak pada skill seseorang, tetapi terletak pada sistem yang digunakan (Lisa Hs, 2004:25).
  • Kutipan tidak lansung adalah kutipan berdasarkan sumber  lain namun dimodivikasi dengan bahasa si penulis (pengarang).
  • Contoh :
  • Sidik (2002a:35) tidak menduga bahwa kondisi umum perpustakaan madrasah aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta sangat tidak representatif sebagai sumber belajar. Secara umum perpustakaan madrasah aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta kondisinya tidak layak di jadikan sebagai sumber belajar (Sidik, 2002b:35).
  • Kutipan tidak langsung dibagi menjadi 2, yakni: kutipan tidak langsung panjang dan kutipan tidak langsung pendek.
  • Kutipan tidak langsung panjang yaitu bila kutipan lebih dari satu paragraf.
  • Contoh :
  • Wujud penalaran ilmiah dalam pelaksanaannya sesuai dengan buah pikiran Shurter dan Pierce yang menyatakan bahwa penalaran induktif merupakan proses penalaran untuk  menarik suatu prinsip/sikap yang berlaku umum  atau suatu simpulan yang bersifat khusus berdasarkan atas fakta – fakta khusus. Penalaran induktif mungkin merupakan generalisasi, analogi atau hubungan klausal. Generalisasi adalah proses – proses penalaran berdasarkan penggamatan atas sejumlah gejala dengan sifat – sifat tertentu untuk menarik simpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa itu. Di dalam analogi, inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus ditarik berdasarkan kebenaran gejala khusus yang bersamaan. Hubungan klausal adalah hubungan ketergantungan antara gejala  – gejala yang mengikuti poloa sebab-akibat, akibat-sebab, atau akibat-akibat (Shurter & Pierce, 1997:8).
  • Kutipan tidak langsung pendek adalah bila kutipan tidak langsung hanya terdiri atas satu paragraf bahkan hanya beberapa kalimat saja.
  • Contoh :
  • Pemahaman manusia terhadap simbol – simbol yang digunakan membutuhkan manusia untuk berfikir secara jernih dalam merumuskan simbol. Cassirer (1979:31-32) membedakan tanda dengan simbol, karena dianggap keduanya berada pada dua bidang pembahasan yang berbeda. Tanda adalah bagian dari dunia fisik, sedang simbol adalah bagian dari dunia manisiawi.
  • Rujukan berarti bahan sumber yang dipakai untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut; acuan; referensi (KBBI, 1991:850)
  • Daftar rujukan merupakan sekumpulan sumber – sumber informasi (media cetak dan media elektronik) yang digunakan untuk mendapat keteranggan yang lebih banyak tentang sesuatu yang dirujuk.
  • Contoh :
  • Buku:
    Anderson , D.W., Vault, V.D. & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education . Berkeley: McCutchan Publishing Co.

    Buku kumpulan artikel:
    Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.

    Artikel dalam buku kumpulan artikel:
    Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.), Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.

    Artikel dalam jurnal atau majalah:
    Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor , XX (4): 57-61.

    Artikel dalam koran:
    Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Pos , hlm. 4 & 11.

    Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):
    Jawa Pos. 22 April, 1995 . Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

    Dokumen resmi:
    Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian . Jakarta: Depdikbud.
    Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional . 1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

    Buku terjemahan:
    Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan . Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

    Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:
    Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG

  • Catatan kaki ialah keterangan mengenai rujukan, kata,  dan ungkapan di dalam teks yang dicantumkan pada margin bawah halaman buku (biasanya dicetak dengan huruf kecil dibandingkan dengan huruf di dalam teks) untuk menambah referensi uraian dalam naskah pokok.
  • Beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni : catatan kaki berfungsi sebagai pemberi keterangan tambahan yang bersifat umum yang berasal dari sumber lisan, di tempatkan pada bagian bawah halaman atau akhir tulisan, apabila lebih dari satu baris ditulis dengan satu sepasi, dan dimulai dengan nama akhir pengarang, judul rujukan kota tempat penerbit, penerbit, tahun dan nomor halaman.
  • Pada catatan kaki terdapat singkatan – singkatan yang mempunya fungsi tertentu. Singkatan tersebut berasal dari bahasa asing sehingga artinya perlu dipahami lebih dahulu.
  • · Ibid , Op.cit, dan Loc.cit
  • Penulisan Ibid , Op.cit, dan Loc.cit
  • Singkatan ini digunakan untuk memendekkan penulisan informasi pustaka dalam catatan kaki. Penulisan harus memperhatikan persyaratan baku yang sudah lazim.
  • 1) Ibid
  • Ø Ibid singkatan kata ibidium berarti di tempat yang sama dengan diatasnya.
  • Ø Ibid ditulis dibawah catatan kaki yang mendahuluinya.
  • Ø Ibid tidak dipakai apabila telah ada catatan kaki lain yang menyelinginya.
  • Ø Ibid diketik atau ditulis dengan huruf kapital pada awal kata, dicetak miring dan diakhiri titik.
  • Ø Apabila referensi berikutnya berasal dari jilid atau halaman lain, urutan penulisan: ibid, koma, jilid, halaman.
  • Contoh :
  • 1 Peg C. Neuhauser, Legenda Manfaatnya bagi Perusahaan, terj. Teguh Rahardja, (Jakarta: Pustaka Binaman Presindo, 1994), 13-34.
  • 2Ibid
  • 3Ibid, 53-62.
  • 4Hernowo, Mengikat Makna, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 109-130.
  • 5Ibid, 133-145
  • 2) Op.Cit (Opere Citato)
  • Ø Op.Cit singkatan kata Opere Citato berarti dalam karya yang telah disebut,
  • Ø Merujuk buku sumber yang telah disebutkan dan diselingi sumber lain,
  • Ø Ditulis dengan huruf kapital pada awal suku kata, dicetak miring, setiap suku didkuti titik, dan
  • Ø Urutan penulisan : nama pengarang, nama panggilan, nama famili, Op.Cit. nama buku, halaman.
  • Contoh:
  • 1Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), 111.
  • 2Daniel Goleman, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia, 2001), 161.
  • 3Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussiness, terj. Basyarah Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000), 63-87.
  • 4Rahardjo, Op.Cit., 125.
  • 5Goleman, Op.Cit.
  • 6DePorter & Mike Hernacki, Op.Cit, 203-238.
  • 3) Loc.Cit. (Loco Citato)
  • Ø Loc.Cit singkatan dari Loco Citato. Berarti di tempat yang telah disebutkan,
  • Ø Merujuk sumber data pustaka yang sama yang berupa buku kumpulan esai, jurnal, ensiklopedi, atau majalah; dan telah diselingi sumber lain.
  • Ø Jika halaman sama kata loc.cit tidak diikuti nomor halaman, jika halaman berbeda kata loc.cit diikuti nomor.
  • Ø Menyebutkan nama famili (keluarga) pengarang.
  • Contoh:
  • 1Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15.
  • 2Suwandi, Loc.Cit

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s