Symptoms of everything Never Begin A Story (part 3)


Symptoms of everything
Never Begin A Story (part 3)

Apa menurut kalian ceritaku akan berhenti sampai di sini ? di gerak jalan dan pameran lukisku ? Tidak. Kalian salah besar kalau berpikir layak itu. Justru di sinilah timbul dan mulai muncul gejal – gejala dari DD Code. Omong – omong tentang the symptoms of everything, sudah dua hari ini aku mengikuti glady kotor di lapangan untuk pawai karnaval dalam perayaan agustus. Ya, masih sama dalam peringatan suasana the 64th Independent Day of Indonesian Republic. Rasanya dunia makin kecil saja. Atau kami saja, ya, yang makin bertambah besar. Sebab tak kurang – kurang saja frekuensi bertemuku dengan Voldemort dan Tom Riddle macam Damos itu. Tak dapat ku elakkan memang kalau setiap hariku memang harus bertemu dengan dirinya. Kenyang – kenyang dan tambah mual mengganjal dalam perutku yang masih rata ini. Mungkin untuk lebih pasnya kita namai saja dia, Damon, Demon. “Iblis”. Tapi mana mungkin sobatku, Army rela aku sejahat itu pada kawannya ? Ah, salah sendiri kenapa dia musti ada saat dimana saja aku berada. Banyak sahabat – sahabatku yang bilang kalau kami ini sejalan dan pasangan yang cocok. Dan yang paling repot dan heboh lagi saat dia yang mendadak mampu menjelma sebagai sosok heroic dalam storyku. Mana mungkin dia yang begitu menjemukan dapat berubah secepat itu menjadi sosok yang tak biasa dan begitu istimewa. Tapi kata pskiaterku yang pernah kukonsultasikan seputar Dam itu memang justru terkadang orang yang paling kita benci menjadi sosok yang paling kita dambakan secara karena setiap waktu hanya mereka yang terpikir oleh kita. Jadi mereka justru yang paling biasa itu mampu menjadi sesuatu yang terunik, ternaif, dan bahkan teristimewa. Sudah seharusnya kita tak boleh saling membenci, apalagi mencerca. Sebab benci yang tak beralasan atau no reasonable itu dapat menjadi move or turn into kasih atau rasa suka. Idih, atut … ! Persis seperti apa yang kami alami. Sebab dia juga bersama Vicky yang menolongku dalam kecelakaan waktu itu. Bagaimanapun aku harus berterimakasih pada mereka berdua. Aku berhutang budi pada keduanya.
Ini hari terakhirku glady kotor. Besok dua hari lagi tepatnya sudah glady bersih. Ini hari Sabtu, harusnya dimana – mana orang tak boleh memforsir kerja seseorang di hari weekend kalau ingin hasil kerja kami maksimal. Begitu, kan, lebih baik ? ini membuatku tambah beban saja, masa panas – panas begini tanpa topi kami masih disuruh latihan berbaris. Seperti BB saja, Barisan Bebek, kalau anak SMP berkata. Kurangajar sekali, ya, mereka ! Masih untung kalian itu aku anggap sebagai adik lelasku. Sehingga aku masih mau memberikan appreciate dan respect yang mendalam pada kalian, kalau tidak, ah, pasti sudah kujadikan sandal jepit atau sambal goreng kalian. Maka berhati – hatilah kalau kalian ingin selamat dari orang yang berjiwa petualang dan suka tantangan sepertiku ini. Sorang energic sepertiku sekali disalahi biasa enggan untuk memberikan maaf. Bukan bermaksud utuk menakut – nakuti tapi ini serius. Aku hanya berusaha untuk membagi pengalaman saja kog.
Sudah beberapa hari semenjak art exhibitionku Damos jarang sekali bertemu denganku lagi. Apalagi waktu itu kelasnya didiscualificate karena tak ada yang bersedia jadi duta kelasnya untuk menampilkan suatu persembahan musikalisai puisi. Salah sendiri kenapa tak datang, kan, sudah aku kirimi pesan. Dia saja yang munaf pura – pura tak mengerti apa maksud pesanku, jadilah kawan – kawannya yang terkena imbasnya. Aku mengerti benar sikapnya ini sungguh tak profesional, tapi tak perlulah ia perlihatkan kepada khalayak umum. Dasar Damos. Sagita memang cenderung pesimistic kalau sudah tak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Memang setelah aku putus kontak darinya, kami jarang bicara. Tapi kami tetap dapat bicara meski hanya dalam Cyber World. Internet lewat koneksi e-mail. Dia ternyata lumayan juga bahasa inggrisnya untuk ukuran orang Indonesia seperti ia. Tak cuma – cuma kami dianggap serasi oleh sebagian pengajar kami. Begini pesannya kepadaku. Baca, ya ! ~_~
Aku yang memulai. Lady’s first. “Don’t go anywhere, please stay with me here, just for a minutes !” I said him. He just can standing beside me_look at me inside, and try to decleare his feeling and his prejudice in past not far still about me. “Why if i go-and get away from you ? Will you cry in front of me ?” “May be-yes. I will go out, i wanna run away, may be i will scream and shout loudly. I said you should accompany me. Don’t let me alone here. In this empty room in a side the hole of the world. I will be dissapointed-of you ! These’re all because of you. You took a chance and learn to know me. May be it can make me satisfied. Let me cry in a full day !” “If i won’t see you, what will you do ?” “I don’t know. I just told you don’t care and share about them, but and whereas we are strongly neccesary. I know if you had been knew all, didn’t you, Dam ? Please say something !” “Okay, this time-i wanna proclaim and claim of you. You are so great. You can make me wonder, make me mad of you, make me to be crazy cause in my mind only you there, and you can fillin my empty room inside just with your smile. So, please listen me well. Leave me alone. Let me think myself so that i had decide a conclusion that you are really like a gentle like me.” “Okay, i will give you a chance, but not too long. Just a day ! i ask for still in today ! this night or this evening i’ll wait your reply, your answer, can’t you ?” I knew from his eyes, i am predictable and make sure if he still loves me and will always wait me here. And i hope so, without farewell. Cause farewell that was i fuck and hate and forbidden. Farewell to me was nonsent and nothing. I don’t know what will i do the next. If you were i am what about will you do then ? Will you come to him, and say everything if i had hit by his symptoms like that so that i was blind in love ? Is it enought, now ? I am be so confused. But i must be survive and can’t and won’t never refuse his existance from my side. That’s all and that’s why will i say. May be right if i’m too little not over him. And i knew he’d knew too about that, how’s his destiny, how’s his prejudice ? his mind, his curious, and his feeling also his insting of me ? OMG ! I think he is always gonna be my true love, my endless love, my harbour of love, my spy of love, my enemy of love, my love knight in heaven. Because you had situated and built in my heart. I know it was difficult i guess, but i just wanna try to be best for you and for me. Thankful for you to everything that you given to me, during this time can tought all the time beside you are my boy, my best one. My best friend. Shaking your heart, isn’t that ?
Sejak hari itu tanpa kami sadari, aku-seorang Derish tak mampu lagi nampaknya menutupi rasa gundah hatiku yang kian menuju puncak dari Beverly Hill, Eiffel Tower, hingga Mount Everest itu. Damos, yang sudah terpatri dalam – dalam lubuk hatiku. Dia, satu nama yang telah mampu Shaking my heart to listen his a deep heart so that i can heard the voice surround, around. Terimakasih Tuhan, inikah enlightment dari semuanya ?
Hari ini Tuesday, August 18th 2009, kami satu team dalam paskibraka yang sangat bangga, terutama aku yang masih mempunyai keturunan dari negeri seberang, negeri ginseng dapat merasakan apa yang tengah menambat hatiku dalam berkibarnya sang Saka Merah Putih yang tengah kujunjung tinggi – tinggi ini. I’m so proud. With proud can present to you all that i can hold my nation flag. Red and White. Rasanya lagipula sudah tak asing dan mengganjal lagi dari kami berdua. Kami serasa sudah sehati saja. Tapi apa ? Mana bisa hatiku dibelah untuk hatinya ? Maksudku bukan itu hanya saja kami itu hampir sejalan. Berjalan berdampingan meski terpisah jarak kurang lebih 3 jengkal adanya. Dam – Dam. Rupanya kau tipe yang sabar juga, ya, seperti guess of my mommy. Benar juga kalau sebagai anak wajib dan kudu mendengarkan nasehat ortu karena nasehat mereka tak pernah meleset. Promosi. Aku saja Derish Shary mampu merasakan apa yang tengah terjadi pada bundaku semenjak itu.
Tapi kali ini da yang masih sama ceritanya. Aku sudah pulang dari persiapan pawai karnavalku tadi. Aku sudah sampai di kediaman pak Tabrani, guruku. Untuk sekedar mengambil tas samping dan foto albumku dalam galeri hp yang sudah hampir penuh karena hampir di setiap jalan Dam yang meminjam ponselku potret sana – sini. Pi, kenapa fotonya terpampang juga, ya, di hpku ? Dia berpose so innocent, wajah tak berdosanya yang ambil take dari atas, sehingga menambah jenjang dan semampai saja dianya. Bolu memang dirinya itu. Bocah lucu. Pulang ini ku langsung plan bersembahyang Maghrib dengan menjamak akhir shalat Dzuhur dan Ashar yang jelas aku jadi iman adik kelasku, Luza. Ia nan anggun dan menawan dengan kerudung hitam dan pakaian serba atas bawahan putih – putih itu. Aku saja yang berperan sebagai wanita biasa di sini dapat merasakan betapa anggunnya dia hari itu, bagaimana yang peran cowok ? Apakah mungkin mereka langsung pada klepek – klepek dan ambruk dibuatnya ? Tapiiiiiiii … maaf saja, ya, bagi yang cowok – cowok daftar tunggunya sudah habis, sebab dia sudah punya gebetan di kelas XI yang juga ikutan dalam kepengurusan OSIS masa bhakti tahun ini, Irgy Grem. Lumayan tampan, sich, tapi tetap saja tak cocok denganku. Sebab ia tak setinggi ku, apalagi Dammm … ! ~_’
Malam ini kami sama – sama buru – buru. Sudah tak terpikir olehku bagimana nasib para sobat – sobatku. Boro – boro ! Nasibku saja serasa sudah bagai telur di ujung tanduk. Lalu bagaimana nasib Dam, Grem kemudian Zilwi, Lary dan Whena yang juga ikut dalam pawai karnaval sebagai dancer modern layak bricker dance. Mereka juga berias cantik nan molek. Tapi awas – awas saja jangan sampai dirimu melontarkan kata Molek di hadapan Wardha sebab pasalnya dia pernah punya kenangan buruk dengan anak manusia yang bernama Molegia itu. Perebut paacarnya. Yang ada Wardha sendiri yang bilang kalau Molegia itu “Molegila.” Dan ada yang bakal lebih seru lagi andai saja satu sahabat karibku ini ada, Ribifana. Fana atau Ribi ini memang suka bercanda atau bercerita seputar pengalaman cintanya kepadaku. Dia itu manis, berkerudung. Orangnya mungil, cantik, namun asyik juga. Dia juga sempat ikut Takmir juga, lho ! Kalau aku meski baru kali kelas XI yang masih butuh banyak bimbingan karena muallaf ini seru juga menurutku. Aku ikut Syiar, lo ! Sejenis dakwah katanya !
Wah, banyak juga, ya, sahabat SMA-ku ! Itu belum seberapa jika dibandingkan dengan sobat satu organisasi denganku. Belum kuceritakan semuanya, kan ? Ada si Obor Kecilku, yaitu Daisy si bunga mentari inggris ini. Namanya itu ternyata berasal dari bahasa Amerika kuno, lho ! Ia begitu menggemari cerbungku, pasalnya punyaku romannya dan parodi serta komedinya berhasil. Lucky girl dung. Semoga dapat to be come true in wonderful life asalkan tidak oh, still feel young terus saja, tak apa, kok ! Ya, ketagihan maksudnya ! No Addict ! hehehe …
Maghrib itu juga aku yang dibonceng oleh Luza yang bagai shield atau perisai sebab kulitya yang putih dan parasynya yang nmanis manja itu. Dia yang putih merona itu ibarat di sekual Harry Potter sebagi mantra Lumos Maxima atau Expectopatronum yang dua – duanya berada dalam lingkaran Patronus Magic, charm, atau Spell “mantra” Gila dahsyat sekali memancarnya ! Ia yang mulanya ingin sekai keluar Ngawi untuk cari angin dan makan di luar, tapi di antara kami tak ada yang hafal area – areanya. Akhirnya ku minta pulang saja, memang mau apa lagi aku ? Awalnya aku ingin diturunkan di dekat Plaza tapi karena hari sudah kurasa gelap aku putuskan untuk turun Jrubong saja. Aku yang berkali – kali sms my parent yang tak kunjung mendapatkan reply yang memuaskan dari beliau berdua di Ngrambe. Akhirnya kami tak terpikir untuk makan sama sekali. Tak enak sudah kenyang karena makan angin. Rasanya kali ini sudah bernafsu sekali kakiku yang hendak cepat – cepat pulang ke rumah. Bertemu bunda, ya, itu kalau sedang senang begini. Kalu sedih aku biasa mengadu selain Tuhan, ya, kepada Trisya, Ribifana, Akita, Whena, kalau yang sobat cowok bisa kepada Obelix, Asbar, Efron, Feow, Efdos, dan Agas juga Dew. Dan aku baru tahu setelah dek Luza tancap gas dan mulai menghentikan motornya di lokasi sekitar Jrubong itu, kemudian menurunkan aku yang seorang diri, bahwa astrologyku yang berelemen tanah ini yang berarti pusat dari segalanya, the centre of circle, yang bersifat netralis, serta dengan Damos Dyeko yang belemenkan udara yang mudah dan sangat mudah terombang – ambing dan terbawa arus serta melayang – layang di atas litosfer. Tapi mana ada aku pikir kecocokan di antara kami berdua ? Rupanya justru banyak sekali sehingga tak mungkin pula akan ku sebutkan satu per satu, kan ? Bisa tonjor atau jontor mulut tweetyku ini. Ini gila tapi makin nyata adanya. So strangers. And unforgetable the appearance. Please go to hell, my desire ! and my demand of love. I won’t have you. You’re useless for me. Hopeless. Tapi sukar dihilangkan. Ku harap when you’ve gone everything it’s gonna be alright ! but nonsent ! because love someone or somebody in someday is nothing, just to be loved by someone did you loved and do childish, tomboyish like me was everything in life. Life that’s like a jungle. That’s my private. And that was what best friend are for ! Ribifana, Akita, Trisya, Whena, Efron, Zilwi, Asbar, Obelix, bahkan Dam dan Dew yang selalu berusaha menjagaku.
Malam itu satu jam kemudian, Asbar datang menjemputku. Nampaknya dia tahu pula kalau aku belum sampai di rumah malam itu. Dibonceng dia, seru juga. Kami sharing masalah – masalah terbaru kami, masa – masa kecelakaan yang sering menimpa kami, masa – masa sulit kami, hingga pada tawanan hati kami, yang jelas kami tak munaf, meski dulu dia pernah juga mengagumiku sebagai sosok yang berbeda. Aku salut pada sikapnya yang kesatria. Termasuk pula Dam, sobatnya juga yang tengah masuk dalam pembahasan kami, bagiman masing – masing dari kami kenal, hingga saling ada chemistry. Dia juga bercerit sahabat wanitanya di SMP dulu, Rada. Bahkan dia pun bilang kalau mereka, ia dan Dam itu sama – sama pecinta wanita, hingga suatu saat dia disuruh memilih antara gebetan dan tambatan hatinya dan keduanya memilih untuk ijo lumut saja. Katanya ikatan jomblo yang lucu dan imut. Neh, kan ? mengapa mereka itu selalu membuatku tak tenang di sampingnya ! Quequelah dalam daftar playlistku. Be quite. Aku pun sampai di rumah naik ojek, karena bundaku berlawanan arah dengan area yang aku minta. Bagaiman bisa bundaku lewat stasiun Walikukun di Widodaren sana, kan Jauh dari JGRG. Segar juga sehabis bersepeda motor, pikiranku bisa kembali bling – bling – slik ! ini membuatku kangen pada ke5 sobatku di Surabaya ! Kami mempunya julukan 6 Gangster Youngest. I love trek motor ! Derish Shary ! Symptoms of Everything fights in my heart tought muscle and red blood.

F!ow . .😉
St
August 21, 2009

BIODATA PENULIS

NAMA : SHIELLA FIOLLY AMANDA SILAEN
TTL : surabaya, 25 desember 1992
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 NGAWI
JL. A. YANI 45 NGAWI TELP/FAX. (0351) 749089
NGAWI KODE POS : 63200
ALAMAT : JL. MAWAR O5 BARAT PASAR NGRAMBE
NGRAMBE-NGAWI-JATIM
KODE POS : 63263
E-MAIL : obstinate_shiella@yahoo.com
BLOG : http://www.obstinyfio.blogspot.com
No hp : 085790200792
No rek. Waryanto, BRI cab. Ngawi
0057.01.023808.50.9 (0057 ngawi)
*NB. Data dari Kartu Pelajar sudah termasuk dalam text.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s