Merekalah Bidal Nana


Merekalah Bidal Nana

Hari Senin ini tak ada bedanya dengan hari-hari Senin yang lain. Nana tetap saja masih sesibuk biasa, hanya dapat mencari kesibukan di rumah untuk segera menjelang sore hari dan menonton serial drama kesayangan Nana di tv. Selagi mencari-cari kesibukan di sela-sela waktu senggang Nana biasanya Nana isi dengan menjaga adik Nana. Sebab bundanya seorang penjahit, maka demi membantunya Nana menjaga adik Nana. Ia adik Nana yang paling kecil. Yozaq namanya. Adik laki-laki Nana ini baru berusia satu tahun lebih delapan bulan. Nanarang empat bulan lagi usianya menuju dua tahun. Api jangan salah kendati usianya paling muda namun ia paling aktif diantara kami kakak-kakaknya.
Berbeda lagi dengan adik Nana yang pertama, Nagisha, ia lebih suka kemanapun bersama ayah. Ya, layaknya perangko begitu bila tengah bersama ayah. Bisa-bisa ia seharian penuh bersama ayah Nana selalu. Biasanya siang hari layaknya hari ini ia i Nanat ayah Nana bekerja di percetakan. Namun kendati begitu, tetap lebih sulit menjaga adik Nana yana terkecil, Yozaq. Terang saja, ia belum dapat ditinggal kemana-mana. Termasuk ke kamar kecil sekali pun, Nana terpaksa harus menggendongnya dengan jarik, sejenis selendang tebal yang panjang. Yozaq ini masih harus selalu dipantau, diawasi begitu. Andai Nana ini tengah ada di tv show, mungkin pekerjaan Nana ini sama jenisnya dengan “Jean Pantau”. Yozaq tipe anak yang banyak tingkah. Kendati manis, terkadang Nana suka jengkel melihat ulahnya. Ia itu nakalnya minta ampun. Mungkin ada benarnya pula bila kata orang bawaan anak yang pintar itu tidak dapat diam dan sulit untuk diam. Soalnya, ini pengalaman pribadilah, Nana di masa kecil pula begitu lebih parah ! kata bundNana dulu Nana suka bermain kabel listrik dan memanjat-manjat. Dewasanya Nana pintar juga, hehehe… !!!
Bila kau tahu adik Nana yang pertama, mungkin benar kau akan lebih santai dalam menjaganya, namun lebih banyak jengkelnya begitu ! terang saja, ia itu tipe anak yang cengeng dan manja. Apa-apa mintanya selalu diladeni layaknya putri. Nana kan manusia bukan robot ! Maka wajar saja bila Nana capek dan berhenti sebentar saja demi menghirup sedikit oksigen dan menghela napas. Bila ia tahu Nana berhenti menyuapinya tau menggendongnya Nana dapat jadi sate tusuknya mungkin ! ia masih duduk di bang Nana TK B. Masih satu tahun lagi perjalanannya untuk menuju Sekolah Dasar. Namun sepertinya tak mungkin bila ia masuk Sekolah Dasar dengan wataknya yang seperti ini. Mana ada guru yang tahan dengan sikapnya yang sok Nanaasa itu ! Aduh, membayangkannya saja Nana serasa hendak mual ! Ya ampun, bagaimana mungkin Nana memiliki adik perempuan layaknya ini ! Memalukan !
Namun ada yang harus kalian tahu dari adik perempuan Nana ini ! Kebiasaan Nagisha memang seperti ini tiap harinya ! Stabil dan tak pernah berubah layaknya robot yang telah disetel saja ! kendati usianya baru lima tahun namun ia itu sungguh peka terhadap pengeluarannya demi membeli jajan serupa itu. Bila bersama ayah Nana biasanya ia lupa akan yang lain, tidak bunda, tidak Nana dan Yozaq, semua bagai orang yang tak dianggap. Ia pula dekat dengan kakek dan nenek. Kau tahu apa kerjaaannya bila Nagisha sepulang sekolah ? bukannya langsung makan dan tidur namun malah pergi keluar bermain bersama teman atau hanya sekedar bermain sepeda. Ia itu tak dapat bila harus berdiam diri di rumah. Sepertinya ia akan sakit bila harus menunggu di rumah satu jam saja ! Yang jelas ia itu harus memiliki jadwal untuk keluar rumah dan menghirup udara segar ! nach, kalau masalah yang ini termasuk bila ia hendak pergi ke toko kakek dan nenek Nana yang berada di ujung pasar. Letaknya memang tidak begitu jauh dari rumah maka Nana pun mengijinkan saja bila Nagisha hendak ke sana, paling-paling hanya sekitar seratus meter saja dari rumah berjalan kaki juga sampai. Dan tahukah kau apa yang dilNanakan adik Nana ini saat sesampainya di toko ? bukannya mengajak bermain saudara namun malah minta uang dan jajan dengan suara keras dan tanpa malu-malu. Mungkin ini yang disebut destiny’s child. Naluri anak-anak. Ia itu sudah kebiasaan mengenai hal ini. Dan parahnya lagi kakek nenek selalu mau-maunya mengabulkan permintaan anak ini ! adegan ini sungguh aneh, sulit ditebak dan selalu di luar dugaan. Nana heran, nyatanya setiap pulang dari toko kakek uang di tabungan Nagisha selalu bertambah kendati seribu rupiah. Ia pun selalu mengumpulkannya di sebuah botol kaca bekas botol sirup Marjan. Dan mungkin kakek telah hafal sekali dengan kebiasaan Nagisha, buktinya setiap Nagisha ke sana kakek telah menyediakannya selembar uang kertas dan jajan dalam sebuah plastik. Entah itu susu botol atau permen atau pula snack ringan.
Kalau Nana sendiri, Nana. Nana suda berusia lima belas tahun. Nana sekarang telah duduk di bang Nana SMA. Kelas X tepatnya di kelas F, kelas anak bahasa inggris, lho ! keren, bukan ! zodiak Nana Carpicorn. Sebab Nana lahir di bulan Desember, tepat pada hari natal. Aneh ya bila dalam keluargNana itu hari lahirnya selalu tepat pada waktu terdapat hari besar. Bila Nana hari Natal, bunda pada hari Valentine, ayah pada hari Kartini, Nagisha pada hari Kebangkitan Nasional dan Yozaq pada saat hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Padahal kami lahir secara alami, bukan sesar layaknya sang cucu Presiden. Bisa saja, ya ! Nana bangga dengan zodiak Nana. Sebab menurut ilmu perbintangan atau astrology zodiak Nana ini salah satu zodiak yang beruntung dan menonjol. Dan tentunya ditakdirkan untuk memiliki otak yang encer dan energik. Nana sich percaya pada ramalan yang baik-baik saja. Bila ada buruknya untuk introspeksi diri atau anggap saja sebagai angin lalu saja. Jangan pernah ambil pusing. Begitu beres, kan ? Sebab Nana pernah membaca zodiak Nana yang isinya seperti ini :
Capricorn Betina

Kamu cenderung menarik perhatian pria yang lemah. Kamu tidak mudah ditebak dan kamu cenderung sering semangat dan tidak dalam waktu seketika. Dalam kenyataan kamu adalah tipe wanita yang tNanat jatuh cinta dengan orang yang salah, Ketika kamu menemukan Mr. Right kamu akan menjadi pasangan dengan tingkat emosi yang tinggi. Kamu akan lNanakan apapun demi kekasih, namun ia harus memuaskan semua kebutuhan kamu. Kamu suka menyibukkan diri dan kamu melihat hidup secara serius. Kamu juga merawat diri dengan serius. Kamu berbusana dengan gaya, kelas, rapih dan formal. Kamu senang dipuja oleh pasangan hidup.

Nana sich, percayanya bila ramalan layaknya ini sebagai ramalan saja. Belum tentu benar, kan ? dan itu tergantung pada anggapan kita, dan ketentuan dari rahasi Illahi, kan ?
Ah, sore ini pu Nanal 18.30 Nana seperti biasa tengah asyik mendengarkan radio butut Nana. Radio ini kendati pun bagaimana tetap menjadi radio kesayangan Nana. Sebab riwayatnya yang telah lama menemani Nana ! bayangkan sejak Nana berusia tujuh tahun, jadi telah separuh usiNana, kan ? di sana Nana bisa mendapatkan berita dan berbagai informasi di dalamnya. Kendati butut namun ini adalah benda kesayangan milik Nana. Kau tahu, entah bagaimana suasana hati Nana Nana tak pernah jauh dari radio Nana, entah Nana tengah marah, senang bahagia, cemas, malas, ia tak pernah jauh-jauh dari Nana. Dan satu hal lagi yang akan Nana ceritakan tentang kegemaran Nana yang lain. Yaitu adalah bermain internet. Menurut Nana browsing internet tak kalah serunya dengan PS 3, handphone 3G, 3.5G dan film 4 dimensi. Nana dapat bermain sepuasnya di sana. Tinggal duduk dan Nana dapat menikmatinya. Nana dapat beremailan, ber-chattingan, surfing, upload, download lagu mp3, video, foto, film, dan lain-lain. Menyenangkan ! mengapa Nana ber-emailan ? ya, hanya sekedar demi mengerti kabar saudara-saudarNana nun jauh di sana! Nana memiliki kakak yang bekerja di negeri ginseng, korea selatan. Ets, namun bukan sebagai TKI melainkan sebagai dosen bahasa inggris. Waw, keren !dan itu ia dapatkan pula dari bantuan mesin internet yang multifitur ini ! awalnya ia mengi Nanati program sejenis scholarship exchange student dan rupanya ia memenuhi syarat. Namanya kak Christ. Nana bangga dapat memiliki kakak layaknya ia ! ia pun sering membagi resepnya agar dapat menjadi seperti di waktu ini ! baik, ya !
Nach, itu tadi adalah sisi baik dari internet. Sisi buruk juga ada yang pasti. Bahkan lebih banyak. Layaknya waktu browsing saja sering kali dalam data yang kita cari terselib iklan-iklan online dengan kata-kata maupun gambar yang tidak pantas. Yang jelas banyaklah ! tidak mungkin pula Nana sebutkan satu-satu. Contohnya saja terdapat bebrapa situs-situs yang diperuntunkan sengaja bagi politik semata. Seperti terdapat facebook atau blog yang mengadudomba suatu intansi sekaligus mencari massa untuk berpihak kepadanya atau sebaliknya demi menggulingkan instansi lain. Atau penipuan dalam pasar di internet online. Para pedagang ini sengaja menipu konsumen dengan cara setelah konsumen membayar uang mereka dengan mentransfer ke nomor yang tertera dalam alamat mereka tidak Nananjung dikirimi barang dagangan yang mereka pesan. Atau pula gambar vulgar dan berita berita lainnya. Mungkin ada benarnya dalam internet ini dapat sekaligus dijadikan demi mendongkrak popularitas seseorang atau pula sebaliknya mencemarkan nama baik seseorang. Segalanya dapat saja terjadi melihat fungsi internet sendiri yang sangat multi. Maka internet dapat menjadi kawan dan lawan dalam hal ini. Bila Nana sukanya ya melNanakan hal-hal tadi. Bila kalian apa yang biasanya kalian lNanakan waktu kalian pergi ke warnet ?
Setelah berbicara jauh tentang internet kali ini Nana ingin berbicara tentang sekolah. Bagaimana hasil belajar teman-teman ? memuaskan, atau tidak, atau cu Nanap saja ? jawabannya harusnya selalu istimewalah layaknya Nana ! tidak, Nana bohong bila bicara layaknya itu ! nilai Nana tidak pernah stabil namun bagaimanapun itu Nana selalu mendapatkan perintah dan Nana termasuk dalam jajaran anak yang pandai di kelas Nana kendati pun bukan sebagai bintang kelas. Namun setidaknya Nana pernah menjadi bintang kelas pada waktu masih duduk di kelas lima SD. Nana pula masih ingat sekali waktu itu Nana pernah menjuarai murid teladan dan berprestasi tingkat kecamatan. Namun Nana bangga sekali. Dan setelah itu Nana mentraktir para sahabat-sahabat Nana. Iya, begitulah ceritanya ! Nana harap menarik untuk diceritakan sebagai kilas balik perjalannNana saja ! Nana selama ini selalu naik turun. Dulu Nana pertama kali di SD mendapat peringgkat dua dua kali berturut-turut namun pada caturwulan ke-tiga di kelas satu Nana turun ke peringkat tiga , setelah itu tiga berturut masih saja begitu dan turun lagi ke peringkat lima kemudian naik ke-empat dan ke-tiga lalu ke-dua lagi. Setelah itu di kelas lima Nana mendapatkan peringkat satu namun satu semester saja dan turun kembali ke peringkat dua . Hingga di kelas VII SMP Nana peringkat satu satu tahun, kelas dua Nana peringkat dua sampai lulus SMP. Di SMA pula begitu peringkat dua , namun yang semester genap ini Nana belum tahu juga. Semoga saja Nana dapat ke peringkat satu , paling tidak harapan Nana Nana dapat masuk ke peringkat dua , mempertahankan mutu belajar Nana !
Masalah sosial tak perlu dipertanyakan lagi, Nana ini tipe anak yang pandai bergaul. Kat mereka, sich, sebab Nana ini pintar melucu dan memilikii semangat humor yang tinggi. Bisa saja, ya, kata mereka itu ! padahal bila kau tahu di SD sampai SMP Nana ini tipe anak yang murung terlebih bagi mereka yang Nanarang mengenal Nana tentu menganggap Nana ini anak yang judes dan culas, sebab jarang tersenyum. Serius sekali begitu. Kalaupun tersenyum terlihat terlalu dipaksakan. Kecuali menurut sahabat Nana yang satu ini. Nana memiliki salah satu sahabat yang unik. Sebenarnya kami ini bertiga. Nana, Nancy, dan Hubert. Dulu lucunya setiap kami bersama mereka para teman-teman Nana menjuluki kami madu dua. Siapa lagi bila tidak Nana istri tua, Nancy madu dua, Hubert suaminya. Aneh pula rasanya. Namun Nana tak dapat jengkel juga. Namun dari kami bertiga hanya Nana dan Hubert yang berbakat sama. Kami pandai melukis. Suatu ketika terdapat lomba lukis di Kabupaten. Kau tahu sebab area kabupaten yang luas maka kami diperbolehkan menjari objek untuk duduk sesuai keinginan kami. Saat itu kami putuskan untuk duduk di paseban kabupaten. Dan apa yang terjadi. Semua orang para melihat kami sambail tertawa senyum-senyum begitu. Nana tetap saja bingung dan bertanya-tanya dalam hati.apa yang mereka lihat itu ? ada yang lucu ? siapa yang mereka lihat itu ? kemudian Nana putuskan untuk menoleh ke arah Hubert. Nana tepuk bahunya. Sambil berbisik Nana pun bertanya, “Bert, kamu tahu tidak mengapa dari tadi orang-orang itu melihat kita?” Namun memang dasar Hubert saja yang kepedean.
“Ah, tak ada apa-apa. Itu sebab lukisan kita yang paling bagus.” Kemudian ia menoleh padNana.
“Anggap saja tak ada apa-apa ! dan lanjutkan melukismu,” Kali ini bodohnya Nana yang keburu percaya saja dengan ucapan Hubert. Namun Nana masih melihat orang yang hilir-mudik tertawa cekikikan melihat kami. Namun itu menurut Nana. Sebaliknya Hubert malah santai-santai saja tak merasakan keganjilan pada diri oang-orang yang berada di depan kami dan menyapa kami dengan isengnya. Ia malah bersiul-siul demi mencari perhatian orang di sekeliling.
Namun kali ini terjawab sudah rasa penasaran Nana yang telah bertumpuk-tumpuk ini. Ada salah bapak kepala sekolah SMP yang menegor kami. Begini katanya yang mulanya memuji hasil karya kami,”Wah ! Indah sekali adik menggambar paseban ini ! besok bila SMP melanjutkan ke sekolah bapak saja, ya !” Nana pun hanya tersenyum tipis membalas pujian bapak itu. Dan kau tahu apa yang dikatakan Hubert di samping Nana seketika itu ?
“Ehm, saya akan pikir-pikir dulu !” dan ia tetap tak menatap raut muka bapak yang kali itu seperti hendak bicara juga. Begini katanya. “Dik, sepertinya jenis kelamin kalian itu perlu dipertanyakan. Atau saling tukar saja !” bapak itu langsung saja pergi dan masih tertawa tampaknya. Dan seketika itu pula Nana baru sadar. Dan Nana langsung membenahi cara duduk Nana yang berlaga layaknya bos lelaki layaknya di TV. Dan Nana langsung membisikkan sedikit kata demi memberitahu pula pada Hubert. Nana bicara padanya, “Dik, benahi posisi dudukmu !”
“Ha ? Apa? Nana tak dengar !”
“Makanya, buang dulu permen karetmu !”
“Baik.”
“Benahi posisi dudukmu yang layaknya wanita itu ! jangan buat Nana malu mendampingimu !” Hubert pun seperti tak kaget sama sekali ia langsung membenahi posisi duduknya. Nana yang waktu itu tengah malu luar biasa tak mampu membohongi perasaank itu. Segelas Aqua plastik yang terdapat di sana Nana minum. Padahal air itu telah digunakan untuk membahasi kapas sebelumnya. Hendak bagaimana lagi kebiasaan Nana yang tomboi, sulit dirubah ! begitu pula Hubert yang lemah gemulai layaknya perempuan tak bertenaga itu ! namun ini dapat menjadi kenangan yang indah juga. Sebab sejak di SMA Nana sudah tak satu sekolah lagi dengannya. Hubert ! Hubert ! Seperti apa, ya, kamu sekarang !
Pernah pula dulu di kelas VII SMP Nana amnesia. Lupa ingatan Nana itu lucu juga. Tak satu pun orang yang Nana ingat kecuali bundNana dan sahabat karib Nana, Ane. Pada saat itu Nana pula tengah menjabat sebagai pengurus OSIS SMP Nana. Dan entah mengapa rekan-rekan Nana yang seorganisasi menenyai Nana apa yang tak Nana ingat, yang jelas Nana menjawabnya dengan “Nana telah keluar dari Organisasi OSIS.” Dan Hubert yang juga OSIS membujuk Nana begini, “pikirkan dulu yang kamu ucapkan barusan.” Dan entah mengapa Nana lunak-lunak saja padanya. Mungkin karena ia sahabat Nana maka Nana mau mendengarkannya. Kalau Ane itu ia juga tetangga samping rumah Nana. Masih satu RT yang jelas. Selisih satu rumah dengan rumah Nana. Kami selalu berangkat ke sekolah bersama. Ia kakak kelas Nana di SMP. Ia kelas VIII Nana kelas VII. Biasanya Nana selalu mecurahkan seluruh isi hati Nana kepadanya selain pada bundNana. Sebab Nana sering malu untuk berterus terang terhadap bundNana. Terutama masalah yang cenderung bersifat pribadi. Namun sayangnya sekarang ia sudah tidak melanjutkan sekolahnya. Mulanya sebab alasan biaya, namun sekarang sebab ia sudah tidak ingin. Alasannya ia bicara padakau setelah ia bekerja ia lebih menikmatinya daripada bersekolah. Mungkin sebab ia telah merasakan mempunyai uang makanya ia bosan dengan sekolah. Ia sekarang bekerja sebagai baby sitter, layaknya ibunya dulu. Ia itu diibaratkan sebagai orang yang bertangan dingin, sabar dan disayang terhadap anak kecil. Mungkin sudah keturunan dari sang ibu. Ia tumbuh dari keluarga yang Nanarang harmonis maka dari itu tiada yang mendu Nanangnya demi terus melanjutkan sekolah. Kasihan ia ! ternyata setelah direnung-renungi kembali seburuk-buruk jalan hidup Nana ini masih saja Nana lebih beruntung daripada Ane, sahabat Nana. Sekarang ia pergi ke ibukota untuk menjaga anak seorang pengusaha di sana. Nana harap hidupnya akan membaik setelah ini. Asalkan ia bahagia, Nana pun turut berbahagia.
Ah, memang mau tidak mau beginilah hidup. Dan inilah juga yang pada akhirnya manjadi keunikan tersendiri pada hidup. Bagaimanapun layaknya hidup yang tak lebih dari permainan peruntungan. Tidak selamanya kita terus di atas ataupun di bawah. Terkadang di dalam hidup kita tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kita kehendaki. Karena semua ini telah dituliskan oleh sang Pencipta. Selama ini merekalah yang membuat Nana mampu bertahan untuk menjalani ini semua. Maka dari itu Nana tak pernah melupakan mereka. Sebab merekalah bidal Nana, merekalah senjata maut Nana untuk tetap bisa bertahan berjalan dalam menapak tanah yang begitu luas ini.

Biodata Penulis

NAMA : SHIELLA FIOLLY AMANDA
Ttl : surabaya, 25 desember 1992
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 NGAWI
JL. A. YANI 45 NGAWI TELP/FAX. (0351) 749089
NGAWI KODE POS : 63200
ALAMAT : JL. MAWAR O5 BARAT PASAR NGRAMBE
NGRAMBE-NGAWI-JATIM
KODE POS : 63263
E-MAIL : obstinate_shiella@yahoo.com
BLOG : http://www.obstinyfio.blogspot.com
No hp : 081259536642
No rek. Waryanto, BRI cab. Ngawi
0057.01.023808.50.9 (0057 ngawi)
*NB. Data dari Kartu Pelajar sudah termasuk dalam text.

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s