5 TAKTIK REBUTKAN DEBUT SOBAT SOLID


5 TAKTIK REBUTKAN DEBUT SOBAT SOLID
Oleh : Shiella Fiolly Amanda

Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu ? Di hari kita saling berbagi … Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu, kuperlihatkan semua rasaku … Kita s’lalu berpendapat ‘Kita ini yang terhebat’, kesombongan di masa muda yang indah … Aku raja – kau pun raja, aku hitam – kau pun hitam, aku dan kamu ‘teman abadi’, ‘Kita luapkan s’galanya, Kita duakan s’galanya, arti teman lebih dari sekedar materi …’

Berteman ? Bersahabat ? Lebih dalam mana artinya ? Bersahabat, bukan ? Mendengar dan membaca sesuatu yang berbau teman ini nampaknya sudah sungguh familiar dengan kehidupan kita sehari – hari. Namun, pasti mengingatkan kita pada potongan lagu ‘You’ve Got a Friend’ by Carole King atau yang satu ini Made in Indonesia, ‘Sahabat Sejati’ by Sheila on7. Menggugah rasa kita untuk menjalin pertemanan yang kemuudian berujung pada persahabatan pastinya. Kalau kita telusuri kembali ke flashback definisi dari teman itu sendiri, sebenarnya untuk apa, sich, kita butuh seorang teman ? Untuk menemani kita, selain itu untuk mendukung kita, untuk sahabat dalam gendhu – gendhu rasa, berbagi, dan saling mengisi, bukan saling suka-khianat, dan bahkan salling meminta. Itu bukan teman namanya, tapi ‘bandit’. Hi, atut !!
Sahabat, satu kata yang belum mampu mengungkap segalanya. Kalau sahabat, boro – boro meminta, yang ada saling umpan dan timbal balik. Sebab sahabat adalah segala – galanya sebelum kita mengenal yang namanya cinta dan dunia luar. Meskipun mulanya cuma berawal dari teman, bahkan teman sendiri yang bisa juga diawali dari rival, tetangga, teman sebangku, sahabat pena, bahkan berujung ke karib. Yups, seperti itulah cara dan tahapnya, ‘step by step’ dan ‘little by little’. Percayalah suatu kontak, suatu hubungan, suatu relationship akan terjalin dan mengalir seperti layaknya sungai, never end to flow dan berakhir pada muaranya.
Pertama, sebagai teman sekaligus sobat, kita harus mencoba untuk mengayomi, membuat lawan dan sahabat kita merasa aman berada di sebelah kita, so close dengn kita, fair hingga ada suatu chemistry yang terbuka. Terbuka ? Eits, jangan diartikan ke dalam konotasi minus, negatif. Maksudnya, terbuka dalam artian secara kedekatan emosional, bukan physic. Terbuka bisa start dan appear setelah kita mau berbagi, curhat istilah jaman sekarang, curahan isi hati. Yah, daripada dipendam timbul jerawat, mending timbul solusi. Mang seberapa berat, sich, tuch, masalah ! Sesulit apapun, percaya, dech, kepada sobat kita akan segera temukan jawabannya, jadi ringan, dech, tuch ! Entah itu memuaskan, lumayan, cukup, dan sebagainya. Itulah guna sobat. Sering dengar, kan ? That’s what a best friend and buddy are for !
Intrik kedua, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Bersama sahabat kita dapat dan mampu bertahan, bahkan sanggup menerjang halang – rintang, tetek – bengek semacam itu. Apa, sich, yang nggak bisa kita lakuin ! Secara, kan, ada sahabat inside us. Chiye – chiye … Cayoo … dech, buat para ‘kalian – kalian’ yang mengakui sudah dapat sobat, soulmate pun jadi. Lagipula sobat, kan, tidak terbatas. Kita bisa membinanya dengan siapa saja. Cewek dengan cewek, cowok dengan cowok, bahkan tak jarang juga yang cewek dengan cowok. Kadangkala perbedaan itulah yang justru menimbulkan keunikan dan ketoleranan dalam pertemanan. Kan, nama juga sobat, segalanya bisa aja, dong ! Ada dan tak kan pernah terpisahkan. Rasanya melewati segalanya dengan sahabat seperti kita teramat lebih begitu dekat mengamati dunia, seperti halnya kita bisa memeluk dunia ini hanya dengan merentangkan dan berpegangan tangan dengan sahabat – sahabat kita. Bahkan sahabat itu bisa saja tak tanggung – tanggung jumlahnya. Tapi, asal perlu diketahui, sahabat itu hanya pantas digelarkan kepada orang – orang pilihan. Maksudnya, mereka yang benar – benar mengerti dan paham kita tak hanya secara luar atau cover-nya saja, tapi juga maksud apa yang terselip dari dalam nurani kita. Begitu pula kita terhadap sahabat kita. Membina persahabatan, meskipun lingkupnya cenderung kecil, tapi kita bisa memperluas dan melebarkan sayap ke lingkup itu. Karena apa ? Percayalah kalau sobat itu bukan beban dan musibah, tapi sebaliknya justru anugerah (grace) dari sang Pencipta. Bahkan untuk menilai diri kita sendiri, kita cukup melihat diri sobat kita. Berarti seperti itulah diri kita. Tak kan jauh berbeda dengan sobat kita. Sebab semakin banyak persamaan yang kita temui pada suatu hubungan, maka akan makin dekat tingkat kekerabatannya.
Yang ketiga, inti utama seorang sahabat, saling medukung, saling dorong dan menarik diri, serta saling percaya. “Trust me, believe in me, swear, promise, look at me,” itulah kata – kata yang sering terlontar dari mulut para ‘Kita – kita’ yng mengakui memiliki sahabat, bahkan kita yang berperan sebagai sahabatnya. Mempercayakan bukan berarti segala sesuatunya kita serahkan kepada sahabat. Itu juga bukan sahabat, tapi parasit. Sebab sahabat juga pastilah memiliki masalahnya sendiri masing – masing. Manusia tak kan mampu memungkiri bahwa diri kita pastilah juga memiliki dan menyimpan berjuta tabir, sisi gelap, masalah, masa lalu, dsbnya. Sebagai contoh masalah dengan keluarganya, masalah dengan teman sepermainannya, masalah dengan sobat satu gengnya mungkin, hingga dengan seseorang terdekatnya seperti kekasih. Bila mungkin mereka belum siap untuk angkat bicara, jangan kita mendorong dan memaksakan kehendaknya. Justru pada moment – moment dan saat – saat darurat (emergency) inilah kita bisa memperlihatkan rasa simpati dan empati kita serta solidaritas kita dengan cara ; menarik diri untuk bisa mengorek seputar masalah pribadinya mungkin. Jangan sampai kita membuat sosok sahabat kita ini bosan dengan kehairan kita. Tunggu sajalah sampai mereka benar – benar merasa tenang, nyaman, dan mulai mempercayakan kita untuk mendengarkan kisahnya. Jangan biarkan mereka surut dan PD. Padam Dunia. Ih, jangan sekali – kali, sobat. Mempermainkan kepercayaan orang yang sudah dengan susah – susah payah kita dapat dari orang terdekat kita ini.
Yang keempat, bangunlah visi – misi ke depan dengan sahabat kalian. ‘kalian-kita’ bisa membangun sebuah Liberty Komitment. Dalam artian kita membangun komitment yang independent. Komitment itu didasari dari kebutuhan masing – masing pihak. Tapi jangan asal, jangan yang hanya untuk kepentingan salah satu pihak saja, parasitisme, tapi harus yang komensalisme, jangan ada yang dirugikan satu pihakpun, bahkan akan lebih baik yang mampu simbiosis mutualisme. Masing – masing pihak saling diuntungkan. Liberty yang berarti Independent. In ; tidak, depend ; tergantung atau hang ; menggantung. Bisa diartikan mandiri, feel free ; bebas, merdeka. Tapi tentu berisi aturan – aturan yang di atas. Seperti itulah kebutuhan kita dengan sahabat. Sahabat yang sejati, yang solid, tak kan memaksa, tak kan ingkar, tak kan munfik, tak kan meminta – minta, dan tak perlu berujar mesra. Tapi hanya harus padu dengan kita, dengan kita meminimalisir ego dan emosi kita semata. Mungkin secara berpikir atau pandangan terhadap dunia luar sama, persis malah. Seperti itulah sosok sahabat. Mereka dengan akan mudah secara sukarela menjadi volunter, the healer dan pioner dalam hidup kita untuk tidak hidup individual, egois, soliter, tapi toleran, mau menerima dan memberi (take and give), flexible, mau menutupi kekurangan kita dengan segala sisi baik kita. Syarat – syarat ini sudahkah kalian punya ? Terkadang dengan mudah kita menilai oarang lain. Namun sadarkah kalian mampukah menilai diri sendiri. Bercermin pada diri sendiri ? “Mirror, mirror, tell me how am i ?” bisakah kita seperti itu ? Itulah hal yang teramat gila untuk hidup di dunia maya ini, kita tidak sedang hidup di Forbidden world, dunia terlarang, ataupun cyber world, dunia maya, tapi nyata ! Terapkan pikiran ini dalam benak kalian ! sekalipun ini adalah era Internet.
Yang the last, berusahalah untuk saling jujur, jangan ada saling tutup – menutupi, tipu – menipu, berbohong demi kebaikan. It was nonsent ! Mana ada berbohong untuk kebaikan ! Tapi yang sesungguhnya, we could seem to face the truth, hadapi kenyataan penuh senyuman. Karena kalau tidak, ‘we couldn’t over the problem,’. Kita tak akan pernah bisa melewati masalah kita. Jadikan saja masalah kita sebagai evaluasi kita, untuk menjadikan diri kita ini menjadi lebih baik, untuk menjadikan kita yang terbaik. “A day to be worst, and need a century to be best,” Butuh sehari tuk jadi yang terpuruk, dan butuh satu abad untuk jadi yang terbaik. Jadilah climbers, pendaki yang tangguh, yang terus berusaha, pantang mundur ‘tandur’, berani tampil beda ‘dare be different’. Ah, apalah dan jangan sekali – kali menimpakan kesalahan pada orang lain, termasuk sahabat. Kita dan sahabat itu sama saja. Sama – sama makhluk hidup, manusia biasa. Jangan pernah berpikir sahabat akan menusuk dari belakang, atau terlampau menjauhi kita karena sesuatu, mungkin seperti istilah teman makan teman. Buatlah sahabat menjadi orang yang berjiwa besar, kesatria, solidaritas tinggi, dan saling pengertian. Terkadang miss-understanding, kesalahpahaman itu biasa tapi ada halnya itu adalah untuk membuka mata kita dari mati rasa yang tengah membelenggu kita selama ini. Dengan sahabat tidak akan pernah terlintas pikiran, “Let me alone. You’ve sholud be get away !” sejenis itu yang menandakan perpisahan. Tak ada putus dan perpisahan. No fate and no farewell. Karena takdir kita disuratkan, maka hanya takdir pula kita dipisahkan. Begitulah istilahnya.
Pada intinya, kita semua sama. ‘kita’ sama seperti ‘Kalian’. Segalanya sama – sama ingin kita tempuh dan kita jangkau. ‘kita’ sama saja dengan ‘kalian’. Sekedar dan Cuma berharap tuk semua orang memahami kita, mengerti dan menerima keberadaan kita. “Respect Other One, Respect Ourselves,” inilah motto dalam berkawan. Kawan lebih dari segalanya. Ibarat kata kita apabila hidup di dunia hanya untuk diri sendiri tanpa butuh bantuan orang lain, sahabat yang mensupport kita, kita tak kan pernah memiliki rasa – rasa kebersamaan, kesolidaritasan, kenyamanan, kekeluargaan, dan pada akhirnya ‘kita’ akan memperebutkan debut apa yang dinamakan Soulmate, Friend, Buddy, bahkan True friend, sahabat sejati. Selamat mencoba dan beritahukan hasilnya. Dijamin Mantap Surantap … !!!

About shiellafiollyamanda

"Wish my creation can inspire a lot of people, at least around me."
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s