SUDAH JADI PILIHAN HIDUP, AKU UNTUK MEREKA


SUDAH JADI PILIHAN HIDUP, AKU UNTUK MEREKA

“Sabar saja,” begitu jawaban Pak Prapto saat ditanya tentang sikap menghadapi anak – anak didiknya yang istimewa. Tak banyak yang dapat kita ketahui tentang sosok dari pak Prap, panggilan akrab Suprapto.Dalam kesehariannya, selain sebagai pengajar di Yayasan Panti Pendidikan Luar Biasa (YPPLB) Ngawi, Pak Prap aktif sebagai perintis / pemrakarsa awa berdirinya SLB YPPLB untuk kali pertamanya di kota Ngawi. Dari sini kita bisa dapatkan informasi bahwa Pak Supraptolah bapaknya SLB Ngawi. Sungguh, sebuah prestasi yang mengbanggakan ditorehkan oleh lelaki kelahiran Sine lima puluh delapan tahun silam. “Sudah jadi pilihan hidup saja,” kata beliau mengenai motif yang melatarbelakangi Suprapto, mengabdi di SLB. Niatan itu sudah terpatri jauh hari, sewaktu dirinya bersekolah di SD Kuniran Sine, tahun 1965. Mimpi yang selama ini menjadi momok bagi dirinya, kini sudah terwujud dengan berdiri kokoh bangunan sekolah di Jl. Trunojoyo no.236 Ngawi. Betapa tidak, perjuanagn untuk mencpaii itu semua tidak mudah. Ada saja kerikil – kerikil yang menghalangi Suprapto meluruskan niat baikknya tersebut. Seperti sewaktu SMP di Panti Pamardhi Siwi (PPS) Ngrambe, ia berjalan kaki dari Sine ke Ngrambe pulang pergi selama tiga tahun dilakoni, itu sudah barang umum dilakoninya. Meskipun latar belakang keluarga sebagai buruh tani, bapak Sudiryo (Bapak Suprapto) mendukung penuh Suprapto untuk sekolah setinggi mungkin. Pun dari ke-6 saudaranya tidak memilih jalan untuk bersekolah ke tingkat lanjut seperti yang Suprapto lakukan. Suprapto tidak main – mian, sehabis menamatkan sekolah Penidikan Guru atau SPG Ngawi tahun 1971, ia masuk ke bangku kuliah mengambil jurusan yang tak jauh dari dirinya, yakni Pendidikan Luar Biasa atau PLB di SGPLB Surabaya selama 2 tahun sejak 1973.
Dibantu dengan almarhum Bapak Pairin (teman seperjuangan semasa kuliah), SLB C diresmikan oleh DPR tahun 1974 dan berganti nama menjadi SLB YPPLB B/C sampai sekarang ini. “SLB C dulu tidak seperti sekarang,” cerita Suprapto bahwa dulu di SLB hanya tersedia dua kelas saja, itu pun setingkat TK. Sampai akhirnya tahun 1978 mendapat anggaran dari pemerintah untuk renovasi pembangunan gedung SLB YPPLB. Bisa dipastikan untuk tenaga pengajarnya sendiri secara sukarela, tidak dibayar karena memang belum resmi. Dua kelas itupun yang dipakai yakni kelas B dan C kontrak tempat di Ronggowarsito Karang Tengah 4. Walhasil, Supraptolah turun tanggan langsung mengajar di SLB C tersebut. Kesibukan Suprapto tidak sampai di situ saja, beliau pernah menjadi guru honorer di SD Karangrejo 1 di Kendal pada tahun 1983. dua tahun kemudian Suprapto dimutasikan ke SD Margomulyo 2. Sulit memang, membagi waktu dan tenaga untuk mengajar, tetapi tidak di tahun 1986 sebab ada tambahan tenaga pengajar bantuan dari dinas pusat. Barulah di tahun 1995, Suprapto diangkat menjadi kepala sekoah SLB C Ngawi di bawah kepengurusan dinas sosial. Sekarang sudah ada sekolah Dasar, lanjutan Pertama dan lanjutan Atas di dua kelembagaan, yaitu SLB B untuk tuna rungu dan tuna wicara sedangkan SLB C untuk tuna grahita. Kalau dulu, banyak orang tua yang segan menyekolahkan anaknya di SLB sebab, pandangan asing dari masyarakat terhadap sekolah Luar Biasa. SLB C ini bermetamorfose menjadi lebih unggul, berkualitas, dan berkompeten, dapat dilihat dari spesifikasi sekarang dengan jumlah murid 160 orang. Ditambah pula dengan tenaga pengajar, lulusan khusus jurusan pendidikan Luar Biasa yang ada di IKIP Madiun, UNS, UNESA, UNY, dan lain – lain. dengan jumlah 27 pengajar. Pengajarnya sendiiri mengambil jrursan khusus pendidikan luar biasa (PLB SGPLB). Tercatat 75 % dari tenaga pengajar yang ada sudah PNS, hanya beberapa saja yang belum diangkat PNS.
Perjuangan Suprapto tidak berhenti sampai di sini, masih banyak yang ia perjuanagkan, terutama citra SLB YPPLB, di mata masayarakat. Dukungan Amini , istri Suprapto beserta ke tiga putranya adalah motivasi besar Suprapto, selaian motivator lain, seperti adanya dorongan kemanusiaan, maupun dari aspek religius Islam. Terlebih kebanggaan Suprapto terhadap ketiga putranya, kesemuanya menyandang gelar sarjana, diantaranya anak sulung Suprapto, “Nurwahid Budiman” lulusan akademi peternakan, anak kedua “Dwiaris Setiawan” Lulusan teknik Sipil, sedang yang bungsu “Riris” lulusan pendidikan Biologi yang sekarang di Huawe mengikuti suaminya. Besar harapan Suprapto terhadap tumbuh kembang SLB di kemudian hari. “Inginny adi setiap kecamatn untuk ada SLBnya”, begitu harap Suprapto saat kita tanyai. Tak banyak yang diharapkan Suprapto, selain pengabdian penuh yang kata Suprapto sebagai panggiln jiwa bagi mereka. tak lupa hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar, sebab apresiasi terhadap SLB dari dulu sampai sekarang masih sangat kurang. Anggapan sebelah mata kalau anaka sekolah luar biasa tidak lebih berpotensi dari anak normal lainnya. Hal itu dibantah keras oleh Suprapto, ia beranggapan bahwa memang ada spsialisasi khusus anatara keduanya, pastinyah pada fisik dan mental. Yang jelas – jelss membuat timpang. Suprapto sendiri tidak memarginalkan potensi juga prestasi dari murid – murid SLB YPPLB terhadap sekolah umum lainnya. ia sudah cukup bangga terhadap prestasi mereka selama ini, seperti pernah mengikuti porseni setiap tahun. juara umum lempar cakram PI setingkat Jawa Timur. dan aktif di berbagai lomba lari 100 meter, lompat jauh, tenis meja, dan lain – lain. mulai dari kabupaten sampai Provinsi. “Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di sini, dari melihaat kebiasaan mereka bertengkar setiap harinya, sampai perlakuan yang tidak menyenangkan, semisal memanggil saya “njangkar””, begitu jawab Suprapto tentang kenangan tak terlupakn yang ia alami diselingi guyonan ramah Suprapto.

Riwayat Narasumber :

Nama Lengkap : Kris Suprapto
TTL : Ngawi, 8 Juli 1942
Pendidikan :
SD Kuniran Sine tahun 1965
SMP PPS Ngrambe 1968
SPG Ngawi tahun 1971
SGPLB di Surabaya selama 2 tahun 1973
Karier :
Guru honorer di SD Karangrejo 1 Kendal
Guru SD Margomulyo 2 tahun 1983
Mutasi sebagai guru SLB tahun 1985
Kepala sekolah SLB C tahun 1995

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s