“My Best wasn’t Good Enought"


“My Best wasn’t Good Enought”

Once i really believed. There was nothing out there for
The lost and lonely. But a voice in my heart kept
Banging on my heart, say you’re not the one only one. now …
Don’t you call me baby, just don’t pretend you care
Save your sorry for yourself.
When Judas takes you, there, Yes …
I’s gone of you. We’re broke.
Nice ending.
I’m shy and he’s just angry
Similar with our destiny.
No one else known our feeling inside
Be better like this

GUILTY
Lebih baik kau langkahi mayatku 5x
Daripada kau buka embali pintu luka lamaku
Tak kunjung u setujui workaholicku segal
Padahal jika kau ulang janjimu pada kejora …

Sebelum ini bahagia, kau tak kan berani stop
1 permintaan hati per harinya
tahan, biar aku ke lapang
biar ini ras yang terus menderu untuk si dia

meski ini masih saling bertegur
ini Cuma ingin saling bersua dengannya …
berbicara sedikit banyak tentang biasa
dan berenti berpikir sejenak untuk hanya pedulikanmu

Dan sekarang ini pun tlah jelas
Stand by me, ini bicara pada dunia
Ini tlh tahu baasanmu setelah itu
Kalau ini tak demikian terhadpmu

Ini terimamu hanya tuk 1 kata dan rasa
Bangunlah, dari mimpi indahmu, SAYANG !
Coba hadapi kalau2 ini bukan cinta damba puja
Tapi I-B-A …
Easily Detect World_Production.
September 15th, 2009

bagaimana seandainya
Pernah tahu Pasang namun tak segera
Pernah tahu badai namun tak menerpa
Pernah tahu surau tapi tak menjaga
Pernah tahu hujan malah tak menyapa

Andai kata kau saksikan
Akankah kau sanksikan itu hal
Bagaimana dengan kita
Kita akan jadi apa

Jangan sedih tuk terdiam
Terdiam boleh sajalah asal tetap merenung
Apa sajalah … untuk memulai kembali
Rencana apakah selanjutnya yang patut

Petut untuk kita perjuangkan
Jangan seperti kapas putih
Yang hany tak kuasa bila terhembus, terhempas
Berantakanlah diriku dan dirimu jika perlu

Jangan seperti awan
Yang mau dan bisanya hanya ikut – ikutan
Berarak kian kemari
Namun tak pasti dan tiad artti

Untung saja ini hany bagaimana ‘
Bagaimana seandainya. Seandainya bagaimana
Bagaimana seandainya dan …
Bukan bagaiman seharusnya, selayaknya ….
( F!ǿw . . ; – )) September 15th, 2009 )

Emo~ome Ego~oge
Telah malas pula bibirku berkata
Menjumpai dan menandai sebuah makna
Kata jalang yang s’lalu terucap
Di balik sorot & sisi jahat dirimu

Sudah muak ku dengar kembali
Hati & jantung yang telah lama
Merintih sakit karena
Ulah nakal & kampunganmu itu

Tengah jera ku mengadu
Menengdah ke atas langit luas
Guna mengurangi perih lukaku
Aku capai, lelah, lemah, lunglai tiada daya serta upaya

Kecuali tetes 2 liter air mata
Yang telah kau bendung
Karena luapan amarahmu
Aku sakit, aku gila, aku luka, terpanah

Menginjak duri yang kau datangkan ke arahku
Sampai kau tumpahkan s’gala peluh
Dan keluh seiring dengn berhentinya syarafku
Ku harap kau tak pernah temui serpih sesal

Akibat tingkah liarmu
Karena aku Cuma semut bagimu
Cuma air liur yang tak henti menetes dari julur lidahmu
Aku Cuma seonggok sampah bau, hanya diam tak berkutik di hadapmu

Melihatmu kini yang
Menggigil dingin kejang kesakitan
Melawan & menahan perih pedih pahit dan getir
Oleh guratan daging dan kulitku yang lecet dari tajam pedangmu

Tak semudah itu
Aku sudah tahu
Bagaimana rasanya bicara tak didengar
Aku telah tahu rasanya
Melihat dan tak dihirau

Berjanji tak ditagih
Namun …
Cuma dilirik bak musuh
Yang sedang mengintip …

Bagaimana sebaiknya aku
Aku Cuma bisa bergeming dan bergumam
Berusaha menjaga hati yang kutahu
Bagaimana gemuruh tawa dan tahan tangisnya ?

Aku bingung, bosan, untuk sohib sepertiku
Yang berusaha mengubur lemah dan jeraku
Ku mohon jangan dekati aku lagi …
Jangan hampiri aku lagi …

Karena aku sedang ingin sendiri
Meratapi bisik bibir
Dari batinku ini …
“tak semudah itu”

( F!ǿw . . ; – )) August 30th, 2009 )

BERSELIMUTKAN SAJU
Pagi buta nan berembun pucat
Kudapati diriku yang telah lelah bersembunyi
Saling membelah diri memencar ke segala penjuru arah
Tak terlewatkan sebuah jalan berliku tajam

Seakan mampu mengiris, menggilas suara dentum jarum jam
Aku di bawah selimut bulu putihku
Yang masih hanya terpaku dan termangu
Menengok dan mematai sekeliling

Apa yang tengah terjadi di sini
Aku yang tak mampu melihat 1 bayang pun
1 shadow pun tidak
Sanggup merasa seni

Aku yang tak dapat mendengar getar nadi
Hanya belajar meredam emo dan menggetarkan naluri
Andai kau adalah aku
Andai kau bisa tempati sukmaku

Akankah kau selalu sedia jadi jelmaku yang baru
Tau tetap stagnan layak ini ?
Berdiri dalam balutan selimut salju putih
Yang masih menaungi raga dan jiwaku …

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s