Poetries Limited Edition ^io^


i kow i let you down,, but it’s not like that now…bagus good job

Dedicate for The Honorable Almighty Allah, my beloved Parent,
Gambar io “Peri – peri  Kesepian” kelas 3 @SMA

And my buddies

“Sang Masochist Sejati”
Semua orang bilang, aku ini aneh, Gila, berlebihan
Tidak benar, aku sang masochist?
Suka disiksa, maka itu aku cinta akan masalah…
Setiap batu terinjak kakiku bagai castanets di gendang telingaku
Seperti itulah yang kutangkap ! begitu pula driftwoods yang terkadang
Cemburu pada kami yang kemudian membuat spilled
Tersandung, dan terjatuh. Aku senang dengan hal – hal yang kebanyakan manusia normal jauhi. Memandang pohon dan berdiri di bawah maple tree atau mengamati hasil – hasil photo Rontgen padahal menjijikkan bagi kalian. Atau mungkin Blitz lamp photos yang sering kumainkan. Biarlah apa ocehmu, akakn kulalu. Toh, itu hanya akan habiskan air liurmu, bukan aku !
Sekarang giliranku ! jangan tanyakan pertanyaan retoris padaku. Jangan sekalipun kau arahkan! Kalau tetap saja kalian bersikeras hati, lebih baik aku mendekam dalam mansion home supaya aku menjadi vampire sekalian. Lebih buas, dingin, dan tak dikuasai oleh nalar layak kalian – kalian sang pecundang. Tahukah kalian, sebenarnya do’a seorang masochist cuma 1, wanna change the world, namun terkadang 3 kendala kutemui, ketakutanku maka aku bersembunyi di bawah selimut quilt, dua, kasmaran, ini yang mulai menggoyahkanku, dan terakhir no matter, dan apapun yang berbau low profile… inilah yang tersulit. Dan inilah maka jadinya aku sang masochist… sejati…
“Di antara Benci dan Takut”
Sakit ternyata berpura – pura baik
Mu’ak pula dengan semua yang ada
Ingin rasanya sekedar beritahu
Tapi takut kalau – kalau ada yang terluka
Tidak begini…
Terang, terus, terus terang
Ternyata cukup sulit. Butuh waktu
Namun itu terbatas
Ditakutkan banyak hati yang kan terluka, kecewa
Ketika tahu sekarang busuknya hatiku
Ku hanya bisa bilang “maaf” bodohnya
Tapi percuma ini bukan kimia !
Sebagai manusia biasa, ini hina lebih – lebih
Berusaha menjaga hati… jangan tambah dicerca
Butuh waktu pahami semua
Tak mudah untuk mengerti dan dimengerti
Ingin semua bahagia, tapi nyatanya…
Ingin semua senang, tapi sulitnya…
Ingin tak satupun kecewa, tapi malahnya…
Mungkin mudah mencairkan suasana, tapi hampa…
Malasnya, berpura – pura
Takut kalian makian benc i aku
Di sisi masihkah aku dibutuhkan ?
Karena aku tak punya apa – apa dan siapa – siapa lagi…
Tahulah… setiap kali kumerasa
Mendung selalu ada di bayang – bayangmu
Pantas, tak mengherankan semua sama memperlakukanku
Tapi kenapa kalian terus sakiti aku ?
(02 desember 09)
“We Don’t Say Goodbye”
Tuhan, buang rasaku.. kumohon
Lebih nyaman tanpa awang – awang
With all my own for you… akan kukubur
We don’t say goodbye… aku risih dengan ini
Itu tak baik…
            Aku, dia, kau tak ingintentu itu terjadi
Di pantai putih surga Nirvana itu impian kita…
Bermuara di sana, menyatukan rasa,
Namun itu tak kan terjadi
Karena sudah berakhir
Sekian lama bersamamu…
Kau selalu menyenangkan…
Tak seperti kini
Setiap kesempatan telah terbuang
Mampu terbaca dari setiap tatapan matamu
            Jangan menduga aku akan berbalik
            Aku ingin jadi sahabatmu di dua arah
            Perhatianmu berlebihan
            Hingga itu sempat membuatku tersipu
            Tapi kini tak lagi…
Jangan engkau pernah pergi
Itu tak mungkin kumaafkan
Yang kuinginkan kau jadi sahabatku
Semoga kau mengerti
Don’t say goodbye…
(22 juni 10)
“Rest in Peace”
I hope to you know that we’re here
to serve you…
bring your ideas… we’ll come it true
We make it easy to solve all of entegrated making communication
We tried to persuade one result for you
Your concept, to create
An excellent poositions for our kindness
Finishing is the art of making thing become more valuable aand the true artist is YOU…
If you take a rest
We’ll do the best
Working together with our planner
You as a good friend partner
Your satisfaction is our purpose
Success means countable
Progression giving the best
And
Go to win,
Trust from our planner…
(Dear Kris Wardhanu, Sr., In Memoriam 07 september 09)
“Bad Thing”
Aku benci ketika lampu padam
Aku benci ketika tv mati
Aku benci ketikahandphone tak terkendali
Aku benci ketika computer error…
            Aku paham semua bisa saja terjadi
            Tetapi kenapa harus begini
            Apa juga ada virus
            Antivirus pula !
Aku bertambah benci lagi
Ini disengajakan oleh kalian
Sang programmer busuk
Ini sungguh keterlaluan…
            Semua yang ada
            Serasa bad thing
            No more good thing
            Aku benci ini
Saya ingin ini berakhir
Atas nama hormat saya.
Bukan aku, melainkan saya
Sudah terlalu sopan, kan ?
            Oh, Tuhan, hal apa
            Yang akan Kau tunjukkan padaku
            Apa lagi ?
            Karena aku sudah tak jumpa
            Sekian lama !
“Pulihkan Aku Segera”
Kalau mau dipikir – pikir
Orang hidup itu…
Masalah…
Sudah berani hidup itu’
Mulai munculnya masalah
Kalau tak suka masalah
Tidur saja
Atau mati saja sekalian…
Sebenarnya…
Aku benci berkata begini
Tapi apa boleh buat
Lengkaplah sudah penderitaanku
Kau tahu dua orang wanita
Membekapku begitu dalam
Dalam wktu yang hampir bersamaan
Belum juga sembuh luka yang kubawa
Kupikir di sini akan kudapati ketenangan
Ternyata aku salah…
Harus kemana lagi aku sekarang
Bahkan aku nyaris tak bisa bernapas
Karenanya…
Yang 1 itu wanita yang melahirkan
Dan memberiku nama
Yang 1 rumahnya untukku bernaung sekarang ini…
Pulihkan aku, Tuhan!
(22 November 10)
“Mount Everest, Tunggu”
Aku butuh waktu, ma
Untuk mengunyah makan yang kau suap
Aku butuh waktu untuk menelan pil
Untuk mencermati tiap kata yang mama sodorkan
Aku memang tak secerdas yang kalian kira
Tapi aku yakin aku bisa hadapi ini
Semua sendiri pada akhirnya, freak out
Semua sendiri pada akhirnya, world within
Aku yakin dan optimistik, terminatory
Maka aku akan pasti bisa…
Aku akan memastikan ini untuk kalian
Bahkan Shiella jelas kini bukan yang biasa lagi
Aku masih banyak punya daya
Menerima jalanku yang gelap ini
Menyusuri jalaannku yang panjaang ini
Meski semua berliku dan bertikungan panjang
Tapi aku pasti bisa…
Hanya saja aku butuh dukungan, ma…
Untuk mendaki mount everest itu
Sesuai kehendakku…
Aku rasa Tuhan juga akan merestuinya
Setelah kau merestuiku pastinya…
Beri aku waktu untuk membaca koran otakku
Apa yang mesti aku lakuakn selanjutnya…
Apa yang aku suka…
Untuk melakukanapa yang aku cinta
Aku adalah milikku
Jadi seperti apapun jadinya… aku yang
Akan merubahnya… aku yakin…
“Kenapa Bukan Air atau Angin ?”
Januhku jadi jenuhmu
Senduku jadi sendumu
Hitamku jadi hitammu
Alangkah indah senyumku
Tapi bukan senyummu…
Yang indah sulit untuk dibagi
Namun yang hitam mudah
Aku pelit agaknya
Dalam hal ini
Begitukah ?
Oh, Tuhan
Cobaan apa yang Kau beri
Padaku saat ini ?
Lebih ringankah ?
Atau lebih berat ?
Aku ingin segera bebas
Namun itu menakutkan !
Sebab bebas harus mati
Nan semua akan over
Berakhir !
Hidup segan mati tak mau !
Begitukah ?
Aku tak ingin setengah – setengah !
Tapi bagaimana lagi ?
Haruskah aku bersikeras
Melawan takdirMu ?
Bukankah itu dilarang ?
Harusnya kita mengalir ?
Mengapa tak jadikan kita Air
Atau Angin ?
(22 September 10)
Carikan Pengganti”
Mengapa ku sulit membalik badan…
Harusnya kau bisa
Dan lekas ucapkan selamat tinggal
Mudah saja seharusnya
            Ternyata sulit, begitu dan terlalu sulit
Aku benci perpishan
Maka itu aku berhati – hati
Terhadap pertemanan
Di tiap pertemuan pasti
Selalu ada perpisahan
Seperti hidup
Akan ada saatnya mati
            Ketenangan yang ingin aku peroleh
            Bukan kecemasan dan ketegangan
Bisaakah kudapatkan ?
Aku menginginkannya…
Bila mereka harus pergi
Tolong carikan pengganti
Yang seperti mereka tentunya
Yang mampu mengerti hari – hari sepiku
            Agar kembali clear
Agar kembali berseri
Seperti hari kemarin
Ini pintaku, Tuhan
Tolong kabulkan do’aku ini
Aku yang sendiri
Jangan Kau sulitkan jalnku
Maka ku akan mengingatMu
Shiella Fiolly Amanda Ohio
“Kurasakan Getar Nadimu”
Menitih langkah yang kian berat
Berlalu lalang untuk tetap terjaga
Hanya aku yang berusaha bertahan
Untuk apa kau merasa terganggu ?
Kau tak perlu marah atau emosi ?
            Apa kau menyukaiku ?
Ini yang pertama buatku
Kau bukan orang asing
Tapi tingkahmu serasa aneh sekarang
Ada yang berbeda…
Napasku berjalan menyusuri angin
Detak jantungku terasa lebih cepat dari biasa
Terengah – engah tapi masih tersadar berdiri
Jantungku rasanya mau lekas copot
Oh, perasaan apa ini ?
            Malam ini kau menarik tanganku
Untuk keluar dari arena pesta
Rasanya ganjal namun kurasakan tanganmu hangat
Panas rasanya
Bahkan getar nadi di tanganmu terasa…
Aku semakin bingung dibuatmu
Aku.. bingung dengan ini dan itu..
Menarik juga
Kau mendekatiku dengan cara yang berbeda
Aku bisa melihat ketulusan dari matamu
            Kenapa ?
Bagaimana bisa begini ?
Shock aku, kau pun juga terlibat
Kau mampu melepaskan penatku
Tapi kau lucu
Seringkali kau pergi begitu saja entah kemana
(25 september 10)
“Theoku, Kau !”
Terkadang piluku…
Membuatku teringat derita – deritaku
Masalah – masalah batinku dan sakitku…
Dan kau datang untuk itu,,,
Kau yang bangunkanku
Dari mipi burukku
Menenangkanku untuk kesekian kalinya
Dan aku pun luluh…
            Terus terang kaulah… !
Satu – satunya pengobat lukaku.. !
Yang baru kutemui
Darimana kau berasal ?
Kaulah Theoku,,,!
Bidadara bersayap
Yang dilepas dari angkasa
Untuk menjagaku…!
Malaikay yang diutus Tuhan
Untuk menghiburku..
Dalam pelukanmu aku tenang
Get Love to Me…
Theo, terimalah conffesionku !
Terimalah aku !
Untuk mengagumimu
Jangan acuhkan aku !
(25 September 10)
“Di Hadapku Serasa Jauh”
Merongrong rasa sesal yang ada di dalam hati
Melangkah dengan belum sungguh – sungguh
Namun tak ragu
Aku segan tapi kumampu
Untuk melihatmu meski hanya mengintip,,,
Segala tentangmu
Yang kuingat
Semuanya indah…
Meski berisi luka bakar
Karena orang itu kau…
Aku bingung kenapa harus kau ?
Apa ada yang memikirkanmu
Selain aku ?
Jujurlah padaku
Yang begitu bodoh dan polos… !
Aku mencoba membenci
Memandangi dan berusaha untuk melotot
Namun itu sulit
Dan aku benci ini
Tapi justru aku ingin memelukmu
Aku berlari menyusuri hutan sendu
Meminjam bahumu
Untuk menyembunyikan raut mukaku
Yang menangis merindukanmu’
Meski kau ada di depanku
Di hadapanku namun serasa jauh
Mendekapmu tak bisa memiliki
Yang bisa menatapmu yang memandangiku
Mengais darah yang menyatu ke ragamu…
Dan melepasnya tanda ku tak mampu meraihmu…
(26 September 10)
“Cinta Mu atau Ego Mu ?”
Katakanlah dengan sepenuh hati
Apa yang kau sukai…
Apa yang kau sukai adalah matahari
Jika kau tanya aku…
Engkaulah awabannya…
Tapi aku tetap bungkam
Takut kau mengerti dan akan
Mengerti maksud hatiku
Aku takut setelah kau tahu
Kau akan meninggalkanmu…
Aku tak ingin itu terjadi
Kukepalkan tanganku saat itu
Kau pun pergi sebelum berpamitan denganku
Lain halnya
Sekarang aku yang pergi…
Akankah kau akan menahanku…
Nampaknya tidak akan
Tapi kau menahanku
Memegangi jemariku
Rapat – rapat mencegahku pergi
Tapi maaf aku tak dapat tinggal
Meski mencintaimu..
Ini masa depanku
Pergi ke suatu negeri
bila bisa itulah denganmu
Tapi itu kemungkinan kecil
Semua kerabat – kerabatmu ada di sini
Begitupun dengan kau dibesarkan
Sekarang mana yang kau pilih
Cita-cinta atau Egomu ? hanya boleh memilih 1
(26 September 10)
“Lentera Hidupku”
Bingung aku jadinya
Aku berperang dengan suara hatiku yang bergemuruh
Membela rasa perasaanku yang kuat
Membuncah dan hendak mati
Aku mencintai seseorang yang tak kukenal
Siapakah dia
Hingga mampu membangkitkanku
Dari segala mimpi buruk di masa silam
Aku gembira
Tapi di lain sisi aku bersedih
Tak ada lagi tambatan hati
Hanya aku dan kau di hatiku
Aku inginkan cinta suci
Tanpa ada dusta, cela, dan noda
Kabulkanlah do’aku  ini, Tuhan…
Aku mencintainya…
Tak perlulah aku ungkapkan rasaku itu
Cukup aku yang tahu
Akan kukurung rapat – rapat dalam hatiku
Dan memendamnya dalam samudra biru
Kau as a star yang tercerah
Menerangi malam kelamku
Yang melenterai jalanku yang sunyi
Yang menggandengku menelusuri sepi
Yang membopongku melewati duri
Kau yang kucintai
Berhentilah berdiam diri
Kelak jika kau tahu
Kau bisa dekatiku
Dengan caramu…
(29 September 10)
“Terimakasih”
Tiada kata yang mampu terucap
Jikalau itu bukan untukmu
Sekarang aku mengerti
Meski dahulu aku memang sedikit bodoh
Aku tengah mengerti bagaimana aku
Sekarang… berbeda
Engku mulai menaruh suka padaku
Meski di awal kukira hanya sebatas teman
Hemm…
Terimakasih atas bimbingannya
Engkaulah yang terbaik
Aku nomor 2 namun cukup senang…
Aku tahu sekarang,,, aku boleh suka
Mumpung kau yang menginginkannya
Terimakasih telah bersikap apa adanya
Aku pun sudah mulai mengerti sekarang…
Dalam lubuk hatiku terdalam
Tiada lain selain kau saat itu
Dan kau pun bisa merasakannya
Aku yakini…
Aku akan buktikan
Betapa aku bersungguh – sungguh
Tentang perasaanku
Bagaimana ini.. itu…
Aku ingin memelukmu saat itu
Sekuat tanganku mampu
Hingga pergelangan tanganku sakit
Dan bahumu lungsur !
(29 October 10)

Gambar io smt. 1 @College “Elektromagnetik”

Gambar io kelas 3 @SMP “Jambore Nasional”

Gambar io kelas 3 @SMP “Me in Truely”

“Tom Telah Hidup”

Dari semua yang aku tahu
Tak kutahui 1 hal “hatimu”
Dari semua yang melaju
Tak kulihat gerak “diammu”
Dari semua yang bernanung
Tak kulihat 1 “jelmamu”
Dan itu kaku…
Aku ada di hadapmu
Tapi seakan – akan kau tak pernah melihatku
Apa aku patung bagimu ?
Lantas aku termasuk patung yang mana ?
Kalau kau… tentu masih Tomku
Tapi itulah aku, tak tahu siapa aku…
Tomku, yang hidup dalam nyata
Angel dunia khayalku yang bereinkarnasi
Kaulah itu dan aku suka
Membersihkan kotoranmu dari terpaan angin berdebu
Tapi aku sudi
Dan setulus hati
Aku lebih suka kau bernyawa
Atraktif dan bercahaya
Serta bermartabat
Dan yang penting aku suka
Terimakasih telah berkenan
Menjadi pembimbing selugu aku…
(30 October 10)
“My King (Bee)…”
Suatu hari yang tak kuduga
Seorang pria yang datang dari kembara
Menghampiriku tanpa sua
Dahulu… mengajakku dengan 1 kata
“Ayo”…
Aku hanya terpana
Atas sesempurnanya dia dicipta
Tanpa melihat statusnya…
Wajahnya… wataknya…
Asalnya…
Semuanya…
Tapi aku tetap suka…
Entah apa…
Dia mengajakku lembut
Penuh tanya dari bibirnya
Kesopanannya yang menarikku jauh
Lebih dalam ke hatinya…
Dia merumuni sebagian jantungku
Nadiku larut dalam irama detak jantungnya
Sepi… berirama…
Hanya…
Ya…
Aku juga suka dia
Semoga bertahan selamanya…
(18 Januari 10)
“Khayangan Mematikan”
Terperosok ke lubang curam itu seru…
Terperanjat terjaga dari negeri surga Neraka
Tak ada yang lebih menyenangkan…
Dimana Angel menjadi Akuma…
Dan Iblis justru menjadi para Elf…
Ini mimpi…? BUKAN!!
Ini fact dan exactly true
Surga, demo penuh nista dan luka
Tiada neraka melebihi Cinta
Abadi yang lebih tera
Lentera menuju setiap tepi di sudut jalan
Ke neraka… surga
Labirin hanya rumah kaca tanpa jalan keluar
Yang bertebaran tiada kata
Moonie myrtle di sanubari unsmile..
Maka aku pilih ke nagari surga
Kediaman para sahabat dan cinta yang terlupa
Meluapkan perasaan yang mati kubawa
Jera untuk derita karena luka memendam pilu
Dan rona wajah familiar di hadapan kini,,
Beruntung, bukan di surga fana
Temp[at berpenghuni dingin
Putih pasi tanpa ekspresi
Apalagi rasa, cinta, suka, bahagia…
Semoga tak seindah di dunia cerita
Semua tak sama, berlawanan
Oleh racun y ang memangsa hati
Untuk lebih memilih mati dan cjnta…
(18 Februari 11)



Gambar io kelas 3 @SMA “Lapangan Basket”
 “I Could…”
I’ll stand by you forever
I just wanna hold you
O yeah… i want to be
I’ll be your hero, babe…
You can take my breath
Now.. stand by you forever
You can take my breath away
You can pick my existance
Now i see..
You love me
So i left for you…
I feel so love a fall
I can know you complete me
So i live a fall
Someone beautiful face
Come to support me
When think you i have
I can helped break down
I cry… to tell me
And i don’t want to let you go
Forever you fun me
To make me fall in love
Someone i see
That you loved me
(22 juni 10)
“2 Pilihanku…”
Kalau saja harus ada yang
Ku pilih di dunia ini
Hanya ada 2 pilihan yang kuambil
Pertama, dia ibuku…
Seburuk apapun dia
Aku adalah milik sahnya
Aku tak mungkin bisa menghakiminya
Seburuk limbah di rawa dusta pun..
Kedua, dia adalah orang yang kucinta
Sebab dialah sumber hidupku
Inspirasiku untuk ini semua
Dedikasi terbesarku yangg tersirat
Kalaulah bisa aku pilih semua
Namun apakah akan ada
Karena hidup itu pilihan
Tanpa mereka
Tak mungkin aku masih hidup
Seperti ini
Aku pasti akan cepat mati
Bagai rumput yang gagal bertahan
Di musim kemarau
Meskipun masih berakar…
Sungguh tragis…
Aku akan menjaganya, Tuhsn !
(22 oktober 09)
“Hero Jiwa yang Haus”
Kau tahu sebenarnya aku benci menulis
Tapi mau apalagi
Hanya kertaslah dan bollpoint sahabatku
Sebab hanya kepada kalian
Aku bebas mengungkapkan seluruh isi di kepalaku
Kalaupun ada alternatif lain
Senang saja aku akan tetap memilih kalian
Kalian adalah teman setiaku
Sejak aku berumur 8 tahun
Aku bukan tipe gadis yang mudah berucap mesra
Ataupun bermanja dengan curahan hatinya
Aku penuh tanda tanya dalam jiwa
Meski ragaku selalu sama dengan tingkahku
Namun aku berbeda…
Apa kalian benar – benar menganalku ?
Aku rasa tidak!
Kalian tidak mengerti dalamku !
Dari cover aku tampak buruk !
Bahkan mungkin hatiku !
Tapi aku tak sebusuk yang kalian bayangkan
Bagi aku akulah hero jiwaku yang haus
“Muak, tapi Tahan…”
Menapaki tanah yang kuinjak selalu
Memancing harapan yang selalu timbul tenggelam
Mereka – reka apa yang akan terjadi
Untuk selanjtnya dan nanti
Angan – angan dan jiwa yang pergi
Hampir bersamaan
Menghilangnya
Datang tanpa permisi begitu pula saat pulang
Andai ada teka – teki dalam hidup ini
Yang bisa aku pecahkan
Tak mungkin pula aku
Akan sepusing dan sebimbang ini
Semua yang kuselami
Impian yang jauh dan harapan yang kandas
Kau patahkan dengan menguji iriku
Aku benci tapi rindu semua ini
Aku patah hati karena kalian
Yang selalu dapat perhatian lebih
Jangankan itu
Mendengar nama kalian disebut itu membuatku
“MUAK”
“Sebegitukan Benci Kau Padaku ?”
Kenapa kau mengusirku
Mengusir aku untuk angka kaki dari kehidupanmu
Ini begitu sepi
Malam ini aku tak pernah tahu
Harus pergi kemana lagi aku, ha!
Katamu kau akan menjagaku !
Katamu aku boleh menyukaimu !
Tapi kenapa kau mengusirku
Giliran aku sudah merasa mencintaimu
Kenapa kau menghukumnya…!
Kakakku pernah bilang
Jangan pergi kemana – mana. Berbahaya
Apa maksudnya semua itu ?
Sebegitukah kau membenciku ?
Apa salahku ?
Masalah ini.. itu.. sekian banyak
Aku pun tak paham
Itu bukan sepenuhnya salahku
Itu kesalahan orang tua kita…
Apa kau masih belum bisa memaafkanku ?
Kau, kumohon bicaralah…
Sampai kapan aku harus memendam rasa ini ?
Haruskah aku bersumpah
Jika aku benar – benar tak merencanakan semua ini..
Aku begitu menyukaimu, bodoh!
(25 september 10)
“Engkaulah sang Surya”
Dengarkan aku baik – baik
Karena aku tak akan mengucapkannya
2 kali
Itulah kata terindah yang pernah kudengar     
Sepanjang hidupku… 
Kau yang bilang dengan mulutmu
Sendiri
Aku tak menyangkanya…!
Aku akan menyimpannya
Sampai akhir hayatku, dengar !
“Aku menyayangimu…”
Aku hanya bisa menangis saat itu…
Di pelukan kakak
Yang bisa kurasa hangatnya
Aku terharu puli, bingung, malu, sendu…
Tapi ku senang…
Aku pun juga, tahu
Aku pun juga menyukaimu…
Bahkan ketika kau memaksaku
Untuk melupakanmu…
Aku hanya bisa menangis tertahan
Kau sosok yang tegar
Yang selalu melindungiku…
Untuk itu aku menyukaimu
Melihatmu, aku memjadi lupa masalahku
Memandangimu, aku hilang sakitmu
Memanggil namamu, aku lupa deritaku…
Dan memelukmu, kembali dayaku…
(25 september 10)
“Haliem Perdana”
Akhir – akhir ini aku sering mengigau
Mengigaukan namamu
Kau yang sedari awal membenciku
Namun berbeda akhir baru – baru ini..
Kau tahu,, kakakku mengompres dahiku
Dikala dia tahu jikala aku sakit
Memeluk pundakku ketika
Kumendengar ibuku telah tiada…
Tersenyum padaku ketika aku coba menghiburnya
Membalas pelukanku ketika malam itu
Aku mencoba memberinya selamat ulang tahun
Dia bilang, “hari ini kau sangat berguna”
Aku suka dia mengatakan itu
Ini pertama kali dia menganggapku penyelamat
Aku harus sedikit lebih bekerja keras demi mempertahankan ini semua
Aku tak boleh mengganggumu..
Aku telah berjanji akan mengganggumu
Jangan menggangguku… acuhkan aku,,
Jangan pedulikan aku
Aku hanya berusaha bertahan
Tapi kau selalu melihatku
Dan kau bilang aku selalu membuatmu marah
Karena aku begitu bodoh
Dan berani menerima hal pertama darimu…
(26 september 10)
“Masih Berpihak Padamu..”
Dalam belenggu jiwaku yang rapuh teramat dalam
Dalam rasa hancur gemlegar bunyi jantungku yang meletup
Dalam seranai kawan hati yang bergemuruh padam
Dan dalam serangkaian kata manis yang kauucap
Sendu membayangi kehidupanku
Kebencianku tentang dirimu
Yang tak segera sadari bila itu aku
Yang malah menyakitiku dengan pedangmu…
Kau sapu hatiku dengan ucap kasarmu
Kau buang aku lewat tingkah nakalmu
Kau pendam aku dengan hamburan nafasmu
Dan kau timpal aku dengan tiupan bualmu,,,
Andai kau mengerti…
Sinyal itu bersumber dari aku
Akankah kau berubah..
Menyayangi dan mencintaiku…?
Buta, membabi buta sikapmu !
Tuli! Menutup telinga kau kenai hatiku !
Jauh.. menyusuri tiap lapis hatiku yang sakit
Tercabik – cabik karena kau lukai…
Cinta.. cipta.. cita – cita
Antara kita dan aku..
Kau mengenal rasaku kini…
Kau belum terlambat
Ungkapkanlah rasamu..
Semburkan rasa pndam dan rahasiamu
Maka ku akan tahu
Rasaku berpihak padamu..
(29 september 10)
“That’s You…”
Why everyone could get their right,
While me not ?
Why everyone could get their free
While i’m not ?
Why you all so evil and indeal for me?
While i’m just standing here
Alone without a friend,
Without a love, lonely girl..
Be damn or be winner ?
I’ll be a winner ? and ruler ?
But it’s just a dream
And dream will not be can true
I hate with you all
It cause by you all
I hate you all
While i am here alone
Without a friend deal and agree
With my argue
I will hate my clue
I will have legs to my walk off
I will be an editor in my life
Except… like you. I hate you so,..
I hate a mischievous one…
And, that’s you…
(30 september 10)
“Andaikan, Akankah,,,?”
Andai tanganku memiliki panjang
2x panjang tangan manusia biasa..
Akankah tanganmu menjabat tanganku
Berdamai…
Andaikan kakiku memiliki panjang
2x panjang kaki manusia biasa
Akankah kau menginjakkan kaki
Di kediamanku,,,
Andaikan mataku setajam mata hebat
Akankah kau tunduk padaku
Andaikan aku super
Akankah kau menujuku?
Aku hina di mata kalian
Entah mengapa
Entah mengapa
Selalu mengalami hal ini
Selalu saja salah…
Begitu… kalian kupu – kupuku
Tapi bagi kalian aku kutu
Bagiku kalian madu
Tapi, bagimu, aku getah
Kenapa, sebegitukah hina?
Celanya, aku !
Hingga kalian tak mau melihatku!
Aku juga sama dengan kalian.. bernyawa,,,
(30 september 10)
“Nodded”
I don’t know what’s on your mind
And a few other things
Smiled again
I have been working now
Stared his back and deepen his frown
He entered without knocking on the door and looked around
I turned to him and raised my eyebrows…
Smirked and walked closer to him,…
(01 Mei 11)

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in optimalize ^6^ and... Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s