“Menjinakkan Marah dan BENCI“


“Menjinakkan Marah dan BENCI“

4 Hal yang memuliakan HB di hari kiamat : 1. menjalin silaturahim dengan orang yang memutuskan denganmu 2. membagi kepada orang yang pernah menyakitimu 3. memaafkan orang yang menzalimimu 4. murah hati (ĥilm) kepada orang yang jahil kepadamu.
Orang yang sabar (hulamâ) sedang orang yang berilmu (ulamâ)
“maukah kuberi tahukan kepada kalian dengan apa Allah memuliakan bangunan ?” mereka menjawab, “tentu, wahai Rasulullah,” Beliau bersabda, “Hendaklah engkau bersikap sabar dan murah hati terhadap orang yangberbuat jahil kepadamu, maafkanlah orang yang telah medzalimi kalian, berilah kepada orang yang tidak pernah memberimu, dan hubungkan tali silaturahim dengan orang yang telah memutuskannya darimu,”
orang – orang mukmin = mereka yang rendah hati dan tingkah lakunya sopan, sehingga orang jail mengira bahwa mereka sakit, Demi Allah, maka mereka sehat. Hanya saja mereka selalu diliputi kekhawatiran berbuat dosa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dunia menjadi renungan mereka dan akhirat menjadi peringatan bagi mereka yang slalu memuji nama Allah untuk menghilangkan kesedihan dalam batin mereka. Mereka tidak mencari syurga, namun syurgalah yang akan mencari mereka dengan cara selalu mengagung – agungkan nama Allah. Mereka menangis karena takut akan siksa neraka. Siapa saja yang mencari kemuliaan Selain Allah, mereka akan menemukan kerugian di dunia dan barang siapa yang tidak meyakini bahwa segala nikmat adalah milik Allah semata, ilmu mereka sungguh sangat sedikit.
Hasil pertama yang akan didapat sari sifat ĥilm adalah : keyakinan bahwa semua orang akan menjadi penolongnya dalam menghadapi orang – orang jahil, seseorang tak kan punya pemikiran yang matang sebelum sifat ĥilm mengalahkan sifat jahil dan kesabaran menyalakkan shahwatnya, semua itu dapat dicapai dengan kekuatan ĥilm.
Yang mengendalikan akal adalah ĥilm sedangkan yang akhir dari suatu urusan adalah sabar, dan sebaik – baiknya perbuatan adalah memaafkan.
“aku akan meninggalkan perkataan buruk, agar aku tak mendapatkan yang kubenci, aku akan memelihara perkataan yang terjaga, aku akan bersikap sabar atau berusaha untuk sabar, jangan tertipu oleh wajah dan penampilan orang, bisa saja di balik itu ia menipu, atau bahkan memukulmu dengan keras, banyak pemuda yang membuat kagum orang yang memandang, karena perkataan dan wajah tampannya, padahal di balik itu ia tidur di kala datang kemuliaan, dan terbangun di kala datang kehinaan …” NB. Murah hati (ĥilm) dapat mengalahkan kemarahan dan jahatnya perkataan kotor yang binasakan sanjungan. Sebaik – baiknya manusia = orang yang menjaga lisannya dengan baik dan menghindari perdebatan.Bangun di kala datang kehinaan atau sadar setelah ada kehancuran = sikap yang tak layak dimiliki oleh orang berakal. Sebab, orang berakal sdah semestinya memiliki tujuan terencana dalam hidupnya. “jagalah lisanmu jika bertemu dengan orang yang suka mencaci, janganlah engkau berjalan dengan orang yang keji dan hina. Siapa saja yang enukar kehoramatan dengan barang yang tercela, ia akan memperoleh penyelesaian sepanjang ia tak membunuhya.”
“Jangan sekali – kali kau balas perkataan si mulut kotor (safἵh), kecuali dengan balasan yang lebih baik, setiap kali kau bergerak untuk melawannya, perlawannamu hanya akan menambah keburukan, apabila orang safἵh bicara-janganlah engkau membalasnya, sebaik – baiknya balasan adalah dengan cara diam, orang keji telah memcaciku, dengan harapan akan beruntung, sampai kapan pun, kau haram melayani orang keji, itu hanya akan menyebabkan, kau rendah hati di mata yang mencaci.” “Lihatlah-orang yang rendah hati itu tuli, tak mendengar untuk perkataan kotor, bisu untuk bicara keji karena menghindar, sakit jika berbuat yang memalukan, atau seperti singa yang lapar ketika berjalan, jika bertindak yang mengurangi harga diri, mereka penuh kasih-adil-lembut dan rendah hati, pengorbanan dan kasih sayang mereka, seperti pada keluarga sendiri, mereka seperti orang yang menghindari kesulitan, jika takut terlihat aibnya.” “aku menyahut ocehan orang safἵh dengan keutamaan ĥilm, inilah tali kekang saat menghadapinya, orang safἵh mengira kau tak bisa mencaci, karena kau membalas caciannya dengan ucapan selamat, kemudian-ia pergi dalam keadaan terhina, karena sadar telah berbuat hina dan cela, keutamaan ĥilm dapat menyadarkan orang yang safἵh, bahwa ia layak mendapatkan balsannya, diam = adalah balasan yang tepat untuk orang yang safἵh.”
Setiap muslim wajib menasehati muslim lainnya dan berusaha untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan mereka. Sebab, sapa saja yang menghilangkan kesusahan saudaranya, temannya, atau tetanggganya yang muslim, Allah akan menghilangkan kesusahanmu i akhirat. Siapa saja yang dapat memenuhi kebutuhannya, Allah akan memenuhi kebutuhannya di akhirat. Sebaik – baik hamba muslim = orang yang mengerti kekafiran saudaranya dan orang lain. Dan sejelek – jelek hamba muslim = orang yang menelantarkan saudarany dalam kesusahan dan banyak memiliki kebutuhan, sebagaimana sejelek – jelek negeri yang tak subur dan tak aman. “sebaik – baik hari untuk pemuda = hari yang brmanfaat, dengan membiasakan diri untuk bekerja dan berusaha, kebaikan tak akan diperoleh dengan kejahatan, seseorang tak akan pernah menuai panen kecuali, ia menanam terlebih dulu, masa tidak hanya sehari, seseorang kadang di atas dn kadang di bawah.”
“Aku termasuk kaum yang apabila bersungguh – sungguh, dapat memperoleh kebaikan dari Allah, menjaga diri dari berkata kotor terhadap tetangga, selalu siap untuk menjamu tamu, bergaul dengan orang kafir yang membutuhkan, mendermakn harta kepada orang yang meminta – minta, memotong domba dan membagi – bagikannya, memberi harapan laksana sebuah kolam, yang dapat menghilangkan haus dan dahaga, menghiasi kuda – kuda peliharaan, membuatkan tempat tinggal yang layak, sambil mengatakan-“Kalian semua adalah sama,”, hany saja harapan ada di belakang orang yang memeberi makan, mata yang mereka kira itu musuh, sambil berjalan laksana berjalannya singa di bawah hujan, awak tidak berguna dan tak melangkah pergi, jika peperangan berkobar seperti lampu menyala, mereka tak memberi makan berdasarkan takaran yang mereka tetapkan, meneymbuhkan penyakit orang bodoh dengan kesabaran, tak berkata dan tak mencela perkataan, atau- memotong pembicaraan dalam majelis.”
“aku memotong kuku2 perbuatan kerabatku, dengan kemurahan padanya, ia bukanlah penyabar, ia hanya menimbulkan kebencianku, laksana kematian yang tak bisa ditawar, aku memaafkannya dan menutup mata daroi kotoran, namun ia tetap tak mengerti dengan agamamu, jika kau mengalahkannya-aku akan melesat, seperti anak panah musuh yang bisa membuka luka lama demikian hingga, aku berusaha atas apa yang telah terjadi antara aku dan dia, tidaklah sama perhitungan antara kerabat dan sesama muslim, secara kebetulan ia mencaci karena ketidaktahuan, di sisiku-ia bukanlah hina dan tak mesti untuk dicaci, jika aku melepasnya-semakin dekatlah kematianku, terpotong oleh dosa dan kebodohan, jika kau mengajaknya untuk berbuat adil, ia akan menolak, serta memcari keputusan lain yang berbeda dengan keputusanku, aku telah menyembunyikan dan membalas musuh yang tersembunyi, pedang yang tajam tak berguna untuk membuatnya berkeping – keping, aku telah membalas kemungkaran dengan kemungkaran serupa, dan kadang – kadang-aku bersikap lembut-sekalipun kesalahan itu besar, kalau tidak karena penjagaan dan kasih sayang Allah, memelihara adalah kbenaran dan membiarkannya adalah kezaliman, kalau begitu pastilah ia menghiasi dan menggambarkan dirinya, dengan tato kehinaan yang tak ada bandingannya, jika membangun-ia berusaha menghancurkan kebaikanku, tidaklah sama keadaan yang membangun dengan yang menghancurkan, alangkah senangnya jika kau miskin dan memiliki apapun, aku akan membenci pujian yang dicampur dengan kebodohan, sedangkan-segala mala petaka pasti akan terjadi, padahal-ia tak punya kemegahan dan kekayaan, waktu itulah aku menjadi penolongnya dengan sekuat tenaga, karena aku memusuhi pertengkaran yang kers ujungnya=ketamakan, agar aku senantiasa bersikap lembut dan menyayanginya, seperti kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, katakanlah padaku jika aku takut musibah menimpanya, bukankah akan kau selamatkan dengan tebusan ? sehingga aku dapat menolongya dan membebaskannya, untuk melihat segala sesuatu yang terjadi padanya, dengan mendidikku dan menahan kemarahanku, sekalipun kemarahan itru juga bermanfaat, agar aku mencabut kedengkian perlahn – lahan, sehingga ia dapat tercabut, orang yang punya iri hati telah disempitkan oleh dosa, aku yang mengubur diri dan memperbaiki perpecahan di antara kami, memperbaiki kesalahan dengan kasih sayang yang kumiliki, maka-bebaslah dendam yang menguasai hati ĥilm, seperti mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh kata – kata, aku padamkan api peperangan antara aku dan dia, setelah itu-jadilah kami dan keadaan sejahtera.”
“Demi Allah, aku meninggalkan kalian bukan karena kasihan pada kalian, melainkan aku ingin memuliakan diriku dari orang yang bodoh, aku menolak dengan sikap murah hati, dan-ku katakan kepada orang yang mengerti murah hatiku, biarkanlah aku karena telah menemukan akal sehatku, kututupi uban bagian belakang kepalaku, dan-siapa yang beruban mereka akan tinggal, dengan kami karena merasa smpit dengan kritikan, aku berkata agar orang – orang menyalahi pendapatnya, mereka berkata bahwa mereka telah memelihara tulang yang patah, dengan cara yang mudah-secara perlahan, lihatlah murah hati (ĥilm) antara aku dan kalian, bani Jamĥ-janganlah kalian meminum air yang keruh.”
“Aku berkata sendiri, dalam keadaan putus asa dan duka cita, musibah itu tak hanya menimpa salah satu milikku, keduanya berada pada keikhlasan pemiliknya, inilah saudaramu, ketika kau mengajaknya, dan inilah anakku.” NB. Penyayang akan disayang, pendiam akan selamat, pembual akan kalah. Yang tergeser akan salah, penjahat tidak akan selamat, pendebat suka mencari. Pencari akan berdosa, pembenci keburukan akan terjaga, pengikut wasiat Allah akan terpelihara, orang yang takut akan Allah akan aman, orang yang berpaling dari Allah akan tertolak, orang yang tak meminta kepada Allah akan miskin, orang yang tak bersama Allah akan terlantar, dan=orang yang yang meminta tolong hanya kepada Allahh akan memperoleh yang dia inginkan.”
“Siapa saja yang memancing cacianku karena kebodohan, aku akan segera melakukan kebaikan-wahai saudaraku, aku akan memakaikanmu baju sebagai balasan dari cacianku, dan-akan menyebutnya dosa yang membawa nikmat, kalau begitu-engkau menjadi kalah, diriku lebih mulia dan lebih tinggi darimu …,”
“tidak ada sesuatupun yang melebihi kbaikan lidah dan hati, jika duanya baik, dan tidak ada satu pun yang melebihi kejelekan keduanya, jika keduany jelek.” NB. Tundukkan pandanganku, aku tahan lisanku, aku jaga kehalalan makananku, aku jaga lisanku, perkataanku selalu jujur, aku senantiasa menepti janji, aku menghormati tamuku, aku menjaga perasaan tetanggaku, dan aku meninggalkan aku yang tida berguna untukku, itulah beberapa rahasia yang menyebabkan engkau berkata seperti itu.
“Allah menyukai orang yang murah hati (ĥilm) yang pemalu, orang kaya yang hartanya halal, dan baik Allah membenci org yang keji, yang berkata kotor dan yang meminta dengan memaksa,”
3hal yang salah satunya tak dimiliki oleh seseorang, amalnya tak bermanfaat sedikitpun, yaitu takwa yang menghalanginya untuk maksiat kepada Allah, murah hati (ĥilm) yang dapat mencegah orang (safἵh) dan berakhlak baik ketika bergaul dengan manusia.
Orang miskin bukanlah orang yang hanya memiliki satu atau 2 biji kurma, satu / 2 potong roti,. Orang miskin adalah orang yang memelihara diri dari ha yang haram, bacalah ayat – ayat yang artinya mereka tidak meminta kepada orang – orang dengan cara memaksa. (QS. Al-Baqoroh –(2) : 273).
Iffah (menjaga kesucian diri dari hal yang haram)
“Bersikap murah hati dalam menghadapi kejahilan orang tolol, ahklak yang baik sebagai etika hidup bersama orang lain, dan warâk yang menghalangi untuk bermaksiat kepadaAllah.” NB.Ada 3hal yang jika seseorang memiliki ketiganya, ini akan dipenuhi pahala dan kesempurnaan iman, yakni akhlak baik untuk pergaulan sesama manusia, warâk yang menghalangi hal yang diharamkan Allah dan murah hati yang digunakan untuk menghadapi orang jahil.” (HR. Al-Bazzâr dan Annas).
“Ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat Dia memanggil mereka sambil bertanya, “Dimana orang – orang yang memiliki keutamaan?” sekelompok orang yang berdiri dalam jumlah yang tidak banyak, kemudian mereka cepat – cepat pergi ke syurga, malaikat mencari mereka dan bertanya”Kami melihat kalian pergi ke syurga dengan cepat, siapa kalian ?” mereka menjawab, “Kami adalah orang – orang yang memiliki keutamaan,” malaikat bertanya, “Apa keutamaan kalian ?” mereka menjawab,”Apabila dizalimi-kami bersabar, apabila ada yang berbuat jahat pada kami-kami memaafkannya, dan apabila ada yang berbuat jahil kami bersiap murah hati (ĥilm) dan tidak membalasnya. Maka, malaikat berkata,”Masuklah kalian ke Syurga, sebaik – baik pahala adalah orang yang berbuat keutamaan.”
Makna yang paling tepat adalah orang yang selalu berdo’a, sebagiamana yang Firman Allah sebutkan bahwa Ibrahim memintakan ampunan untuk ayahnya karena janji yang diikrarkannya kepada diriya untuk ayahnya.”
“Jika kau memiliki sifat sabar dan murah hati (ĥilm) , janganlah kau berdua dengan orang (safἵh) (pembual yang bermulut kotor). Sebaliknya, jika kamu adalah (safἵh) , janganlah kamu deuduhk dengan murah hati (ĥilm).”
“Aku dan dia seperti memerhatikan burung, sekalipun burung itu tidak memrhatikan, diam dan ta terbang di malam hari, karena kelembutan-kesabaran-dan penantian mereka tuk esok, tapi-aku bukanlah termasuk kelompok yang lemah, ketika perubahan masa antara aku dan mereka, agar membawa mereka dari sisiku kepada berbagai kesulitan, apakh muka tidak tahu bahwa aku takut untuk disakiti ? dan, tongkatku tidaklah lemah untuk memaksa, bagaimana keadaan orang yang berusaha menyambung tulang patah, karena ingin memihara dan berniat untuk memcahkan kebodohan, aku bersikap sabar terhadap merka yang bodoh dan membuat dosa, kalaulah aku berniat menghukum, tentu kutengggelamkan mereka di buih …” NB. Mukmin yang (ĥilm) tidak ernah berbuat yang jahil. Jika dijahili ia tak membalas, dengan kezaliman jika dizalimi, ia selalu memaafkan dan tak pernah memutuskan tali kekerabatan jika ada yang memutuskan hubungan dengannya. Ia menyambungnya kembali, ia tidak kikir, jika ada yang kikir padanya, ia semakin bermurah hati.
Suatu kaum tidak akan mendapatkan kebaikan sekalipun mereka mulia sebelum mereka mengasihi dan memuliakan kaum yang lain meski dicaci, tetap kau lihat roman muka mereka berseri, memaafkan bukanlah suatu kehinaan, melainkan Kemurahan hati, jika diri mengajak tetangga – tetngganya mereka tidak menghiraukan seruannya, bahan-menyiapkan plana dan kendali, mereka bersembunyi untuk berperang.
“Mereka itulah kaum yang jika membangun, membaguskan tempat tinggal kami, jika berjanji menepati, jika mengadakan kontrak mengikanya dengan kukuh, jika diberi kenikmatan merasa cukup, mereka tidak sombong dan tidak kikir, jika pembantu mereka menilai baik sesuatu yang tegas, mereka mengatakan “Jagalah kesabaran kalian.”
Tidak sempurna kesabaran sesesorang yang berakhlak baik, jika ia tidak tabah untuk diliputi kebencian, sebagaimana kedermawanan bagi orang yang kaya, jika enggan menanggung kesulitan. “Ayahku pasti melarangku untuk menzalimi orang yang menghubungkan silaturahmi seoranmg penyabar yang tidak suka bertengkar, jika ia bersikap lembut, aku pun bersikap lembut, jikakau telah menyusahkannya, kedua telapak tangannya dipenuhi dengan maaf dan kemudian Aku menghadapi anak kecil orang (safἵh) dengan sabar dan takwa, akal dan murah hti saling mengoreksi satu sama lain, orang bodoh akan menolak dan berkhianat kepada islam dengan cara mengikuti hawa nafsu, islam telah menentukan sanksi bagi pengkhianatan, aku =orang yang tidak menganggap, kekikiran merupan suatu kekuatan, melainkan harta mesti digunakan dengan rasa syukur, katahuilah-kedermawanan memuliakan pelakunya, orang yang menyimpan hartanya, dialah orang yang tidak menjauhi perbuatan tercela, aku berlindung dari sesuatu hari yang mengalirkan darahku, aku berpaling dari kejahatannya, dan seolah – olah akan dituntut memberikan alasan dari kejahatannya itu, aku memberinay kebaikan melalui jalinan persahabatan yang baik, sekalipun tidak ada reaksi, dan sikap yang baik darinya, akumengaitkan sifat murah hati dengan sifat – sifat yang lainnya, ternyata mereka memiliki banyak kaitan, dengan penyabar dan pemurah hati, kalaulah tidak karena sabar, aku pasti akan potong hidungnya, untuk membuatkannya aib, karena pemotong itu membuatnya jelek dan tercela, bersika sabar=kekuatan untuk menerima mereka, menghias diri dengan kedermawanabn untuk pegangan dalam berteman. NB. Jika Allah menghendaki, kbaikan terhadap suatu kaum, dia menjadikan pemimpin mereka orang yang penyabar dan pemurah hati (ĥilm) sehingga oleh karena itu merek dapat berlindung dari bawah kedermawanan pemimpinnay, dan, jika Allah menghendki kejelekan terhadap suatu kaum, dia akan menjadikan pemimpin mereka orang – orang yang banyak bicara dan berakhlak busuk (safἵh) sehingga mereka berlindung di bawah kebakhilan pemimpinnya.
Janganlah kamu meggadaikan kebaikan hnya untuk menggunakan kejahatan. Alangkah indahnya kesabaran dan kemurahan alangkah manisnya. Ia sangat bermanfaat bagi kehidupan seseorang. Sabar dan murah hati menghiaasi pemiliknya, membuat takut para musuhnya, jika kalian bersikap muurah hati kalian akan terhindar dari kat – kata kotor, sealipun untuk mengucapkannya sangat mudah. Murah hati = perhiasan, taqwa = kemuliaan, kesabaran = kesadaran yang paling baik untuk mengarungi kesulitan.
Orang – orang bodoh telah melihat kemurahanku, namun mereka tetap pada kelakuannya, aku tidak berbuat baik selai sabar dan murah hati, dan – itulah satu – satunya sikap untuk menghadapinya, aku memberi apa yang aku miliki, dan-ia memberiku apa yang ia miliki, perkataan keji terucap dari saudaraku, aku membalasnya dengan sikap damai yang menyimpan kata maaf, seandainya aku mengatakan apa yang ia katakn, dan aku tidak memaafkannya aku terlalu, akan terlahir suasana lain dalam kehidupan mungkin. Jika kau pikirkan kebodohanku yang diakibatkan lisan, akan lebih bodohnya bagimu daripada kebodohan seekor anjing, karena anjing tidak akan menyakiti temannya, sedangkan teman bisa memberimu kesusahan, mulut anjing diepenui dengan kain, aaku tidak menarik ekornya untuk menghindari gigitannya, orang tercela jika kau kalahkan, dia menyukai tabiatmu daripada tabiatnya sendiri, aku menyerupakannya dengan anjing, ternyata aku mendapatkn orang bodoh, lebih sedikit bisa menjaga temannya dibanding anjing, anjing selalu bisa tahu siap yang akan membahayakannya, dan senantiaas menyukai majikannya.
Pagi – pagi kulihat abu Wâhd mencabuti uban, ia tampak terlihat muda, di balik uban itu ia berpendapat, jika uban itu umpama penyakit, berarti ia telahmembasminya.
“Wahai putraku, ilmu itu lebih baik dan akan lebih baik lagi jika disertai dengan dan murah hati (ĥilm), diam itu lebih baik dari dan akan lebih baik lagi jika disertai dengan kebijakan. Lisan yang terucap dari mulutmu dapat membahayakan jasadmu akan dapat mengakibatkan murka Allah kepadamu.”
“Jika kau bertetangga dengan orang (safἵh), kau akan seperti dia dan tak murah hati, jika orang jahil dapatberbuat jahat kepadamu, kehormatan di matanya tidak beda dengan kambing, janganlah kamu mengikuti tabit orang (safἵh), yang pura – pura murah hati jika melihatmu punya nyali, jika kebodohan dan murah hati menguasaimu, bandingkanlah martaban permusuhan dan perdamaian, dia mengharapkanmu pada banyak hal, dan kepadamu i ksempatan, dalam kondisi itu hendaklah kamu bersikap dengan tegas, jika kau ta punya kemampuan untuk mengina orang (safἵh), mintalah dia untuk berusaha meninggalkan kejahilannya, aku melihat murah hati di sebagian temapat dipanng hina, tetapi di tempat lain dipandang mulia, karena sikap itu dapat memuliakan pelakunya, jika kau menoleh orang (safἵh) dan oarang jahil, dengan setiap sabar dan murah hati, janganlah kau ikutinya dengan saling berbuat jahil, sebab, kau memakaikan padanya baju kehianaa dan celaan, jadilah ia menguasai hakmu yang bathil. Berbaiklah untuk menghadapi kaummu,”
“Sesungguhnya Allah tak kan melihat fisik dan perbuatan kalian, tapi Dia hanya kan melihat amalanmu. Ingatlah, dalam segumpal jasad terdapat segumpal drah, jika i baik maka baiklah seluruh jasad itu, itulah yang disebut dengan hatimu.”
Jagalah orang (safἵh) sebisa mungkin, dengan sifat sabara dan murah hati, karen aitu sifat paling utama untuk mengahadapinya, kadang – kadang orang (safἵh) durhaka dengan berbudi baik, ia menetapkan dan menjernihkan masalah dengan keras kepala, jika untuk bersikap lemah lembut kepadanya-niscaya ia kan kalah, seperti cacatny kejahatan yang membuat hina pelakunya, jika (safἵh) telah terjual, itulah murah hati. Kita bersatu dan siap untuk menghalanginya
“siapakah orang yang paling mulia di sisi Allah?” “Sesungguhnya Abbas adalah bagian dariku dan aku bagian dari dirinya. Janganlah kalian mencaci orang yang mati karena hal itu akan menyakiti orang yang masih hidup di antara kami. Maka orang – orang itu berkata, “Ya, Rasulullah, kami berlindung kepadaMu dari kemarahanMu, maka ampunilah kami !”
”sesungguhnya setiap manusia memiliki masa lalu kehidupan mereka pada masa jahiliyyah=sutu pil dan yang sekarang merekamemilih Islam, mereka menjadi baik karena memahami agama Islam dengan baik, yaitu tidak menyakiti orang muslim dengan sebutan kafir.” Janganlah kalian caci maki mereka karena cacian itu tidak akan sampai kepada mereka sedikitpun, hanya akan menyakiti keluarganya yang masih hidup, ingatlah sesungguhnya kata2 keji sangat tercela.”
Janganlah kalian mudah menuduh, seseorang dengan tuduhan zalim, karena kezaliman siksanya pedih, jangan berkata keji jika dirimu dikuasai kemarahan, terhadap seseorang dengan nada keji sangat tercela, janganlah memutuskan hubungan persaudaraan, jika ia berbuat dosa kepadamu, dosa akan diampuni oleh Allah yang Maha Mulia, namun kata2 kotor akan membekas dengan lisan sebagaimana kau mengejek karena kebodohan suatu masa, bersabarlah karena sabar akan menghilangkan kesulitan, kgelisahan tidak akan membuatmu puassedikitpun, dan sesuatu yang kan lewat menimbulakan kecemasan.
Setidaknya hal yang baik menghadapi kabilah adalah lisan, engkau membawa apa yang diduga oleh orang, kekikiran, kejahatan, dan kehinaan, semua itu adalah akhlah yang kau tolak, suatukaum adalah menjadi budak 1tahun. Lalu mereka bermaksiat untuk hal yang lebih besar, melakukan apa yang mereka rencanakan. Saudara2ku, kau boleh hidup di rumahnya, bukan rasa takut ketika bertemu, itulah manisnya madu murah hati yang diperoleh, alangkah baiknya jika kau bertemu musuh, engkau tidak marah, sungguh, sikap murah hti lahir dari kami, kejahilan menjadi suatu yang asing, orang murah hati tidak seperti jahil yang bebas, mencabut uban orang sombong dengan penuh kemenangan, dan jangnlah sekali – kali kamu mengira bahwa Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hati pada waktu itu mata mereka terbelalak. ,ereka datang bergegas memenuhi panggilan dengan mengangakat kepalanya, sedangkan mata mereka tidak berkedip – kedip dan hati mereka kosong, (QS. Ibraĥim (14) : 42 -43).
Aku akan menemukan kata – kat keji, yang diucapkan oleh orang baik, an, berpaling dari cacian orang tercela, karena menginginkan kemuliaan, Janganlah sampai kamu berakhlak mulia, ia akan mengekalakan enangan indah yang disertai dengan kebaikan. Belajarlah ! tak ada sorang pun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, tidaklah sama orang yang berimu dengan yang tidak, sesungguhnya bangsa besar yang tidak berilmu, menjadi kecil jika tak mampu menyelesaikan persoalan …
Ălim = orang yang berilmu.
Gĥibah = menceritakan keburukan orang lain.

Detect&Educate the World
September 20th, 09

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s